Anda di halaman 1dari 17

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat-Nya, shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan
kepada Nabi Muhammad saw, para keluarga dan sahabatnya, juga selaku pengikut
ajaran yang diembannya.
Berkat rahmat dari Allah SWT, saya dapat menyelesaikan tugas mata kuliah
Kelistrikan Otomotif tentang baterai / accu ini. Terima kasih kepada bapak dosen
yang telah memberikan arahan terkait tugas ini. Terima kasih saya ucapkan
kepada teman-teman yang telah memberi banyak saran dan pengetahuan untuk
saya.
Tidak menutup kemungkinan dalam penulisan makalah ini terdapat
kekurangan. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
konstruktif. Saya berharap tugas ini dapat bermanfaat khususnya bagi saya dan
umumnya bagi pembaca.

Surakarta, 3 Maret 2015

Penulis

i
ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di era yang semakain canggih ini terdapat beberapa alat-alat baru yang
tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan sehari-hari salah satunya yaitu baterai.
Baterai adalah alat listrik-kimiawi yang menyimpan energi dan mengeluarkan
tenaganya dalam bentuk listrik.
Penggunaan baterai ini sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari
manusia seperti dalam penggunaaan pada laptop, televisi, hanphone, dll.
Pengaruh penggunaan baterai sangat diperlukan dan bersifat positif cukup
besar . Baterai yang digunakan tentunya tidak sama, terdapat beberapa macam
baterai sesuai dengan kegunaannya.
Oleh karena itu, teknologi yang semakin canggih membuat sebagian orang
berpikir bagaiman cara pembuatan baterai dan apa saja bahan-bahan yang
diperlukan dalam baterai. Dalam kajian ini, kita akan bahan macam-macan
baterai dan apa kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sejarah penemuan baterai ?
2. Apa yang dimaksud dengan baterai ?
3. Komponen apa saja yang terdapat dalam baterai ?
4. Apa saja fungsi dari baterai ?
5. Bagaimana prinsip kerja dari baterai ?
6. Apa saja macam macam accu ?
7. Bagaimana reaksi kimia yang terjadi pada accu ?
8. Apa yang dimaksud kapasitas baterai / accu ?
9. Bagaimana rangkaian instalasi pemakaian baterai ?
10. Apa saja kerusakan pada baterai ?
11. Bagaimana pemeriksaan dan perawatan pada baterai ?

1
C. Tujuan
1. Mengetahui penggunaan baterai dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mengetahui bahan-bahan dalam pembuatan baterai.
3. Mengetahui macan-macam baterai.
4. Mengetahui cara kerja baterai.
5. Mengetahui cara perawatan baterai.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN BATERAI
Baterai adalah alat elektro kimia yang dibuat untuk mensuplai listrik ke
sistem starter mesin, sistem pengapian, lampu-lampu dan komponen kelistrikan
lainnya. Alat ini menyimpan listrik dalam bentuk energi kimia, yang
dikeluarkannya bila diperlukan dan mensuplainya ke masing-masing sistem
kelistrikan atau alat yang memerlukannya. Karena di dalam proses baterai
kehilangan energi kimia, maka alternator mensuplainya kembali ke dalam
baterai (yang disebut pengisian). Baterai menyimpan listrik dalam bentuk
energi kimia. Siklus pengisian dan pengeluaran ini terjadi berulang kali dan
terus menerus.
B. KOMPONEN BATERAI
Komponen utama baterai :
1. Kotak Baterai
Wadah yang menampung elektrolit dan elemen baterai disebut kotak
baterai. Ruangan didalamnya dibagi menjadi ruangan sesuai dengan
jumlah selnya. Pada kotak baterai terdapat garis tanda upper level  dan
lower level , sebagai indicator jumlah elektrolit. Dibuat dari ebonit atau
plastik, wadah Pelat-pelat posisinya ditinggikan dari dasar dan diberi p
untuk accu 6 volt terbagi atas 3 sel, dan untuk accu 12 volt terbagi atas 6
sel. Penyekat, tujuannya agar tidak terjadi hubungan singkat apabila ada
bahan aktif (timah dan lain-lain) terjatuh dari pelat. Tutup baterai dibuat
dari bahan yang sama seperti bak/wadah.
2. Elektrolit Baterai
Elektrolit baterai merupakan campuran antara air suling (H2O) dengan
asam sulfat (SO4).

3
Pelat-pelat baterai harus selalu terendam cairan elektrolit, sebaiknya
tinggi cairan elektrolit 4 - 10 mm diatas bagian tertinggi dari pelat. Bila
sebagian pelat tidak terendam cairan elektrolit maka bagian pada pelat
yang tidak terendam tersebut akan langsung berhubungan dengan udara
akibatnya bagian tersebut akan rusak dan tak dapat dipergunakan dalam
suatu reaksi kimia yang diharapkan.
Cairan tidak boleh terlalu tinggi karena cairan elektrolit bisa tumpah
melalui lubang-lubang sel (misalnya pada saat terjadi pengisian) dan dapat
merusak benda-benda yang ada disekitar baterai akibat korosi.
3. Sumbat Ventilasi
Sumbat ventilasi ialah tutup untuk lubang pengisian elektrolit. Sumbat
ini juga berfungsi untuk memisahkan gas hidrogen (yang terbentuk saat
pengisian) dan uap asam sulfat di dalam baterai dengan cara membiarkan
gas hidrogen keluar lewat lubang ventilasi, sedangkan uap asam sulfat
mengembun pada tepian ventilasi dan menetes kembali ke bawah.
4. Pelat negatif dan positif
Pelat positif dan negatif merupakan komponen utama suatu baterai.
Kualitas pelat sangat menentukan kualitas baterai tersebut, pelat-pelat
tersebut terdiri dari paduan timbal-antimon, yang diisi dengan suatu bahan
aktif. Bahan aktif pada pelat positif adalah Timbal Peroksida yang
berwarna cokelat, sedang pada pelat negatif adalah spons-timbal yang
berwarna abu-abu.

5. Separator dan Lapisan Serat Gelas (fiber glass )


Antara pelat positif dan negatif disisipkan lembaran separator yang
terbuat dari serat cellulosa yang diperkuat dengan resin. Lembaran lapisan
serat gelas dipakai untuk melindungi bahan aktif dari pelat positif, karena

4
timbal peroksida mempunyai daya kohesi yang lebih rendah dan mudah
rontok jika dibandingkan dengan bahan aktif dari pelat negatif. Selain itu
lapisan serat gelas juga berfungsi melindungi separator.

6. Penghubung Sel
Sel merupakan unit dasar suatu baterai dan mempunyai voltase
sebesar 2 volt. Penghubung sel ini terbuat dari paduan timbal-antimon.
Ada dua cara menghubungkan sel-sel tersebut. Yang pertama melalui atas
dinding penyekat (Over The Partition) dan yang kedua melalui dinding
penyekat (Through The Partition). Terminal terdapat pada kedua sel
ujung, satu bertanda positif (+) dan yang lain negatif (-). Melalui kedua
terminal ini listrik dialirkan.
7. Grid
Peran grid adalah untuk menjaga bahan-bahan aktif dan
konduksi/penghantaran energi listrik. Jadi grid harus tahan lama secara
mekanis dan sangat tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh
larutan asam belerang (sulfuric acid) dan berkemampuan baik dalam
menghantarkan arus listrik.

5
8. Susunan lempengan (kelompok sel)
Susunan lempengan adalah satu barisan dari lempengan elektroda
positif/negatif dan pemisah, yang dilas ke pengikat yang terletak pada
kutub elektroda.
Satu Sel (satuan accu) terdiri dari satu susunan lempengan, tanpa
memperhatikan jumlah lempengan dan ukuran sakelar voltase yang
terbuka menghasilkan 2.1V setiap sel, accu 12V terdiri dari 6 sel yang
dihubungkan dalam rangkaian seri.

C. FUNGSI BATERAI
Baterai atau accu pada mobil berfungsi untuk menyimpan energi listrik
dalam bentuk energi kimia, yang akan digunakan untuk mensuplai
(menyediakan) listik ke sistem starter, sistem pengapian, lampu-lampu dan
komponen komponen kelistrikan lainnya. Selain itu baterai atau accu bisa
digunakan untuk menstabilkan tegangan ( stabilisator ).Bila kita amati lebih
detail maka fungsi baterai adalah:
1. Saat mesin mati sebagai sumber energi untuk menghidupkan asessoris,
penerangan, radio, dsb.
2. Saat starter untuk menghidupkan sistem starter

6
3. Saat mesin hidup sebagai stabiliser suplai listrik pada kendaraan, dimana
pada saat hidup energi listrik bersumber dari alternator.

D. PRINSIP KERJA BATERAI


Baterai adalah perangkat yang mampu menghasilkan tegangan DC, yaitu
dengan cara mengubah energi kimia yang terkandung didalamnya menjadi
energi listrik melalui reaksi elektro kima, Redoks (Reduksi – Oksidasi).
Terdapat 2 proses yang terjadi pada baterai :

1. Proses Pengisian : Proses pengubahan energi listrik menjadi energi kimia.


Bila baterai dihubungkan dengan beban maka, elektron mengalir ke
elektroda positif (PbO2) melalui beban dari elektroda negatif (Pb),
kemudian ion-ion negatif mengalir ke  elektroda positif dan ion-ion positif
mengalir ke elektroda negatif. Arus listrik dapat mengalir disebabkan
adanya elektron yang bergerak ke dan/atau dari elektroda sel melalui
reaksi ion antara molekul elektroda dengan molekul elektrolit sehingga
memberikan jalan bagi elektron untuk mengalir.
Reaksi kimia yang terjadi dapat dijelaskan sebagai berikut:

7
Setiap molekul cairan elektrolit Asam sulfat (H2SO4) dalam sel
tersebut pecah menjadi dua yaitu ion hydrogen yang bermuatan positif
(2H+) dan ion sulfat yang bermuatan negatif (SO42-)
Bila baterai dibebani, maka tiap ion negatif sulfat (SO42-)akan
bereaksi dengan plat timah murni (Pb) menjadi timah sulfat (PbSO4)
sambil melepaskan dua elektron. Sedangkan sepasang ion hidrogen (2H+ )
akan bereaksi dengan plat timah peroksida (PbO2) menjadi timah sulfat
(PbSO4) sambil mengambil dua elektron dan bersenyawa dengan satu
atom oksigen untuk membentuk air (H2O). Pengambilan dan pemberian
elektron dalam proses kimia ini akan menyebabkan timbulnya beda
potensial listrik antara kutub-kutub sel baterai.
Reaksi ini akan berlangsung terus sampai isi (tenaga baterai) habis
alias dalam keadaan discharge.

PbO2 = Timah peroxida (katub positif / anoda)


Pb = Timah murni (kutub negatif/katoda)
2H2SO4= Asam sulfat (elektrolit)
PbSO4 = Timah sulfat (kutub positif dan negatif setelah proses
pengosongan)
H2O= Air yang terjadi setelah pengosongan
Pada saat baterai dalam keadaan discharge maka hampir semua asam
melekat pada pelat-pelat dalam sel sehingga cairan eletrolit konsentrasinya
sangat rendah dan hampir melulu hanya terdiri dari air (H 2O), akibatnya
berat jenis cairan menurun menjadi sekitar 1,1 kg/dm3 dan ini mendekati
berat jenis air yang 1 kg/dm3. Sedangkan baterai yang masih berkapasitas
penuh berat jenisnya sekitar 1,285 kg/dm3. Nah, dengan perbedaan berat
jenis inilah kapasitas isi baterai bisa diketahui apakah masih penuh atau
sudah berkurang yaitu dengan menggunakan alat hidrometer. Hidrometer
ini merupakan salah satu alat yang wajib ada di bengkel baterai (bengkel
yang menyediakan jasa setrum/cas baterai). Selain itu pada saat baterai
dalam keadaan discharge maka 85% cairan elektrolit terdiri dari air (H2O)
dimana air ini bisa membeku, cover baterai pecah dan pelat-pelat menjadi
rusak.

8
2. Proses Pengosongan : Proses pengubahan energi kimia menjadi energi
listrik.
Proses ini adalah kebalikan dari proses pengosongan dimana arus
listrik dialirkan yang arahnya berlawanan dengan arus yang terjadi pada
saat pengosongan. Pada proses ini setiap molekul air terurai. Ion oksigen
yang bebas bersatu dengan tiap atom Pb pada plat positif membentuk
timah peroxida (PbO2). Sedangkan tiap pasang ion hidrogen (2H+) yang
dekat plat negatif bersatu dengan ion negatif Sulfat (SO4--) pada plat
negatif untuk membentuk asam sulfat.
E. REAKSI KIMIA BATERAI

Katode             : PbO2
Anode              : Pb
Elektrolit           : larutan H2SO4
Golongan          : sel sekunder
Reaksi pengosongan aki
Anode              : Pb(s) + H2SO4-(aq) → PbSO4(s) + H+(aq) +2e
Katode             : PbO2(s) + HSO4-(aq) +3H+(aq) +2e → 2PbSO4(s) +
2H2O(l)
Reaksi sel         : Pb(s) + PbO2(s) + 2HSO4-(aq) + 2H+(aq) → 2PbSO4(s) +  
2H2O(l)
Reaksi pengisian aki (mambalik arah aliran elektron)
2PbSO4(s) + 2H2O(l) → Pb(s) + PbO2(s) + 2HSO4-(aq) + 2H+(aq)
F. MACAM-MACAM BATERAI
Pada umumnya, jenis baterai dibedakan menjadi 2. Baterai primer yang
hanya bisa dipakai selama satu kali (baterai sekali pakai) dan baterai
skunder atau baterai isi ulang (baterai isi ulang).

 Baterai Primer (Baterai Sekali Pakai)


Baterai primer atau baterai dengan umur satu kali pakai merupakan salah satu
jenis baterai yang banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari.
Namun baterai tipe ini biasanya hanya memberi tegangan dalam jumlah
voltase yang kecil.
Berikut jenis-jenis baterai yang termasuk dalam golongan primer di antaranya
adalah:

9
 Baterai Zinc Carbon
Baterai Zinc Carbon merupakan salah satu jenis baterai yang banyak kita
temui. Menggunakan bahan zinc sebagai terminal negatif dan bahan karbon
sebagai terminal positifnya.
Baterai jenis zinc carbon ini banyak digunakan pada berbagai benda seperti
jam dinding, mainan anak-anak, remote TV, dan lain-lain.
Dari segi harga tergolong murah namun memiliki ketahanan yang cukup
rendah.
 Baterai Alkali
Baterai Alkali ini merupakan pengembangan dari jenis baterai primer yang
sebelumnya. Untuk kegunaanya juga hampir sama, hanya saja baterai jenia ini
biasanya digunakan pada kamera dan handycam.
 Baterai Silver Oxide
Jenis baterai ini memiliki ukuran yang relatif kecil namun daya tahannya
lumayan baik. Jenis baterai ini dapat menghasilkan energi yang cukup besar
dan biasanya ada pada benda-benda seperti kalkulator dan jam tangan.
 Baterai Lithium
Jenis baterai lithium merupakan salah satu jenis batrei primer yang memiliki
daya tahan paling kuat baterai sekali pakai lainnya.
Bentuk baterai ini seperti uang logam atau koin dan biasanya banyak
digunakan pada jam tangan atau memori belakang komputer.

 Baterai Skunder (Baterai Isi Ulang)


Jenis baterai kedua ini adalah baterai dengan sistem isi ulang. Bila sudah habis
maka anda dapat mengisinya kembali dengan cara mengecasnya.
Jenis-jenis baterai sekunder di antaranya adalah:
 Baterai Ni-Cd (Nickel-Cadmium)
Merupakan jenis baterai yang terbuat dari bahan elektrolit. Jenis baterai ini
memiliki masa pakai yang cukup lama.
Meskipun awet namun juga lebih cepat habis dan harus sering digunakan
ulang jika terus menerus.
Baterai ini memiliki kandungan zat yang berbahaya untuk tubuh manusia
sehingga penggunaanya pun kini sudah dilarang.
 Baterai Ni-Mh
Baterai ini merupakan pengembangan dari baterai Ni-Cd. Dari segi kapasitas
baterai jenis ini jauh lebih baik dan juga tidak mengandung zat berbahaya.
Dalam penggunaanya, jenis baterai yang banyak digunakan pada radio dan
kamera.
 Baterai Li-Ion
Baterai jenis ini biasa Anda mengunjungi peralatan seperti handphone,
kamera, power bank, dan berbagai perangkat portabel lainnya.
Jenis baterai ini sangat rentan menggelembung jika di charge melebihi waktu
yang semestinya.
 Baterai Li-Po
Baterai ini merupakan pengembangan dari yang sebelumnya. Dan seperti
baterai Li Ion, baterai Li Po ini banyak digunakan pada perangkat-perangkat
seperti smartphone modern yang biasanya dipasang langsung pada perangkat.
10
 Baterai Lead Acid
Kendaraan roda empat dan sepeda motor banyak yang menggunakan baterai
jenis ini, sebagai penyimpan kelistrikan.
Baterai ini memiliki tegangan atau kapasitas yang sangat tinggi hingga
mencapai 12 volt. Orang-orang menyebut baterai jenis ini sebagai aki dan
biasanya terdapat pada mobil maupun motor.

G. RANGKAIAN INSTALASI PEMAKAIAN BATERAI


1. Rangkaian Seri

Pada Rangkaian Seri jika dua buah baterai di jumper menjadi satu
rangkaian, maka tegangannya akan bertambah tetapi arusnya tetap.
2. Rangkaian Paralel

Pada Rangkaian Paralel jika dua buah baterai di jumper menjadi satu,
maka tegangannya tidak bertambah (tetap) tetapi arusnya bertambah.
3. Rangkaian Seri – Paralel

11
Pada Rangkaian Seri-Paralel, jika tiga buah baterai di jumper menjadi
satu, maka tegangannya bertambah, (terakumulasi hanya dua buah
baterai) dan arusnya pun bertambah lebih besar.

RANGKAIAN INSTALASI PENGISIAN BATERAI


a. Pengisian Lambat

Pengisian lambat membutuhkan waktu 6 - 8 jam


b. Pengisian Cepat

Pengisian cepat membutuhkan waktu 3 jam

12
H. KERUSAKAN – KERUSAKAN BATERAI
1. Kotak baterai retak atau pecah
2. Sel baterai rusak
3. Tutup baterai tersumbat sehingga baterai melembung
4. Terminal baterai korosif
5. Air aki selalu kering
6. Tegangan baterai selalu turun
I. PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN BATERAI
1. Pemeriksaan Baterai
Baterai harus diperiksa secara periodik dan diuji kemampuannya.
Terdapat 3 kelompok pemeriksaan dan pengujian baterai yang sering
dilakukan, yaitu:
1. Pemeriksaan Visual
2. Pemeriksaan elektrolit dan kebocoran
3. Pengujian Beban

Perawatan Baterai
Contoh tips perawatan baterai hp non-removable :
1.Menjaga Siklus Pengisian Daya Baterai

2.Hentikan Pengisian Daya Ketika Sudah Terisi Penuhl

3.Matikan Perangkat Ketika Pengisian Daya

4.Jangan Biarkan Baterai Low Terlalu Lama

5.Atur Brightness Pada Layar

6.Gunakan Fitur Power Saver

7.Hindari Panas

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
13
Baterai adalah alat elektro kimia yang dibuat untuk mensuplai listrik ke
sistem starter mesin, sistem pengapian, lampu-lampu dan komponen kelistrikan
lainnya. Alat ini menyimpan listrik dalam bentuk energi kimia, yang
dikeluarkannya bila diperlukan dan mensuplainya ke masing-masing sistem
kelistrikan atau alat yang memerlukannya.
Penggunaaan baterai tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.
Terdapat berbagai macam baterai yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
B. SARAN
Accu sebagai sumber kelistrikan pada kendaraan bermotor harusnya
diperhatikan perawatannya. Agar fungsi accu bisa optimal.

1. Jangan menyalakan api dekat aki, seperti menyalakan korek, merokok dan
lain sebagainya, karena aki mengandung hidrogen yang mudah meledak.
2. Jauhkan dari jangkauan anak, karena komponen aki terbuat dari bahan
kimia yang berbahaya.
3. Gunakan kacamata pelindung pada saat memasang atau memperbaiki aki
karena air aki sangat berbahaya.
4. Hati-hati dengan accu zuur, karena dapat merusak kulit dan membutakan
mata.
5. Jika accu zuur mengenai mata anda, basuhlah segera dengan air bersih dan
segera pergi ke dokter. jika accu zuur mengenai kulit anda, basuhlah
bagian yang terkena accu zuur dengan seksama. Jika anda merasa sakit
dan terbakar, segera minta pertolongan dokter.

DAFTAR PUSTAKA

Pribadi, Kadarisman. 2001 . Koordinasi relai OCR dan GFR pada jaringan
distribusi : Jakarta.

14
http://danialmandala.blogspot.com/2013/12/tentang-bateraiaccu-aki-pada-
kendaraan.html
http://idkf.bogor.net/yuesbi/e-
DU.KU/edukasi.net/Peng.Pop/Otomotif/Merawat.Accu/versicetak.htm
http://otomotifdasar.blogspot.com/2012/10/sistem-pengapian_30.html
http://dasarteknikotomotif.blogspot.com/2014/08/fungsi-dan-konstruksi-baterai-
aki.html
http://Cara Merawat Aki Motor Agar Tetap Awet dan Tahan Lama _ Cakrawala
Dunia.htm
http://makalah-bateray-aki-smk-otomotif-milik.html

15