Anda di halaman 1dari 24

ASUHAN KEPERAWATAN RESIKO KETIDAKEFEKTIFAN PERFUSI

JARINGAN SEREBRAL PADA Tn. DENGAN STROKE DI RUANG


BAROKAH RS PKU MUAHMMADIYAH GOMBONG

Disusun Guna Memenuhi Salah Satu Tugas Pembelajaran Praktek Profesi Ners
Stase Keperawaatan Dasar

Di susun oleh:

ADIT SAMSUL M.

A32020002

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

2018
LEMBAR PENGESAHAN

Yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa asuhan keperawatan pada
Tn. S dengan masalah keperawatan Resiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan
Serebral Pada Pasien Stroke Di Rawat Inap Rsu Aghisna Medika Kroya

Disusun oleh

NAFAHIMA JAISYAN

A11601325

Telah disetujui pada tanggal juni 2018

Pembimbing akademi Pembimbing klinik

Irmawan Andri, M.Kep Ns. Noveryan FS S. Kep

DAFTAR ISI
JUDUL....................................................................................................................1

LEMBAR PENGESAHAN...................................................................................2

DAFTAR ISI...........................................................................................................3

BAB 1 LAPORAN PENDAHULUAN..................................................................4

A. Pengertian.....................................................................................................4
B. Faktor Risiko................................................................................................4
C. Patofisiologi dan Pathway ...........................................................................5
D. Masalah Keperawatan Lain yang Muncul....................................................7
E. Intervensi Keperawatan................................................................................7

BAB II TINJAUAN KASUS..............................................................................16

BAB III PEMBAHASAN....................................................................................29

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................31

BAB I
LAPORAN PENDAHULUAN

A. PENGERTIAN
Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan serebral adalah beresiko
mengalami penurunan sirkulasi darah ke otak (SDKi,2016)
Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan serebral adalah berisiko
mengalami penurunan jaringan serebral yang mengganggu kesehatan. (NOC
EDISI KELIMA)
Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan serebral adalah beresiko
mengalami sirkulasi jaringana otak yang dapat mengganggu kesehatan.
sehingga pada masalah keperawatan dapat berhubungan dengan aliran arteri
terhambat, reaksi dan mekanis dari aliran vena atau arteri, kerusakan
transportasi oksigen melewati kapiler atau alveolar. (Hardman, 2004)
Jadi Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan serebral adalah sirkulasi
jaringan serebral yang dapat mengganggu keehatan.
B. FAKTOR RISIKO
1. Keabnormalan masa protrombin dan masa tromboplistin parsial
Aterosklerosis aorta
2. Penurunan kinerja ventrikel kiri
3. Aterosklerosi aorta
4. Diseksi arteri
5. Febrilasi atrium
6. Tumor otak
7. Stenosis karotis
8. Miksoma atrium
9. Aneurisma serebri
10. Dilatasi kardiomiopati
11. Koagolasi intravaskuler diseminata
12. Koagulopati (mis. Anemia sel sabit)
13. Embolisme
14. Cedera kepala
15. Hiperkolesteronemia
16. Hipertensi
17. Endokarditis infeksi
18. Katup protetik mekanis
19. Stenosis mitral
20. Neoplasma otak
21. Infark miokard akut
22. Sindrom sick sinus
23. Penyalahgunaan obat
24. Terapi tombolik
25. Efek samping tindakan ( mis, tindakan operasi bypass)

C. MASALAH KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL


1. Resiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Serebral
2. Hambatan mobilitas fisik b.d gangguan neuromuskular

D. FOKUS INTERVENSI KEPERAWATAN


1. SKLI
Perawatan Sirkulasi (L.02079)
Definisi : mengidentifikasi dan merawat area lokal dengan keterbatasan
sirkulasi perifer.

Kriteria Menurun Cukup Sedang Cukup Meningkat


Hasil menurun Meningkat
Tingkat 1 2 3 4 5
Kesadaran

Sakit 1 2 3 4 5
Kepala

Gelisah 1 2 3 4 5
Kecemasan 1 2 3 4 5
Refleks 1 2 3 4 5
Saraf
Tekanan 1 2 3 4 5
Darah
diastolik
Tekanan 1 2 3 4 5
darah
sistolik
Sumber : (Tim Pokja S. D., 2016)
2. SIKI
Pemantauan Tekanan Intrakranial (l.06198)
Definisi : mengumpulkan dan menganalisis data terkait regulasi tekanan
di dalam ruang intrakranial.

Indentifikasi penyebab Mencari informasi lebih terkait


peningkatan TIK penyakit.
Monitor TD Mengurangi asupan garam
Monitor ireguleritas irama napas Ikut serta dalam melakukan
monitoring
Pertahankan posisi kepala dan Fasilitasi lingkungan yang aman
leher netral nyaman
Sumber : (Tim Pokja S. D., 2016)
E. Daftar Pustaka

FORMAT PENGKAJIAN

KONSEP DASAR PROFESI


Tanggal Masuk : 29 Semptember 2020 Jam Masuk : 21.00 WIB
Tanggal Pengkajian : 30 Semptember 2020
Ruang : R. Barokah
Pengkaji : Adit Samsul M.,S.Kep

A. DATA SUBYEKTIF
1. Identitas Pasien
Nama : Ny. P
Umur : 55 tahun
Alamat :
Agama : Islam
Jenis Kelamin : perempuasn
2. Keluhan Utama : Penurunan Kesadaran
3. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Kesehatan Saat Ini

Ny. P Usia 55 tahun, datang ke IGD jam 21.00 WIB pada 29


Sempetmber 2020 dengan keluhan penurunan kesadaran. Muntah (-), mual (-
), pusing (-),pingsan (-), nyeri. Terdapat hasil TTV: Suhu 36,5° C, nadi 120
kali/menit, irama teratur, tekanan darah 128/87 mmHg, frekuensi nafas 26
kali/menit. Konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-), tidak ditemukan
pembengkakan pada ektremitas. Hasil pemeriksaan laboratorium: Hb
10,2g/dL; jumlah leukosit 21.00/mm3; jumlah trombosit 360x 103/mm3,
GDS:137 mg/dL

b. Riwayat Penyakit Dahulu.


Pasien sebelumnya mempunyai riwayat hipertensi

c. Riwayat Penyakit Keluarga.


Keluarga tidak mempunyai riwayat penyakit yang sama.
4. Pola pengkajian Virginia Henderson
a. Pola Nafas
 Sebelum sakit
Keluarga Pasien mengatakan bernafas secara normal, tanpa alat
bantu pernafasan.
 Saat dikaji
Keluarga Pasien terlihat bernafas dengan abnormal, RR : 26x/menit
b. Nutrisi
 Sebelum sakit
Pasien mengatakan makan 3x/hari Juga minum 6-8gelas/hari.
 Saat dikaji
Pasien mengatakan nafsu makannya tidak seperti saat sehat.
c. Pola istirahat dan tidur
 Sebelum sakit
Pasien mengatakan tidur 7-8 jam/hari.
 Saat dikaji
Pasien mengatakan tidak bisa tidur karena lingkungan yang tidak
kondusif.
d. Pola Eliminasi
 Sebelum sakit
mengatakan BAB secara normal 1 kali sehari tiap hari dengan
konsistensi padat atau lunak dan BAK berwarna kuning jernih.
 Saat dikaji
Pasien mengatakan BAK lancar, belum bisa BAB sejak masuk
Rumah Sakit

e. Pola Gerak

 Sebelum sakit
Pasien mengatakan bisa bergerak bebas dan beraktivitas seperti biasa
dan berjalan menggunakan tongkat.
 Saat dikaji
Pasien mengatakan tidak dapat bergerak pada ekstremitas sinistra.

f. Pola Berpakaian

 Sebelum sakit
Keluarga Pasien mengatakan mampu memakai, memilih, dan
melepas pakaiannya sendiri tanpa bantuan orang lain.
 Saat dikaji
Keluarga Pasien mengatakan perlu bantuan keluarga untuk memakai
dan melepas pakaian.

g. Mempertahankan suhu tubuh


 Sebelum sakit
Pasien mengatakan suhu tubuhnya normal, tidak panas
 Saat dikaji
Suhu tubuh pasien 36,5 C.
h. Personal Hygiene
 Sebelum sakit
Pasien mengatakan mandi 2x/hari.
 Saat dikaji

Pasien mengatakan hanya diseka oleh keluarganya.


i. Rasa Aman dan Nyaman
 Sebelum sakit
Pasien mengatakan merasa aman dan nyaman di rumah dan
berkumpul dengan keluarga.
 Saat dikaji
Pasien mengatakan tidak nyaman di Rumah Sakit karena hanya
bisa berbaring.

j. Pola komunikasi

 Sebelum sakit
Pasien mengatakan dapat berkomunikasi dengan baik dengan
keluarga dan tetangga.
 Saat dikaji
Pasien mengatakan sulit berbicara karena pelo nya sejak 2 hari lalu
(sejak masuk Rumah Sakit).
k. Pola Beribadah
 Sebelum sakit
Pasien megatakan dapat beribadah dan sholat 5 waktu

 Saat dikaji

Pasien mengatakan hanya dapat berdoa.

l. Pola Bekerja

 Sebelum sakit
Pasien mengatakan masih aktif menjalankan kegiatan sehari hari

 Saat dikaji

Pasien mengatakan tidak dapat melakukan aktifitas seperti biasanya


karena kelemahan anggota gerak di kaki dan tangan kirinya.
m. Pola Rekreasi
 Sebelum sakit
Pasien mengatakan senang berkumpul dengan keluarga dan anaknya
sebagai rekreasi di rumahnya.
 Saat dikaji
Pasien mengatakan hanya berbaring di kasur.

n. Pola belajar
Sebelum sakit
Pasien mengatakan sedikit mengetahui tentang penyakit yang
sekarang dideritanya.
Saat dikaji
Pasien mengatakan bahwa ia tidak tau tenteng penyakitnya.

B. DATA OBJEKTIF

1. Pemeriksaan Fisik
a. Kesadaran : compos metis (15), GCS = E : 4, V : 5, M : 6
b. Tanda-Tanda Vital
Tekanan Darah : 128/87 mmHg
Suhu : 36,5 o C
Nadi : 120x/menit
RR : 26x/menit
c. Kepala
Rambut : sebagian berwarna hitam, lebat,kering.
d. Muka
Mata : simetris, sclera icteric (-), conjungtiva anemis (-). Hidung :
bersih dan tidak ada sekret. Mulut : asimetri (+),sariawan (-), gigi
berwarna kekuningan, bibir kering (+), papil lidah atrof (-),
pembengkakan gusi (-). Telinga : tidak ada perdarahan dan bentuk
telinga simetris.

e. Leher
Tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembengkakan parotis

f. Thorak
JANTUNG
Inspeksi : dada simetris, bekas luka (-)
Palpasi : tidak ada nyeri tekan
Perkusi : tidak ada pelebaran jantung, redup (+)
Auskultasi : murmur (-)

PARU
Inspeksi :hidung simetris, secret pd hidung (-), cuping
hidung (+), dada simetris, luka (-)
Palpasi : tidak ada nyeri tekan
Perkusi :pengembangan dada simetris
Auskultasi : vasikuler (+)

g. Abdomen
Inspeksi :bentuk simetris, pembesaran hati(-), bentol – bentol
(-)

Auskultasi : bising usus (-)

Palpasi : tidak ada nyeri tekan


Perkusi : timpani

h. Genitalia
Terpasang DC

i. Anus
Hemoroid (-), perdarahan (-), edema (-)

j. Integumen :
Turgor kulit tidak ada edema, luka(-), warna kulit sawo matang.

k. Ekstremitas:
Edema pada ekstremitas (-) , perdarahan (-), kelemahan anggota gerak
pada ekstremitas atas dan bawah bagian sinistra (+).

Dengan kekuatan otot:

5 2
5 2

Keterangan:
1. 1 : Tampak kontraksi
2. 2 : mampu menahan gravitasi
3. 3 : mampu menahan gerak meski sedikit dorongan
4. 4 : kekuatan kurang
5. 5 : kekuatan utuh

2. Pemeriksaan Penunjang
a. Laboratorium

Jenis pemeriksaan hasil Satuan Nilai normal


HEMATOLOGI
Hb 10,2L g/dl P: 12,0 – 12,0
L : 14.0- 18.0
Eritrosit 3,92 L x10*6/ul 4.0-5.50
Leukosit 21,00 H X10*6/ul 5.00- 10.00
Trombosit 360.000 /ul 150000- 500000
Hct 33,20 L 31.00- 48.00
MCV 84,80 L EL 83.90- 99.10
MCH 26,00 L Pikogram 27.80- 33.80
MCHC 30,70 L g/dl 32.00- 35.00
HITUNG JENIS:
Basofil 0 0-1
Eosinofil 1 1-4
Batang 2 2-5
Segmen 75 H 40-70
Limfosit 17 L 19-48
Monosit 6H 3-9
Sel lain 0
Golongan Darah O/+
Kimia Klinik
FUNGSI HATI
SGPT 20 u/l L : <37 P :<30
SGOT 15 u/l L : <42 P :<32
FUNGSI GINJAL
Ureum 46* mg/dL 17-43
Creatinin 0,7* mg/dL L :0,9-1,5 P :0,6-1,2
LEMAK
Choleterol total 235* mg/dL <200

3. Terapi

No Terapi Dosis Cara Indikasi


pemberian
1. RL (Ringer 20 tpm Intravena Mengembalikan
Lactat) bolus keseimbangan elektrolit
pada keadaan dehidrasi dan
syok hipovolemik.
2. Ketorolac 3x1 Intravena Untuk penatalaksaan nyeri
amp bolus akut jangka pendek (<5
hari)
3. Aspilet 1x80 iv. bolus Golongan obat antitromboti,
mg untuk mencegah terjadinya
penyakit kardiovskuler.
4. makobalamin 3x mg Oral Salahs satu bentuk vit. B12
tablet untuk mengobati neuropati
perifer dan jenis anemia.
5. Citicolin 3x50 Intravena Untuk meningkatkan zat
mg bolus kimia otak. Mengurangi
2x50mg kerusakan jaringan
6. Piracetam 3x1 Intravena Untuk meingkatkan
tablet bolus kemampuan kognitip tanpa
menimbulkan rangsangan
pada ptak dan tidak
menyebabkan rasa kantuk
(nootropik)
7. Ranitidin 2x1 Intravena Digunakan untuk
amp bolus pengobatan tukak lambung
dan duodenum akut.
8. Ceftriaxone 2x1 Intravena Golongan antibiotik yang
amp bolus dapat digunakan untuk
mengobati infeksi bakteri
dan pencegahan terjadinya
infeksi pada pasien yang
akan dioperasi

C. ANALISA DATA

N DATA FOKUS ETIOLOGI MASALAH


O

1. DS : - Risiko
ketidakefektifan
a. Pasien mengatakan
perfusi jaringan
pusing
serebral
b. Pasien mengatakan tidak
bisa gerak ekstremitas
atas bawah yang kiri

DO :

a. Pasien terlihat
pelo mulutnya
b. Hasil ttv
Suhu 36,5° C, nadi
120 kali/menit,
TD:128/87 mmHg,
RR:26 kali/menit.
2 DS : Gangguan Hambatan
- pasien mengatakan ekstremitas neuromuskular mobilitas fisik
atas bawah sinistra mengalami
kelemahan otot

DO :
a. Pasien terlihat pelo
bicaranya
b. Pasien hanya bisa
berbaring di tempat tidur
c. Mengalami kelemahan
gerak pada ekstremitas
sinistra. Dengan
kekuatan otot:

5 2
5 2

Keterangan:
1 : Tampak kontraksi
2 : mampu menahan
gravitasi
3 : mampu menahan
gerak meski sedikit
dorongan
4 : kekuatan kurang
5 : kekuatan utuh

D. PRIORITAS MASALAH
Risiko Ketidakefektifan perfusi jaringn serebral

E. INTERVENSI KEPERAWATAN

NO DIAGNOSA NOC NIC


KEPERAWA
TAN
1 Risiko Setelah dilakukan tindakan NIC:
Ketidakefekti keperawatan selama 3x24 jam 1. monitor tanda- tanda vital
fan perfusi diharapkan : - Monitor tanda tanda
jaringn 1. Perfusi jaringan vital dengan tepat
serebral psetebral - Monitor kulit pasien
Indikator Awal tujuan (warna, suhu,
TD 2 4 kelembapan)
sistolik - Monitor tekanan
TD 2 4
darah saat berbaring,
diastolik
Ket : dudu, sebelum da
Indikator Awal tujuan 1 : sangat berat sesudah perubahan
Mencari 2 4 posisi
2 : berat
informasi - Monitor tanda –
3 : sedang
terkait tanda vital sebelum
4 : ringan
pencegaha dan setelah aktivitas
5 : tidak ada keluhan
n stroke - Monitor akan adanya
Mengenali 2 4
2. Kontrol risiko: kuku (clubbbing)
faktor
stroke - Monitor dan
risiko
Ket: laporkan jika ada
stroke pada
1 : sangat berat tanda dan gejala
diri sendiri
Monitor 2 4 2 : berat hipotensi atau

tekanan
darah
Meminum 2 4
obat yang
diresepkan
3 : sedang hipertensi
4 : ringan
5 : tidak ada keluhan
2 Hambatan Setelah dilakukan tindakan 1.Perawatan tirah baring
mobilitas keperawatan 3x24 jam
fisik b.d diharapkan: - Jelaskan alasan
gangguan 1.Pergerakan dilakukan tirah baring
neuromuskul Indikator awal tujuan - Gunakan alat di
ar Keseimban 2 4 tempat tidur yang
gan melindungi pasien
Gerakan 2 4
- Tempatkan matras
sendi
Bergerak atau kasur terapeutik
dengan dengan cara yang
mudah tepat
Ket: - Gunakan alat di
1: sangat berat tempat tidur yang
2: berat melindungi pasien
3: sedang 2.Terapi latihan mobilitas
4: ringan sendi
5 : tidak ada keluhan - Tentukan batasan
2.Pergerakan sendi pergerakan sendi dan
Indikator awal tujuan efeknya terhadap
Jari (kiri) 2 4
Jempol 2 4 fungsi sendi

(kiri) - Kolaborasikan dengan


Pergelanga 2 4 ahli terapi fisik dalam
n kanan mengembangkan dan
(kiri) menerapkan sebuah
Siku (kiri) 2 4
Pergelanga 2 4 program latihan

n kaki - Jelaskan pada pasien

(kiri) atau keluarga


Lutut (kiri) 2 4 manfaat dan tujuan
Ket:
melakukan latihan
1: sangat berat
sendi
2: berat - Pakaikan baju yang
3: sedang tidak menghambat
4: ringan pergerakan pasien
5: tidak ada keluhan - Bantu pasien
mendapatkan posisi
tubuh yang optimal
untuk menggerakkan
sendi pasif maupun
aktif
- Latihan ROM Pasif
atau ROM dengan
bantuan
- Instruksikan pasien
dan keluarga cara
latihan ROM pasif
atau aktif

3. Pencegahan jatuh
- Identifikasi
kekurangan baik
kognitip atau fisik
dari pasien yang
mungkin
meningkatkan potensi
jatuh pada lingkungan
tertentu
- Kunci kursi roda,
tempat tidur, brankar
selama melakukan
pemindahan pasien.
- Tempatkan busa di
tempat duduk pasien
untuk mencegah jatuh
- Pindahkan barang
yang letaknya rendah
yang membahayakan
pasien
- Bantu keluarga
mengidentifikasi
bahaya dirumah dan
modifikasi bahaya
tersebut.

F. IMPLEMENTASI

Waktu No. Implementasi Respon Paraf


Diagnosa

02/07/201 1 Memonitor tanda tanda S: pasien


8 mengatakan nyeri
vital
22.20 perut dan
kelemahan gerak
ekstremitas kiri
O:
S: 36,5° C,
N: 120 kali/menit,
TD: 128/87 mmHg,
RR: 26 kali/menit
02/07/201 2 Mengkolaborasikan S: pegel saat
8 diinjeksi
dengan dokter terapi
22.30 O: tampak
injeksi (ketorolac, meringis saat
diinjeksi
ranitidin 2x1, citicolin
2x50).

03/07/201 2 Membantu pasien S: pasien


8 mengatakan sudah
memakaikan baju yang
10.00 lebh nyaman
tidak menghambat memakai baju
yang berkancing
pergerakan pasien
O: -
03/07/201 2 Memonitor tanda tanda S: Klien
8 vital mengatakan sakit
11.00 perut, lemah
ekstremitas kiri
O:
S: 36,2° C,
N:74 kali/menit,
TD: 186/87 mmHg,
03/07/201 2 Memberikan terapi C: pasien merasa
8 pegal saat di
injeksi (ceftriaxone
13.00 berikan injeksi
2x1 amp, ranitidin antibiotik
ceftriaxone.
2x1amp, citicolin 2x50
O:-
mg)
04/07/201 1 Memonitor tanda tanda S: pasien
8 mengatan nyeri
vital
11.00 perut, kelemahan
gerak
O: : 36,5° C,
N:73 kali/menit,
TD: 175/86 mmHg

04/07/201 2 mengunci kursi roda, S :


8 O : pasien aman
tempat tidur, brankar
12.00 rasiko jatuh
selama melakukan
pemindahan pasien.
04/07/201 2 Melatih ROM Pasif S:
8 O: masih lemah
12.30 ekstremitas
04/07/201 2 mengolaborasikan S : pasien
8 mengatakan
dengan ahli terapi fisik
13.30 merasa panas saat
dalam di sinar dan pusing
setelah di sinar
mengembangkan dan
O:-
menerapkan sebuah
program latihan
05/07/201 1 Memonitor tanda tanda S:
8 O:
vital
16.00
05/07/201 2 Melatih ROM Pasif S :-
8 O : pasien sudah
16.10 tidak terlihat pelo
05/07/201 2 menjelaskan pada S: pasien
8 mengatakan pada
pasien atau keluarga
16.15 manfaat dantujuan keluarga untuk di
bantu apa yang
melakukan latihan
telah di contohkan
sendi O: -
05/07/201 2 Menjelaskan tujuan S: pasien
8 mengatakan minta
dan membantu tirah
16.25 dibantu tirah
baring pada pasien baring oleh
keluarga
O:-

G. EVALUASI

Dx Evaluasi paraf
Risiko S:
ketidakefektif Pasien mengatakan nyeri perut dan kelemahan
an perfusi ekstremitas kiri
jaringan O: TD 150/73, N :66, S:36.5
serebral A: masalah teratasi sebagian, dengan indikator:

INDIKATOR TUJUAN
AWAL TUJUAN AKHIR
TD Sistolik 2 4 3

TD diastolik 2 4 3
Mencari 2 4 3
informasi
terkait
pencegahan
stroke
Mengenali 2 4 3
faktor risiko
stroke pada
diri sendiri
Monitor 2 4 3
tekanan darah
Meminum 2 4 3
obat yang
diresepkan

Ket :
1 : sangat berat
2 : berat
3 : sedang
4 : ringan
5 : tidak ada keluhan

P: lanjutkan intervensi
Hambatan S: lemah ekstremitas kiri
mobilitas fisik O: pasien tampak lemas
A: belum teratasi, dengan indikator:
b.d gangguan
INDIKATO TUJUAN
neuromuskula
R
r
AWAL TUJUAN AKHIR
Keseimbanga 2 4 2
n
Gerakan 2 4 2
sendi
Bergerak 2 4 2
dengan
mudah
Jari (kiri) 2 4 3
Jempol (kiri) 2 4 3
Pergelangan 2 4 2
kanan (kiri)
Siku (kiri) 2 4 2
Pergelangan 2 4 2
kaki (kiri)
Lutut (kiri) 2 4 2
Ket :
1 : sangat berat
2 : berat
3 : sedang
4 : ringan
5 : tidak ada keluhan

P: lanjutkan intervensi fisioterapi


BAB III

PEMBAHASAN
DAFTAR PUSTAKA

Herdman T. Heather, Shigemi Kamitsuru, dkk.2015 “DIAGNOSIS


KEPERAWATAN”.EGC

Bulechek Gloria M, Howard K Butcher,dkk.2015 “Nursing Interventions


Classification (NIC) Edisi Keenam”.Mocomedia

Moorhead Sue, Marion Johnson,dkk.2015 “Nursing Outcomes Classification


(NOC).Mocomedia

Muttaqin A.2008. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem


Pernapasan. Jakarta : Salemba Medika.

Nurarif, Huda dan Kusuma Hardhih. 2015. Aplikasi Asuhan keperawatan


Berdasarkan Diagnosa Medis dan NANDA NIC NOC. Mediaction: Yogyakarta

Anda mungkin juga menyukai