Anda di halaman 1dari 4

SANG PEJUANG SEJATI

Kupang, 11 Nopember 2016

Segala petuahmu terpatri di hatiku


Tercatat rapi di dasar kalbuku
Terukir indah dengan bubuhan tinta yang berkilau
Menerangi kala kekelaman menyelimuti jiwaku

Wahai sang pejuang sejati . . .


Kau adalah cahaya yang bersinar mengiringi langkahku
Lentera yang tak terpadamkan oleh badai kegelapan
Bertahan melawan guncangan penderitaan
Demi memperjuangkan kesejahteraan dan kebahagiaan

Hati seakan tergores sebilah logam tajam


Saat tangan indahmu mencakar di batuan karang
Remuk dan hancur batin terasa
Ketika setiap juangmu merangkak anggun di hamparan nan terjal
Demi menggapai kebahagiaan seorang gadis seperti aku

Kau baluti lara di hatimu dengan tawa di wajahmu


Kau redam siksa kala sengsara mengitari jiwa dan ragamu
Kau dekap aku dengan cintamu agar aku tak terusik akan deritamu
Kau hangatkan diriku dengan kasih yang tiada taranya
Kasih seorang ayah sang pejuang sejati

Terima kasih takkan pernah cukup untukmu


Dalam sujud ku lantunkan doa
Dalam sembah ku gaungkan harap
Agar kebahagiaan tak beranjak darimu
Agar umur panjang terbingkiskan untukmu
Tuhan berkati ayahku tercinta

Biodata Penulis

Nama : Ariance Bulu

Tempat, tanggal lahir : Pagudara, 23 Agustus 1993

Hobi : Membaca, menulis dan nonton film

Agama : Kristen Protestan

E-mail : ariancebulu@gmail.com

Facebook : Rya ArBul

No. Hp : 085333960665

Pendidikan : Mahasiswi di Universitas PGRI-NTT Kupang

Fakutas/Prodi : Kip/Bahasa Inggris

Semester : VIII

Daerah asal : Sumba Barat Daya

Alamat Sekarang : Jl. Jati Rosa-Oesapa Kota Kupang

Riwayat sekolah: : Tahun 2000-2006 bersekolah di SD inpres Kandelu Kutura, tahun


2006-2009 bersekolah di SMP Negeri 2 Wewewa Timur dan pada
tahun 2009-2012 bersekolah di SMA Negeri 1 Wewewa Timur,
kemudian pada tahun 2012 sampai sekarang belajar di Universitas
PGRI-NTT Kupang

Motto : Tetap beriman dalam masa-masa sulit

Kesan/Pesan : Harapan sering berlari jauh dari kenyataan dan kenyataan yang tak
sesuai harapan meremukkan hati tetapi harapan yang tak nyata
bukanlah suatu penghalang bagi kita untuk berhenti berharap sebab
dibalik harapan yang sirna, Tuhan sedang berusaha menyinarkan
cahaya kesuksesan yang berkilau nyata.

Jangan pernah berhenti berharap pada-Nya! Percayalah!