Anda di halaman 1dari 1

Hasil diskusi

1. Sri Martiani/037 Apakah ada intreaksi obat dengan makanan berdasarkan


scenario?
Jawab
Abdul Kadir/029 : Ada interaksi dengan makanan yaitu obat diazepam dengan
jus grapefruit yang dapat berefek merugikan kepada pasien. Untuk
mengatasinya dapat menginformasikan kepada pasien agar tidak mengkosumsi
Grapefruit selama pengobatan dengan diazepam.
2. Maliana Amir, bagaimana peran apoteker ketika menerima resep psikotropika?
Jawab
Abdul Kadir/029 : ketika menerima resep yang mengandung psikotropika
seorang apoteker harus memastikan bahwa resep yang diterima adalah asli dari
dokter, bukan berupa foto kopi atau lainnya. Selain itu hal penting yang perlu
dilakukan adalah skring resep yang harus memuat paraf dokter sebagai
kebsahan resep yang diterima.
3. Pangki Kusuma , Apakah SIP dokter pada scenario masi berlaku atau tidak?
Jawab
(1/Riska Muliani/073), masih berlaku sebab masa berlaku SIP dokter itu selama
%5 tahun dimana pada SIP dokter di Resep 2015 sedangkan tanggal yang tertera
di resep 2020 sehingga dapat disimpulkan bahwa SIP dokter tersebut masih
berlaku karena belum melewati batas 5 tahun.
4. (4/Fitri Ramadhani/059), Untuk masalah duplikasi yang terdapat di scenario
bagaimana peran Apoteker menanggapi masalah tersebut?
Jawab :
 Rindayani/017 Menurut klompok kami pada skenario tdk trjadi
duplikasi, adapu cara mnangani apabila trjadi duplikasi yg merugikan
yaitu mmbritahukan ke dokter untk melakukan penggantian obat
namun, tidak selama.y duplikasi obat itu merugikan melainkan biasa.y
duplikasi mmang duperlukan dlm hal untk meningkatkan efek terapi.
 Nur Ainan Alfi : menambahkan jawaban dari teman saya dimana
kelompok kami tidak mengatakan duplikasi obat karena menurut
literatur yang kami dapat, Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
Volume 17 Nomor 1 Februari 2017 : Duplikasi obat adalah penggunaan
dua atau lebih obat dalam satu golongan atau obat golongan lain tetapi
memiliki mekanisme kerja yang sama dan digunakan dalam waktu yang
sama.Kasus duplikasi biasanya diberikan dengan maksud untuk
meningkatkan efek terapi obat yang diberikan pada penderita.