Anda di halaman 1dari 4

Nama; Milatul Hanifah

Nim; 11860121573
Kelas: 5/C
Matkul; Kesehatan Jiwa

RESUME
Kesehatan jiwa: kondisi dimana seseorang individu dapat berkembang secara fisik,
mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri dapat
bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya.
Masalah kesehatan jiwa;
1. Kesenjangan pengobatan
2. Stigma dan diskriminasi
3. Akses layanan kesehatan jiwa
4. Tingginya angka penyalahgunaan napza
5. Tingginya angka bunuh diri
6. Layanan kesehatan jiwa di komunitas
7. Tingginya beban akibat gangguan jiwa
8. SDM kesehatan jiwa
9. Data
10. Kesehatan jiwa pada kondisi bencana
Gangguan jiwa;
 Gangguan dalam proses pikiran, perasaan, dan perilaku
 Menimbulkan distress (penderitaan) dan disability
Gangguan jiwa ini bisa kita golongkan ke dalam beberapa gangguan;
1. Akibat kondisi medis umum
2. Gangguan psikotik
3. Gangguan jiwa akibat penggunaan zat
4. Gangguan cemas dan gangguan depresi
Gangguan jiwa pada anak;
1. Gangguan perkembangan
2. Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif, dll
Upaya kesehatan jiwa; setiap kegiatan untuk mewujudkan derajat kesehatan jiwa yang
optimal bagi individu, keluarga, dan masyarakat dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif
dan rehabilitative yang diselenggarakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan oleh
pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat.
Tujuan upaya kesehatan jiwa;
1. Menjamin setiap orang mencapai kualitas hidup yang baik, bebas dari
ketakutan, tekanan dan gangguan yang bisa menganggu kesehatan jiwa.
2. Memberikan perlindungan dan menjamin layanan sesuai hak asasi manusia
3. Menjamin ketersedian dan keterjangkuan sumber daya
4. Menjamin setiap orang dapat mengembangkan berbagai potensi kecerdasan
5. Pelayanan kesehatan terintegrasi, komprehensif, berkesinambungan
6. Meningkatkan mutu upaya kasih jiwa dan memberi kesempatan untuk
mendapatkan haknya
 Upaya promotif
1. Mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan jiwa
2. Menghilangkan stigma, diskriminasi dan pelanggaran hak asasi
3. Meningakatkan pemahaman, penerimaan dan peran
 Upaya preventif
1. Mencegah masalah kesehatan jiwa
2. Mencegah timbulnya/kambuhnya gangguan jiwa
3. Mengurangi faktor resiko
4. Mencegah timbulnya dampak masalah psikososial
 Upaya kuratif
1. Penyembuhan/pemulihan
2. Pengendalian disabilitas
3. Pengurangan penderitaan
4. Pengendalian gejala penyakit
 Upaya rehabilitatif
1. Mencegah/mengendalikan disabilitas
2. Memulihkan fungsi sosial
3. Memulihkan fungsi okupasional
4. Mempersiapkan ODGJ mandiri masyarakat
Prinsip umum layanan kesehatan jiwa;
1. Komunikasi dengan pasien dan keluarga (empati, menghargai, tidak
menghakimi)
2. Pemeriksaan (riwayat medis dan psikososial)
3. Tatalaksana dan monitoring (tujuan terapi, keberlangsungan pengobatan)
4. Penggerakan dan penyedian dukungan sosial (libatkan keluarga, kelompok
swabantu, sumberdaya local)
5. Perlindungan terhadap hak asasi (hargai martabat, sensitif, sesuai kultur, bebas
diskriminasi
Kelompok pasien berisiko tinggi;
1. Pasien dengan penyakit fisik kronis
2. Pasien dengan keluhan fisik yang diduga ada hubungan dengan masalah
kejiwaan
3. Keluhan fisik beraneka ragam/berganti-ganti, gangguan fisik/kelainan organic
4. Pasien yang mengalami pengalaman hidup yang ekstrem (trauma psikologis,
stress yang berat, kehilangan.)
5. Pasien dengan disabilitas
Gejala-gejala depresi;
1. Sedih/murung setiap waktu
2. Kehilangan minat
3. Tidak bertenaga, mudah lelah
4. Rasa tidak berguna/rasa bersalah
5. Pandangan masa depan yang suram
6. Harga diri dan kepercayaan diri berkurang
7. Gangguan tidur
8. Perbuatan membahayakan diri/bunuh diri
9. Gangguan pola makan
10. Konsentrasi/perhatian berkurang
Epidemiologi;
 Gejala depresi ditampilkan pada 20% to 30% pasien yang berkunjung ke klinik umum
 Prevalensi sepanjang hidup depresi berkisar 1,5-12%
 Pada wanita, depresi muncul 2 kali lebih banyak dibanding pria
 Depresi akan menjadi gangguan yang bersifat kronis pada beberapa pasien
Kapan seharusnya mencurigai depresi?
1. Gejala yang banyak dan kabur (missal gastrointestinal, kardiovaskular,
neurologis)
2. Kelelahan atan gangguan tidur
3. Nyeri kronik (nyeri punggung, nyeri kepala)
4. Penyalahguaan zat (alkohol atau obat-obatan)
5. Dua atau lebih penyakit kronik
6. Kehilangan minat terhadap aktivitas seksual
7. Umur lanjut
8. Obesitas
9. Kerabat tingkat pertama dengan riwayat depresi
10. Lingkungan rumah yang miskin
11. Kesulitan keuangan
12. Perubahan hidup yang besar
13. Kehamilan atau pasca persalinan
14. Terisolasi dari pergaulan sosial
Tujuan pengelolaan depresi:
 Mengurangi atau menghilangkan gejala
 Mengembalikan peran dan fungsi
 Kualitas hidup yang baik
 Mengurangi resiko disabilitas/mortalitas
 Mengurangi resiko kekambuhan