Anda di halaman 1dari 3

Humaira Azzahra

P07223119025
A. Hasil

Tabel 1. Hasil Uji Organoleptik Metode Pengawetan Suhu Tinggi


Hasil Organoleptik
Produk
Rasa Aroma Tekstur Warna Berat Akhir
Pengalengan Manis Nanas Lunak dan Kuning 750 gr
Nanas cair kecoklatan

B. Pembahasan
Pada pengawetan suhu tinggi ini, digunakan nanas sebagai bahan baku produk.
Buah nanas yang digunakan seberat 500 gr. Kemudian nanas yang telah dibersihkan kulit
dan matanya, dipotong melintang lalu potong lagi menjadi beberapa bagian. Nanas yang
telah dipotong di isi dalam kaleng atau jar. Dalam pengalengan nanas dibutuhkan
medium sirup. Medium sirup dibuat dari air dan gula dengan perbandingan 1:2. Gula
yang digunakan adalah 250 gr dengan air yang digunakan 500 ml. Masak sirup tersebut
hingga mendidih. Setelah mendidih, tuang sirup kedalam kaleng atau jar yang berisi
nanas sebanyak 1/3 bagian jar. Lalu rebus kaleng / jar hingga 2/3 bagian terendam 10
menit tanpa ditutup. Setelah 10 menit tutup kaleng / jar. Lalu lakukan sterilisasi dengan
melakukan perebusan pada kaleng/ jar yang berisi nanas selama 30 menit. Setelah
disterilisasi, angkat kaleng / jar. Karena saya menggunakan jar maka saya diamkan pada
suhu ruang, kemudian di lap. Nanas siap disimpan untuk dilakukan uji organoleptik.
Pada proses pengalengan ini dilakukan uji organoleptik pada nanas jar. Rasa yang
dihasilkan pada produk ini yaitu manis, Ini dikarenakan pada pengalengan nanas diberi
medium sirup yang berbahan dasar air dan gula. Sehingga rasa yang dihasilkan adalah
manis. Buah nanas yang digunakan adalah buah nanas masak. Namun, dalam proses
pengalengan ini buah nanas tidak berubah rasanya.
Pada aroma didapat bahwa pengalengan nanas dapat mempertahankan aroma
nanas. Setelah nanas dipotong, diberi tambahan medium sirup, dilakukan perebusan serta
sterilisasi masih dapat mempertahankan aroma nanas.
Pada tekstur yang didapat adalah lunak dan cair. Tekstur lunak didapat dari buah
nanas yang dipotong dan tekstur cair didapat dari cairan sirup medium yang dibuat.
Pada warna pengalengan nanas didapat bahwa warna nanas kuning dan
dipengaruhi oleh warna sirup medium yakni kecoklatan. Warna sirup medium kecoklatan
karena sirup tersebut merupakan perpaduan antara gula dan air sehingga didapat warna
kuning kecoklatan pada proses pengalengan nanas ini.
Pada pengawetan suhu tinggi ini tidak terjadi defect atau kerusakan pada jar
maupun bahan pangan. Menurut penelitian Lestari, dkk (2018) faktor penyebab defect
nanas kaleng false seam disebabkan oleh faktor manusia kurang teliti, faktor metode
kerja kurang seleksi ketat, faktor lingkungan ruangan yang panas, faktor bahan baku
kaleng, serta faktor mesin seamer dan solusi pemecahan masalah dilakukan dengan
memperketat pengawasan pekerjaan yang dilakukan setiap koordinator, memperketat
pengawasan tenaga kerja dan memperbaiki sistem seleksi produk nanas kaleng, perlu
adanya penambahan pendingin ruangan, memperketat pengawasan terhadap kualitas
kaleng, serta perlu adanya perbaikan mesin seamer.
Daftar pustaka :

Lestari, Made Ayu., Dayang Berliana dan Fadila Marga Saty. 2018. Pengendalian Mutu Kaleng
False Seam (Defect) Pada Proses Pengalengan Nanas Produk A1 Di PT JKL. Karya Ilmiah
Mahasiswa. Lampung. Diakses di Samarinda pada tanggal 13 Oktober 2020 pukul 11.50 WITA
melalui : http://eprints.jeb.polinela.ac.id/213/1/JURNAL%20%28ARTIKEL%20ILMIAH
%29%20MADE%20AYU%20LESTARI.pdf

LAMPIRAN
Gambar 1. Persiapan alat dan bahan Gambar 2. Pembuatan medium sirup dengan
perbandingan gula dan air 1:2

Gambar 3. Proses perebusan nanas yang telah Gambar 4. Proses sterilisasi nanas dengan
diberi medium sirup selama 10 menit cara ditutup selama 30 menit

Gambar 5. Pengalengan nanas telah selesai. Gambar 6. Foto bersama produk pengawetan
Nanas siap disimpan suhu tinggi yakni pengalengan nanas