Anda di halaman 1dari 8

FADLI ATMADJAYA

1910932031
A.PILIHAN GANDA
1. D. Kemajuan teknlogi dapat menaikkan produksi pertanian dengan pesat
2. A. Pendapatan petani secara keseluruhannya menjadi lebih stabil
3. A. Inflasi akan berlaku
4. B. Harga barang naik dan jumlah barang yang diperjualbelikan berkurang
B.ESEI
1. Dengan menggunakan grafik terangkan masalah jangka panjang seekor
pertanian di negara-negara yang mengalami perkembangan pesat disektor
pertaniannya. D S D1
S1
Jawab:
Harga(P)

P --------------------------------- E

P1--------------------------------------------------------------------------------------E1

S D S1 D1

Kuantitas(Q)
Grafik Kecenderungan Harga Hasil Pertanian dalam Jangka Panjang
Kenaikan pendapatan dan pertambahan penduduk dalam jangka panjang akan
menambah permintaan. Tetapi, karena elastisitas permintaan pendapatan
untuk barang pertanian adalah rendah, maka pertambahan permintaan
terhadap hasil pertanian tidak begitu besar. Dimana permintaan bertambah
dari D ke D1 dan penawaran berubah dari S ke S1, yang dimana dipengaruhi
oleh perkembangan teknologi yang membuat peningkatan pendapatan hasil
pertanian.
2. Terangkan faktor-faktor yan menimbulkan ketidakstabilan harga barang
pertanian dalam jangka pendek. Apakah akibat ketidakstabilan harga barang
pertanian kepada (a) pendapat petani dan (b) pengguna tenaga kerja disektor
pertanian?
Jawab:
 Naik turunnya permintaan
Perubahan permintaan yang disebabkan oleh naik turunnya kegiatan
ekonomi ini akan menimbulkan perubahan harga, akan tetapi sifat
perubahan harga ini adalah berbeda untuk berbagai jenis barang.
Barang-barang pertanian cenderyng mengalami perubahan harga
cukup besar dibandingkan barang industri. Bersifat tidak elastis karena
kebanyakan hasil-hasil pertanian merupakan barang kebutuhan pokok
harian, walaupun harganya meningkat namun jumlah yang dikonsumsi
tetap sama.
 Naik turunnya penawaran
Tingkat produksi pertanian bergantung pada factor alamiah, pada
umumnya produksi hasil pertanian berubah-ubah dari satu musim ke
musim lainnya, lalu gangguan binatang penganggu yang merusak
tanaman. Bersifat tidak elastis karena barang pertanian walaupun
mengalami perubahan harga, baik naik dan turun, namun jumlah yang
dikonsumsi tetap sama yang menyebabkan penawaran barang
pertanian sukar berubah.
(a) Pendapatan produsen barang pertanian mengalami pengurangan
yang besar sebagai akibat dari harga yang sangat merosot dan
bukan karena produksi yang sangat besar penurunannya serta
permintaan yang merosot.
(b) Apabila produksi tidak banyak berubah maka tenaga kerja yang
digunakan juga tidak banyak berubah. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa dalam kegiatan pertanian, perubahan
permintaan lebih mempengaruhi pendapatan daripada kesempatan
kerja.
3. Bahaslah cara-cara yang dapat dijalankan oleh pemerintah untuk menstabilkan
harga barang pertanian. Apakah implikasi dari tiap-tiap cara tersebut kepada
pendapat para petani? buat tinjauan mengenai sampai di mana kesesuaian
berbagai jenis kebijakan harga tersebut kalau dipraktekkan di negara kita.
Jawab:
 Membatasi tingkat produksi yang dapat dilakukan tiap-tiap produsen.
 Melakukan pembelian- pembelian barang yang ingin distabilkan
harganya di pasar bebas.
 Memberikan subsidi kepada para produsen apabila harga pasar adalah
lebih rendah daripada harga yang dianggap sesuai oleh pemerintah.
 Pemerintah perlu mendirikan badan yang akan melakukan jual beli
barang dan menyimpan stok barang yang akan diperjualbelikan.
 Implikasi yang mungkin terjadi dari kebijakan-kebijakan pemerintah
misalnya kebijakan harga maksimun. Kebijakan ini bisa menimbulkan
terciptanya pasar gelap yang dapat merugikan para pembeli/konsumen
dan dapat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.
4. Apakah sifat-sifat kebijakan harga maksimum? Apakah akibat-akibat yang
mungkin timbul dalam kebijakan seperti itu? Dan dalam keadaan yang
bagaimanakah kebijakan itu tidak praktis lagi untuk dijalankan?
Jawab:
 Sifat-sifat dari kebijakan harga maksimum adalah diberlakukan pada
saat harga pasar yang ada tidak mengalami kenaikan yang cenderung
berarti dalam kurun waktu yang singkat sedangkan suatu permintaan
pasar terhadap produk meningkat serta stok yang harus dijual
pemerintah untuk menutupi kelebihan permintaan.
 Akibat-akibat yang mungkin timbul dari kebijakan harga maksimun
adalah cenderung terciptanya pasar gelap yaitu kegiatan jual beli yang
dilakukan tidak secara terbuka dan bertentangan dengan kebijakan
harga maksimum yang dilaksanakan.
 Keadaan yang mempengaruhi kebijakan itu tidak praktis lagi ketika
pasar gelap semakin merebak luas dan jurang antara harga pasar gelap
dan harga maksimum yang ditetapkan menjadi semakin besar.
Akhirnya timbul keburukan-keburukan oleh pasar gelap lebih besar
daripada kebaikan yang diperoleh dari kebijakan harga maksimum.
5. Definisikan istilah “insiden pajak”. Terangkan bagaimana elastisitas
permintaan mempengaruhi insiden pajak. Bagaimanakah pengaruh elastisitas
penawaran kepada insiden pajak?
Jawab:
 Insiden pajak atau tax incidence adalah pembagian beban pajak di
antara pembeli dan penjual. Beban insiden pajak ditentukan oleh
elastisitas pemintaan dan penawaran.
 Untuk melihat bagaimana elastisitas permintaan dapat mempengaruhi
insiden pajak akan dimisalkan bahwa penawaran adalah sama sifatnya
pada kedua keadaan yang dibandingkan. Dengan pemisalan ini
selanjutnya akan dibandingkan keadaan di mana permintaan adalah
elastis dengan permintaan tidak elastis. Insiden pajak dan elastisitas
permintaan terdiri dari 2 kasus: kasus permintaan elastis dan kasus
permintaan tidak elastis.
Kesimpulannya : Semakin elastis kurva permintaan semakin sedikit
beban pajak yang akan ditanggung oleh para pembeli. Apabila kurva
permintaan adalah elastis sempurna maka seluruh pajak penjualan
dibayar oleh penjual. Apabila kurva permintaan tidak elastis sempurna
maka seluruh pajak penjualan ditanggung pembeli. Semakin elastis
kurva permintaan semakin banyak penurunan jumlah barang yang
diperjualbelikan sebagai akibat dari pemungutan pajak penjualan oleh
pemerintah.
 Semakin elastis kurva penawaran, semakin banyak beban pajak
penjualan yang akan ditanggung pembeli. Pajak penjualan akan
mengurangi jumlah barang yang diperjualbelikan. Semakin elastis
kurva penawaran, semakin banyak pengurangan jumlah barang yang
diperjualbelikan.
6. Sampai di manakah subsidi pemerintah menguntungkan para pembeli?
Bagaimana pulakah keuntungan yang diterima penjual ?
Jawab:
 Dengan adanya subsidi dari pemerintah maka harga-harga barang akan
menjadi turun, sehingga dapat menguntungkan para pembeli. Dengan
adanya subsidi, besarnya keuntungan yang diperoleh pembeli adalah
bergantung kepada besarnya penurunan harga yang akan berlaku.
 Sedangkan keuntungan yang diterima oleh penjual yaitu menambah
kuantitas barang yang dijual. Kenaikan harga akan ditanggung
bersama yaitu oleh penjual maupun pembeli. Subsidi akan
menurunkan harga dan menambah kuantitas barang yang dijual.
Sehingga subsidi akan dinikmati bersama yaitu penjual dan pembeli.
C.KUANTITATIF
1. Dalam suatu pasar barang yang berkaitan antara harga dan jumlah barang
yang dibeli adalah seperti yang ditunjukkan dalam tabel berikut.
Harga(Rupiah) Permintaan (Unit) Penawaran(Unit)
3000 2500 900
4000 2000 1200
5000 1500 1500
8000 1000 1800
a. Berapakah harga keseimbangan? Berapa jumlah yang diperjual
belikan?
Jawab:
Kurva Keseimbangan Harga
3000

2500
2500

2000
2000 1800
1500
1500
1200
1000
1000900

500

0
3000 4000 5000 8000

permintaan Column1

Keterangan :
Sumbu X = Price (P)
Sumbu Y = Quantity (Q)
Harga keseimbangan dari table diatas adalah Rp 5.000 dan Jumlah barang
sebanyak 1500 unit.
b. Misalkan pemerintah mengenakan pajak penjualan sebesar Rp 1.000
I. Perubahan yang bagaimanakah pada table diatas?
II. Lukislah grafik keseimbangan pasaran barang tersebut pada
sebelum dan sesudah pajak penjualan dipungut pemerintah
Jawab:
P−P1 Q−Q1
i. =
P 2−P1 Q2−Q1
P−3000 Q−2500
=
1000 −500
(P-3000) x (-500) = (Q-2500) x 1000
1500000 – 500 P = -2500000 + 1000 Q
Pd = -2Q + 8000
P−3000 Q−900
=
1000 300
(P-3000) x 300 = (Q-900) x 1000
300 P – 900000 = 1000 Q – 900000
Ps = 10 /3 Q
Tax = Rp.1000
Pd = Ps + Tax
-2Q + 8000 = 10/3Q + 1000
Qet = 1312,5
Pet = -2Q + 8000
Pet = -2(1312,5) + 8000
Pet = Rp. 5375
ii. (P)

8000 S1

6000 E’(1312.5,5375)

E (1500,5000)

4000

S1

2000

500 1000 1500 2000 2500 3000 (Q)

Keterangan :
P = Harga (Rupiah) E’ = Titik keseimbangan setelah pajak
Q = Kuantitas (Unit) E = Titik keseimbangan sebelum pajak
2. Jumlah permintaan dan penawaran sesuatu barang pertanian pada berbagai
tingkat harga adalah seperti ditunjukkan dalam table berikut.
Harga (Rupiah) Permintaan (Unit) Penawaran (Unit)
2000 2000 800
4000 1800 1200
6000 1600 1600
8000 1400 2000
10000 1200 2400
a. Tanpa campur tangan pemerintah, berapakah harga keseimbangan? Nyatakan jumlah
barang yang diperjualbelikan di pasar
Jawab:

Kurva Keseimbangan Harga


3000

2500 2400

2000 2000
2000 1800
1600
1500 1400
1200 1200
1000800

500

0
2000 4000 6000 8000 10000

permintaan Column1

Tanpa campur tangan pemerintah, harga keseimbangan pasar adalah


Harga Rp.6000 dan jumlah barang sebesar 1600 Unit.
b. Misalkan pemerintah menjalankan kebijakan harga minimum dan
harga yang ditetapkan sebesar Rp.8000
I. Keadaan bagaimanakah yang wujud di pasar
Jawab:
Maka jumlah barang yang diminta menurun dan jumlah barang
yang ditawar meningkat, dikarenakan kebijakan harga yang
ditetapkan pemerintah lebih tinggi dari harga keseimbangan
yang membuat masyarakat ingin menawar harga yang lebih
rendah dari yang ditetapkan dari pemerintah.
II. Berapakah pengeluaran pemerintah yang digunakan untuk
membeli kelebihan penawaran? Hitunglah pendapatan para
produsen.
Jawab:
 Pengeluaran pemerintah
∆Supply x Harga minimum
= 400 x Rp.8000
= Rp.3.200.000
 Pendapatan para Produsen
=∆Demand x Harga minimum
= 200 x Rp.8000
= Rp. 1.600.000
c. Apakah yang akan terjadi apabila pemerintah menetapkan harga
maksimum sebesar Rp.4000 ? Nyatakan langkah-langkah yang dapat
dijalankan pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut.
Jawab:
Maka jumlah barang yang diminta meningkat dan jumlah barang yang
ditawar menurun , dikarenakan pemerintah menetapkan kebijakan
harga dibawah harga keseimbangan yang membuat permintaan dari
masyarakat meningkat dan daya beli masyarakat terhadap barang
meningkat serta penawaran terhadap barang menurun yang membuat
produsen merugi.

Langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut


 Menetapkan harga pada titik keseimbangan (Equibirilium)
agar tidak merugikan pedagang dan daya beli masyarakat
tetap stabil.
 Memberikan subsidi kepada barang tersebut agar bisa jangkau
oleh masyarakat, khususnya menengah kebawah, yang
membuat produsen tidak merugi.
 Penetapan pajak, dengan meninggikan bea impor harga
barang, yang membuat harga barang dari produsen dari dalam
negeri lebih murah yang dapat meningkatkan penjualan dari
masyarakat agar daya saing produk lokal terjaga.