Anda di halaman 1dari 21

Peranan Organisasi Islam Dalam Gerakan Islam di Indonesia

Makalah ini diajukan untuk memenuhi persyaratan mengikuti


Latihan Kader II (Intermediate Training) HMI KORKOM UNNESA
Dengan Tema : Gerakan Islam dan KeIndonesian

Disusun Oleh :
Miftah Nur Khayanto

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)


Cabang Surakarta
Komisariat Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS)
2020
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarokatuh.

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan
karunia-Nya sehingga makalah yang berjudul ”Analisis Nasionalisme Ditinjau
Dari Perspektif Islam” ini dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini disusun
untuk memenuhi persyaratan mengikuti Latihan Kader II (Intermediate Training)
Korkom UNNESA.

Tak lupa penyusun mengucapkan terima kasih kepada para pihak dan
rekan-rekan yang tidak dapat disebutkan satu-persatu yang telah membantu dalam
menyelesaikan makalah ini. Dalam penyusunan makalah ini, tentunya penyusun
tidak luput dari kesalahan. Untuk itu, kritik dan saran dari pembaca sangat
penyusun harapkan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Sekian.

Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarokatuh.

Surakarta, 24 Januari 2020

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..........................................................................................................

DAFTAR ISI.........................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN .....................................................................................................

1.1 Latar Belakang.........................................................................................................

1.2 Rumusan Masalah....................................................................................................

1.3 Tujuan dan Manfaat ..................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN ......................................................................................................

2.1 Tinjauan Umum Gerakan Islam................................................................................

2.1.1 Pengertian Gerakan Islam...........................................................................

2.1.2 Sejarah Gerakan Islam .................................................................................

2.2 Peranan HMI dalam melakukan pergerakan Islam dari masa


Kemerdekaan-sekarang......................................................................................

2.2.1 Gerakan HMI diawal Kemerdekaan.......................................................

2.2.2 Gerakan HMI di masa sekarang............ .....................................................

BAB III PENUTUP ............................................................................................................

3.1 Kesimpulan...............................................................................................................

3.2 Saran..........................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................................


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Membahas tentang agama Islam dan gerakan Islam adalah hal yang sangatlah
menarik untuk dibahas. Agama Islam di sini lahir pada zaman Nabi Muhammad
saw yang mana Nabi Muhammad saw ini merupakan nabi terakhir yang dijelakan
di dalam kitab suci agama Islam yaitu Al-Quran. Yang dijelaskan bahwa Nabi
Muhammad ialah nabi yang membawa pencerahan dan membawa kabar baik
untuk umat manusia pada zaman jahiliah yang dikirimkan oleh allah swt. Pada
penyebaran Islam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dilakukan dengan
banyak cara baik menggunakan cara yang terang-terangan atau tersembunyi-
sembunyi.

Cara terang-teragan ini ialah secara terbuka Nabi Muhammad saw


berdakwah dan menyampaikan, dan menyebarkan tentang agama Islam tersebut
kepada umat manusia. Dan dalam penyebaran Islam ini Nabi Muhammad tidak
hanya menyebarkan agama Islam di Mekah saja tetapi juga Madinah, dan
merambat ke daerah lainnya. Penyebaran agama Islam ini di dunia memiliki cara
masing-masing dalam penyebarannya. Hal itu terjadi karena latar belakang
masyarakat yang dalam hal ini memiliki keragaman.

Perkembangan Islam dan langkah penyebaran Islam didunia sangalah


panjang. Di Indonesia saja penyebaran agama Islam saja sangat panjang. Dari
awal mula penyebaran agama Islam ini terjadi pada abad ke-11 yang mana di
buktikan dengan di temukannya makam seorang wanita muslim di Leran, Jawa
Timur, pada 1082.1 Dalam hal ini perfektif yang saya ambil ialah dari Dr.
Kontowijoyo. Menurut beliau yang termasuk dalam sejarawan muslim ini
menerangkan bahwa Islam di Indonesia pertama dibawah oleh para pedagang-
pedangan muslim yang dalam hal ini mereka selain melakukan perdagangan juga
memiliki tujuan untuk berdakwah dan menyebarkan agama Islam itu sendiri.

1
Kuntowijoyo, Paradigma Islam Interpretasi Untuk Aksi, Bandung: Mizan, 1991, hal. 26
Dalam penyebaran agama ini daya pikat masyarakat terhadap suatu agama ialah
pada gagasan persamaannya, yang merupakan sebuah gagasan yang sangat
menarik bagi kelas saudagar yang sedang tumbuh, dan tidak dimiliki dalam
konsep statifikasi sosial hindu.

Dalam tataanan perkembangan setelah masa awal penyebaran Islam yaitu


saudagar Islam yang cenderung melakukan akifitas di laut seperti kerajaan Demak
yang hampir menguasai banyak wilayah Indonesia.Dengan melakukan
pengambilan kekuasaan oleh Demak pada masa itu yang cenderung dilakukan di
laut dan di tepi pantai, maka setelah zaman itu berakhir masyarakat sudah mulai
masuk di pedealaman yang mana perubahan budaya dari nelayan menjadi petani.
Dalam perkembangannya Ini Islam berkembang sangat pesat.

Babak baru termulainya penyebaran agama Islam di pedalaman yakni


karena kedatangna bangsa Portugis. Bangsa Portugis ini menguasai Banten, dan
akhirnya menguasai Batavia. Dan perkembangan-perkembangan Islam yang
terjadi setelah masuknya bangsa Portugis dan kolonial lainnya ini membuat Islam
berkembang dan menyebar secara luas. Tetapi kaum saudagar yang awalnya
menguasai perpolitikan indonesia dan menyebarkan agama Islam ini mulai kian
terancam hilang.

Dimasa era kemerdekaan Islam sudah berubah bukan tentang penyebaran


agama tetapi pada hakikat lainnya ini ialah sebagai panji perjuangan rakyat jelata
yang memiliki analisis yang tepat mengenai reformasi sosial yang ada dan
menggunakan ideologi berdasarkan kelas. 2 Dan pada dasarnya perjuangan rakyat
jelata ini identik dengan adanya gerakan rakyat. Yang mana gerakan rakyat ini
adalah didasarkan pada suatu keresahan rakyat yang mana disisni rakyat memulai
untuk bergerak dengan menggunakan berbagai cara.

Gerakan rakyat yang mungkin identik dengan Islam yaitu gerakan


keislaman yang memandang bahwa tidak adanya perbedaan kelas antara kaum
Islam dan non Islam. Di sini gerakan Islam didukung dengan hakikat manusia
sebagai khalifah allah yang tercantum dalam kitab suci Al-Quran, yang mana

2
Kuntowijoyo, Paradigma Islam Interpretasi Untuk Aksi, Bandung: Mizan, 1991, hal. 31
kedudukanny sebagai wakil tuhan dimuka bumi yang mana dalam hal ini seakan-
akan tuhan percaya kepada manusia agar mengatur dunia ini.

Gerakan Islam pada masa kemerdeaan sangat terlihat dengan adanya


pembuatan pancasila yang isi sila pertamanya ialah membahas tentang Islam
tetapi dalam hal ini Islam tidaklah menjadi gerakan yang ingin menguasai suatu
negara maka agar tidak adanya perpecahan di bangsa Indonesia ini maka
dirubahlah isi dari sila pancasila yang semula berbunyi “ Ketuhanan yang maha
esa dengan kewajiban menjalankan syariat-syariat Islam bagi pemeluk-
pemeluknya”, berubah menjadi “ketuhanan yang maha esa”.

Gerakan Islam pada masa setelah kemerdekaan tiba, kian banyak gerakan-
gerakan Islam yang ada di Indonesia. Seperti gerakan organisasi kemasarakatan
atau bahkan mahasiswa berbasis Islam. Gerakan-gerakan mereka memiliki tujuan-
tujuan yang berbeda-berbeda dan cara bergerak yang berbeda-beda. Gerakan
organiasi Islam yang awal kemerdekaan ada yakni yaitu organisasi Himpunan
Mahasiswa Islam (HMI).

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan diatas, dapat dibuat


beberapa rumusan masalah, antara lain :

1. Bagaimana pengertian gerakan keislaman dan sejarah gerakan


rakyat dan gerakan pemuda (HMI) sebagai gerakan mahasiswa
yang berbasis keislaman di Indonesia di awal kemerdekaan ?
2. Bagaimana HMI melakukan gerakan dan perannya sebagai
organisasi Islam di masa kemerdekaan-sekarang ?

1.3. Tujuan dan Manfaat Penulisan

Berdasarkan perumusan masalah yang telah dinyatakan sebelumnya,


terdapat beberapa tujuan dan manafaat penulisan ini, antara lain :
1. Untuk mengetahui pengertian gerakan keislaman, sejarah
gerakan rakyat dan gerakan pemuda (HMI) sebagai gerakan
mahasiswa yang berbasis keislaman di Indonesia di awal
kemerdekaan.
2. Untuk mengetahui bagaimana cara HMI melakukan gerakan
dan peranannya sebagai organisasi Islam pada masa sekarang
melakukan suatu gerakan.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Tinjauan Umum dan Sejarah Gerakan Keislaman

Pengertian Gerakan Keislaman

Gerakan keislaman ini secara etimoloi dijelaskan bahwa gerakan sendiri


ialah merupakan suatu hal yan dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang
untuk merubah suatu hal. Keislaman sendiri yakni segala sesuatu hakat martabat
manusia di fokuskan untuk tujuan menegakan syariat Islam. Jadi gerakan
keislaman di sini ialah seseorang atau sekelompok orang Islam yang melakukan
suatu perubahan demi menjalankan hakat martabat sebagai manusia. Menurut
Kontowijoyo, umat Islam harus terus dimotivasi oleh kesadaran subjektif
membela dan memperjuangkan keadlilan sosial ekonomi. Gerakan keislaman
memiliki pengertian yang bergagam seperti halnya gerakan islam yaitu suatu hal
yang dilakukan oleh umat islam yang mana untuk mencapai tujuan atau maksud
tertentu. Tetapi dalam hal ini gerakan islam identik dengan agama islam yang
mana agama islama ini ialah agama yang sudah diyakini oleh penganutnya
sebagai ajaran yang terakhir dan dinyatakan final sampe akhir zaman.

Dari hal diatas gerakan Islam di sini memiliki tujuan dan maksud tertentu,
dan dalam keberjalannya gerakan keislaman ini dimulai dan dilakukan oleh
berbagai aspek seperti halnya masyarakat, mahasiswa, ulama, dan lain-lainnya.
Dan dari hal itu mereka membuat suatu seperti halnya organisasi. Organisasi
berasal dari bahasa inggris yakni “organization” , menurut Handayaningrat
organisasi adalah wadah (wahana) kegiatan dari pada orang-orang yang bekerja
sama dalam usahanya mencapai tujuan. 3

Sejarah Gerakan Islam

Munculnya gerakan Islam yang ada di Indonesia ini menandakan bahwa


terjadinya kebangkitan Islam di Indonesia di masa penjajahan, kemerdekaan,

3
Safarudi, Muhammad Sigid, Organisasi Umum, Deepublish: Yogyakarta, 2017, Hal. 9.
setelah kemerdekaan, dan sekarang. Yang mana pastinya mengharapkan sesuatu
hal dalam pembaharuan suatu tatanan negara atau bangsa. Seperti halnya dalam
sejarah Islam yang berkembang di timur tengah yakni : gerakan Muhammad bin
Abdul Wahab (1703-1787) di Arabia, dan selanjutnya abad ke-19 dan ke-20
terdapat tiga pemikir yakni: Jamaludin al-Afghani (1839-1897), Muhammad
Abduh ( 1849-1905), dan gerakan yang dipimpin oleh Rasyid Ridha (1865-
1935).4 Gerakan-gerakan ini bisa ditafsirkan sebagai pembaharuan dalam Islam
dan sebagai hal yang membukanya kebangkitan Islam di setiap masanya.

Gerakan Islam Kerakyatan

Gerakan Islam terbagi banyak hal yang penting seperti halnya aspek
penggerak atau tokoh yang terdapat di dalam gerakan Islam ini pasti banyak.
Seperti gerakan Islam yang di pelopori oleh rakyat Indonesia sendiri yang mana
Gerakan Islam oleh rakyat ini adalah gerakan yang efektif yang mana gerakan
Islam ini langsung di gerakan oleh aspek utama yang merasakan terhadap suatu
kebijakan atau nantinya yaitu suatu perubahan. Rakyat dalam suatu negara adalah
elemen yang penting karena pada dasarnya rakyat merupakan salah satu syarat
terbentuknya suatu negara. Dapat dikatakan bahwa apabila tidak adanya rakyat
maka negara tidak akan ada. Karena pada teori ilmu negara, negara memiliki 4
unsur penting yaitu : wilayah, pemerintah yang berdaulat, rakyat, dan pengakuan
dari negara lain. 5 Keempat komponen itu haruslah terus terpenuhi agar dapat
dikatakan sebagai negara.

Pentingnya rakyat dalam suatu negara maka rakayat di sini haruslah


memiliki kekuatan atau daya juang lebih karena rakyat bisa membuat suatau
perubahan-perubahan. Pengertian rakyat yaitu penduduk atau sekelompok
masyarakat yang mendiami yang tinggal disuatu daerah atau negara.Menurut
Aloys Budi Purnomo sejatinya rakyat adalah seseorang atau orang-orang yang
memegang penuh kedaulatan negara yang mereka tempati. Menurut Anwar
Harjono ialah rakyat merupakan sumber kekuasaan. Sumber kekuasaan yang
4
Aksa, 2017, Gerakan Islam Tradisional : Sebuah Nomenklatur, Sejarah dan Pengaruhnya di
Indonesia, Historical Studies Journal. Vol. 1 (1), Hal. 2.
5
Soehino, Ilmu Negara, Yogyakarta: Liberty, 1986, Hal.11.
dimaksud di sini ialah ialah apabila seorang pemimipin bisa memiliki
kemampuan untuk mengatur atau bahkan menguasai tentu haruslah ada rakyat
yang bisa untuk dikuasi karena menganggap bahwa dia ialah seorang penguasa.
Tanpa rakyat disini pemimpin tidak mempunyai kekuasaan untuk menguasai
terhadap manusia, benda, dan lain-lainnya.

Dalam gerakan islam kerakyatan ini rakyat melakukan gerakan atas dasar
pribadi atau kelompoknya untuk melakukan suatu gerakan seperti halnya
Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan lainnya. NU dan muhamadiyah di
sini ialah merupakan gerakan keislaman yang memiliki basis masa yang banyak.
Dan dalam sejarah dan hal yang dilakukan kedua gerakan keislaman ini memiliki
tata cara atau cara bergerak dengan karakter yang berbeda-beda. Karakter yang
dmaksud adalah merupakan suatu ciri khas yang dimiliki oleh setiap individu atau
kelompok. Dan juga pada dasarnya gerakan masyarakat ini sendiri memiliki
tujuan masing-masing dan terlebih juga ini adalah suatu gerakan yang murni dari
rakyat sendiri. Dari hal itu maka gerakan NU dan Muhammadiyah memiliki
sejarah singkat antara lain :

Nahdlatul Ulama (NU)

Nahdlatul Ulama adalam arti katanya yaitu “kebangkitan ulama” dalam


sejarahnya NU berdiri pada 16 Rajab 1344 H ( 31 Januari 1926) dan pertama
dipimpin oleh KH. Hasyim Asy’ari. Dalam keberjalannya NU ini memili suatu
kitab pegangan yang mana kitab ini dijadikan dasar, pegangan, dan rujukan
masyarakat NU dalam berpikir rasoinal dan bertindak dalam bidang sosial,
keagamaan, serta politik. Kibat yang menjadi pegangan NU dibagi menjadi 2
yaitu : Qanun Asasi (prinsip dasar) dan kitab I’tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah,
kedua H. Hasyim Asy’ari.

Awal terbentuknya NU disini dilatar belakangi karena kalangan pesantren


pada zaman penjajajh itu gigih dalam melawan kolonialisme dengan membentuk
basis-basis organisasi pergerakan. Tetapi karena terlalu banyaknya organisasi
pergerakan yang memiliki tata cara tindakan yang berbeda maka pada saat itu
ketika Raja Saud hendak menerapkan asas tunggal yakni mazhab wahabi di
Mekah. Saat itu juga umat islam di Indonesia menerima karena tersebut menurut
mereka ialah modernisasi dalam gerakan Islam. Pada saat Kongkres Islam
Internasional di Mekah banyak pesantren tidak dikutkan maka dari itulah awal
yang membuat pembentukan NU.

NU ini merupakan juga gerakan Islam yang lahir sebelum masa


kemerdekaan. Pada dasarnya NU ini juga memiliki tujuan untuk melawan
penjajah kolonial. NU ini juga pendukung Indonesia agar bisa merdeka banyak
langkah gerakan NU yang mengancam penjajah saat itu.

Saat ini gerakan yang NU selalu menjadi mitra pemerintah dalam


pembuatan suatu kebijakan, NU juga selalu memberikan pandangan-pandangan
tentang suatu kebijakan yang mana kebijakan ini dinilai sangat merugikan
umatnya. Dalam gerakan islam ini tidak memungkiri NU juga saling bermitra
dengan lembaga lain selain pemerintah.

Muhammadiyah

Kata “Muhammadiyah” ini sendiri secara bahasa berarti “Pengikut Nabi


Muhammad”. Penggunaan nama ini dijelaskan dan dimaksudnya untuk
mengubungkan organisasi ini dengan ajaran-ajaran Nabi Muhammad dan jejak
juang Nabi Muhammad saw. Dalam pengertian lain di jelaskan bahwa organisasi
yaitu pendukungnya ialah umat Nabi Muhammad saw, dan asas, podoman, ajaran
Nabi Muhammad saw, yaitu Islam. Dengan hal ini memiliki tujuan untuk
memahami dan melaksanakan ajaran yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad
agar dalam keberjalanan organisasi bisa sejalan dengan kemauan agana Islam. 6

Muhammadiyah didirikan oleh K.H Ahmad Dahlan yang merupakan


gerakan Islam modhern di Indonesia. Di bentuk tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H atau
18 November 1912. Organisasi Muhammadiyah ini lahir karena buah pikir
seorang K.H Ahmad Dahlan setelah belaiu melakukan ibadah haji di tanah suci.

6
Miswanto, Agus, dkk, Sejarah Islam dan Kemuhammadiyahan, Magelang: P3SI UMM, 2012,
Hal. 11
Gagasan-gagassan yang beliau bawa sebearnya beliau dapat setelah beliau belajar
tentang gagasan pembaruan dan berguru kepada ulama Indonesia yang hidup di
Mekkah saat itu.

Gerakan Muhammadiyah di saat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia


ini senantiasa di barengi dengan hubungan baik antara penggerak organisasi
Indonesia seperti Budi Utomo. Mereka bersama saling membantu dan menyokong
antar organisasi ini. Muhammadiyah ialah gerakan Islam yang memiliki gagasan
pembaru karena pendirinya K.H Ahmad Dahlan ini dapat memadukan anatara
pelajaran agama dan umum.

Gerakan Islam Pemuda atau Mahasiswa

Dari aspek penggerak lain selain rakyat disini, kaum muda juga turut andil
berperan dalam gerakan keislaman ini. Selain soal gerakan islam pemuda
Indonesia ini juga berperan dalam berbagai aspek yang mana aspek di sini
diartikan banyak aspek, seperti halnya: menjadi pelopor terbentuknya bangsa
Indonesia ini, pemuda menjadi pelopor pendidikan yang ideal di Indonesia.
Pemuda dalam sejarah menjelang kemerdekaan Indonesia saja sudah banyak
melakukan hal yang berani dan melakukan hal yang menjadikan pembaharuan di
negara Indonesia ini.

Seperti dalam hal pembentukan bangsa, Pemuda pada tahun 1928


melakukan suatu pertemuan. Pertemuan ini dihadiri oleh pemuda dari seluruh
daerah yang berbeda-beda. Tapi dalam perbedaan daerah-daerah ini pemuda
Indonesia pada saat itu menyatukan satu tujuan yang sama dan menyebutnya
dengan “Sumpah Pemuda” peristiwa itu menjadi tonggak awal disebut dengan
istilah Bangsa Indonesia. Pemuda yang memiliki semangat belajar, semangat
bekerja, dan juga pola pikir yang baru. Pemuda-pemuda ini melakukan suatu hal
berupa upaya gerakan yang berintelektual, terdidik, gerakan baru yang mana
mereka disebut dengan sebutan “mahasiswa”.

Pengertian mahasiswa terbagi menjadi dua suku kata yaitu maha dan
siswa. Maha artinya “ter/besar” dan siswa artinya “pelajar” jadi pengertian
mahasiswa didefinisikan terpelajar. Maksudnya di sini mhasiswa tidak hanya
mempelajari bidang ilmu saja tetapi ia juga belajar mengimplementasikan dan
membuat suatu inovasi dan kreatifitas. Gelar masiswa merupakan suatu
kebanggan sesorang tetapi juga memiliki tantangan tersendiri. Hal itu dikarenakan
suatu ekspektasi dan tanggung jawab yang di pegang oleh mahaswa di sini
sangatlah besar. Mahasiswa adalah agent of chage atau sering disebut dengan
agen perubahan. Harapan-harapan perubahan bangsa, negara di bebankan kepada
mahasiswa ini. Mahasiswa menjadi pemberi suatu soalusi terhadap suatu masalah
di suatu masyarakat dan bangsa ini. Mahasiswa sebagai sosial kontrol atau juga
sering di sebut mahasiswa haruslah menjadi pengontrol sosial di masyarakat yang
ada. Dalam kewajiban mahasiswa memangharus belajar untuk mencapai gelar
sarjana tetapi dalam hal lain juga mahasiswa haruslah berperan aktif di
masyarakat dan menjadi pengkritik suatu pemerintahan.

Dalam pergerakan Mahasiswa melakukan berbagai gerakan dan


membentuk berbagai organisasi pergerakan. Dengan pedoman atau ajaran yang
berbeda-beda di setiap organisasi yang menjadi hal yang membuat dinamika
pergerakan disaat itu membuming. Dalam pergerakan mahasiswa saat itu banyak
pergerakan mahasiswa dengan ideologi-ideologi tertentu. Tetapi belum adanya
pergerakan mahasiswa yang berasaskan keislaman maka pada tahun 1947 lahirlah
organisasi pergerakan mahasiswa berbasis Islam yang dikenal dengan nama
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Padahal gerakan pada saat itu sangat banyak
dan memiliki tujuan tertentu dalam dibentuknya gerakan itu. Dari gerakan yang di
bentuk oleh perkumpulan mahasiswa indonesia atau perkumpulan pelajar. Dalam
perkembangannya gerakan itu semakin banyak dan meluas. Dan HMI adalah
organisasi yang gerakannya dinamis dan pada saat itu memiliki banyak kader.

Sejarah singkat Himpunan Mahasiswa Islam

Seperti yang sudah diketahui Himpunan Mahasiswa Islam ini berdiri pada
hari Rabu tanggal 14 Rabiul Awal 1366 bertepatan dengan 5 Februari 1947. 7 Pada
saat itu pendiri HMI yaitu Prof.Drs.H. Lafran Pane.mengundang para mahasiswa
Islam yang ada di Yogyakarta baik yang ada di Balai Perguruan Tinggi Gajah

7
Agus Sitompul, Historiografi Himpunan Mahasiswa Islam Tahun 1947-1993, Jakarta:
Intermasa, 1995, hal. 1.
Maja, STI, Sekolah Tinggi Teknik (STT). HMI adalah organiasasi yang
berasaskan Keislaman dan keInonesiaan.

Dalam Historisgrafisnya HMI dinyatakan lahir pada tanggal 5 Februari


1947 dengan ditelitinya koran yang terbit tangal 5 Februari 1947, bersamaan
tanggal 14 Rabiulawal 1366 H. Tetapi dalam naskah surat PB HMI 5 Februari
1947 tidak ditemukannya lampiran dokumen yang berisi bentuk, siat, dasar, dan
program HMI. Dan memang pada kenyataannya dokumen-dokumen yang dicatat
pada saat itu masilah sederhana. 8

2.2 Peranan HMI dalam melakukan pergerakan Islam dari masa


Kemerdekaan-sekarang.

Gerakan HMI diawal Kemerdekaan

Dalam sejarah juang gerakan islam HMI ini organisasi ini berasaskan
keislaman dan keIndonesian. Ini adalah organisasi yang pada masa awal
kemerdekaan ikut serta membant mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Sewaktu perang kemerdekaan berkecambuk, HMI bersama-sama pemerintah dan
kekuatan rakyat lain ikut aktif terjun langsung ke gelanggang medan pertempuran
mengusir penjajah belanda. Dan juga membantu ketika terjadi penghianatan PKI
di Madiun 18 September 1948. Dan dalam tujuan didirikannya HMI ini dibagi
menjadi dua, anatar lain :

a. Mempertahankan dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia.


b. Menegakan dan mengembangkan agama Islam. 9

Sebenarnya langkah juang atau langkah gerakan islam yang dilakukan oleh HMI
pada mas kemerdekaan ialah merupakan realisasi program HMI yang di putuskan
Kongres I HMI 30 November 1947 yang bunyinya: “Bekerja bersama-sama
dengan rakyat Indonesia umunya dan tentara khususnya dalam mempertahankan

8
Agus Sitompul, Historiografi Himpunan Mahasiswa Islam Tahun 1947-1993, Jakarta:
Intermasa, 1995, hal. 11.
9
Agus Sitompul, Historiografi Himpunan Mahasiswa Islam Tahun 1947-1993, Jakarta: Intermasa,
1995, hal. 13.
Negara Republik Indonesia”. Hasil kongkres itulah yang menjadikan HMI
memiliki gerakan yang terlihat oleh masyarakat.

Gerakan HMI lain setelah negara Indonesia memiliki kedudukan dan


kedaulatan rakyat yang utuh dan penuh. HMI ikut serta dalam penaungan ide
dalam pembentukan konstitute pada tahun1955 yang UUDS digantikan konstitute
yang baru. Tetapi keberjalannya ide HMI itu pupus dan tidak bisa diteruskan
karena pada masa itu pemerintah menghentikan pembukaan pembuatan konstitusi.
Dalam keberjalankan gerakan HMI ini HMI memili tantangan pada saat tahun
1964-1965 yang saat itu HMI akan dibubarkan oleh antek PKI tetapi dengn
adanya pengamanan, konsolidasi dan integrasi HMI gagal dihancurkan oleh PKI.
Dan akhirnya tahun 1965 HMI bersma-sama kekuatan mahasiswa lain yang
mempelopori kebangkitan, pada saat itu aksi masa yang dilakukan oleh masa aksi
yang menamakan dirinya KAMI dan masa terbanyak saat itu ialah HMI. Dan
setelah saat itu tahun 1966 terbitlah Tritura berisikan tuntutan bubarkan
PKI,turunkan harga,dan lainnya. Dan setelah itu mulailah demokrasi jalanan yang
dilakukan oleh masa KAMI. Dan mulailah saat itu HMI ikut serta dalam hal
penolakan kebijakan yan tidak menguntungkan rakyat.

Gerakan HMI pada masa sekarang

Gerakan HMI memiliki tujuan yang berbeda karena gerakan lain Lafran
Pane mengatakan: “Walaupun CM, PPMI, KAMI dapat melakukan apa yang
dilaksanakan HMI, namun ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan organisasi
tersebut, dan hanya dapat dilaksankan HMI, yaitu pengkaderan seperti yang
dilakukan oleh HMI, dan pengkaderan ini ialah merupakan ciri khas HMI, yang
organisasi lain tidak memilikinya. Kader yang dihasilkan HMI adalah anggota
yang berwawasan keislaman, keindonesian, kemahasiswaan dan kualitas insan
cita dan bersifat independen”.10 Dan dalam gerakan HMI ini ialah HMI
mengedepankan pengkaderanm, kader yang HMI bentuk itu haruslah berkualitas.
Kualias tersebut sesuai pasal tujuan (pasal 5 AD HMI) yang berbunyi;
“Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan

10
Agussalim Sitompul, 44 Indikator Kemunduran HMI Suatu Kritik dan Koreksi Untuk
Kebangkitan Kembali HMI, Jakarta: Mizaka Galiza, 2005, Hal. 5.
bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah
Subhanahu wata’ala”

Sesuai zaman sekarang gerakan haruslah semakin modern dan semakin


mengikuti zamannya. Seperti gerakan islam perlu adanya penguatan basis yang
mana ini dalam “44 Indikator Kemunduran HMI” HMI perlu menguatkan basis di
kampus. HMI harus berpikir dan berusaha keras untuk membangun dinamika
kampus yang sehat dan berkualitas, bersama-sama kekuatan kemahasiswaan.
Apabila kekuatan basis HMI kuat maka nantinya gerakan HMI juga pastinya lebih
bisa menyeluruh dan bisa mencapai tujusanya. Dan dalam gerakan islam HMI
juga memiliki keharusan untuk melakukan peningkatan kualitas keislaman. Dan
dalam hal ini HMI juga kurang meningkatkan kegandrungan mahasiswa terhadap
spiritual dan meningkatkan praktek keberagamaan di kampus. Tidak hanya
penguatan kader di internal HMI tetapi juga haruslah memiliki peranan di luar
HMI.

Dalam masa sekarang isu sosial-politik yang ada di Indonesia semakin


banyaknya. Berbagai masalah di penjuru negeri semakin meningkat, di sini HMI
yang merupakan organisasi keislaman melakukan suatu pergerakan yang mana
gerakan ini bertujuan untuk demi masyarakat itu sendiri. Mungkin untuk cara
HMI ikut serta dalam penyelesaian maslah sangatlah beragam. Dari cara
melakukan suatu pendampingan atau advokasi disuatu tempat yang terkena
konflik atau juga bisa dengan cara melakukan suatu gerakan kontra kebijakan
yang merugikan rakyat. Tetapi sebelum melakukannya HMI haruslah memiliki
kader yang memang memenuhi dan berkapasitas dalam hal tersebut.

HMI dalam melakukan suatu gerakan atau membantu masyarakat dalam


penyelesaian masalah HMI selalu Independen. Independen disini yaitu tidak
terikat oleh partai politik dan selalu menjadi mitra pengkritik kebijakan
pemerintah.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Gerakan Islam adalah suatu pergerakan atau suatu hal yan dilakukan oleh
seseorang atau sekelompok orang islam untuk merubah sesuatu hal demi harkat
dan martabat sebagai manusia dan tegangnya syariat islam agar terciptanya
masyarakat yang damai. Dalam suatu gerakan Islam atau keislaman di bagi
menjadi bebarapa aspek gerakan yakni gerakan rakyat atau masyarakat, gerakan
mahasiswa, dan lainnya. Gerakan Islam dengan aspek kerakyatan ini ialah suatu
gerakan keislaman yang yang mana dalam keberjalannya dilaksanakan oleh rakyat
atau masyarakat. Sedangkan gerakan Islam dengan aspek mahasiswa atau pemuda
ini demikian yakni gerakan keislaman yang mana dilaksanakan oleh mahasiswa
atau pemuda Indonesia. Baik gerakan Islam kerakyatan atau gerakan Islam
kemahsiswaan keduanya memiliki tujuan dan cara juang berbeda beda tetapi
dalam hal tujuan mereka pasti memiliki tujuan yang tentunya baik menurut
mereka masing-masing. Dan dari gerakan tersebut lahirlah organisasi-organisasi
yang membantu negara Indonesia menjaga kemerdekaannya seperti halnya
gerakan islam kerakyatan seperti : Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).
Gerakan islam yang kemahasiswaan disini yang digambarkan yakni gerakan
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini merupakan organisasi mahasiswa
yang berasaskan keislaman yang termasuk organisasi mahasiswa keislaman
pertama di Indonesia. Dalam gerakannya HMI ini adalah salah satu organisasi
keislaman yang membantu dalam mempertahankan kemerdekaan. HMI dalam
melakukan gerakannya ini dimasa awal kemerdekaan yakni organisasi ini
bersama-sama rakyat melawan penjajah. Dan keberjalan lain HMI ini menjadi
mitra kritik pemerintah terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerinah. Di
sisi lain dalam menjalankan organisasi HMI ini mengedepankan pengkaderan.
Menjadikan kader-kader HMI berintelektual, berwawasan kebangsaan serta
keislaman. Karena pengkaderan ini merupakan tujuan dari organisasi HMI sesuai
AD HMI. Sebagai pergerakan masa kini HMI membutuhkan kader yang dapat
memperkuat basis-basis HMI di ksmpus dan agar dapat menghidupkan kampus
tersebut menjadi kampus yang memiliki dinamika kampus yang baik.

3.2. Saran

Dalam suatu gerakan Islam haruslah ada sinergitas antar semua aspek baik
dari masyarakat atau mahasiswa karena dalam keberjalannya haruslah bersatu
dengan tujuan yang mulia dan tentunya menuju pembaharuan yang baik. Gerakan
yang dilakukan oleh setiap aspek harus tidak boleh saling menjatuhkan tetapi
saling mendukung. Dalam melakukan peranan yang efektifsemua harus bergerak
bersama.
DAFTAR PUSTAKA

Buku :

Kuntowijoyo. 1991. Paradigma Islam Interpretasi Untuk Aksi. Bandung: Mizan


Kusumah, Indra. 2007. Risalah Pergerakan Mahasiswa. Bandung: Percik.
Miswanto, Agus, dkk. 2012. Sejarah Islam dan Kemuhammadiyahan. Magelang:
P3SI UMM.
Nasution, Harun. 1996. Pembaharuan dalam Islam: Sejarah Pemikiran dan
Gerakan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Latif, Yudi. 2011. Negara Paripurna Historis, Rasionalitas, dan Aktualitas
Pancasila. Jakarta: Grademia Pustaka Utama.
Safarudi, Muhammad Sigid. 2017. Organisasi Umum. Deepublish: Yogyakarta.
Sitompul, Agussalim. 1995. Historiografi Himpunan Mahasiswa Islam Tahun
1947-1993. Jakarta: Intermasa.
Sitompul, Asussalim. 2005. 44 Indikator Kemunduran HMI: Suatu Kritik dan
Koreksi Untuk Kebangkitan Kembali HMI. Jakarta: Misaka Galiza.
Soehino. 1986. Ilmu Negara. Yogyakarta: Liberty.
Yatim, Badri. 1999. Soekarno, Islam dan Nasionalisme. Jakarta: Logos Wacana
Ilmu.

Jurnal :
Aksa, 2017, Gerakan Islam Tradisional : Sebuah Nomenklatur, Sejarah dan
Pengaruhnya di Indonesia, Historical Studies Journal. Vol. 1 (1), Hal. 1-
14.
Mulyani, 2012, Revolusi Islam, Gerakan Islam dan Negara Islam: Studi Atas
Pemikiran Politik Kalim Sddiqui, Konfrontasi Jurnal, Vol. 1 (1), hal. 133-
146.
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS

Saya yang bertandatangan di bawah ini :

Nama : Miftah Nur Khayanto


Asal Cabang : Surakarta
Asal Komisariat : Fakultas Hukum UNS

Dengan ini menyatakan bahwa makalah dengan judul “Peran Organisasi Islam
Dalam Gerakan Islaman di Indonesia” Yang di tulis oleh pengarang “benar-
benar asli sebagai karya tulis” dan apabila pernyataan ini terbukti tidak benar
maka saya bersedia menerima sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Demikian surat pernyataan ini saya buat untuk di pergunakan sebagaimana


mestinya.

Surakarta, 24 Januari 2020.


Yang membuat pernyataan,

Miftah Nur Khayanto


BIODATA DIRI

Nama : Miftah Nur Khayanto


Tempat, Tanggal Lahir : Cilacap, 15 Mei 2000
Alamat : Jl. Srandil 234A Desa Glempang Pasir Kec.
Adipala, Kab. Cilacap, Jawa Tengah
Riwayat Pendidikan :

 SD N Pedasong 01, Cilcap


 SMP N 03 Kroya, Cilacap
 SMA N 01 Kroya, Cilacap
 Universitas Sebelas Maret Fakultas Hukum

Riwayat Organisasi

 Staff Mitra dan Bisnis Komunitas Dictif Periode 2018.


 Staff Kementrian Advokasi Masyarakat BEM UNS Periode 2019.
 Staff Deputi Agitasi Strategis Kementrian Luar Negeri BEM FH UNS
Periode 2019.
 Staff Humas Kelompok Studi Pasar Modal FH UNS Periode 2019.
 Staff HRD Businise Law Society FH UNS Periode 2019.

Nama Orang Tua : Ngadimun (Ayah) dan Samiyem (Ibu)