Anda di halaman 1dari 3

Vitamin

 Klik untuk berbagi di Line new(Membuka di jendela yang baru)


 Klik untuk berbagi di BBM(Membuka di jendela yang baru)

vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh


tubuh
Vitamin A

Vitamin A adalah jenis vitamin larut dalam lemak yang banyak ditemukan pada daging, hati,
produk olahan susu dan telur, buah-buahan, serta sayuran hijau. Di sisi lain, Anda juga bisa
mencukupi asupan vitamin A harian Anda dari suplemen multivitamin.

Manfaat vitamin A sering dikaitkan dengan kesehatan mata, tetapi mikronutrisi yang terkandung
dalam vitamin A juga berperan penting untuk mendukung sistem imun. Mencukupi kebutuhan
tubuh akan vitamin A dapat membantu menurunkan risiko kanker prostat dan kanker paru,
menjaga kesehatan kulit, dan memelihara pertumbuhan serta kekuatan tulang. Vitamin A juga
membantu jantung, paru-paru, ginjal, dan organ lainnya bekerja dengan baik.

Vitamin B kompleks

Vitamin B kompleks adalah kelompok vitamin yang terdiri dari delapan jenis vitamin B: B1
(thiamine), B2 (riboflavin), B3 (niacin), B5 (pantothenic acid), B6, B7 (biotin), B9 (folat), dan
B12. Pada dasarnya, setiap mikronutrien dalam vitamin B kompleks membantu tubuh
mengubah makanan menjadi energi.

Mengonsumsi multivitamin B kompleks dapat membantu mengobati atau mencegah masalah


kesehatan tertentu, termasuk gangguan kecemasan, depresi, kelelahan, penyakit jantung, nyeri
pramenstruasi, dan masalah kulit seperti jerawat. Selain itu, banyak orang mengonsumsi
suplemen vitamin ini untuk meningkatkan energi, mendukung kesehatan otak, meningkatkan
mood, menajamkan memori, mengurangi stres, merangsang sistem kekebalan tubuh, dan
meningkatkan kesehatan rambut dan kulit.

Vitamin C

Vitamin C adalah jenis vitamin larut dalam air yang berperan penting untuk pertumbuhan dan
perbaikan sel-sel dalam tulang, gigi, dan kulit. Vitamin C juga melindungi tubuh Anda dari
berbagai infeksi karena manfaat vitamin C yang memelihara fungsi sistem kekebalan tubuh.
Selain itu, vitamin C bekerja sebagai antioksidan yang membantu mencegah kerusakan sel
akibat radikal bebas sehingga dapat mengurangi risiko sejumlah kanker — termasuk kanker
mulut dan tenggorokan, kerongkongan, perut, dan kanker payudara.
Meski kasus serius dari kekurangan vitamin C jarang terjadi, tetap saja banyak orang yang
mungkin tidak mencukupi kebutuhan vitamin C-nya karena tubuh manusia tidak dapat
memproduksi vitamin C secara mandiri. Misalnya orang-orang yang merokok. Merokok
menurunkan jumlah vitamin C dalam tubuh, sehingga perokok berada pada peningkatan risiko
untuk mengalami defisiensi vitamin C.

Itu mengapa penting untuk Anda mendapatkan kecukupan asupan vitamin ini dari makanan
sehat, misalnya jeruk, brokoli, jambu biji, dan pepaya. Anda juga bisa mencukupi asupan
vitamin C harian Anda dari suplemen multivitamin. Manfaat vitamin C jika dikonsumsi jangka
panjang dalam bentuk suplemen juga dapat melindungi Anda dari katarak.

Vitamin D3

Tidak seperti vitamin C, Vitamin D3 dibuat oleh tubuh secara alami saat kulit terkena sinar
matahari. Tapi banyak orang yang tidak mendapatkan cukup nutrisi ini. Sementara tubuh
menggunakan sinar matahari untuk membuat vitamin D, asupannya bisa tidak cukup jika Anda
tinggal di daerah dingin atau tidak menghabiskan banyak waktu di bawah sinar matahari. Itu
sebabnya juga penting untuk mendapatkan pasokan vitamin D dari makanan — seperti salmon,
makarel, kuning telur, dan susu — dan suplemen multivitamin.

Mencukupi asupan vitamin D penting untuk membantu tubuh mempercepat penyerapan kalsium
dan fosfor untuk membangun dan menjaga tulang yang kuat. Manfaat vitamin D juga termasuk
mengobati dan mencegah gangguan tulang (seperti rakitis, osteomalacia, dan osteoporosis).
Selain itu, asupan vitamin D yang memadai memberikan sejumlah efek perlindungan terhadap
beberapa penyakit seperti kanker dan diabetes tipe 1. Suplemen multivitamin D juga dapat
mengurangi risiko patah tulang non-tulang belakang.

Vitamin E

Vitamin E adalah kunci dari kesehatan kulit dan mata. Anda bisa mendapatkan cukup asupan
vitamin E dengan mengonsumsi berbagai makanan termasuk minyak nabati, kacang-kacangan,
sayuran hijau, dan produk makanan jadi yang diperkaya. Anda juga dapat mencoba untuk
memenuhi kebutuhan vitamin E harian Anda dari multivitamin.

Di dalam tubuh, vitamin E bertindak sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel-sel
dari kerusakan akibat radikal bebas. Tubuh juga membutuhkan vitamin E untuk meningkatkan
sistem imun sehingga dapat melawan bakteri dan virus. Manfaat vitamin E ditemukan mampu
memperlebar pembuluh darah dan menjaga pembekuan darah.

Akan tetapi studi yang mengamati manfaat vitamin E untuk mencegah kanker, penyakit jantung,
diabetes, penyakit Alzheimer, katarak, dan kondisi lainnya belum menemukan hasil yang
meyakinkan. Manfaat vitamin E sejauh ini hanya baru terbukti nyata pada orang yang menderita
defisiensi. Namun demikian, kasus kekurangan vitamin E jarang terjadi. Orang-orang yang
menjalani diet rendah lemak mungkin tidak memiliki cukup vitamin E.

Selenium
Selenium adalah mineral penting yang penting untuk ketajaman fungsi kognitif, sistem
kekebalan tubuh yang sehat, dan kesuburan bagi pria dan wanita. Selenium ditemukan dalam
berbagai makanan, misalnya nasi, telur, kacang Brasil, makanan laut, dan organ daging.

Mineral ini terlibat dalam produksi prostaglandin dalam tubuh, yang dapat mengurangi
peradangan terkait dengan rematik. Dalam tubuh, selenium bekerja sama dengan vitamin E
sebagai antioksidan untuk mencegah pembentukan radikal bebas sehingga dapat mengurangi
risiko kanker kulit dan mencegah kulit terbakar matahari. Sebuah studi dari Belanda juga
mengaitkan asupan cukup selenium dengan rendahnya risiko kanker prostat.

Yodium

Yodium adalah mineral yang dibutuhkan dalam menu makanan harian Anda untuk memelihara
fungsi tiroid dan metabolisme sel. Asupan yodium rendah dapat menyebabkan gondok,
pembengkakan tidak normal di daerah leher. Hipotiroidisme adalah konsekuensi potensial lain
dari asupan yodium rendah, menyebabkan kumpulan gejala yang termasuk kelelahan,
peningkatan berat badan, intoleransi terhada suhu dingin, dan sembelit.

Meski produk garam beryodium hadir sebagai cara yang cukup efektif guna mencukupi
kebutuhan yodium harian, diperkirakan 2 miliar orang di seluruh dunia masih berisiko
mengalami defisiensi yodium. Untuk mencegah hal ini, Anda bisa mendapatkan asupan harian
yodium dengan mengonsumsi hidangan laut, keju, dan telur. Sejumlah multivitamin di pasaran
juga telah dilengkapi dengan yodium.