Anda di halaman 1dari 9

BAB I

LAPORAN PENDAHULUAN

A. PENGERTIAN
Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan serebral adalah beresiko mengalami
penurunan sirkulasi darah ke otak (Tim Pokja S. D.,2016)
Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan serebral adalah berisiko mengalami
penurunan jaringan serebral yang mengganggu kesehatan. (NOC EDISI KELIMA)
Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan serebral adalah beresiko mengalami sirkulasi
jaringana otak yang dapat mengganggu kesehatan. sehingga pada masalah keperawatan
dapat berhubungan dengan aliran arteri terhambat, reaksi dan mekanis dari aliran vena
atau arteri, kerusakan transportasi oksigen melewati kapiler atau alveolar.
(NANDA,2018)
Jadi Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan serebral adalah sirkulasi jaringan
serebral yang dapat mengganggu keehatan.
B. FAKTOR RISIKO
1. Keabnormalan masa protrombin dan masa tromboplistin parsial Aterosklerosis aorta
2. Penurunan kinerja ventrikel kiri
3. Aterosklerosi aorta
4. Diseksi arteri
5. Febrilasi atrium
6. Tumor otak
7. Stenosis karotis
8. Miksoma atrium
9. Aneurisma serebri
10. Dilatasi kardiomiopati
11. Koagolasi intravaskuler diseminata
12. Koagulopati (mis. Anemia sel sabit)
13. Embolisme
14. Cedera kepala
15. Hiperkolesteronemia
16. Hipertensi
17. Endokarditis infeksi
18. Katup protetik mekanis
19. Stenosis mitral
20. Neoplasma otak
21. Infark miokard akut
22. Sindrom sick sinus
23. Penyalahgunaan obat
24. Terapi tombolik
25. Efek samping tindakan ( mis, tindakan operasi bypass)

C. MASALAH KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL


1. Resiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Serebral
2. Hambatan mobilitas fisik b.d gangguan neuromuskular

D. FOKUS INTERVENSI KEPERAWATAN


1. SKLI
Perawatan Sirkulasi (L.02079)
Definisi : mengidentifikasi dan merawat area lokal dengan keterbatasan sirkulasi
perifer.

Kriteria Menurun Cukup Sedang Cukup Meningkat


Hasil menurun Meningkat
Tingkat 1 2 3 4 5
Kesadaran

Sakit 1 2 3 4 5
Kepala

Gelisah 1 2 3 4 5
Kecemasan 1 2 3 4 5
Refleks 1 2 3 4 5
Saraf
Tekanan 1 2 3 4 5
Darah
diastolik
Tekanan 1 2 3 4 5
darah
sistolik
Sumber : (Tim Pokja S. D., 2016)
2. SIKI
Pemantauan Tekanan Intrakranial (l.06198)
Definisi : mengumpulkan dan menganalisis data terkait regulasi tekanan di dalam
ruang intrakranial.

Indentifikasi penyebab peningkatan Mencari informasi lebih terkait


TIK penyakit.
Monitor TD Mengurangi asupan garam
Monitor ireguleritas irama napas Ikut serta dalam melakukan
monitoring
Pertahankan posisi kepala dan leher Fasilitasi lingkungan yang aman
netral nyaman
Sumber : (Tim Pokja S. D., 2016)
E. Daftar Pustaka

Herdman, T.H. (2018). NANDA International Nursing Diagoses: definitions and


classfication 2018-2020. Jakarta: EGC.

Tim Pokja, S. D. (2016). Standar DIagnosis Keperawatan Indonesia Definisi dan Indikator
DIagnostik. Jakarta : Dewan Pengurus Pusat PPNI.

Tim Pokja, S. D. (2016). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia Definisi dan Tindakan
Keperawatan . Jakarta: Dewan Pengurus Pusat PPNI.

Tim Pokja, S. D. (2016). Standar Luaran Keperawatan Indonesia Definisi Kriteria Hasil
Keperawatan. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat PPNI.
FORMAT PENGKAJIAN

KONSEP DASAR PROFESI

Tanggal Masuk : 29 September 2020

Tanggal Pengkajian : 30 September 2020

Ruang : R. Barokah

Pengkaji : Adit Samsul M., S. Kep

1. DATA SUBYEKTIF
a. Identitas Pasien
Nama :P
Umur : 55 Tahun
Agama : Islam
Pendidikan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Buniayu 1/1 Tambak, Banyumas
Diagonsa Medis : SNH/SH
b. Keluhan Utama : Penurunan Kesadaran
c. Riwayat Kesehatan :
1) Riwayat Kesehatan Saat Ini :
Pasien datang ke IGD dengan penurunan kesadaran pada pukul
21.00 WIB,
2) Riwayat Kesehatan Dahulu :
Pasien mengatakan tidak ada riwayat penyakit seperti ini
sebelumnya.
3) Riwayat Kesehatan Keluarga :
Pasien mengatakan keluarga tidak memiliki penyakit bawaan dan
penyakit menular.
d. Pola Pemenuhan Dasar Virginia Henderson
1. Pola Nafas
Sebelum sakit : Keluarga Pasien mengatakan bernafas secara normal,
tanpa alat bantu pernafasan.
Saat dikaji : Keluarga Pasien terlihat bernafas dengan abnormal, RR :
26x/menit
2. Nutrisi
Sebelum sakit : Pasien mengatakan makan 3x/hari Juga minum 6-8gelas/hari.
Saat dikaji : Pasien mengatakan nafsu makannya tidak seperti saat sehat.
3. Pola istirahat dan tidur
Sebelum sakit : Pasien mengatakan tidur 7-8 jam/hari.
Saat dikaji : Pasien mengatakan tidak bisa tidur karena lingkungan yang tidak
kondusif.
4. Pola Eliminasi
Sebelum sakit : mengatakan BAB secara normal 1 kali sehari tiap hari dengan
konsistensi padat atau lunak dan BAK berwarna kuning jernih.
Saat dikaji : Pasien mengatakan BAK lancar, belum bisa BAB sejak masuk
Rumah Sakit
5. Pola Gerak
Sebelum sakit : Pasien mengatakan bisa bergerak bebas dan beraktivitas seperti
biasa dan berjalan menggunakan tongkat.
Saat dikaji : Pasien mengatakan tidak dapat bergerak pada ekstremitas sinistra.
6. Pola Berpakaian
Sebelum sakit : Keluarga Pasien mengatakan mampu memakai, memilih, dan
melepas pakaiannya sendiri tanpa bantuan orang lain.
Saat dikaji : Keluarga Pasien mengatakan perlu bantuan keluarga untuk memakai
dan melepas pakaian.
7. Mempertahankan suhu tubuh
Sebelum sakit : Pasien mengatakan suhu tubuhnya normal, tidak panas.
Saat dikaji : Suhu tubuh pasien 36,5 C.
8. Personal Hygiene
Sebelum sakit : Pasien mengatakan mandi 2x/hari.
Saat dikaji : Pasien mengatakan hanya diseka oleh keluarganya.
9. Rasa Aman dan Nyaman
Sebelum sakit : Pasien mengatakan merasa aman dan nyaman di rumah dan
berkumpul dengan keluarga.
Saat dikaji : Pasien mengatakan tidak nyaman di Rumah Sakit karena hanya bisa
berbaring.
10. Pola komunikasi
Sebelum sakit : Pasien mengatakan dapat berkomunikasi dengan baik dengan
keluarga dan tetangga.
Saat dikaji : Pasien mengatakan sulit berbicara karena pelo nya sejak 2 hari lalu
(sejak masuk Rumah Sakit).
11. Pola Beribadah
Sebelum sakit : Pasien megatakan dapat beribadah dan sholat 5 waktu
Saat dikaji : Pasien mengatakan hanya dapat berdoa.
12. Pola Bekerja
Sebelum sakit : Pasien mengatakan masih aktif menjalankan kegiatan sehari hari
Saat dikaji : Pasien mengatakan tidak dapat melakukan aktifitas seperti biasanya
karena kelemahan anggota gerak di kaki dan tangan kirinya.
13. Pola Rekreasi
Sebelum sakit : Pasien mengatakan senang berkumpul dengan keluarga dan
anaknya sebagai rekreasi di rumahnya.
Saat dikaji : Pasien mengatakan hanya berbaring di kasur.
14. Pola belajar
Sebelum sakit : Pasien mengatakan sedikit mengetahui tentang penyakit yang
sekarang dideritanya.
Saat dikaji : Pasien mengatakan bahwa ia tidak tau tenteng penyakitnya.

2. DATA OBYEKTIF

a. Pemeriksaan Umum
1. Kesadaran Umum (KU) :
2. Kesadaran : composmetis
3. TD : 109/74 x/menit
4. Nadi : 96 x/menit
5. Suhu : 36 C
6. RR : 20 mm/Hg
b. Pemeriksaan Fisik
1. Kepala : Mesochepal, tidak ada luka, rambut sebagian berwarna
hitam
2. Muka : terlihat pucat
3. Mata : Simetris, reflek cahaya baik
4. Hidung : Simetris, bersih
5. Mulut : Mukosa bibir kering
6. Telinga : Tidak ada serumen
7. Leher : Tidak ada pembekakan tyroid
8. Dada
JANTUNG
Inspeksi : dada simetris, bekas luka (-)
Palpasi : tidak ada nyeri tekan
Perkusi : tidak ada pelebaran jantung, redup (+)
Auskultasi : murmur (-)

PARU
Inspeksi :hidung simetris, secret pd hidung (-),
cuping hidung (+), dada simetris, luka (-)
Palpasi : tidak ada nyeri tekan
Perkusi :pengembangan dada simetris
Auskultasi : vasikuler (+)
9. Abdomen
Inspeksi :bentuk simetris, pembesaran hati(-),
bentol – bentol (-)
Auskultasi : bising usus (-)
Palpasi : tidak ada nyeri tekan
Perkusi : timpani
10. Ekstremitas
Edema pada ekstremitas (-) , perdarahan (-), kelemahan anggota
gerak pada ekstremitas atas dan bawah bagian sinistra (+).
11. Kulit : Tidak ada penurunan turgor kulit
12. Genetalia : terpasang DC
LABORATURIUM DAN DIAGNOSTI

Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Normal Satuan


HEMATOLOGI
Leokosit 14.00 2.6-11 Rb/ul
Eritrosit 3.81 3.8-5.2 Juta/L
Hemoglobin 8,1 11,7-15,5 Gr/aL
Hematrokit 26,5 35-47 %
Neotrosit 92,6 50,00-70,0 %
Limfosit 5,1 25,0-40,0 %
Trombosit 536 150-440 Rb/ul
KIMIA
GDS 137 70-105 Mg/ld

TERAPI

NO Jenis Obat Dosis Waktu Indikasi


Pemberian

c. ANALISA DATA

N DATA FOKUS MASALAH PENYEBAB DIAGNOSA


O KEP
Ds/Do P+E+S/ P+E
1. Ds : - Resiko Perawatan Resiko
Do : ketidakefekt Sirkulasi ketidakefejtifan
TD:109/74x/menit ifan perfusi perfusi jaringan
Nadi: 96 x/menit jaringan serebral
Suhu: 36 C serebral dibuktikan
RR: 20 mm/Hg dengan
Pasien tampak pucat penurunan
kesadaran
2. Ds : -
Do :
-pasien tampak
lemah
-

d. PERENCANAAN

NO Dx Kep NOC NIC/ Intervensi Rasionalisasi


e. PELAKSANAAN

NO Dx Kep Jam Implementasi Respon Paraf


1. Ketidakefektifan 21.00 Pasien S:-
perfusi pindah dari O : -
jaringanserebral IGD

f. EVALUASI

NO Jam Evaluasi (SOP) Paraf


1. 14.00 S : pasien mengatakan lemas
O : TD: 110/70 mmHg S: 36 C RR
78: