Anda di halaman 1dari 7

TUGAS MATA KULIAH STATISKA

PENJELASAN MENGENAI MACAM-MACAM SAMPLING DAN MEMBERIKAN


MASING-MASING CONTOH

Disusun oleh :

HENDAH HABIBAH ( 321710003 )

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR


UNIVERSITAS PELITA BANGSA
BEKASI
2020
Soal :

1. Jelaskan serta berikan contohnya megenai istilah di bawah ini :

a. Sampling Acak Sederhana


b. Sampling Acak Berlapis (stratified)
c. Sampling Sistematik
d. Sampling Klaster Sederhana
e. Sampling Klaster Tiga-tahap
f. Sampling Klaster Berlapis
g. Sampling convenience
h. Sampling Purposip

2. Dari Informasi berikut, tentukan mana yang termasuk sebagai sampel atau
populasi :

a. Peserta ujian tengah semester untuk Prodi Arsitektur

b. Progam Studi Arsitektur di kota Bandung

c. Masyarakat prasejahtera di Jawa Barat

d. Pelanggan listrik di kota Bandung


e. 30 perusahaan tercatat sebagai bagian dari perusahaan
yang go public
Jawab:

a. beberapa pengertian simple random sampling menurut para ahli:

Menurut Kerlinger (2006:188), simple random sampling adalah metode penarikan dari
sebuah populasi atau semesta dengan cara tertentu sehingga setiap anggota populasi atau
semesta tadi memiliki peluang yang sama untuk terpilih atau terambil.

Margono (2004: 126) menyatakan bahwa simple random sampling adalah teknik untuk
mendapatkan sampel yang langsung dilakukan pada unit sampling. Dengan demikian
setiap unit sampling sebagai unsur populasi yang terpencil memperoleh peluang yang sama
untuk menjadi sampel atau untuk mewakili populasi. Cara demikian dilakukan bila anggota
populasi dianggap homogen.

Berdasarkan pengertian para ahli diatas, maka kami menyimpulkan bahwa,


pengertian teknik sampling acak sederhana adalah suatu teknik pengambilan sampel atau
elemen secara acak, dimana setiap elemen atau anggota populasi memiliki kesempatan
yang sama untuk terpilih menjadi sampel.

Contoh 1 : Sebuah populasi beranggotakan 4 elemen (e1, e2, e3, e4). Selanjutnya akan
dipilih dua elemen sebagai sampel, maka kemungkinan kombinasi 2 sampel itu adalah
sebagai berikut:

Kemungkinan I : e1,e2
Kemungkinan II : e1,e3
Kemungkinan III : e1,e4
Kemungkinan IV : e2,e3
Kemungkinan V : e2,e4
Kemungkinan VI : e3, X4
b. Sample Acak Berlapis

Sampling acak berlapis adalah bentuk sampling acak yang elemen populasinya dibagi
kedalam kelompok-kelompok homogenyang disebut strata. Sampling acak berlapis
dilakukan apabila:

1) Elemen-elemen populasinya heterogen (karakteristik populasinya tidak sama).

2) Ada kriteria yang digunakan sebagai dasar untuk menstratifikasikan elemen populasi
ke dalam stratum-sratum.

3) Dapat diketahui dengan tepat jumlah unit/satuan samplingnya dari setiap stratum
dalam populasi.

Contoh :

Misalnya, penelitian tentang pentingnya agama dikalangan mahasiswa Universitas Pelita


Bangsa. Peneliti membuat strata, mana mahasiswa baru, mana mahasiwa tahun kedua,
mana tahun ketiga, dan mana mahasiswa tahun akhir. Masing-masing strata atau tingkatan
diambil sampelnya secara proporsional menggunakan random sampling. Misalnya, jumlah
sampel mahasiswa baru 100 orang, jumlah sampel mahasiswa tingkat lainnya sama atau
mendekati 100 orang. Apabila hanya 1 mahasiswa tingkat akhir yang dijadikan sampel,
misalnya, maka sampling tidak proporsional.

c. Sampling Sistematis
Sampling Sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota
populasi yang telah diberi nomor urut.
Contoh Sampling Sistematis, :
anggota populasi yang terdiri dari 100 orang, dari semua semua anggota populasi itu
diberi nomor urut 1 sampai 100. Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan mengambil
nomor ganjil saja, genap saja, atau kelipatan dari bilangan tertentu, misalnya kelipatan
dari bilangan lima. Untuk itu maka yang diambil sebagai sampel adalah nomor urut 1, 5,
10, 15, 20 dan seterusnya sampai 100.

d. Sampling Klaster Sederhana

Pengambilan sampel cluster adalah rencana pengambilan sampel yang digunakan


ketika pengelompokan yang homogen dan heterogen secara internal terbukti
dalam populasi statistik . Ini sering digunakan dalam riset pemasaran . Dalam rencana
pengambilan sampel ini, total populasi dibagi ke dalam kelompok-kelompok ini (dikenal
sebagai kelompok) dan sampel acak sederhana dari kelompok-kelompok dipilih. Elemen-
elemen dalam setiap cluster kemudian dijadikan sampel. Jika semua elemen dalam setiap
cluster sampel dijadikan sampel, maka ini disebut sebagai rencana pengambilan sampel
cluster "satu tahap".

e. Sampling klaster tiga tahap


pengambilan sample cluster tiga tahap ini yaitu hasil dari tahap kedua juga masih berupa
juga klaster. Pada tahap ini diturunkan sampel dari masing-masing klaster yang diperoleh
dari tahap kedua. Sebagaimana proses sampling pada tahap pertama dan kedua, tahap
ketiga juga dapat menggunakan salah satu dari berbagai teknik random yang ada.

f. sampling klaster berlapis


Metode One-Stage Cluster Sampling membagi populasi menjadi kelompok atau kluster.
Beberapa kluster kemudian dipilih secara acak sebagai wakil dari populasi, kemudian
seluruh elemen dalam cluster terpilih dijadikan sebagai sampel penelitian. Sedangkan
metode Two-Stage Cluster Sampling merupakan pengembangan dari metode kluster
sampling dimana pengambilan sampel dilakukan secara dua tahap, yaitu tahap pertama,
memilih beberapa kluster dalam populasi secara acak sebagai sampel dan tahap kedua
memilih elemen dari tiap kluster terpilih secara acak (Scheafer et.al., 1996).

g. Sampling Convenience ( berbasis ketersediaan subjek )


Teknik ini dilakukan karena peneliti dihadapkan pada keberadaan subjek penelitian yang
sangat dinamis. Biasanya peneliti tidak mempunyai kontrol atas jumlah populasi yang
diteliti. Selain karena memang tidak ada datanya, sangat mustahil menentukan jumlah
populasi karena sangat dinamis, berubah-ubah dan fleksibel.

Contoh teknik ini adalah menghentikan orang dijalan untuk dimintai pendapatanya atau
dilakukan survei kecil-kecilan. Misal penelitian tentang preferensi fashion pengunjung
event Java Jazz pada akhir taun ini. Survei dilakukan pada pengunjung setempat ketika
event diselenggarakan. Waktu survei juga relatif singkat sehingga tidak mungkin dilakukan
kepada semuanya. Jumlah pengunjung juga tidak bisa diketahui karena tidak ada tiket
masuk. Teknik sampling ini biasanya dilakukan sebagai penelitian awal untuk
mematangkan penelitian awal yang lebih besar, misal hubungan antara penikmat Jazz dan
selera terhadap fashion

h. Purposive Sampling

adalah teknik sampling yang cukup sering digunakan. Metode ini menggunakan kriteria
yang telah dipilih oleh peneliti dalam memilih sampel. Kriteria pemilihan sampel terbagi
menjadi kriteria inklusi dan eksklusi.

Kriteria inklusi merupakan kriteria sampel yang diinginkan peneliti berdasarkan tujuan
penelitian. Sedangkan kriteria eksklusi merupakan kriteria khusus yang menyebabkan
calon responden yang memenuhi kriteria inklusi harus dikeluarkan dari kelompok
penelitian. Misalnya, calon responden mengalami penyakit penyerta atau gangguan
psikologis yang dapat memengaruhi hasil penelitian.

Contoh Purposive Sampling: penelitian tentang nyeri pada pasien diabetes mellitus
yang mengalami luka pada tungkai kaki. Maka kriteria inklusi yang dipakai antara lain:

1. Penderita Diabetes Melitus dengan luka gangrene (luka pada tungkai kaki)
2. Usia 18-59 tahun
3. Bisa membaca dan menulis
2. Dari Informasi berikut, tentukan mana yang termasuk sebagai sampel atau populasi :

a. Peserta ujian tengah semester untuk Prodi Arsitektur Sanple

b. Progam Studi Arsitektur di kota Bandung Populasi

c. Masyarakat prasejahtera di Jawa Barat Populasi

Populasi
d. Pelanggan listrik di kota Bandung
e. 30 perusahaan tercatat sebagai bagian dari perusahaan Sample
yang go public