Anda di halaman 1dari 3

Arsitektur

CENTER OF
TRANSMITTING VALLEY Pe n u li s H af id h Ad itama Fotografer M . Ifran Nurdin

Modern, kontemporer, dan ikonis adalah tiga kata yang menggambarkan karakter sebuah bangunan yang
berlokasi di area kampus Telkom University Bandung ini. Bentuk bangunan elips dengan dominasi material
kaca dan menara yang menjulang tinggi membuat semua pandangan mata yang melihatnya tertuju ke arah
bangunan. Bangunan yang berdiri di lahan seluas 5,4 hektare ini diberi nama Bandung Techno Park (BTP).

02 03

1 Koridor khusus 3 Kisi-kisi besi digunakan


disediakan sebagai jalur sebagai sun screen pada
sirkulasi menuju kantor area exhibition hall yang
pengelola bangunan. didominasi dinding kaca
Posisi kantor pengelola bening.
bangunan yang berada di 4 Massa bangunan utama
lantai bawah seolah-olah di area Bandung Techno
didesain “tenggelam” di Park tampil atraktif
balik dinding miring yang dengan bentuk dasar
“diselimuti” rumput. elips dan menara tinggi
2 Site plan keseluruhan di tengahnya. Rangkaian
area Bandung Techno trap tangga warna
Park yang terdiri dari hitam mengarahkan
1 massa bangunan pengunjung ke exhibition
utama dan 10 massa hall di lantai atas.
bangunan pendukung.
Area ini akan dibangun
secara bertahap dengan
bangunan utama sebagai
perintisnya.

01 04

28 | Vol. 16 No. 05 Mei 2015 Vol. 16 No. 05 Mei 2015 29


Bandung Techno Park (BTP) merupakan sebuah bangunan pemancar). Konsep ini mengambil inspirasi dari kondisi geografis Bangunan utama ini mengambil akses ke arah gedung rektorat Bentuk melingkar pada arsitektur bangunan memengaruhi penataan
yang berfungsi sebagai wadah untuk pengembangan start up, inovasi Kota Bandung yang berada di lembah. Penerapan konsep ini terlihat dan learning center Telkom University Bandung. Arsitek mendesain ruang dalamnya. Namun, arsitek menghadirkan sesuatu yang berbeda
produk, dan komersialisasi hasil riset, khususnya di bidang informasi jelas pada desain blok-blok massa bangunan yang membentuk sebuah bangunan utama dengan bentuk elips untuk menegaskan posisinya di dalam bangunan agar tampil lebih dinamis. Arsitek menerapkan
dan teknologi (IT). Yose Ferdian Damury, sang arsitek, mendesain “bukit” dengan atap atau dinding yang “diselimuti” rumput. Di bawah sebagai pusat (center) dari keseluruhan area BTP. Bentuk melingkar bentukan-bentukan netral yang lepas dari modul struktur bangunan
bangunan yang diliput ini dengan konsep edutainment. Selain memiliki “bukit” ini terdapat “lembah” yang merupakan area kegiatan seputar tanpa sudut, juga memungkinkan bangunan dapat dilihat dari berbagai untuk membuat layer yang berbeda pada penataan ruang dalam.
sarana edukasi, bangunan ini juga dilengkapi dengan exhibition hall dan bidang informasi dan teknologi (IT). Di pusat “lembah” terdapat sisi. Demikian pula, pengunjung dapat melihat ke berbagai sisi Bangunan yang berbentuk elips “dipecah” menjadi kurva-kurva baru
sarana rekreasi untuk menarik perhatian masyarakat umum. Bangunan menara yang akan memancarkan atau menyebarluaskan hasil kegiatan bangunan. Bangunan ini terdiri dari dua lantai. Lantai atas digunakan sehingga ruang dalam bangunan menjadi lebih dinamis secara tiga
BTP ini telah ditetapkan oleh Presiden Ir. Joko Widodo sebagai role di dalamnya ke luar sehingga dapat bermanfaat untuk masyarakat luas sebagai exhibition hall sedangkan lantai bawah digunakan sebagai dimensi. Layer baru ini diatur sedemikian rupa agar membentuk
model pembangunan 100 techno park di seluruh Indonesia dalam lima yang membutuhkannya. Menara didesain menyerupai antena yang kantor pengelola bangunan dan beberapa fungsi bangunan pendukung harmoni dengan bentuk dasar bangunan.
tahun ke depan. merupakan simbol pemancar sinyal dalam bidang IT. yang dintegrasikan sementara. Di tengah massa bangunan elips Contohnya, “permainan” ceiling menggunakan bentuk lingkaran
Secara keseluruhan, BTP tersusun atas 1 blok massa bangunan Pembangunan 11 blok massa bangunan di BTP ini dilakukan secara ini ditempatkan menara berstruktur baja yang “dibungkus” panel sempurna. Bentuk ini merupakan titik baru dalam ruangan yang
utama dan 10 blok massa bangunan pendukung. Blok-blok massa bertahap. Blok massa bangunan utama dibangun pertama kali untuk aluminium komposit. seolah-olah “memecah” bentuk elips arsitektur bangunan. Kemudian,
bangunan ini disusun dalam suatu konsep transmitting valley (lembah memberi daya tarik bagi pengunjung, rekanan, start up, dan investor. terdapat void yang ditempatkan tidak tepat pada pusat dari bentuk

5 Interior exhibition 8 Dominasi material


hall didesain dinamis kaca di area exhibition
dengan layer yang tidak hall memungkinkan
mengikuti bentuk dasar pengunjung melihat
bangunan tetapi tetap keseluruhan area
tampil harmonis. Bandung Techno Park.
6 Menara pada bangunan Penggunaan material
didesain menerus sampai kaca juga memberi
ke bawah sehingga karakter modern pada
seolah-olah merupakan bangunan.
inti (core) bangunan.
Terlihat bagian paling
bawah dari menara yang
di depannya digunakan
sebagai lobi.
7 Ruang-ruang di area
kantor pengelola
didesain linier mengikuti
bentuk elips bangunan.
Untuk mengurangi kesan
monoton digunakan
bentukan kotak-kotak
pada aksen dinding dan
karpet.

05

06 07 05

30 | Vol. 16 No. 05 Mei 2015 Vol. 16 No. 05 Mei 2015 31


9 Unsur kayu hadir sebagai kepenatan. Sebuah 12 Ruang multimedia
“penghangat” suasana kursi gantung berdesain didesain dengan model
yang cenderung “dingin” bulat menjadi furnitur berundak (theatre) untuk
akibat dominasi material pelengkap. Area ini kenyamanan visual
kaca, besi aluminium, memanfaatkan ruang peserta presentasi.
dan aplikasi warna- sisa di bawah konstruksi Pencahayaan ruangan
warna light seperti putih menara. mengandalkan
dan abu-abu. 11 Salah satu kantor start indirect lighting yang
10 Sebuah refreshing hall up yang sementara tersembunyi di balik
disediakan sebagai dintegrasikan terlebih sirip-sirip plafon.
sarana karyawan untuk dahulu dengan
sejenak melepaskan bangunan utama.

09 10

11 12

elips arsitektur bangunan. “Permainan” ornamen interior juga tersebut membentuk konsep harmonisasi alam dan teknologi. Karakter
menguatkan konsep ini. Hal ini terlihat pada elemen karpet atau modern juga tampak melalui penggunaan material kaca yang dominan.
wallpaper yang menggunakan bentuk garis lurus atau bentuk kotak- Paduan elemen kaca dan desain arsitektur bangunan membentuk
kotak untuk “memecah” dominasi bentuk kurva/lengkung. Motif citra baru sebuah bangunan pusat IT yang masih jarang dijumpai di
kotak-kotak pada wallpaper terinspirasi dari bentuk piksel gambar Indonesia.
digital, merupakan sesuatu yang lekat dengan bidang IT.
Untuk warna bangunan, arsitek menampilkan karakter IT yang
Lokasi
modern dengan penggunaan warna-warna berkarakter “ringan” (light)
seperti putih dan abu-abu yang berpadu dengan warna kaca. Warna B A N D U NG T EC H N O PA R K , KO M P L E KS T E L KO M
lain yang digunakan adalah warna hijau yang diambil dari warna U N I V E R SI T Y, B A N D U N G
rumput dan tanaman di sekitar bangunan. Paduan warna-warna Arsitek / Interior / Lanskap
YOS E F E RD I A N DA MU RY (J E F E RI A ST H A M A)

32 | Vol. 16 No. 05 Mei 2015