Anda di halaman 1dari 5

Assalamualaikum wr.wb.

Nama : Sulistyorini Widi Hastuti

NIM : 113190004

Kelas :F

Berikut tanggapan saya mengenai soal yang diberikan,

Izin menjawab 🙏

1. Dalam sistem demokrasi sekarang ini, ajakan bela negara dianggap tidak lagi menarik dan sudah
usang. Apakah warga negara muda perlu diikutkan wajib militer (wamil) ataukah tidak perlu? Atau
dengan alternatif lain, misalnya dengan pembekalan kesadaran bernegara dengan menjadi pembayar
pajak yang baik. Bagaimana menurut Anda?

Indonesia adalah negara kepulauan, terbentang dari Sabang sampai Merauke. Dimana memiliki berbagai
macam suku dan budaya yang berbeda di setiap daerahnya. Dimana ada beberapa wilayah yang tak bisa
diganggu sistem adatnya, sehingga untuk dilakukan wajib militer sebagai upaya bela negara cukup
susah. Namun, upaya bela negara itu bisa dilakukan dengan berbagai cara, dan ada hal lain yang lebih
dekat dengan ciri khas Indonesia dibandingkan dengan wajib militer, seperti upaya bela negara sesuai
profesi, dan pembekalan hak dan kewajiban sepeti wajib pajak dan lain sebagainya.

Sebab untuk menerapkan wajib militer di Indonesia perlu adanya kesiapan sarana dan prasarana.
Jangan hanya menyiapkan fisik dan mental para pria yang akan mengikuti wajib militer. Lagipula, untuk
mencerminkan upaya bela negara bisa dilakukan dengan berbagai macam cara.Tak melulu harus dengan
wajib militer. Seperti yang tercantum pada pasal 9 UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara,
yakni upaya bela negara dapat diselenggarakan melalui pendidikan kewarganegaraan dan pengabdian
sesuai dengan profesi. Jadi, seorang guru pun bisa melakukan upaya bela negara dengan bersungguh-
sungguh mengajar bagi para generasi penerus bangsa.

Wajib militer sendiri memiliki arti kewajiban bagi seorang warga negara berusia muda terutama pria,
biasanya antara 18 - 27 tahun untuk menyandang senjata dan menjadi anggota tentara dan mengikuti
pendidikan militer guna meningkatkan ketangguhan dan kedisiplinan seorang itu sendiri.

Lalu apa alasan Indonesia tidak menerapkan sistem wajib militer?

1. RUU Wajib Militer Pernah dirancang Tahun 2013


Rancangan Undang-undang mengenai Komponen Cadangan Pertahanan Negara dan dibawa dalam
pembahasan DPR. RUU ini sudah sangat serius, bahkan masyarakat saat itu sudah mulai ancang-ancang.
Tapi ternyata RUU tersebut tidak berhasil diresmikan karena berbagai alasan.

RUU mengenai Komponen Cadangan ini sebenarnya sudah ada sejak 2002 namun belum pernah
menjadi prioritas pemerintah ketika itu. Komponen Cadangan yang ketika itu dimaksudkan adalah untuk
warga negara Indonesia berusia 18 tahun baik itu pegawai negri sipil maupun buruh. Bahkan menurut
RUU ini, jika dengan sengaja kita menghindari wajib militer maka hukumannya tidak main-main yaitu
hukuman penjara minimal 1 tahun.

2. Penduduk Indonesia yang Jumlahnya Tidak Sedikit Sehingga Bermasalah pada Dana

Penduduk Indonesia yang saat ini berjumlah sekitar 250 juta jiwa, tergolong jumlah yang sangat banyak.
Jika 20% saja dari penduduk Indonesia mengikuti wajib militer, maka membutuhkan dana yang sangat
besar untuk menampung 50 juta jiwa. Hal ini jelas sangat menyulitkan pemerintah yang sampai saat ini
pun masih tunggang langgang memberikan kesejahteraan untuk warga sipil.

Jika menilik dari negara lain di Asia yang mengadakan wajib militer seperti Korea Utara, Korea Selatan
dan Singapura, mereka memiliki jumlah penduduk yang sedikit. Sehingga pemerintah bisa menanggung
dana yang dibutuhkan untuk melaksanakan wajib militer.

3. Indonesia Tidak Dalam Keadaan Darurat Perang

Saat ini Indonesia mungkin tidak sedang dalam keadaan darurat perang terutama perang yang
melibatkan fisik, sehingga pemerintah tidak memprioritaskan adanya wajib militer, seperti Korea Selatan
atau Korea Utara.

Konflik yang akhir-akhir ini dialami justru lebih banyak kepada konflik internal dalam negeri yang lebih
membutuhkan mediasi ketimbang perang fisik. Jika salah mengartikan wajib militer, oknum-oknum
tertentu justru dikhawatirkan akan memicu konflik yang bersifat kekerasan.

4. Tanpa Adanya Wajib Militer, Kekuatan Militer Indonesia Sudah disegani Dunia

Sejak dulu kala, kekuatan militer kita memang disegani dunia. Bukan hanya kekuatan angkatan darat,
angkatan laut dan udara juga bisa dijadikan andalan. Bahkan menurut Discovery Channel 2008, pasukan
elite Indonesia berada di peringkat ketiga mengalahkan pasukan-pasukan elite lain di dunia. Jika
dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, Indonesia adalah negara dengan pasukan militer
terkuat. Keren banget kan? Padahal negara kita tidak ada program wajib militer seperti Singapura dan
Korea, tapi militer kita tetap terkuat. Pantas aja Indonesia merdeka melawan penjajah meskipun
persenjataan kita tidak secanggih musuh ketika itu.

5. Indeks Kekuatan Militer Kita Paling ‘Menang’ dibandingkan Negara Tetangga


Kalaupun terjadi perang dengan negara tetangga, kekuatan militer kita masih bisa mengungguli mereka,
lho. Dikutip dari globalfirepower.com, dibandingkan negara tetangga indeks penilaian terhadap
kekuatan militer negara kita masih jauh lebih kuat. Indonesia memiliki skor 0.3354, dimana 0.00 adalah
angka yang sempurna. Artinya skor negara kita tidak jauh dari sempurna. Sedangkan Australia memiliki
angka 0.4209, Malaysia 0.6679, dan Singapura 1.0241.

6. Loyalitas Kebangsaan Kita Sudah Cukup Membuat Negara Lain ‘Takut’

Siapa bilang orang Indonesia nasionalismenya kurang? Memang sih, kadang kita banyak mengeluh
karena kondisi tanah air kita, tapi jangan salah kalau ada sedikit ancaman dari negara lain semuanya
langsung bergerak cepat. Sebenarnya loyalitas kebangsaan anak muda sekarang membara banget kok,
cuma kurang diarahkan aja dan malah banyak yang dilampiaskan di ajang rusuh dan tawuran.

Kalau dipikir-pikir tidak adanya wajib militer di Indonesia ini banyak untung ruginya juga sih. Untungnya
adalah di usia remaja kita bebas mengembangkan diri sendiri dan punya ‘me time‘ di waktu-waktu yang
bisa dibilang sebagai masa muda penuh kejayaan. Kerugiannya yang paling nyata adalah para generasi
muda saat ini memiliki penghormatan yang sangat rendah pada simbol negara dan memiliki rasa
memiliki yang sangat kurang pada negara Indonesia ini.

Alternatif yang diterapkan di Indonesia sendiri yakni:

1. Bentuk penyelenggaraan usaha bela Negara

a. Pendidikan kewarganegaraan.

b. Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib.

c. Pengabdian sebagai prajurit tentara nasional Indonesia secara suka rela atau secarawajib.

d. Pengabdian sesuai dengan profesi.

2. Bentuk bela Negara di lingkungan

Bentuk bela negara di lingkungan masyarakat menurut Rukmini (2011:7) yaitu:

a. Siskamling

b. Ikut serta menanggulangi akibat bencana alam

c. Ikut serta mengatasi kerusakan masal dan komunal

d. Keamanan rakyat (karma) yaitu berartisipasi langsung di bidang keamanan


e. Perlawanan rakyat (wanra) yaitu bentuk partisipasi rakyat langsung dalam bidang pertahanan.

f. Pertahanan sipil (hansip) yaitu kekuatan rakyat yang merupakan kekuatan pokok unsur –
unsur perlindungan masyarakat yang dimanfaatkan dalam menghadapi bencana akibat perang
dan bencana alam serta menjadi sumber cadangan nasional untuk menghadapi keadaan luar biasa.

3. Hak dan kewajiban perpajakan harus dilakukan oleh wajib pajak.

Mengacu dari undang-undang yang sama, pada pasal 1 ayat 2 dijelaskan kalau wajib pajak adalah orang
pribadi atau badan, meliputi pembayar pajak, pemotong pajak dan pemungut pajak, yang mempunyai
hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
Jadi, siapapun, baik yang sudah memiliki NPWP atau belum, sudah termasuk ke dalam wajib pajak jika
sudah mempunyai hak dan kewajiban perpajakan.

2. Apakah membayar pajak dapat digolongkan sebagai bentuk bela negara non fisik

Iya, sebab membayar pajak merupakan salah satu bentuk bela negara non fisik.

Secara non-fisik, bela negara diartikan sebagai upaya untuk berperan aktif dalam memajukan bangsa
dan negara, baik melalui pendidikan, moral, sosial maupun peningkatan kesejahteraan orang-orang yang
menyusun negara tersebut.

Alasannya?

Karena membayar pajak termasuk dalam kegiatan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap
hukum/undang-undang dan menjunjung tinggi Hak Azasi Manusia yang termasuk dalam cara-cara bela
negara non fisik.

Menurut Pasal 1 ayat (1) UU Ketentuan Umum Perpajakan, pajak adalah kontribusi wajib kepada negara
yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang
dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pajak merupakan salah satu sumber dana pemerintah untuk
melakukan pembangunan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Suatu negara harus diselenggarakan pemerintahannya, sistem keamanannya, dan lain-lain yang mana
semua itu memerlukan pembiayaan (anggaran). Sumber pembiayaan negara bisa berasal dari mana saja,
salah satunya berasal dari sumber daya alam. Namun, sumber daya alam yang ada di Indonesia
jumlahnya terbatas dan itu tidak hanya untuk generasi saat ini saja.

Kita juga harus memikirkan dan menyiapkan untuk generasi-generasi yang akan datang. Sehingga
pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan semaksimal mungkin efisien, tetapi juga semaksimal
mungkin dalam memberikan manfaat bagi warga negara. Jika negara Indonesia hanya mengandalkan
pembiayaan dari sumber daya alam saja itu tidak memungkinkan, karena kebutuhan negara Indonesia
sangat banyak dan beragam.Jika warga negara Indonesia taat membayar pajak, keuangan negara kita
menjadi lebih kuat dan dengan kekuatan keuangan negara, kita bisa memenuhi seluruh atau sebagian
besar kebutuhan masyarakat. Dengan keuangan negara Indonesia yang kuat, maka pertumbuhan
ekonomi sebagai sesuatu yang bisa diharapkan dapat dilanjutkan secara berkesinambungan. Oleh
karena itu, kontribusi warga negara untuk pembangunan Indonesia sangat dibutuhkan. Hanya melalui
pembayaran pajak. Warga negara Indonesia harus bangga membayar pajak.

Sekian jawaban yang saya sampaikan

Terimakasih

Assalamualaikum wr.wb. 🙏

Anda mungkin juga menyukai