Anda di halaman 1dari 3

Tugas Personal 2

(Minggu 7 / Sesi 11)

Tulislah 2 halaman (Spasi 1,5/Times New Roman/Font 12) konsep sekularisme dan sejauh mana
sekularisme dewasa ini mempengaruhi Anda khususnya dalam aspek hidup keagamaan dan
keimanan Anda! Apa yang dapat Anda lakukan untuk tetap teguh beriman di tengah derasnya arus
zaman sekularisme yang berpotensi melemahkan imanmu?

Jawaban

Sejarah munculnya sekularisme sebenarnya merupakan bentuk kekecewaan (mosi tidak percaya)
masyarakat Eropa kepada agama kristen saat itu (abad 15 an). Di mana kristen beberapa abad
lamanya menenggelamkan dunia barat ke dalam periode yang kita kenal sebagai the dark age.
Padahal pada saat yang sama peradaban Islam saat itu sedang berada di puncak kejayaannya.
Sehingga ketika perang salib berakhir dengan kekalahan di pihak Eropa, walau mereka mengalami
kerugian di satu sisi, tetapi, sebenarnya mereka mendapatkan sesuatu yang berharga, yaitu
inspirasi pengetahuan. Karena justru setelah mereka “bergesekan” dengan umat Islam di perang
salib hal tersebut ternyata menjadi kawah candradimuka lahirnya renaissance beberapa abad
setelahnya di Eropa.

Muhammad Al-Bahy menjelaskan bahwa yang menimbulkan munculnya sekularisme:

 Yang mendorong terjadinya sekularisme pada abad ke-17 dan ke-18 adalah perebutan
kekuasaan antara negara dan Gereja. Karena itu, pemisahan antara kedua kekuasaan itu
adalah penanggulangan perselisihan baik secara legal atau filosofis.
 Yang mendorong sekularisme abad ke-19 adalah pembentukan kekuasaan. Karena itu,
pengertian sekularisme tidak sama dengan paham pemisahan antara Gereja dan negara,
akan tetapi semacam penghapusan paham dualisme dengan penghancuran agama sebagai
awal mula untuk mencapai kekuasaan tersendiri, yaitu “kelompok Buruh” atau “sosial”
atau “negara” atau “partai”.
 Penelitian terhadap alam dan kemajuan ilmu pengetahuan telah memberanikan kaum
intelek sekuler untuk keluar dari wasiat atau dogma Gereja[15].

CHAR6021 – Character Building: Agama


Sedangkan Yusuf Al-Qardhawi menjelaskan, bahwa sebab-sebab kemunculan sekularisme di
dunia Barat Masehi dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: faktor agama, pemikiran,
psikologi, sejarah dan realitas kehidupan empiris.

Di Indonesia sendiri sekularisme muncul dimasa pergerakan nasional, karena paham ini dibawa
oleh orang-orang Belanda dan diterapkan dalam pemerintahan Hindia Belanda dan diajarkan
disekolah-sekolah Belanda pada masa itu sehingga banyak organisasi pergerakan, khususnya yang
bersifat nasionalisme menitikberatkan sekularisme dalam organisasinya dan hal tersebut akhirnya
dilanjutkan oleh Bung Karno dimasa orde lama yang memiliki pandangan bahwa seharusnya
agama dan pemerintah (politik) sebaiknya dipisahkan. Dimasa orde baru atau masa pembangunan
banyaknya pengaruh Barat yang masuk, khususnya dibidang IPTEK, akan mungkin
mengakibatkan masuknya paham sekuler (sekularisme) ke Indonesia. Bayang-bayang sekularisme
sudah mencekram negeri ini, meskipun landasan yuridisnya adalah mengakui agama seperti yang
tercantum di Pancasila dan UUD’45, namun fenomena dalam masyarakat sudah mencerminkan
rasa sekularisme oleh karena itu kita sebagai kalangan akademisi dan calon guru akan senantiasa
turut serta dalam menanamkan rasa Pancasila kepada masyarakat Indonesia agar senantiasa sadar
dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya nilai Ketuhanan dan terbebas dari bahaya sekularisme
seperti di Barat.

Bertolak dari maksud sekularisme di atas. Peran agama dalam kehidupan publik, adalah usaha
menjauhkan syariat dari berbagai aspek kehidupan umat Islam. Menurut paham ini, sejarah
keemasan Islam yang dengan gemilang menyebarluaskan ajaran Allah ke berbagai pelosok dunia,
sebagai masa kaum Barbar yang diliputi kekacauan dan ambisi pribadi. Maka menurutnya, syariat
tidak akan pernah memberikan solusi perubahan dan kebangkitan masyarakat. Karena ditinjau dari
penyebarannya yang berdarah-darah dan diliputi ambisi pribadi

Paham pemisahan agama dengan sistem kehidupan ini, secara signifikan menyebar melalui
pengajaran-pengajaran diberbagai lembaga pendidikan dari semua tingkatan. Cara ini dilakukan
dengan menyelipkan pikiran sekuler dalam mata pelajaran yang diberikan kepada anak-anak didik
dalam berbagai tingkatanya. Usaha penyusupan ini, dengan keras menjadikan pelajaran agama
hanya mendapat jatah waktu singkat, dan ditempatkan pada bagian akhir waktu di saat para siswa
sudah letih jasmani dan rohaninya serta sudah diliputi perasaan ingin cepat pulang (H.A.R Tillaar,
Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional).

CHAR6021 – Character Building: Agama


Hal yang serupa dengan upaya perusakan di dunia pendidikan. Sekularisme telah merasuki cara
pandang terhadap keutuhan keluarga yang merupakan pilar utama dalam pembinaan masyarakat
serta mendorong ke arah penghancuran semua yang dipandang suci oleh agama melalui berbagai
cara menyusun undang-undang yang memperkenankan masyarakat melakukan perbuatan keji dan
nista tanpa ancaman sanksi apapun. Mereka berpendirian bahwa perbuatan zina atau homo seksual
merupakan bagian dari kebebasan pribadi yang senantiasa harus dijamin dan dilindungi.

Pelegalan perbuatan yang diakibatkan paham sekularisme ini, semakin masif di tengah-tengah
masyarakat dengan memanfaatkan kebebasan media cetak atau elektronik, yang diminati kalangan
muda-mudi. Pada tataran ini, media menfasilitasi informasi secara bebas, tanpa ada penyeleksian
arsip yang akan dimuat, sehingga tidak bisa dipungkiri pengaruh signifikan ini lama kelamaan
akan menciptakan generasi yang tidak segan memerangi segala keutamaan dan keluhuran akhlak,
khususnya para remaja,

CHAR6021 – Character Building: Agama