Anda di halaman 1dari 1

Terminologi Nyeri

International Association for Study of Pain (IASP) mendefinisikan nyeri didefinisikan sebagai pengalaman
sensorik dan emosional tidak menyenangkan, yang terjadi akibat kerusakan jaringan aktual maupun
potensial. Nyeri kronik adalah nyeri dengan durasi 6 bulan atau lebih dan berkaitan dengan kerusakan
jaringan.34

Patogenesis Nyeri Endometriosis

Nyeri dapat disebabkan oleh beberapa mekanisme biologis seperti nosiseptif, inflamasi, neuropati,
psikogenik, maupun campuran. salah satu mekanisme nyeri viseral adalah proses inflamasi. Banyak teori
mendukung jika nyeri pada endometriosis adalah respons inflamasi pelvis. Pada penderita
endometriosis ditemukan konsentrasi TNF–α, IL–1, IL–6, dan IL–8 di cairan peritoneum yang lebih tinggi.
TNF berperan dalam stimulasi ekspresi prostaglandin synthase-2 yang akan meningkatkan produksi PGE
dan PGF2α. IL–1 menginduksi sintesis prostaglandin dan menstimulasi proliferasi fibroblast yang
berkontribusi terhadap perlekatan serta fibrosis pada endometriosis.34

Tokushige dkk (2006) menyebutkan adanya peningkatan enam kali densitas serabut saraf pada lesi
peritoneal endometriosis yang didominasi oleh serabut saraf tidak berkapsul.35 Penelitian Anaf dkk
(2006) menyebutkan adanya invasi perineural dan endoneural atas dasar serat otot mielin yang muncul
dan seringkali tidak berkapsul pada fibrosis nodular.36

Mekanisme sentral juga menjadi perhatian terkait nyeri endometriosis. Pasien dengan nyeri kronis
menunjukkan adanya hipereksitabilitas dari sistem nosiseptif dan amplifikasi persepsi nyeri.37,38
Berdasarkan penelitian Bajaj dkk bahwa pasien endometriosis menunjukkan nilai VAS yang lebih tinggi
dibandingkan dengan wanita normal pada stimulus nyeri yang sama. Hal ini menunjukkan kemungkinan
terjadinya sensitisasi pada pasien endometriosis. 18