Anda di halaman 1dari 26

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 5 KUPANG


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/I (Satu)
Pertemuan ke- : III
Alokasi Waktu : 2 x pertemuan (2 x 45 menit)

KOMPETENSI INTI :
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan prosedural, pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
A. KOMPETENSI DASAR (KD) DAN INDIKATOR
1.1 Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon, termokimia, laju reaksi,
kesetimbangan kimia, larutan dan koloid sebagai wujud kebesaran Tuhan yang Maha
Esa dan pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran
kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
Indikator :
Memanfaatkan semua reaksi termokimia yang terjadi untuk kepentingan dan
kebutuhan dengan benar dan tepat sebagai wujud syukur kepada Tuhan sesuai dengan
agama yang dianutnya pada saat sebelum dan sesudah pembelajaran.
1.2 Menunjukkan prilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, obyektif,
terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis,
kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan
serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari
Indikator :
 Menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap materi perubahan entalpi (
∆H) berdasarkan percobaan sederhana dan Hukum Hess dan perubahan entalpi
(∆H)
 Menunjukan sikap jujur dalam menggunakan data percobaan tersebut
 Menunjukan kerja sama kelompok maupun individu dalam melakukan
percobaan tersebut
 Memiliki rasa tanggung jawab terhadap data percobaan tersebut
 Menunjukkan perilaku yang terbuka, kritis, kreatif, inovatif, dan peduli
lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari.
 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai
wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan.
3.5Menentukan ∆H reaksi berdasarkan Hukum Hess, data perubahan entalpi
pembentukan standar, dan data energi ikatan.
Indikator :
 Menjelaskan Hukum Hess
 Menentukan nilai ∆H reaksi melalui percobaan sederhana
 Menentukan nilai ∆H reaksi menggunakan Hukum Hess

4.4 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan


penentuan ∆H suatu reaksi
Indikator :
 Merancang percobaan untuk menentukan ∆H reaksi suatu reaksi
 Melakukan percobaan untuk menentukan ∆H reaksi suatu reaksi
 Mengolah dan menyimpulkan data

B. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:


1. Memanfaatkan semua reaksi termokimia yang terjadi untuk kepentingan dan
kebutuhan dengan benar dan tepat sebagai wujud syukur kepada Tuhan sesuai
dengan agama yang dianutnya pada saat sebelum dan sesudah pembelajaran
2. Menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap materi perubahan entalpi (∆
H) berdasarkan percobaan sederhana dan Hukum Hess dan perubahan entalpi (∆
H)
3. Menunjukan sikap jujur dalam menggunakan data percobaan tersebut
4. Menunjukan kerja sama kelompok maupun individu dalam melakukan percobaan
tersebut
5. Memiliki rasa tanggung jawab terhadap data percobaan tersebut
6. Menunjukkan perilaku yang terbuka, kritis, kreatif, inovatif, dan peduli
lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari.
7. Menjelaskan Hukum Hess
8. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai
wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil
percobaanMenentukan perubahan entalpi reaksi melalui kalor jenis air dan
kapasitas kalor
9. Menentukan perubahan entalpi reaksi melalui Kalorimeter Tekanan Uap Tetap
10. Menentukan ∆ H reaksi menggunakan kalorimeter Bom
11. Menentukan perhitungan Perubahan entalpi reaksi berdasarkan Hukum Hess
12. Merancang, melakukan, mengamati, percobaan penentuan perubahan entalpi
reaksi berdasarkan Hukum Hess dan kalorimeter serta membuat laporan
praktikum.

C. MATERI PEMBELAJARAN
1. Penentuan Nilai ∆ H Reaksi Melalui Percobaan Sederhana
a. Kalor Jenis Air dan Kapasitas Kalor
b. Penentuan ∆ H Reaksi Menggubakan Kalorimeter Tekanan Tetap
c. Menentukan ∆ H reaksi menggunakan kalorimeter Bom
2. Penentuan Harga ∆ H Reaksi menggunakan Hukum Hess

D. PENDEKATAN, STRATEGI, METODE PEMBELAJARAN


Pendekatan : Scientific
Strategi : Kolaboratif & Kooperatif
Metode : diskusi, latihan,eksperimen dan penugasan

E. MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN


Media : Laptop, LCD
Sumber Pembelajaran : Buku-buku Kimia SMA kelas XI

F. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi


waktu
Pendahuluan  Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk 10 menit
memimpin doa
 Guru mengecek kehadiran peserta didik
 Guru menyuruh peserta didik untuk
mengumpulkan tugas rumah
 Guru menyampaikan topik, sub topik dan
tujuan pembelajaran
 Guru menyampaikan penilaian otentik yang
akan diambil saat pembelajaran kepada peserta
didik
 Guru membagi peserta didik dalam beberapa
kelompok secara heterogen.

Kegiatan Inti Mengamati : 70 menit


 Guru memperlihatkan kalorimeter kepada
peserta didik
 Peserta didik mengamati kalorimeter

Menanya :
 Peserta didik mengajukan pertanyaan yang
berhubungan dengan kalorimeter, misalnya
menanyakan benda apa yang diamati, apa
fungsi dari benda tersebut. Kemudian guru
memberi kesempatan pada peserta didik yang
lain untuk memberi jawaban

Mencoba :
 Peserta didik merancang percobaan tentang
penentuan ΔH reaksi
 Peserta didik melakukan percobaan untuk
menentukan ΔH reaksi dengan alat kalorimeter
 Peserta didik mengamati percobaan yang
dilakukan
 Peserta didik mengkaji dari berbagai literatur
tentang penentuan ΔH reaksi berdasarkan
hukum Hess

Mengasosiasi :
 Peserta didik menganalisis hasil percobaan
dengan menggunakan kalorimeter dan hukum
Hess
 Peserta didik mengolah data hasil percobaan
dengan menggunakan kalorimeter dan hukum
Hess
 Peserta didik mampu menentukan ΔH reaksi
berdasarkan hukum Hess
 Peserta didik mengembangkan hasil analisis
dengan menggunakan sumber pembelajaran
 Guru menilai sikap jujur peserta didik dalam
menggunakan data percobaan
 Guru menilai sikap tanggung jawab esereta
didik dalam melakukan percobaan
 Guru menilai sikap kerja sama peserta didik
dalam melakukan percobaan.
 Peserta didik menyusun kesimpulan percobaan

Mengkomunikasikan :
 Peserta didik menyajikan hasil pengamatan
dalam bentuk laporan sebagai bahan portofolio
 Setiap perwakilan kelompok
mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas
 Guru memberi penegasan terhadap jawaban
peserta didik
 Guru menjelaskan kembali tentang konsep
yang berhubungan percobaan yang telah
dilakukan

Menilai :
 Guru dan peserta didik mereview hasil
kegiatan pembelajaran
 Guru memberikan penghargaan kepada peserta
didik kepada kelompok yang berkinerja baik
 Peserta didik menjawab kuis tentang
penentuan ∆ H Reaksi.

Penutup  Guru melakukan refleksi tentang kegiatan yang 10 menit


telah dilaksanakan
 Guru mengingatkan peserta didik untuk
mempelajari materi pembelajaran pada
pertemuan berikut
 Guru mengumpulkan hasil pengamatan sebagai
bahan portofolio
 Guru meminta salah satu peserta didik untuk
memimpin doa.

G. PENILAIAN

Metode Bentuk Instrumen


Sikap Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik
Keterampilan Lembar Pengamatan Keteramplan dan Rubrik
Kognitif Tes Uraian

BAHAN AJAR

A. Penentuan Harga Perubahan Entalpi (ΔH)


 Penentuan harga ΔH reaksi melalui eksperimen sederhana.
Perubahan entalpi dapat ditentukan apabila telah mengetahui kapasitas
panas, kalor jenis dan kalorimeter.
1. Kalor jenis air dan kapasitas panas.
Kalor jenis (diberi symbol c) menyatakan kalor yang dibutuhkan 1 gr zat
untuk menaikkan suhu sebesar 1o C. kalor jenis dinyatakan dengan satuan 0 oC
atau J g-1 oC-1.Kalori adalah ukuran perubahan suhu yang dialami air jika
menyerap/ membebaskan sejumlah kalor.Secara umum, ukuran perubahan itu
disebut : “kapasitas panas”. Kapasitas panas didefinisikan sebagai banyaknya
kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu sebesar 1oC.
Kapasitas panas merupakan sifat ekstensif,maksudnya sifat yang
bergantung pada ukuran.
Misalnya : untuk menaikkan suhu 1oC 10 gr air, diperlukan energi 10 kali lebih
besar daripada jika digunakan untuk menaikkan suhu 1oC gr air.
Sifat ekstensif berhubungan dengan kapasitas panas adalah kalor jenis
(specific heat capacity, c). Hubungan antara kapasitas kalor dan kalor jenis dapat
dirumuskan sebagai berikut : C=mxc
Keterangan :
C = kapasitas kalor (JoC-1)
m = massa zat (gram)
c = kalor jenis (J g-1 oC-1)

Jika pada reaksi terjadi perubahan suhu (Δt), perubahan kalor atau
perubahan entalpi yang terjadi dapat dirumuskan sebagai berikut :

q = m x c x Δt atau q = C x Δt

Keterangan :
q = kalor yang dibebaskan atau diserap.
Δt = perubahan suhu
= takhir reaksi – tawal
Entalpi pembakaran dapat ditentukan dengan menggunakan energi panas
(kalor) yang dilepaskan dalam reaksi perubahan untuk memanaskan air dengan
volume tertentu.energi panas tersebut menaikkan suhu air.
Energi panas yang dipindahkan ke air dapat ditentukan dengan persamaan
sebagai berikut :
q larutan = m x c x Δt

q kalorimeter = C x Δt

Keterangan :
q = perubahan energi panas (J)
m = massa zat (gram)
Δt = perubahan suhu
c = kalor jenis (J ogr-1C-1)
C = kapasitas panas ( J/0
Contoh soal :
1. Berapa joule panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu air yang
massanya 100 gr dari 25 oC ke 100 oC ? diketahui kalor jenis air sebesar 4,2 J g-
1o
C-1.
Penyelesaian :
Diketahui : mair = 100 gr
Δt = tair - tawal
= 100 oC – 25 oC
= 75 oC
C = 4,2 J C-1
Ditanya : q = …………?
Jawab :
Q = m x c x Δt
= 100 gr x 4,2 J x 75 oC
= 31.500 J = 31,5 kJ

2. Pada pemanasan 500 gr air dari suhu 25 oC, diperlukan kalor 84 KJ. Jika
kalor jenis air 4,2 J g-1 oC-1. Tentukan suhu air setelah pemanasan.
Penyelesaian :
Diketahui : mair = 500 gram
tawal = 25 oC
Q = 84 kJ = 84.000 J
c = 4,2 J g-1 oC-1
Ditanya : takhir = …………?
Jawab :
Q = m x c x Δt
84.000 J = 500 gr x 4,2 J g-1 oC-1 x Δt
84.000 J = 2100 JoC-1 x Δt
84.000 J
Δt =
2100 J C−1
= 40 oC
Δt = t2 – t1
40 o = t2 – 25 oC
t2 = 40 oC + 25 oC
= 65 oC
Jadi suhu air setelah pemanasan = 65 oC

2. Penentuan ΔH reaksi menggunakan kalorimeter tekanan tetap


Dalam suatu reaksi kimia, perubahan energi kimia selalu dinyatakan
sebagai kalor. Alat yang digunakan untuk mengukur besarnya kalor yang terlibat
dalam suatu reaksi adalah : “kalorimeter”. Pada prinsipnya, kalorimeter
merupakan suatu wadah yang dapat menyekat sistem sedemikian rupa sehingga
tidak ada kalor yang berpindah dari sistem ke lingkungan dan
sebaliknya.Kalorimeter dilengkapi dengan termometer untuk mengukur perubahan
suatu sistem.
Suatu kalorimeter dapat dibuat dari gelas atau wadah yang bersifat isolator
(tidak menyerap kalor), misalnya styrofoam atau plastic yang berpenutup.
Styrofoam : merupakan bahan yang dapat menyekat panas dengan cukup baik.
Ada 2 macam kalorimeter, antara lain :

 Kalorimeter bom
Kalorimeter bom terdiri atas suatu wadah baja yang kuat (bom)
yang ditempati reaktan. Bom itu diletakkan dalam penangas air yang
disekat (diisolasi) serta dilengkapi dengan pengaduk dan termometer suhu
awal penangas dan pereaksi dalam bom diukur.Setelah terjadi reaksi, kalor
yang dibebaskan diserap oleh bom dan penangas sehingga suhu alat secara
keseluruhan terukur sebelum digunakan, kapasitas panas alat harus diukur
terlebih dahulu dalam suatu eksperimen sendiri.
Secara sederhana kalorimeter bom, dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar:

Pengaduk mekanik
Batang elektrik untuk
memanaskan sampel
Termometer

Kontainer yang terisolasi


Tempat pemasukan 1

Bom (wadah tempat reaksi)


Kawat

Gelas pelindung

Udara

 Kalorimeter termos / Kalorimeter sederhana


Kalorimeter termos kadang-kadang disebut kalorimeter gelas kopi.
Disebut demikian kalorimeter termos menggunakan gelas kopi yang dibuat
dari bahan striobusa untuk mewadahi reaktan. Kalorimeter ini termasuk
kalorimeter bertekanan tetap. Reaksi yang dapat diukur kalornya dengan
kalorimeter ini adalah reaksi yang berlangsung pada tekanan tetap.
Reaksi-reaksi tersebut diantaranya, yaitu reaksi penetralon, reaksi
pelantan, dan pengendapan.
Pada tekanan tetap terjadi perpindahan kalor antara sistem dan
lingkungan, sehingga :

qreaksi= -(qSistem + qkalorimeter)

Misalnya: Dalam suatu percobaan penentuan ΔH reaksi dengan


menggunakan kalorimeter sederhana. Sejumlah gas mol logam nikel
dimasukkan ke dalam larutan CuSO4. Termometer menunjukkan kenaikan
suhu sistem (larutan) sebesar 5o.
Jika kapasitas kalor larutan sebesar 4 kJo C-1 dan kapasitas
kalorimeter dianggap nol (sama sekali tidak menyerap kalor). Kalor reaksi
dapat dihitung sebagai berikut :
q sistem = C x Δt
= 4 kjo x 5oC = 20 kj
q =0
qreaksi = -qsistem = -20 kJ.
Angka tersebut adalah kalor reaksi untuk 1 mol nikel.
Karena yang bereaksi 0,05 mol nikel
−20 kJ
ΔH =
0 ,05 mol
= -400 kJ mol-1
Jadi, kalor reaksi No(s) + CuSO4(aq) NiSO49aq) + Cu(s) adalah -400 kJ
mol

3. Penentuan ΔH reaksi menurut Hukum Hess


Selain melalui percobaan, entalpi reaksi dapat ditentukan berdasarkan data
entalpi suatu reaksi. Perhitungan perubahan entalpi pada suatu reaksi dari data entalpi
reaksi yang berhubungan dilakukan menggunakan hukum Hess.Hukum Hess
berkaitan dengan reaksi-reaksi yang dapat dilakukan dua/ lebih cara. Hukum Hess
dikemukakan oleh Germain Hendry Hess (1802-1805), seorang ahli kimia
berkebangsaan Swiss.
Hukum Hess dikemukakan oleh Germain Henry Hess (1802-1850) ahli kimia dari
Swiss
Bunyi Hukum Hess:
Kalor reaksi yang dibebaskan atau diperlukan pada suatu reaksi tidak bergantung pada
jalannya reaksi, tetapi hanya bergantung pada keadaan awal dan akhir reaksi
Atau dengan kata lain:
Perubahan entalpi suatu reaksi tetap sama, baik langsung dalam satu tahap maupun
beberapa tahap.

Contoh :
1. Reaksi pembentukan CO2(g) yang dapat belangsung dengan dua
cara :
a. Melalui satu tahap reaksi :
C(s) + ½ O2(g) CO2(g)
b. Melalui dua tahap reaksi :
Tahap 1 : satu mol karbon mula-mula direaksikan dengan ½ mol oksigen (½ mol O 2
masih tersisa) sehingga terbentuk 1 mol karbonmonoksida.
C(s) + ½ O2(g) CO(g)
Tahap 2 : gas CO yang terbentuk pada tahap 1 direaksikan dengan ½ mol O 2 yang sisa,
sehingga terbentuk 1 mol CO2
CO(g) + ½ O2(g) CO2(g)
Jika tahap 1 dan tahap 2 menurut cara yang kedua ini dijumlahkan, ternyata hasilnya
sama dengan cara 1, yaitu reaksi 1 mol karbon dengan 1 mol oksigen membentuk
1 mol CO2.
Tahap 1 : C(s) + ½ O2(g) CO(g)
Tahap 2 : CO(g) + ½ O2(g) CO2(g)
C(s) + O2(g) CO2(g)
Pada tahun 1940, Hendry Hess menemukan bahwa kalor reaksi dari kedua cara adalah
sama.
Cara 1 :
C(s) + O2(g) CO2(g) ΔH = -394 kJ …. (1)
Cara 2 :
Tahap 1 : C(s) + ½ O2(g) CO(g) ΔH = -111 kJ …. (2)
Tahap 2 : CO(g) + ½ O2(g) CO2(g) ΔH = -283 kJ …. (3)
C(s) + O2(g) CO2(g) ΔH = -394 kJ …. (4)

Jadi nilai entalpi pembentukan SO3(g) tetap sama, baik berlangsung melalui satu tahap
ataupun beberapa tahap reaksi.
Tahapan reaksi yang berkaitan dengan entalpi reaksi dapat juga digambarkan
dengan diagram bertingkat atau siklus :
Diagram siklus reaksi pembakaran karbon menurut dua lintasan.
Lintasan 1: Langsung membentuk CO2.
Lintasan 2 : Mula-mula membentuk CO,kemudian CO2
ΔHreaksi tidak bergantung pada lintasan, ΔH1 = ΔH2 + ΔH3.
Diagram tingkat energi reaksi pembakaran karbon membentuk CO2 menurut dua
lintasan.
Lintasan -1 : (tanda ) : langsung membentuk CO2

Lintasan -2 : (tanda ) : mula-mula membentuk CO, kemudian CO 2, ΔH1 = ΔH2

+ ΔH3.

Contoh Soal.

1. Diketahui : Reaksi 1) : H2(g) + F2(g) → 2HF(g) ΔH = - 537 kJ

Reaksi (2) : C(s) + 2F2(g) → CF4(g) ΔH = - 680 kJ

Reaksi (3) : 2C(s) + 2H2(g) → C2H4(g) ΔH = 52,3 kJ

Tentukanlah ΔH dari reaksi :

C2H4(g) + 6F2(g) → 2CF4(g) + 4HF(g) ΔH = …….?

Penyelesaian :

Reaksi (1) : H2(g) + F2(g) → 2HF(g) ΔH = - 537 kJ tetap (2)

Reaksi (2) : C(s) + 2F2(g) → CF4(g) ΔH = - 680 kJ tetap (2)

Reaksi (3) : 2C(s) + 2H2(g) → C2H4(g) ΔH = 52,3 kJ dibalik

Maka :

Reaksi (1) : H2(g) + F2(g) → 2HF(g) ΔH = - 537 kJ


Reaksi (2) : C(s) + 2F2(g) → CF4(g) ΔH = - 680 kJ

Reaksi (3) : C2H4(g) → 2C(s) + 2H2(g) ΔH


+ = 52,3 kJ +

C2H4(g) + 6F2(g) → 2CF4(g) +4HF(g) ΔH = -2486,3 kJ

2. Perhatikan diagram entalpi berikut, kemudian tentukan ΔH3 !

Jawab :

Reaksi (1) berlangsung dalam satu tahap, yaitu reaksi pembentukan 2NO 2(g) dari
N2(g) dan 2O2(g). Reaksi (2) berlangsung melalui dua tahap pembentukan 2NO (g)
terlebih dahulu, kemudian berlanjut ke tahap pembentukan 2NO2(g) !
ΔHreaksi (1) = ΔHreaksi (2)
ΔH1 = ΔH3 + ΔH2
66,4 kJ = x kJ + (- 114,1 kJ)
x = - 114,1 kJ + 66,4 kJ
= 180,5 kJ
Jadi ΔH3 = 180,5 kJ

3. Jika diketahui diagram entalpi sebagai berikut :


Tentukan kalor pencairan es !

Penyelesaian :
Reaksi pencairan es H2O(s) → H2O(l) ΔHr = …….. ?
Pada diagram, ΔHf H2O(s) = - 548 kJ
ΔHf H2O(l) = - 572 kJ
Jadi untuk reaksi 2H2O(s) → 2H2O(l)
ΔH = (-572)-(-584) = 12 kJ
ΔH reaksi untuk mencairkan 2 mol H2O adalah 12 kJ.
12kJ
Maka untuk melebur 1mol H2O, ΔH = 2kJ = 6 kJ (tanda ΔH + karena arah
diagram ke atas).
Lembar Kerja Peserta Didik

(LKPD)

Materi pokok : Kalorimetri

Tujuan : Menentuankan perubahan entalpi menggunakan kalorimeter.

Waktu : Sebelum Jam pelajaran (Dikerjakan di rumah).

Petunjuk Belajar :
1. Bacalah berbagai referensi untuk memperkuat pemahaman anda.
2. Kerjakan setiap langkah kegiatan secara berurutan dan didiskusikan dalam
kelompok tutorial yang telah dibagi.
3. Kumpulkan kepada guru sesuai dengan jadwal yang telah disepakati antara guru
dan siswa.
4. Didiskusikan antar kelompok sebagai bentuk pemecahana masalah.
Kegiatan:

A. Informasi Singkat
Cara penentuan kalor reaksi dengan menggunakan kalorimeter. Data H reaksi yang
terdapat pada tabel-tabel umumnya ditemukan secara kalorimetris.
Kalorimeter adalah suatu sistem terisolasi (tidak ada pertukaran materi maupun energi
dengan lingkungan diluar kalorimeter). Dengan demikian, semua kalor ang dibebaskan
oleh reaksi yang terjadi didalam kalorimeter, tidak ada yang terbuang keluar
kalorimeter. Dengan mengukur kenaikan suhu didalam kalorimeter, kita dapat
menentukan jumlah kalor yang diserap oleh air serta perangkat kalorimeter berdasarkan
rumus :

qair = m x c x T atau qreaksi = -qlarutan

qbom = C x T qlarutan = m x c x T
Dengan:
q = kalor reaksi (J atau kJ)
m = massa (g atau kg)
c = kalor jenis (J/gºC atau J/kg K)
C = kapasitas kalor dari kalorimeter
T = perubahan suhu (ºC atau K)

Lakukan Percobaan dan jawablah pertanyaan dibawah ini :

Pada pecobaan ini akan ditentukan perubahan entalpi pada reaksi antara larutan
natrium hidroksida dengan lautan asam klorida.

NaOH(aq) + HCl(aq) → NaCl(aq) + H2O(l)

1. Alat dan Bahan

Alat dan Bahan Ukuran Jumlah


Kalorimeter - 1 buah
Silinder ukur 50 ml 1 buah
Termometer 0-50ºC 1 buah
Larutan NaOH 1M 50 ml
Larutan HCl 1M 50 ml

2. Cara Kerja:
a) Masukan 50 ml larutan NaOH 1 M ke dalam kalorimeter dan masukan 50 ml
lautan HCl ke dalam silinder ukur.
b) Ukurlah suhu kedua larutan. Jika suhu kedua larutan berbeda, catat suhu rata-
ratanya sebagai suhu awal.
c) Tuangkan larutan HCl tersebut ke dalam bejana yang berisi larutan NaOH. Aduk
dan perhatikan suhu yang terbaca pada thermometer. Catatlah suhu yang tertinggi
sebagai suhu akhir.
d) Catat pengamatan anda dengan membuat tabel pengamatan.
3. Hitunglah kalor yang berpindah dari sistem ke lingkunan agar suhu larutan
kembali turun dan menjadi sama dengan suhu awal larutan (anggap massa jenis larutan =
1 g/mL dan kalor jenis larutan 4,2 J g-1 K-1).
TUGAS RUMAH

Jawablah pertanyaan dibawah ini :


1. Kadalam kalorimeter yang kapasitas panasnya 100 J/0C dimasukan 150 mL KOH
0,2 M yang suhunya 250C. Kemudian kedalamnya ditambahkan 100 mL HCl 0,3
M yang suhunya sama. Setelah terjadi reaksi, ternyata suhu campuran menjadi
290C. Bila kalor jenis larutan = 4,2 Jg -1 0
C -1 dan massa jenis larutan 1 g/ml,
berapakah H reaksinya ? (dalam satuan kJ/mol).
2. Sebanyak 0,58 gram gas butana dibakar dalam sebuah kalorimeter bom yang
berisi 500 mL air dengan suhu 300C. Setelah reaksi, suhu air dalam kalorimeter
naik menjadi 43,70C. Jika kapasitas kalor kalorimeter diabaikan, sedangkan kalor
jenis air adalah 4,18J g -1 0 C -1,tentukanlah entalpi pembakaran butana.
Kunci Jawaban
LKS 3 (Tugas Rumah)

1. Jawaban :
Diketahui :
KOH + HCl  KCl + H2O
C = 100 J/oC
mtot = 250 gram
T = (29-25)oC = 4oC
c = 4,2 Jg -1 0 C -1
p = 1 gmL

karna kapasitas panas kalorimeter diketahui maka digunakan rumus :


q = C . t
= 100 J/oC . 4oC
= 400 J
= 0,4 kJ

qreaksi = - q larutan = - 0,4 kJ


Kalor diatas menyertai reaksi antara 150 mL KOH dan 100 mL HCl.
150 mL KOH 0,2 M = 30 mmol = 0,03 mol
100 mL HCl 0,3 M = 30 mmol = 0,03 mol

−400 J
Jadi, qreaksi = Hn =
0,03 mol
= 13.333,33 J/mol
= 13,33 kJ/mol
2. Jawaban :
13
C4H10(g) + O  4CO2(g) + 5H2O(l)
2 2(g )
Oleh karena suhu air naik, berarti pembakaran 0,58 gram C4H10(g) menghasilkan kalor
yang diserap oleh 500 mL air.

H reaksi = Hlarutan + Hkalorimeter


Tetapi karna kapasitas panas kalorimeter diabaikan maka :
H reaksi = Hlarutan
Hlarutan = m . c t
=500 gram . 4,18J g -1 0 C -1 . (43,7 – 30)oC
= 28.633 J
H reaksi = Hlarutan = 28.633 J

0,58 gram
0,58 gram C4H10 =
58 gram/mol
= 0,01 mol
28.633 J
H reaksi =
0.01 mol
= 2.863.300 J/mol
= 2.863,3 kJ/mol
Lembar Kerja Siswa

(LKS)

Materi pokok : Hukum Hess


Tujuan : 1. Menghitung perubahan entalpi berdasarkan hukum Hess
Waktu : Sebelum Jam pelajaran (Dikerjakan di rumah).

Petunjuk Belajar :
5. Bacalah berbagai referensi untuk memperkuat pemahaman anda.
6. Kerjakan setiap langkah kegiatan secara berurutan dan didiskusikan dalam
kelompok tutorial yang telah dibagi.
7. Kumpulkan kepada guru sesuai dengan jadwal yang telah disepakati antara guru
dan siswa.
8. Didiskusikan antar kelompok sebagai bentuk pemecahana masalah.
Kegiatan :

A. Informasi Singkat
Perhitungan ΔH Reaksi Menggunakan Hukum Hess
Selain melalui percobaan, entalpi reaksi dapat di tentukan berdasarkan data
entalpi, hal ini dilakukan oleh Germain Henry Hess di dalam Hukum Hess yang
berbunyi : “Kalor reaksi yang dibebaskan / diperlukan pada reaksi tidak bergantung
pada jalannya reaksi, tetapi hanya bergantung pada keadaan awal dan akhir reaksi”,
atau “Perubahan entalpi suatu reaksi tetap sama, baik berlangsung dalam satu tahap
maupun beberapa tahap.

B. Pertanyaan

1. Perhatikan gambar berikut.!


Berdasarkan diagram tersebut hubungan antara ΔH1, ΔH2, ΔH3 yang benar ……
a. ΔH1 = ΔH1 – ΔH3
b. ΔH2 = ΔH3 – ΔH1
c. ΔH3 = ΔH1 – ΔH2
d. ΔH3 = ΔH1 – ΔH2
e. ΔH3 = ΔH2 – ΔH2
2. Larutan Ammonium klorida dapat dibuat dengan dua cara berukut :
I. NH3 + Air Lar. NH4OH + a kal
HCl + air Lar. HCl + b kal

Lar. NH4OH + Lar HCl Lar. NH4Cl + c kal

II. NH3 + HCl NH4Cl + d kal


NH4Cl + air Lar. NH4Cl + e kal

Menurut hukum hess :

a. a + b + d =c d. c = d + e
b. a + b =d+e e. d = a + b + c
c. a + b + c =d+e

3. C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O ΔH = -2820 KJ


C2H5OH + 3O2 2CO2 + 3H2O ΔH = -1380 KJ

Perubahan entalpi fermentasi glukosa C6H12O6 2C2H5OH + 2CO2 adalah :

4. Diberikan data sebagai berikut :


1. H2(g) + F2 (g) 2H F(g) ΔH = -537 KJ
2. C(s) + 2F2 (g) CF4 (g) ΔH = -680 KJ
3. 2C(s) + 2H2 (g) C2H4 (g) ΔH = + 52,3 KJ

Hitunglah ΔH reaksi : C2H4 (g) + 6F2 2C F4 (g) + 4HF(g)

KUNCI JAWABAN

LKS 4
1. ΔH3 = ΔH1 + ΔH2

2.
I. NH3 + H2O NH4OH + a kal
HCl + H2O HCl + b kal
NH4OH + HCl NH4Cl + c kal +

NH3 + HCl + 2H2O NH4Cl + a + b + c kal

II. NH3 + HCl NH4Cl + d kal


NH4Cl + air NH4Cl + e kal +

NH3 + HCl NH4Cl + d + e kal

Jadi a + b + c = d + e (c)

3. I. C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O ΔH = -2820 KJ


II. C2H5OH + 3O2 2CO2 + 3H2O ΔH = -1380 KJ x 2 dibalik

C6H12O6 2C2H5OH + 2CO2 ΔH …..?

I. C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O ΔH = -2820 KJ

II. 4CO2 + 6H2O 2C2H5OH + 6O2 ΔH = -2760 KJ -

C6H12O6 2C2H5OH + 2CO2 ΔH = -60 KJ

4. Penyelesaian :
a. Dikali 2
b. Dikali 2
c. Dibalik
- 2H2 + 2F2 4HF ΔH = -1074 KJ

- 2C + 4 F2 2CH4 ΔH = -1360 KJ

- C2H4 2C + 2H2 ΔH = -52, 3 KJ +


C2H4 + 6 F2 2CH4 + 4HF ΔH = -2486,3 KJ