Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Seperti yang kita ketahui dalam dunia pembangunan terdapat banyak sekali istilah-istilah
yang memiliki fungsinya masing-masing. Sebagai seseorang yang bekerja di bidang
pembangunan tentu saja kita harus mengetahui istilah-istilah didalam dunia pembangunan.
Salah satu istilah dalam dunia pembangunan adalah Bouwplank.
Bouwplank adalah patok kayu sementara yang dibuat untuk menentukan atau menjadi
lokasi titik-titik as bangunan yang biasa dibuat dengan papan dan dipaku yang ditentukan
sesuai dengan gambar denah yang telah dibuat. Pada Bouwplank nantinya kita akan
meletakkan paku untuk menarik benang agar terbuat garis yang lurus dan selanjutnya akan
dibuat sudut siku 90 derajat dengan tepat. Benang ini nantinya akan menjadi acuan
pengerjaan pondasi, kolom dan dinding pasangan dinding bata.
Pada bouwplank ini juga dapat dibuat ukuran tinggi lantai rumah atau bangunan dari
permukaan jalan, yaitu dengan cara mengatur ketinggian bouwplank itu sendiri dari
permukaan jalan raya. Maka dari itu sangat penting menentukan ketinggian bouwplank.
Proses pengerjaan bouwplank harus benar-benar berhati-hati dan memperhitungkan
dengan benar, karena pemasangan bouwplank adalah langkah awal dalam proses
pembangunan. Jika bouwplank miring maka bangunan yang hendak dibangun bangun akan
miring.

1.2 TUJUAN PRAKTIKUM

1. Salah satu syarat untuk memenuhi tugas dari mata kuliah praktek bangunan pertanian.
2. Agar mahasiswa mengetahui cara pembuatan bouwplank pada bangunan pertanian.
3. Untuk dijadikan bahan perbandingan antara teori dibangku perkuliahan dan praktek
dilapangan.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Bouwplank adalah patok kayu sementara yang dibuat untuk menentukan atau menjadi
lokasi titik-titik as bangunan yang biasa dibuat dengan papan dan dipaku yang ditentukan
sesuai dengan gambar denah yang telah dibuat. Bouwplank juga dapat befungsi sebagai
tempat penentuan titik membuat dan meletakkan ukuran bangunan yang akan didirikan dan
sebagai media bantu bagi proses pembuatan pondasi. Pada bouwplank ini nanti kita akan
meletakkan paku untuk menarik benang agar tercipta garis yang lurus dan selanjutnya bisa
membuat sudut siku 90 derajat dengan tepat. Benang ini nantinya akan menjadi pedoman
untuk pekerjaan pondasi, kolom, dan pemasangan dinding bata.

Gambar. 1.1 Pasangan Bouwplank

Bouwplank bisa juga dibuat dari bahan yang sangat sederhana sekali yaitu papan kayu
kualitas rendah atau kelas c karena hanya digunakan untuk sementara dan tidak butuh daya
kekuatan yang begitu besar. Dan selain papan kayu, pembuatan bouwplank juga
membutuhkan kayu lain namun berbentuk panjang.

Pembuatan bouwplank harus bisa menggunakan jarak tertentu dari titik atau lokasi
yang akan dijadikan sebagai tempat untuk membuat lubang galian pondasi. Beberapa ahli
bangunan punya pendapat jika jarak yang paling bagus adalah sekitar satu meter. Agar bisa
terpancang dengan baik pemasangan bouwplank harus bisa memenuhi beberapa syarat.

Syarat-syarat memasang bouwplank adalah :

1. Kedudukannya patoknya harus kuat dan tidak mudah goyah.

2. Berjarak cukup dari rencana galian, diusahakan tidak goyang pada saat pelaksanaan
galian pondasi.

3. Terdapat titik atau dibuat tanda-tanda. Yaitu menggunakan paku dan ca sebagai tanda.

4. Sisi atas bouwplank harus terletak satu bidang rata (horizontal) dengan papan bouwplank
lainnya.

5. Letak kedudukan bouwplank harus seragam (menghadap kedalam bangunan semua)

6. Garis benang bouwplank merupakan as (garis tengah) daripada pondasi dan dinding batu
bata.

Pekerjaan bouwplank tersebut menyesuaikan besarnya ruang bangunan. Untuk


bangunan yang besar dan memiliki banyak ruang, bouwplank dipasang mengelilingi seluruh
area calon bangunan. Adapun pada bangunan yang kecil, bouwplank cukup ditempatkan di
lokasi sudut atau pertemuan bangunan. Dengan demikian sudut pertemuan bouwplank harus
benar-benar membentuk segi tiga siku-siku karena ini sebagai acuan kesikuan dari pertemuan
antar dinding.
BAB III

METODOLOGI

2.1 WAKTU DAN TEMPAT

Praktikum pemasangan Bouwplank ini dilaksanakan pada hari Selasa, 28 Febuari


2017 dihalaman depan Laboratorium Kayu Politeknik Negeri Lampung pada jam 10.00-12.00
WIB dan dilanjutkan jam 13.00-15.00 WIB.

2.2 ALAT DAN BAHAN

Alat :

1. Patok Kayu 5 x 7 cm, panjang 100 cm 16 buah

2. Papan 2 x 12 cm, panjang 100 cm 8 buah

3. Palu Karet, Palu Konde, dan Palu Kepala Kambing Masing-masing 1 buah

4. Meteran 2 buah

5. Tang Potong` 1 buah

6. Golok/Parang 1 buah

7. Mistar Siku 1 buah

Bahan :

1. Benang Nilon

2. Selang Waterpass

3. Paku Kaso sedang dan besar

4. Pensil Tukang
3.3 PROSEDUR KERJA

1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.

2. Bersihkan lahan tempat bekerja dari sampah dan rumput.

3. Perhatikan gambar.

4. Pasang patok A dan D dengan jarak sesuai kebutuhan.

5. Tarik benanf A-D mendatar.

6. Pasang patok B dan G dengan jarak sesuai kebutuhan.

7. Tarik benang B-G mendatar dan bersilangan di A’membentuk sudut 90o.

8. Usahakan jarak A-A’= 1,5 meter.

9. Kerjakan hal serupa pada bagian lain sehingga selesai sesuai dengan gambar kerja.

10. Periksakan kesikuan tiap sudut kepada teknisi.

11. Pasang patok 1,2,3 dan 4dengan jarak 1 meter dari A” dan papan-bangunan.

12. Papan bangunan harus datar (waterpass).

13. lakukan hal serupa pada bagian lain sehinnga selesai sesuai gambar.

14. Amati pekerjaan dengan seksama dan periksakan kepada dosen/ teknisi untuk dinilai dan
dinilai hasinya.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL PRAKTIKUM

1. Berikut ini merupakan data hasil pengecekan bouwplank :

NOMOR PATOK KONDISI


Patok 1 Level
Patok 2 Level
Patok 3 Level
Patok 4 Level
Patok 5 Tidak Level (kurang 4 mm)
Patok 6 Level
Patok 7 Level
Patok 8 Tidak Level (lebih 1 cm)
Patok 9 Level
Patok 10 Level
Patok 11 Level
Patok 12 Level
Patok 13 Level
Patok 14 Level
Patok 15 Level
Patok 16 Level

2. Kondisi Diagonal Bouwplank

NAMA PANJANG (m)


Diagonal 1 4,27
Diagonal 2 4,26
4.2 PEMBAHASAN

yang dimaksud dengan bouwplank adalah semacam pembatas yang dipakai untuk
menentukan titik bidang kerja pada sebuah proyek pendirian bangunan atau
rumah.Bouwplank juga dapat berfungsi sebagai tempat penentuan untuk membuat dan
meletakan ukuran bangunan yang akan didirikan dan sebagai media bantuk bagi proses
pembuatan pondasi.Bouwplank bisa dibuat dari bahan yang sangat sederhana sekali yaitu
papan kayu kualitas rendah atau kelas C karena hanya digunakan untuk sementara saja dan
tidak butuh daya kekuatan yang begitu besar. Dan selain papan kayu, pembuatan bouwplank
juga membutuhkan kayu lain namun yang berbentuk panjang.Kayu yang satu ini dipakai
sebagai tiang pancang yang diletakan pada bagian pojok. Sedangkan papan kayu digunakan
sebagai alat untuk membuat garis bantu. Pembuatan garis bantu ini pada umumnya memakai
benang nilon yang warnanya putih dengan tujuan agar dapat mencolok dan bisa terlihat
dengan jelas serta kontras.Pembuatan bouwplank harus bisa menggunakan jarak tertentu dari
titik atau lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat untuk membuat lubang galian pondasi.
Beberapa ahli bangunan punya pendapat jika jarak yang paling bagus adalah sekitar satu
meter. Dari sini bisa dibuat penentuan lain seperti kolom atau dinding bangunan.Agar bisa
terpancang dengan baik pemasangan bouwplank harus bisa memenuhi beberapa syarat.
Nomor satu adalah kedudukan dan posisinya selalu dalam kondisiyang kuat serta tidak
mudah mengalami kegoyahan. Jadi jika proses penggalian tanah untuk membuat pondasi
sudah mulai dilakukan harus diusahakan sehingga bouwplank tidak dapat bergoyang akibat
adanya getaran atau goncangan.Lalu yang kedua seperti yang telah diuraikan di atas,
bouwplank harus punya jarak yang cukup dari tempat penggalian tanah. Sedangkan yang
ketiga harus punya tanda atau titik tertentu yang merupakan batas-batas pendirian bangunan.
Kemudian syarat keempat adalah sisiyang berada di bagian atas bouwplank harus ada di satu
bidang bersama papan bouwplank secara horizontal.Sedangkan syarat yang kelima letak dan
posisi serta kedudukan bouwplank harus selalu sama atau seragam. Maksudnya yaitu arah
hadapnya semua tertuju pada bagian dalam bangunan, tidak mengarah ke luar. Dan
yangterakhir atau keenam, garis benang pada bouwplank harusmenjadi garis tengah atau as
untuk pembuatan pondasi dan pemasangan batu bata pada dinding.Adapun cara memasang
bouwplank yang baik langkah-langkahnya sebagai berikut. Pertama yang harus dilakukan
yaitu membuat tiang pancangnya lebih dulu. Tiang pancang ini jumlahnya ada empat serta
diletakan di setiap pojok. Ukuran ketinggiannya adalah sekitar 0,5 meter. Lalu masing-
masing dari tiang ini dihubungkan dan disatukan dengan papan kayu yang dipasang secara
mendatar atau horizontal. Maka papan kayu dan tiang pancang ini akan membentuk suatu
bidang atau ruang sesuai dengan besar ukuran bangunan yang dibuat.Dengan tali atau benang
kenur serta menggunakan alat ukur theodolit, titik-titik yang merupakan lokasi untuk
pembuatan pondasi, dinding dan sebagainya bisa saling dihubungkan. Tali tersebut
dibentangkan dari satu sisi papan kayu menuju sisi papan kayu yang ada di seberangnya.
Inilah fungsi utama dari penggunaan kayu yang dipasang secara horizontal tersebut.Untuk
bangunan yang ukurannya lebih besar, jumlah tiang pancang yang dipasang tidak hanya
empat saja. Masing-masing pojok bisa menggunakan tiang hingga jumlahnya ada enam. Dua
ada di sebelah kiri dan kanan titik pojok, kemudian duanya lagi berada di sebelah samping
dan dua yang lainnya diletakan pada bagian belakang. Sistem penggunaannya tidak jauh
berbeda, hanya setiap titip pemasangan tali bentang memakai tiang pancang yang
berbeda.Kemudian untuk bangunan yang disekitarnya sudah ada dinding lain, bouwplank
dapat dipasang pada dinding tersebut. Jadi tidak perlu menggunakan tiang pancang lagi.
Namun untuk jaraknya tetap harus dibuat dalam ukuran sekitar satu meter.
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari praktikum yang telah dilakukan dapat diperoleh kesimpulan bahwa dalam
praktikum pemasangan bouwplank diperlukan ketelitian yang tinggi. Karena dalam
praktikum ini terdapat kesalahan dipatok nomor 5 (kurang 4 mm) dan patok nomor 8 (lebih 1
cm) atau tidak level. Maka dari itu pemasangan bouwplank harus dilakukan dengan teliti dan
sangat hati-hati karena jika bouwplank yang kita kerjakan miring maka bangunan yang akan
kita bangun diatasnya juga akan ikut miring.

5.2 SARAN

Dalam praktikum ini terdapat beberapa 2 kendala. Kendala yang pertama yaitu
macetnya meteran yang memperlambat praktikum kami. Serta kendala yang kedua adalah
banyaknya patok yang rusak atau pecah. Maka dari itu seharusnya