Anda di halaman 1dari 3

1.

Sejarah konsep Civil society & masyarakat madani

Pada masa awal perkembangan kapitalisme modern di Inggris,adanya istilah civil


society yang muncul karena merupakan implikasi pertama penerapan ekonomi Adam
Smith dalam karyanya The Wealth Of Nation.Civil society bercirikan
kebebasan,mempunyai konsep mengarah kepada usahawan (sipil) dengan
kebebasan dalam mengembangkan usahanya yang tebebas dari pembatasan
Negara.Gorbache juga bergagasan tentang civil society tentang keterbukaan,yang
disebut dengan glasnoot dan perestoroika merupakan reformasi atas rejim komunis
yang ditaktor dan menutup ruang keterbukaan dalam Negara.

Masyarakat madani dibangun oleh Nabi Muhammad di Madinah.Pada masa Nabi


Musa yang mampu membebaskan masyarakat dari perbudakan membuat merka
menjadi masyarakat beradap karena taat akan hukum dan aturan,sehingga mereka
disebut dengan medinat yang berarti Negara.Masyarakat madani adalah masyarakat
yang berbudi luhur,adil ,terbuka,demokratis dan sejahtera dengan kualitas kedaban
warganya.

2. Prinsip-prinsip masyarakat madani yaitu :

1. Keadilan > kemestian yang bersifat fitrah yang harus ditegakkan setiap individu.
2. Supermasi Hukum > menetapkan hokum tanpa pandang bulu,tetap hasrus
bersikap adil.
3. Egalitarianisme (persamaam) > persamaan,tidak mengenal system
dinasti,keturunan,ras etnis melainkan prestasi.
4. Pluralisme > sikap perwujudan toleransi dan saling menghormati.
5. Pengawasan Sosial > Sangat penting untuk kepentingan bersama,dpat diawasi
secara individu ataupun lembaga.

3. Peran yang dilakukan oleh umat manusia dalam mewujudkan masyarakat madani adalah
sebagai berikut:

 Memupuk dan menumbuhkan sikap saling pengertian antar umat beragama,dapat


dilakaukan seperti kegiatan dialog antar kelompok agama yang berbeda dengan
perdamaian.Perdamaian merupakan salah syarat untuk terciptanya suasana
sejahtera & menuju masyarakat madani.
 Sering melakukan studi/mempelajari sikap,aturan,kebiasaan,budaya sehingga dapat
mengahdapi masalah dengan baik serta menumbuhkan sifat pluralism.
 Adanya usaha yang dilakukan agar terbentuknya sikap demokratis,pluralis &n
toleran sejak dini melalu pendidikan.
 Selalu bergerak untuk mewujudkan cita2 bersama menuju masyakat madani.

4. Poin penting hak asasi manusia dalam Islam beserta ayat Al-Qur’an yang berkait
dengannya yaitu:

 HAM berdiri dengan konsep kebebasan,tidak bersifat absolute tetapi relative karena
masih dibatasi dengan kebebasan orang lain yang mempunyai hak yang sama.
 Dalam Islam sangat menghormati nilai2 kemanusiaan,tidak melihat dari
ras,etnis,bahsa dll. Melainkan dilihat dari ketaqwaannya kepada Allah.
 Hak dasar yang setiap manusia mempunyainya yaitu hak hidup,hak milik,hak
kehormatan,hak persamaan & hak kebebasan.
 Islam secara inheren mengaskan prinsip kebebasan manusia,tetapi kebebasan yang
bertanggung jawab.
 Ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan HAM dalam Islam yaitu,
o QS.Al-Maai’dah : 32 & Al-Israa’:33 yang menjelaskan tentang hak untuk
hidup.
o Al-Baqarah:188 yang menjelaskan hak dlam kepemilikan
o Al-Hujuraat:11-12 yang menjelaskan tentang kehormatan, dilarangnya
manusia untuk membuka aib dan keburukan yang lain
o QS. A-Hujuraat:13,QS. Al-Israa’:70,QS.Ali Imran:195, dan QS.Al-Maai’dah:8
yang menjelaskan adanya persamaan dalam pandangan setiap
manusia,hanya berbeda dari ketaqwaannya.
o QS.At-Taubah:71 yang menjelaskan tentang kebebasan yang bertanggung
jawab.

5. Hubungan Demokrasi dalam Islam

Demokrasi merupakan sebuah sistem berbangsa yang didasarkan atas prinsip


persamaan,kebebasan,persaudaraan yang telah menjadi penopang bagi penegakan
HAM.Selain itu demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang dimana melibatkan
masyarakat dalam menentukan keputusan & kebijakan nya,dapat dirumuskan
dengan “government of the people,by the people,for the people”.Sistem demokrasi
sangat kompatibel dengan Islam karena tujuan pokoknya tidak lain adalah
menyelenggarankan kebaikan & mencegah keburukan dengan senantiasa
menjungjung nilai2 kemanusiaan.