Anda di halaman 1dari 12

EKOLOGI LAHAN BASAH

GFKK307

Pengajar : Ir. Suhaili Asmawi, MS


Dr.Ir.Hj.Herliwati, MSi
Ir.H.A.Murjani, MS
Dr. Slamat, SPi.,MSi
Deddy Dharmaji SPi, MS

Semester : III

FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN


UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARABARU, 2016
A. IDENTITAS MATA KULIAH

Nama Mata Kuliah : Ekologi Lahan Basah


Kode Mata Kuliah : GFKK307
Jumlah SKS : 3 SKS
Waktu :
Semester : III
Kelompok Mata Kuliah : MKK
Program Studi/Jurusan : THP/BDP/PSP/MSP/ABP/IKL
Status Mata Kuliah : Wajib Fakultas
Dosen : Ir. Suhaili Asmawi, MS
Ir. Rozani Ramlie, MSi
Dr. Ir. Hj. Herliwati, MSi
Ir. H. A. Murjani, MS
Deddy Dharmaji, Spi, MS

B. DESKRIPSI MATA KULIAH

Mata kuliah Ekologi Lahan Basah membahas mengenai proses ekologis dalam lingkungan
lahan basah (sungai, danau, rawa, estuari dan terumbu karang) seperti aliran energi, daur
materi, faktor pembatas perairan; struktur organisasi organisme perairan (populasi dan
komunitas); ekosistem perairan yang meliputi sungai, danau, rawa, estuarine dan terumbu
karangt, perubahan dan suksesi ekosistem, keanekaragaman hayati, pencemaran, serta
pengelolaan pelestarian lahan basah.

C. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti mata kuliah ini diharapkan mahasiswa memiliki pengetahuan,


pemahaman, dan kecakapan ekologi lahan basah.
1) Capaian Pembelajaran terkait Sikap (CPs)
a) Memiliki sifat religius, adaptif, inklusif, komunikatif, estetis, dan etis
2) Capaian Pembelajaran terkait Pengetahuan dan keterampilan dasar (CPpkd)
a) Menganalisis konsep Ekologi Lahan Basah serta aspek-aspek pendukungnya
3) Capaian Pembelajaran terkait Pengetahuan dan keterampilan teknis (CPkt)
a) Menganalisis karakteristik biologi, fisiologi dan ekologi sumberdaya hayati lahan
basah
4) Capaian Pembelajaran terkait Pengetahuan dan keterampilan manajerial (CPpkm)
a) Menguasai prinsip ilmu dinamika dan tipologi sumberdaya lahan basah
5) Capaian Pembelajaran terkait Pengetahuan Manajemen (CPpm):
a) Memahami kebijakan dan peraturan perundangan terkait pengelolaan sumber daya
perairan, perikanan dan lingkungan serta konservasi lahan basah
6) Capaian Pembelajaran terkait Ketrampilan Manajemen (CPkm):
a) Menentukan dampak kegiatan manusia terhadap komponen lingkungan perairan
b) Mampu mengambil keputusan dalam memilih alternatif pengelolaan sumberdaya
perairan, perikanan, dan lingkungan serta konservasi sumber daya lahan basah
secara akademik dan mandiri serta dapat bekerja dalam kelompok kecil dengan
bimbingan

D. BAHAN KAJIAN DAN REFERENSI

Dalam mata kulih ini akan dikaji hal-hal sebagai berikut:


1) batasan dan klasifikasi lahan basah,
2) fungsi dan manfaat lahan basah,
3) karakteristik lahan basah alami dan buatan,
4) dampak pembangunan terhadap lahan basah alami dan dampak pembangunan lahan
basah buatan,
5) kelembagaan, prinsip-prinsip, strategi dan rancang tindak dan peranserta masyarakat
dalam pengelolan lahan basah
Bahan bacaan:
Cowardin, L.M., V. Carter, F.C. Gollet and E.T. LaRoe, 1979. Classification of Wetland and
Deep Water Habitats of the United States. US Fish & Wildlife Service Pub. FSW/OBS
79/31. Washington D.C.
Claridge, G.F. 1991. Suatu Tinjauan Nilai-Nilai Lahan Basah: Suatu Kebutuhan Awal untuk
Pemnafaatan secra Bijaksana. PHPA/AWB Proyek Lahan Basah Sumatera Laporan
No. 7b. Asian Wetland Bureau. Bogor.
Davies, J., G. Claridge and Ch. E. Nirarita. 1995. Manfaat Lahan Basah: Potensi Lahan Basah
dalam mendukung dan Memelihara Pembangunan. PHPA/AB, Bogor.
Dugan, P.J. (Ed.), 1990. Wetland Conservation: A Review of Current Issue and Required
Action. IUCN, Gland, Switzerland.
Giesen, W. 1993. Indonesia’s Mangrove. An Update on Remaing area and Main
Management Issue. Paper disajikan dalam “International seminar on Coastal Zone
Management of Small Island Ecosystem”, Ambon, April 1993
Howe, C.P., G.F. Claridge, R. Hughes dan Zuwendra. 1991. Pedoman Pelingkupan Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Di Lahan Basah Indonesia. Laporan Proyek Lahan
Basah Sumatera PHPA/AWB No. 6a. AWB-Indonesia dan Ditjen PHPA, Dephut.
Bogor.
Hutabarat, A.A. 1996. Kelembagaan Pengelola Lahan Basah. Dalam Panduan Pelatihan
untuk Pelatih Pengkajian dan Pengelolaan Lahan Basah. Wetlands International –
Indonesia Programme. Bogor.
Hutomo, M., Kisawara, W dan Azkab, M.H. 1993. Suatu Khasanah Pengetahuan Ekosistem
Lamun di Indonesia. Prosiding Lokakarya Nasional Penyusun Program Penelitian
Biologi Kelautan dan Poses Dinamika Pesisir. LIPI-UNDIP.
Larson, J.S., P.R. Adamus dan E.J. Clairain, Jr. 1989. Functional Assesment of Freshwater
Wetlands: A Manual and Training Out Lain. WWF.
Lehmusluoto, P. dan B. Machbub. 1995. National Inventory of The Major Lakes and
Reservoirs in Indonesia: General Limnology. Expedition Inodanau Techinal Report.
RIWRD.
McNeely, Jeffrey A., K.R. Miller, W.V. Reid, R.A. Mittermeier and T.B. Warner. 1990.
Conserving The World’s Biological Diversity. IUCN, Gland Switzerland; WRI, CI,
WWF-US, and the World Bank. Washington DC.
Mulyanto. 1986. Pemanfaatan Terumbu Karang Metode Pendugaan dan Pengelolaannya
di Negara-negara Asean. Dirjen Perikanan Bekerjasama dengan International
Development Research Centre.
Murtidjo, B.A. 1989. Tambak Air Payau, Budidaya Udang dan Bandeng. Penerbit Kanisius,
Jogyakarta.
Nirarita, CH. Endah, dkk. 1996. Ekosistem Lahan Basah Indonesia. Buku Panduan untuk
Guru dan Praktisi Pendidikan. Wetlands International – Indonesia Programme,
Bogor.
Nontji, A., C. Muluk dan F. Sabar, 1986. Limnologi dan Pembangunan. LIPI, Bogor.
Nybakken, J.W. 1988. Biologi Laut. Suatu Pendekatan Ekologis. Penerbit Gramedia, Jakarta.
Regional Physical Planning Program for Transmigration (RePPProT), 1990. The Land
Resources of Indonesia: A National Overview. Main Report. Land Resources
Departemen, NRI. Overseas Development Administration, Foreign and
Commonwealth Office, UK.
Salm dan Clark, 1984. Marine and Coastal Protected Areas. A Guide For Planners and
Managers. IUCN, Switzerland..
Silvius, M.J., E. Djuharsa, A.W. Taufik, A.P.J.M. Steeman and E.T. Bercey, 1987. The
Indonesian Wetland Inventory: A Preliminary Compilation of Information on
Wetland of Indonesia. PHPA/AWB & Adwin, Bogor. Vol. 1 & 2.
Sukarno, 1977. Fauna Karang Batu di Terumbu Karang Pulau Air dengan Catatan Tentang
Ekologinya. Dalam Teluk Jakarta: Sumberdaya, Sifat-Sifat Oseanografi serta
Permasalahannya. LON-LIPI, Jakarta.
Suharno, 1998. Kesadaran masyarakat Tentang Terumbu Karang Indonesia. (Kerusakan
Karang Di Indonesia). Puslitbang Oseanologi – LIPI. Jakarta
Sukarno, 1977. Fauna Karang Batu di Terumbu Karang Pulau Air dengan Catatan Tentang
Ekologinya. Dalam Teluk Jakarta: Sumberdaya, Sifat-Sifat Oseanografi serta
Permasalahannya. LON-LIPI, Jakarta.
Sukarno, R., 1995. Ekosistem Terumbu Karang dan Masalah Pe-ngelolaannya. Dalam
Pendidikan Pelatihan Metodologi Penelitian Penentuan Kondisi Terumbu Karang.
Puslibang Oseanologi, LIPI - UNDIP, Jepara.
The National Strategy and Action Plan for the Management of Indonesian Wetlands. 1996.
Ministrtry of the Environment with assistance from Wetlands International –
Indonesia Programme. Bogor.
Wetzel, R.G. 1983. Lakes, their Distribution, Origins, Forms. In Limnology. 2nd ed.
Sounders Collage Publishing, USA.
Whitten, A.J., Darmanik, S.J. dan Hisyam, N. 1987b. The Ecology of Sumatera. Gadjah Mada
University Press, Yogyakarta.
Whitten, A.J., Mustafa, M dan Henderson, G. 1987a. The Ecology of Sulawesi. Gadjah
Mada University Press, Yogyakarta.
Wibowo, P. and N. Suyatno, 1997. An Overview of Indonesia Wetland Sites-included in
Wetland Database. Wetlands International – Indonesia Programme/PHPA. Bogor.
Worthington, E.B., 1976. The Conservation of Wetland in Africa In: Proceedings of The
Symposium on the Okavango Delta and Its Future Utilization. Botswana Society,
Gaborone.
Zen, M.T. 1993. Gambut: Sumberdaya Masa Depan. Prosiding Seminar Nasional Gambut
II. Himpunan Gambut Indonesia-BPPT. Jakarta.
SILABUS
JUDUL MATAKULIAH : Ekologi Lahan Basah
NOMOR KODE/SKS : GFKKP 307 / 3 SKS

Pokok Bahasan/Sub Pokok


No. Daftar Pustaka
Bahasan
1 Batasan dan Klasifikasi Lahan Dugan, P.J. (Ed.), 1990. Wetland Conservation: A
Basah: Batasan lahan basah Review of Current Issue and Required Action. IUCN,
dan Klasifikasi lahan basah Gland, Switzerland.
Nirarita, CH. Endah, dkk., 1996. Ekosistem Lahan
Basah Indonesia. Buku Panduan untuk Guru dan
Praktisi Pendidikan. Wetlands International –
Indonesia Programme. Bogor.
Silvius, M.J., E. Djuharsa, A.W. Taufik, A.P.J.M. Steeman
and E.T. Bercey, 1987. The Indonesian Wetland
Inventory: A Preliminary Compilation of Information on
Wetland of Indonesia. PHPA/AWB & Adwin, Bogor.
Vol. 1 & 2.
Wibowo, P. and N. Suyatno, 1997. An Overview of
Indonesia Wetland Sites - included in Wetland
Database. Wetlands International – Indonesia
Programme/PHPA. Bogor.
2 Fungsi dan Manfaat lahan Davies, J., G. Claridge and Ch. E. Nirarita, 1995.
basah: Manfaat Ekologis Manfaat Lahan Basah: Potensi Lahan Basah dalam
Lahan basah, Manfaat mendukung dan Memelihara Pembangunan. PHPA/AB,
Ekonomis Lahan basah dan Bogor.
Lahan basah sebagai Atribut Nirarita, CH. Endah, dkk., 1996. Ekosistem Lahan
Basah Indonesia. Buku Panduan untuk Guru dan
Praktisi Pendidikan. Wetlands International –
Indonesia Programme. Bogor.
Wibowo, P. and N. Suyatno, 1997. An Overview of
Indonesia Wetland Sites - included in Wetland
Database. Wetlands International – Indonesia
Programme/PHPA. Bogor.
3 Lahan Basah Utama Davies, J., G. Claridge and Ch. E. Nirarita, 1995.
Indonesia: Karakteristik Manfaat Lahan Basah: Potensi Lahan Basah dalam
Lahan Basah Alami Utama mendukung dan Memelihara Pembangunan. PHPA/AB,
dan Karakteristik Lahan Bogor.
Basah Buatan Utama Nirarita, CH. Endah, dkk., 1996. Ekosistem Lahan
Basah Indonesia. Buku Panduan untuk Guru dan
Praktisi Pendidikan. Wetlands International –
Indonesia Programme. Bogor.
Silvius, M.J., E. Djuharsa, A.W. Taufik, A.P.J.M. Steeman
and E.T. Bercey, 1987. The Indonesian Wetland
Inventory: A Preliminary Compilation of Information on
Wetland of Indonesia. PHPA/AWB & Adwin, Bogor.
Vol. 1 & 2.
Wibowo, P. and N. Suyatno, 1997. An Overview of
Indonesia Wetland Sites - included in Wetland
Database. Wetlands International – Indonesia
Programme/PHPA. Bogor.
4 Lahan Basah dan Nirarita, CH. Endah, dkk., 1996. Ekosistem Lahan
Pembangunan: Dampak Basah Indonesia. Buku Panduan untuk Guru dan
Pembangunan terhadap Praktisi Pendidikan. Wetlands International –
Lahan Basah Alami dan Indonesia Programme. Bogor.
Dampak Pembangunan Wibowo, P. and N. Suyatno, 1997. An Overview of
Lahan Basah Buatan Indonesia Wetland Sites - included in Wetland
Database. Wetlands International – Indonesia
Programme/PHPA. Bogor.
Sukarno, R., 1995. Ekosistem Terumbu Karang dan
Masalah Pengelolaannya. Dalam Pendidikan
Pelatihan Metodologi Penelitian Penentuan Kondisi
Terumbu Karang. Puslibang Oseanologi, LIPI - UNDIP,
Jepara.
Suharno, 1998. Kesadaran masyarakat Tentang
Terumbu Karang Indonesia. (Kerusakan Karang Di
Indonesia). Puslitbang Oseanologi – LIPI. Jakarta
The National Strategy and Action Plan for the
Management of Indonesian Wetlands. 1996.
Ministrtry of the Environment with assistance from
Wetlands International – Indonesia Programme.
Bogor.
5 Pengelolaan Lahan Basah: Claridge, G.F. 1991. Suatu Tinjauan Nilai-Nilai Lahan
Kelembagaan dalam Basah: Suatu Kebutuhan Awal untuk Pemnafaatan
Pengelolaan, secra Bijaksana. PHPA/AWB Proyek Lahan Basah
Prinsip Pengelolaan Lahan Sumatera Laporan No. 7b. Asian Wetland Bureau.
Basah, Bogor.
Strategi dan Rancang Tindak, The National Strategy and Action Plan for the
Pengelolaan Lahan Basah dan Management of Indonesian Wetlands. 1996.
Peranserta Masyarakat Ministrtry of the Environment with assistance from
dalam Pengelolaan Lahan Wetlands International – Indonesia Programme.
Basah Bogor.
6 Penilaian dan Pemantauan Claridge, G.F. 1991. Suatu Tinjauan Nilai-Nilai Lahan
Lahan Basah: Kriteria Basah: Suatu Kebutuhan Awal untuk Pemnafaatan
Identifikasi Lahan Basah, secra Bijaksana. PHPA/AWB Proyek Lahan Basah
Penilaian Lahan Basah, dan Sumatera Laporan No. 7b. Asian Wetland Bureau.
Penglikupan AMDAL di lahan Bogor.
Basah Howe, C.P., G.F. Claridge, R. Hughes dan Zuwendra.
1991. Pedoman Pelingkupan Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan Di Lahan Basah Indonesia.
Laporan Proyek Lahan Basah Sumatera PHPA/AWB No.
6a. AWB-Indonesia dan Ditjen PHPA, Dephut. Bogor.
Wibowo, P. and N. Suyatno, 1997. An Overview of
Indonesia Wetland Sites - included in Wetland
Database. Wetlands International – Indonesia
Programme/PHPA. Bogor.
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

JUDUL MATAKULIAH : Ekologi Lahan Basah


NOMOR KODE/SKS : GFKK 307 / 3 SKS
DESKRIPSI SINGKAT : Mata kuliah ini membahas batasan dan klasifikasi lahan basah, fungsi dan manfaat lahan basah, karakteristik
ekositem lahan basah alami dan ekosistem lahan basah buatan, dampak pembangunan terhadap lahan basah alami
dan dampak pembangunan lahan basah buatan, serta kelembagaan, prinsip-prinsip, strategi dan rancang tindak dan
peranserta masyarakat dalam pengelolan lahan basah.
TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM: Memberikan kemampuan kepada mahasiswa untuk mengungkapkan karakteristik ekosistem lahan basah
yang menjadikannya unik dibandingkan ekosistem lain; memahami kondisi lahan basah di Indonesia dan dunia pada saat ini; melatih
mahasiswa untuk melakukan penelitian yang relevan dan dapat memberikan masukan ilmiah bagi pengelolaan dan pelestarian ekosistem
lahan basah

No. Est. Sumber


Tujuan Instruksional Khusus Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan
Waktu Kepustakaan*)
Setelah mengikuti perkuliahan
mahasiswa akan dapat:
1  menyebutkan definisi lahan basah Batasan dan Klasifikasi  Batasan lahan basah 1 x 3 jam 3, 6, 7, 8
 menjelaskan dua macam klasifikasi Lahan Basah  Klasifikasi lahan basah
lahan basah
2  menjelaskan fungsi lahan basah Fungsi dan Manfaat lahan  Manfaat Ekologis Lahan basah 1 x 3 jam 2, 6, 8
 menguraikan manfaat lahan basah basah  Manfaat Ekonomis Lahan
 mengidentifikasi fungsi lahan basah basah
yang ada di sekitar Anda  Lahan basah sebagai Atribut
3  menjelaskan sebaran lahan basah Lahan Basah Alami Karakteristik ekosistem: 5 x 3 jam 2, 6, 7, 8
 menjelaskan karakteristik lahan  sungai (riverine)
basah alami utama  danau (lacustrine)
 rawa (palustrine)
 estuarin (estuarine)
 laut (marine)
Est. Sumber
No. Tujuan Instruksional Khusus Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan
Waktu Kepustakaan*)
4  menjelaskan sebaran lahan basah Lahan Basah Buatan Karakteritik Ekosistem 2 x 3 jam 2, 6, 7, 8
 menjelaskan karakteristik lahan  ekosistem waduk
basah buatan utama  ekosistem sawah
 ekosistem tambak
5  Menjelaskan dampak pembangunan Lahan Basah dan  Dampak Pembangunan 2 x 3 jam 6, 8, 9, 10
terhadap lahan basah; Pembangunan terhadap Lahan Basah Alami
 Menjelaskan dampak pembangunan  Dampak Pembangunan Lahan
lahan basah buatan; Basah Buatan
 Mengidentifikasi dampak
pembangunan terhadap lahan basah
di sekitar Anda
6  Menyebutkan sumber hukum Pengelolaan Lahan Basah  Kelembagaan dalam 1 x 3 jam 5, 11
pengelolaan lahan basah Pengelolaan
 Menyebutkan kelembagaan dalam  Prinsip Pengelolaan Lahan
pengelolaan lahan basah, Basah
 Menjelaskan prinsip pengelolaan  Strategi dan Rancang Tindak
lahan basah Pengelolaan Lahan Basah
 Menjelaskan strategis dan rancang  Peranserta Masyarakat dalam
tindak pengelolaan lahan basah Pengelolaan Lahan Basah
 Menyusun strategis pengelolaan
suatu lahan basah
 Menjelaskan delapan tangga
peranserta masyakarat dalam
pengelolaan lahan basah
*) Sumber Kepustakaan:
1. Claridge, G.F. 1991. Suatu Tinjauan Nilai-Nilai Lahan Basah: Suatu Kebutuhan Awal untuk Pemnafaatan secra Bijaksana. PHPA/AWB
Proyek Lahan Basah Sumatera Laporan No. 7b. Asian Wetland Bureau. Bogor.
2. Davies, J., G. Claridge and Ch. E. Nirarita, 1995. Manfaat Lahan Basah: Potensi Lahan Basah dalam mendukung dan Memelihara
Pembangunan. PHPA/AB, Bogor.
3. Dugan, P.J. (Ed.), 1990. Wetland Conservation: A Review of Current Issue and Required Action. IUCN, Gland, Switzerland.
4. Howe, C.P., G.F. Claridge, R. Hughes dan Zuwendra. 1991. Pedoman Pelingkupan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Di Lahan
Basah Indonesia. Laporan Proyek Lahan Basah Sumatera PHPA/AWB No. 6a. AWB-Indonesia dan Ditjen PHPA, Dephut. Bogor.
5. Hutabarat, A.A. 1996. Kelembagaan Pengelola Lahan Basah. Dalam Panduan Pelatihan untuk Pelatih Pengkajian dan Pengelolaan
Lahan Basah. Wetlands International – Indonesia Programme. Bogor.
6. Nirarita, CH. Endah, dkk., 1996. Ekosistem Lahan Basah Indonesia. Buku Panduan untuk Guru dan Praktisi Pendidikan. Wetlands
International – Indonesia Programme. Bogor.
7. Silvius, M.J., E. Djuharsa, A.W. Taufik, A.P.J.M. Steeman and E.T. Bercey, 1987. The Indonesian Wetland Inventory: A Preliminary
Compilation of Information on Wetland of Indonesia. PHPA/AWB & Adwin, Bogor. Vol. 1 & 2.
8. Wibowo, P. and N. Suyatno, 1997. An Overview of Indonesia Wetland Sites - included in Wetland Database. Wetlands International –
Indonesia Programme/PHPA. Bogor.
9. Sukarno, R., 1995. Ekosistem Terumbu Karang dan Masalah Pengelolaannya. Dalam Pendidikan Pelatihan Metodologi Penelitian
Penentuan Kondisi Terumbu Karang. Puslibang Oseanologi, LIPI - UNDIP, Jepara.
10. Suharno, 1998. Kesadaran masyarakat Tentang Terumbu Karang Indonesia. (Kerusakan Karang Di Indonesia). Puslitbang Oseanologi –
LIPI. Jakarta
11. The National Strategy and Action Plan for the Management of Indonesian Wetlands. 1996. Ministrtry of the Environment with
assistance from Wetlands International – Indonesia Programme. Bogor.