Anda di halaman 1dari 3

NAMA : ANDI MAULINA

NIM : A031181329
MATA KULIAH : METODOLOGI PENELITIAN AKUNTANSI

Ringkasan Materi Kuliah (RMK)

BAB 5 : Theoretical Framework and Hypothesis Development


(Kerangka Teoritis dan Pengembangan Hipotesis)

Kerangka teoritis adalah dasar dari penelitian deduktif hipotetis karena merupakan dasar
dari hipotesis yang akan dikembangkan.

Kebutuhan Kerangka Kerja Teoritis


Kerangka teoritis mewakili kepercayaan kita tentang bagaimana fenomena (atau variabel
atau konsep) tertentu terkait satu sama lain (model) dan penjelasan mengapa kita harus percaya
bahwa variabel-variabel ini terkait satu sama lain (teori).
Proses dalam membangun kerangka kerja teoritis termasuk:
1. Memperkenalkan defenisi dari konsep atau variable dalam model.
2. Mengembangkan sebuah model konseptual yang menyediakan penggambaran
deskriptif dari teori.
3. Hadir dengan teori yang menyediakan penjelasan hubungan antara variable-variabel
dalam model.

Variabel
Variabel adalah segala sesuatu yang dapat memiliki nilai yang berbeda atau bervariasi.
Nilai dapat berbeda pada waktu yang berbeda untuk objek atau orang yang sama, atau pada
waktu yang sama untuk objek atau orang yang berbeda. Contoh variabel adalah unit produksi,
ketidakhadiran, dan motivasi.
Empat jenis variable utama ialah:
1. Variabel Independen
Variabel Independen (Variabel Bebas) adalah variabel yang mempengaruhi atau sebab
perubahan timbulnya variabel terikat (dependen). Dapat dikatakan variabel bebas
karena dapat mempengaruhi variabel lainnya.
2. Variabel Dependen
Variabel Despenden (Variabel Terikat) adalah variabel yang dipengaruhi, akibat dari
adanya variabel bebas. Dikatakan sebagai variabel terikat karena variabel terikat
dipengaruhi oleh variabel independen (variabel bebas).
3. Variabel Moderat
Variabel moderat adalah variabel yang memiliki efek kontingen (tidak pasti) pada
hubungan variabel independen-variabel dependen.
4. Variabel mediasi
Variabel mediasi (atau variabel intervensi) adalah variabel yang muncul antara waktu
variabel independen mulai beroperasi untuk mempengaruhi variabel dependen dan
waktu akibatnya mulai dirasakan.
NAMA : ANDI MAULINA
NIM : A031181329
MATA KULIAH : METODOLOGI PENELITIAN AKUNTANSI

Bagaimana Teori Dihasilkan


Kerangka teoritis adalah fondasi yang mendasari seluruh proyek penelitian deduktif. Ini
adalah jaringan asosiasi yang dikembangkan secara logis, dijelaskan, dan dielaborasi di antara
variabel-variabel yang dianggap relevan dengan situasi masalah dan diidentifikasi melalui proses
seperti wawancara, observasi, dan tinjauan pustaka. Pertama-tama mengidentifikasi masalah
dengan benar dan kemudian variabel-variabel yang berkontribusi padanya. selanjutnya adalah
mengelaborasi jaringan asosiasi antar variabel, sehingga hipotesis yang relevan dapat
dikembangkan dan selanjutnya diuji. Hubungan antara tinjauan pustaka dan kerangka teoritis
adalah bahwa yang pertama memberikan dasar yang kokoh untuk mengembangkan yang
terakhir.
Komponen Kerangka Kerja Teoritis
Tiga fitur dasar yang harus tergabung dalam setiap kerangka kerja teoritis:
1. Variabel-variabel yang relevan terhadap studi harus diartikan dengan jelas.
2. Model konseptual yang mendeskripsikan hubungan antara variabel-variabel dalam
sebuah model harus ditentukan.
3. Harus ada penjelasan yang jelas mengenai mengapadi perkirakan hubungan tersebut
ada.

Pengembangan Hipotesis
Dengan menguji apakah hubungan yang telah diteorikan memang benar, secara ilmiah
melalui analisis statistik yang sesuai, atau melalui analisis kasus negatif dalam penelitian
kualitatif (dijelaskan kemudian dalam bab ini), kita dapat memperoleh informasi yang dapat
diandalkan tentang jenis hubungan yang ada di antara variabel yang beroperasi dalam situasi
masalah.
Defenisi Hipotesis
Hipotesis dapat diartikan sebagai pernyataan sementara tetapi dapat diuji dan yang
memprediksikan apa yang diharapkan untuk ditemukandalam data empiris
Pernyataan Hipotesis: Format
Pernyataan Jika-Maka
Contohnya, Karyawan yang lebih sehat akan lebih sedikit mengambil cuti sakit. Jika
karyawan lebih sehat, maka mereka akan lebih sedikit mengambil cuti sakit.
Hipotesis Terarah (Direksional) dan Tidak Terarah (Non Direksional)
Hipotesis direksional adalah sebuah pernyataan akan hubungan antara dua variabel atau
membandingkan dua kelompok dengan istilah-istilah yang sering digunakan seperti positif,
negatif, lebih dari, kurang dari, dan sebagainya. Contohnya, “Wanita lebih bermotivasi
dibanding pria”.
Sedangkan hipotesis nondireksional adalah hipotesis yang mengendalikan hubungan atau
perbedaan, tetapi tidak memberikan indikasi mengenai arah dari hubungan atau perbedaan
tersebut. Dengan kata lain hipotesis nondireksional tidak dapat secara signifikan
NAMA : ANDI MAULINA
NIM : A031181329
MATA KULIAH : METODOLOGI PENELITIAN AKUNTANSI

mengatakan apakah hubungan tersebut akan positif atau negatif. Contohnya, “Ada
hubungan antara usia dan kepuasan kerja”.
Hipotesis Nol/nihil dan Alternatif
Hipotesis nihil (Ho) yaitu hipotesis yang menyatakan tidak ada hubungannya atau
pengaruh antara variabel dengan variabel lain. Contohnya, “Tidak ada hubungan antara
tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa SD”.
Hipotesis alternatif (Ha) adalah hipotesis yang menyatakan adanya hubungan atau
pengaruh antara variabel dengan variabel lain. Contohnya, “Ada hubungan antara tingkat
pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa SD”.

Implikasi Manajerial
Pengetahuan tentang bagaimana dan untuk apa kerangka teoritis dikembangkan, dan
hipotesis yang dihasilkan, memungkinkan manajer menjadi penilai yang cerdas atas laporan
penelitian yang disampaikan oleh konsultan. Konsep "variabel independen" dan "variabel
dependen" memperluas pemahaman manajer tentang bagaimana beberapa faktor memberikan
kemungkinan solusi untuk masalah. Pemahaman tentang konsep "variabel moderasi"
memungkinkan manajer untuk memahami beberapa solusi yang diusulkan mungkin tidak
menyelesaikan masalah untuk semua orang atau dalam setiap situasi. Demikian pula,
pengetahuan tentang apa arti signifikansi, dan mengapa hipotesis tertentu diterima atau ditolak,
membantu manajer untuk bertahan atau berhenti mengikuti firasat. Jika pengetahuan semacam
itu tidak ada, banyak temuan melalui penelitian tidak akan masuk akal bagi manajer dan
pengambilan keputusan akan dipenuhi kebingungan.

Anda mungkin juga menyukai