Anda di halaman 1dari 16

KEWIRAUSAHAAN

“ALAT ALAT ANALISIS DALAM EKONOMI”

DISUSUN OLEH KELOMPOK 5 :

1. Andriyanti A.G
2. Dewi Wulan Cahyani
3. Hadian Firdaus
4. Muhammad Ikhsan
5. Putri Yunita Sari
6. Rosa Gistina Salsabila
7. Widya Astuti
8. Yuniar

PRODI KEPERAWATAN
FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS AISYAH PRINGSEWU
TAHUN AJARAN 2020
Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul Alat – alat analisis ilmu
ekonomi. Makalah ini merupakan media yang dapat dipergunakan dalam memahami alat
analisis ilmu ekonomi, di mana untuk dapat memberikan informasi mengenai grafik dalam
perekonomian. Makalah ini yang akan memberikan informasi Informasi penting bagi siswa-
siswi keperawatan dan kesehatan lain yang terkait mengenai alat analisis ilmu ekonomi, baik
grafik permintaan maupun penawaran.

Selain itu, penulis juga berharap makalah ini dapat dipergunakan oleh mahasiswa/i
Universitas Aisyah Pringsewu khususnya dalam memberikan bimbingan dan meningkatkan
pengetahuan grafik ilmu ekonomi.

Gadingrejo, 12 September 2020


DAFTAR ISI
BAB I....................................................................................................................................................4
PENDAHULUAN.................................................................................................................................4
A. Latar Belakang...........................................................................................................................4
B. Tujuan........................................................................................................................................5
BAB II...................................................................................................................................................6
Tinjauan Teori Terkait...........................................................................................................................6
A. Definisi alat alat ekonomi.........................................................................................................6
B. Sifat sifat grafik.........................................................................................................................6
C. Jenis Jenis Kurva.......................................................................................................................9
D. Peranan Ilmu Stastistik Dalam Analisis Ekonomi....................................................................10
E. Jenis-Jenis Analisis Ekonomi..................................................................................................14
BAB II.................................................................................................................................................15
PENUTUP...........................................................................................................................................15
A. Kesimpulan..............................................................................................................................15
B. Saran........................................................................................................................................15
Daftar Pustaka.....................................................................................................................................16
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ilmu ekonomi adalah suatu bidang studi yang sudah cukup lama
berkembang. Sebagai satu bidang ilmu pengetahuan, perkembangannya
bermula sejak tahun 1776, yaitu setelah Adam Smith dan ahli ekonomi
Inggris seorang pemikir menerbitkan bukunya yang berjudul: "An Inquiry
into the Nature and Causes of the Wealth of Nations." Beberapa pandangan
dalam buku beliau masih tetap mendapat perhatian dalam pemikiran ahli-
ahli ekonomi pada masa kini. Adam Smith dapat dianggap sebagai "bapak
ilmu ekonomi".

Sebelum era Adam Smith sebenarnya sudah banyak pemikiran


pemikiran yang dikemukakan mengenai persoalan-persoalan ekonomi yang
dihadapi oleh suatu negara. Tetapi tulisan-tulisan itu tidak dikemukakan
secara sistematik. Topik-topik yang dibahas masih terbatas dan belum ada
analisis yang menyeluruh tentang berbagai aspek kegiatan perekonomian
dalam suatu masyarakat. Keterbatasan analisis itu menyebabkan pula
pemikiran-pemikiran ekonomi masih belum dapat dipandang sebagai satu
cabang ilmu yang berdiri sendiri.

Dalam dua abad setelah zamannya Adam Smith dunia telah menjadi
sangat berkembang. Dalam masa hidup Adam Smith, Revolusi Industri baru
saja akan bermula. Sekarang ini kegiatan industri sudah sangat canggih dan
teknologi yang digunakan sudah sangat berbeda dengan yang terdapat pada
zamannya Adam Smith. Juga organisasi perusahaan sudah jauh lebih
kompleks dan sistem kegiatan memproduksi sudah jauh lebih rumit. Corak
kegiatan perekonomian negara secara keseluruhannya juga sudah sangat
berbeda. Pertumbuhan dan modernisasi kegiatan ekonomi di
berbagainegara sangat mempengaruhi perkembangan pemikiran-pemikiran
ekonomi sejak penerbitan buku Adam Smith seperti dinyatakan di atas.
Pada masa ini analisis-analisis dalam ilmu ekonomi telah menjadi lebih
kompleks dan memberi gambaran yang lebih lengkap mengenai kegiatan
suatu perekonomian. Secara garis besarnya, analisis-analisis yang terdapat
dalam ilmu ekonomi dapat dibedakan kepada dua bentuk analisis: teori
mikroekonomi dan makroekonomi.

Ruang lingkup dan cam analisis teori mikroekonomi dan makro ekonomi
akan diterangkan dalam bagian yang terakhir dari bab ini. Terlebih dahulu
bab ini akan menerangkan empat aspek yang erat hubungannya dengan
metodologi dalam analisis ekonomi. Aspek-aspek tersebut adalah:

 Masalah pokok ekonomi yang dihadapi setiap masyarakat, yaitu


masalah kelangkaan atau kekurangan. Berdasarkan uraian mengenai
masalah ekonomi pokok tersebut akan dirumuskan definisi ilmu
ekonomi.
 Jenis-jenis analisis ekonomi.
 Ciri-ciri utama suatu teori ekonomi dan kegunaan teori ekonomi.
 Bentuk-bentuk alat analisis yang digunakan pakar ekonomi dalam
menerangkan teori ekonomi dan menganalisis berbagai peristiwa yang
terjadi dalam perekonomian.

B. Tujuan
1. Tujuan umum
Untuk memahami jenis jenis alat analisis ekonomi yang digunakan
2. Tujuan khusus
a. Untuk mengetahui definisi alat alat ekonomi
b. Untuk mengetahui sifat sifat grafik
c. Untuk mengetahui jenis jenis kurva permintaan
d. Untuk mengetahui peranan ilmu stastistik dalam analisis ekonomi
BAB II

Tinjauan Teori Terkait

A. Definisi alat alat ekonomi

Grafik dan kurva adalah alat analisis yang utama dalam teori ekonomi.
Dalam teori yang lebih mendalan (advanced), matematika dan persamaan
matematika memegang peranan yang sangat penting. Di samping itu
statistik adalah alat analisis untuk mengumpulkan fakta dan menguji
kebenaran teori ekonomi.
Teori dan penjelasan-penjelasan ilmiah memerlukan alat-alat agar dapat
dengan lebih mudah dimengerti. Dalam bidang kedokteran, misalnya,
pengajaran mengenai tubuh manusia dibuat dengan menggunakan bantuan
gambar dan model-model mengenai tubuh manusia dan bagian-bagiannya.
Dalam ilmu ekonomi, usaha untuk memberikan penerangan yang lebih
jelas mengenai teori-teori ekonomi dilakukan dengan bantuan grafik dan
kurva. Teori mikroekonomi dan makroekonomi, terutama yang bersifat
pengantar, banyak sekali menggunakan grafik dan kurva dalam
analisisnya.

B. Sifat sifat grafik


Suatu grafik mempunyai dua sumbu: sumbu datar dan sumbu tegak.
Sumbu datar adalah sumbu yang letaknya horizontal, sedang sumbu tegak
adalah sumbu yang tegak lurus pada sumbu horizontal. Pertemuan di
antara kedua sumbu tersebut dinamakan "origin" atau "titik asal" dan
nilainya adalah 0.
Tiap sumbu menjelaskan nilai suatu variabel. Pada titik O nilai variabel
adalah nol, dan makin jauh dari titik 0 nilai variabel menjadi bertambah
tinggi. Dengan demikian pada sumbu tegak, makin ke atas kedudukannya,
nilai yang ditunjukkan adalah makin besar. Pada sumbu datar, makin ke
kanan kedudukannya, nilainya semakin tinggi. Sifat hubungan yang ciri-
cirinya adalah seperti yang diterangkan di atas ditunjukkan pada Gambar
1.1. Dalam gambar itu ditunjukkan titik P. Titik itu menggambarkan
bahwa pada waktu nilai variabel yang diterangkan oleh sumbu tegak
(variabel II) adalah Y, nilai variabel yang diterangkan oleh sumbu datar
(variabel I) adalah X.

Hubungan Antara Variabel

Bagaimana grafik tersebut membantu menerangkan teori-teori ekonomi?


Untuk menjawab pertanyaan ini suatu gambaran hipotesis mengenai sifat
hubungan antara dua variabel perlu ditunjukkan. Terdahulu telah
diterangkan mengenai hukum permintaan, yaitu apabila harga mengalami
perubahan maka jumlah barang yang diminta juga akan mengalami
perubahan.
Dalam Tabel 1.1 ditunjukkan gambaran yang lebih spesifik mengenai
bagaimana harga berkaitan dengan besarnya permintaan. Contoh yang
digambarkan adalah mengenai jumlah permintaan sejenis baju pada
berbagai tingkat harganya

Keadaan Harga (ribu rupiah) Jumlah yang dibeli (unit)


A 50 300
B 40 400
C 30 600
D 20 1050
E 10 1800

Keadaan yang ditunjukkan oleh (A) menggambarkan bahwa apabila


harga baju Rp 50 ribu jumlah yang akan dibeli adalah 300 helai. Sedangkan
keadaan yang ditunjukkan oleh (B) menunjukkan bahwa kalau harga baju
turun menjadi Rp 40 ribu, jumlah yang dibeli bertambah menjadi 400 helai.
Penurunan harga selanjutnya menyebabkan jumlah yang akan diminta
menjadi semakin bertambah besar lagi. Ini dapat dilihat dari keadaan yang
ditunjukkan oleh (C), D) dan (E) dalam Tabel 1.1. Dalam Gambar 1.2
ditunjukkan secara grafik sifat hubungan antara harga dan permintaan baju
seperti yang terdapat dalam Tabel 1.1. Keadaan (A) dalam Tabel 1.1
digambarkan oleh titik A, yang berarti padasumbu harga (sumbu tegak)
nilainya harus Rp 50 ribu dan pada sumbu jumlah permintaan (sumbu datar)
nilainya adalah 300. Demikian pula titik B, C, D dan E berturut-turut
menunjukkan gambaran secara grafik dari pada keadaan (B), (C), (D) dan
(E) yang ditunjukkan dalam Tabel 1.1. Kalau titik A, B, C, D dan E,
dirangkaikan akan diperolehlah suatu kurva. Kurva ini menggambarkan
hubungan fungsional di antara harga baju dan jumlah permintaan
terhadapnya.
C. Jenis Jenis Kurva

1. Kurva permintaan
Kurva tersebut dinamakan kurva permintaan terhadap baju, dan
bentuknya adalah seperti yang ditunjukkan oleh kurva DD dalam
grafikpada Gambar 1.3. Tampak bahwa kurva permintaan menurun dari
sebelah kiri atas ke kanan bawah. Artinya, sifat hubungan antara kedua
variabel itu adalah terbalik, yaitu kenaikan nilai suatu variabel (harga)
menimbulkan penurunan nilai variabel lainnya Jumlah permintaan). Dalam
keadaan di mana hubungan antara kedua variabel tersebut adalah bersifat
hubungan langsung, yaitu kenaikan nilai suatu variabel akan menaikkan
nilai variabel lainnya, kurvanya naik dari sebelah kiri bawah ke sebelah
kanan atas.
2. Kurva penawaran
Kurva penawaran yaitu kurva yang menunjukkan hubungan di antara
harga dan jumlah barang yang ditawarkan penjual, adalah suatu contoh
kurva yang menggambarkan hubungan dua variabel yang bersifat hubungan
langsung. Kurva S dalam Gambar 1.3() menunjukkan suatu kurva
penawaran. Kurva tersebut menunjukkan sifat berikut: O pada harga rendah
penawaran juga rendah (lihat titik A), dan (1) pada harga tinggi jumlah
yang ditawarkan lebih banyak (lihat titik B).

D. Peranan Ilmu Stastistik Dalam Analisis Ekonomi

Ilmu statistik memegang peranan yang sangat penting dalam


mengumpulkan data mengenai berbagai aspek kegiatan perekonomian.
Berbagai metode statistik memungkinkan dilakukannya pengumpulan data
kegiatan ekonomi yang penting seperti tingkat produksi nasional,
perkembangan jumlah penduduk, jenis-jenis pengangguran, dan
perkembangan tingkat harga-harga, Yang lebih penting lagi, ilmu statistik
memberikan sumbangan yang penting sckali dalam analisis ekonomi.
Dalam hubungannya dengan ilmu ekonomi, ilmu statistik memegang dua
peranan penting berikut:

 Menyediakan berbagai jenis angka indeks untuk menunjukkan


kecenderungan perkembangan variabel-variabel ekonomi tertentu
dari waktu ke waktu.
 Menguji atau menyelidiki kebenaran pandangan dalam teori-teori
ekonomi.

1. Angka Indeks
Banyak keterangan-keterangan yang sederhana, yang merupakan
gambaran umum mengenai perubahan yang berlaku dalam suatu bidang
kegiatan ekonomi, selalu diperlukan dalam menganalisis keadaan suatu
perekonomian. Orang selalu ingin tahu, sebagai contoh, mengenai
tingkat kenaikan harga harga atau tingkat kenaikan produksi.
Harga berbagai jenis barang mengalami perubahan yang berbeda
dari waktu ke waktu. Ada yang mengalami kenaikan yang cepat, ada
yang mengalami kenaikan yang lambat dan ada yang tidak mengalami
kenaikan atau menurun. Begitu pula dengan tingkat produksi di
berbagai kegiatan ekonomi, ia selalu mengalami perubahan yang seperti
itu. Oleh karena itu sukarlah untuk mengetahui, misalnya, berapakah
tingkat kenaikan harga barang konsumsi atau tingkat produksi sektor
industri dalam satu tahun tertentu. Maka, untuk mengatasi masalah
seperti itu, digunakanlah angka indeks. Angka indeks dapatlah
didefinisikan sebagai angka yang menunjukkan perubahan rata-rata
sekumpulan data tertentu dari waktu ke waktu. Dua angka indeks yang
terpenting mengenal perubahan keadaan kegiatan ekonomi adalah
indeks harga dan indeks produksi.

a. Indeks harga dalam analisis ekonomi, indeks harga menunjukkan


besarnya perubahan rata-rata harga sekumpulan barang dari suatu
waktu ke waktu lainnya. Untuk menunjukkan besarnya perubahan
tersebut diperlukan suatu masa/tahun yang akan dijadikan sebagai
titik tolak dalam melihat besarnya perubahan harga yang berlaku.
Masa tersebut dinamakan tahun dasar (base year). Untuk tahun
dasar itu angka indeksnya diberi nilai 100. Angka indeks pada
tahun-tahun lainnya, sebelum atau sesudahnya, dihitung
berdasarkan kepada keadaan perubahan harga-harga yang beda jika
dibandingkan dengan tahun dasar. Dimisalkan angka indeks harga
pad suatu tahun tertentu adalah 110. Data itu berarti bahwa secara
rata-rata tingkat harga di tahun itu telah mengalami kenaikan
sebesar 10 persen dibandingkan dengan harga-harga pada tahun
dasar.

b. Indeks produksi indeks ini, yang menunjukkan perubahan tingkat


produksi, juga menghadapi masalah yang sama seperti
menunjukkan perubahan tingkat harga. Tingkat perubahan
produksi berbagai kegiatan di suatu sektor, misalnya sektor
industri, adalah berbeda-beda. Ada sektor industri yang cepat
berkembang dan ada pula yang lambat berkembang. Menghadapi
keadaan seperti itu bagaimana caranya menggambarkan perubahan
produksi rata-rata dari berbagai kegiatan ekonomi/industri
tersebut? Sekali lagi angka indeks dapat memecahkan kesulitan
tersebut. Seperti juga dalam membuat indeks harga, langkah
pertama yang harus dilakukan adalah menentukan tahun dasar dan
tingkat produksi pada tahun tersebut diberi angka 100. Angka
indeks tahun-tahun lainnya ditentukan berdasarkan perubahan
tingkat produksi pada berbagai kegiatan ekonomi kalau
dibandingkan dengan pada tahun dasar.

2. Menguji Kebenaran Teori-teori Ekonomi


Peranan lain yang dipegang oleh ilmu statistik dalam analisis
ekonomi adalah untuk menguji kebenaran dari teori-teori ekonomi.
Seterusnya, apabila teori ini benar, ilmu statistik dapat pula digunakan
untuk menyatakan dengan lebih spesifik (secara angka-angka) sifat
hubungan antara variabel-variabel dalam teori tersebut. Teori ekonomi
dibuat berdasarkan observasi yang dilakukan ke atas kegiatan ekonomi.
Sebagai contoh, berdasarkan kepada observasi di pasar seorang ahli
ekonomi membuat teori berikut: Kalau pendapatan seseorang naik,
maka pengeluarannya untuk membeli makanan akan bertambah. Ilmu
statistik pertama-tama dapat digunakan untuk melihat apakah teori atau
pernyataan ini benar. Seterusnya, apabila kebenarannya memang
terbukti, ilmu statistik dapat pula digunakan untuk mengetahui: Kalan
pendapatan mengalami kenaikan pada suatu tingkat tertentu, misalnya
sebesar 10 persen, berapa persenkah kenaikan pengeluaran ke atas
makanan yang terjadi?
Sebagai ilmu sosial, ilmu ekonomi tidak dapat menguji teori-teorinya
dengan melakukan percobaan-percobaan di laboratorium. Data yang
diperlukan harus dikumpulkan dari kehidupan dan kegiatan masyarakat
sebenarnya. Dalam menguji kebenaran teori atau hipotesis di atas suatu
penyelidikan harus dilakukan. Dun pertanyaan perlu dikemukakan,
yaitu berapakah pendapatan seseorang dan (i) dari pendapatan tersebut,
berapakah yang digunakan untuk membeli bahan makanan ?
Andaikata data yang dikumpulkan tersebut memang menunjukkan
bahwa pendapatan yang lebih tinggi diikuti oleh pengeluaran ke atas
bahan makanan yang lebih tinggi, maka teori tersebut adalah benar.
Analisis statistik dapat pula digunakan untuk menentukan dengan lebih
spesifik sifat hubungan antara pendapatan dan pengeluaran ke atas
bahan makanan. Tujuan itu dapat dicapai dengan melakukan analisis
regresi. Analisis regresi akan menentukan suatu persamaan yang
menaksir sifat hubungan fungsional antara pendapatan dan pengeluaran
ke atas bahan makanan. Misalkan analisis tersebut mendapati bahwa
sifat hubungan fungsional antara pendapatan dan pengeluaran ke atas
bahan makanan adalah sebagai berikut: X = 4.000 + 0,8Y, di mana Y
adalah pendapatan dan X adalah pengeluaran untuk bahan makanan.
Dengan rnenggunakan persamaan itu dapatlah diketahui dengan lebih
spesifik sifat hubungan dari kedua variabel tersebut. Di samping itu
persamaan itu dapat digunakan untuk rnengetahui besarnya pengeluaran
ke atas bahan makanan pada berbagai tingkat pendapatan. Anda pun
dapat melakukan penghitungan tersebut. Cobalah tentukan nilai
pengeluaran untuk bahan makanan ketika pendapatan adalah Rp
400.000 atau Rp 800.000 atau Rp 900.000.
E. Jenis-Jenis Analisis Ekonomi

1. Ekonomi Deskriptif
Ilmu ini merupakan suatu analisis ekonomi menggambarkan keadaan
yang sebenarnya wujud dalam perekonomian (seperti keadaan petani di
Jawa Tengah adalah tergolong sebagai ilmu ekonomi deskriptif.

2. Teori Ekonomi
Suatu pandangan-pandangan yang menggambarkan sifat hubungan
yang wujud dalam kegiatan ekonomi dan ramalan tentang peristiwa
yang terjadi apabila suatu keadaan yang mempengaruhinya mengalami
perubahan.

3. Ekonomi Terapan
Bidang ini disebut juga sebagai teori kebijakan ekonomi yaitu cabang
ilmu ekonomi yang menelaah tentang kebijakan ynga perlu
dilaksanakan untuk mengatasi masalah-masalahekonomi.salah satu
peranan teori ekonomi adalah berfungsi sebagai landasan dalam
merumuskan kebijakan-kebijakan ekonomi.

Tujuan-tujuan yang dicapai yaitu :


Mencapai pertumbuhan ekonomi yang cepat;
Menciptakan kestabilan harga-harga; dan
Mewujudkan distribusi pendapatan yang merata.
BAB II

PENUTUP

A. Kesimpulan
Sebuah diagram mungkin mampu menyajikan seluruh konsep-konsep
yang apabila digunakan secara verbal memerlukan satu bab tersendiri.
Demikian efisiensinya diagram sehingga penguasaan dan cara membaca
diagram merupakan keharusan dalam pengajaran ilmu ekonomi yang justru
merupakan ilmu yang menekankan efisiensi. Penggunaan diagram-diagram
yang sederhana merupakan latihan yang baik untuk membiasakan diri
terhadap alat yang efisien ini. Di samping alasan efisiensi, keunggulan
diagram terletak pada daya visual yang efektif mempermudah dan
memperpanjang waktu retensi konsep-konsep di dalam ingatan kita.

B. Saran
Kelemahan pokok dari diagram adalah bahwa dia hanya mempunyai dua
dimensi. Karena itu kemampuannya untuk menjelaskan konsep hanya
terbatas pada dua variabel saja yang skalanya masing-masing diukur pada
sumbu absis dan ordinat. Untuk melengkapi kekurangan ini biasanya
digunakan alat matematika.
Daftar Pustaka
Asngari, I. (2016) Pengantar Ekonomi Makro. Palembang: Forum Heds-FE
Unsri.

Backhouse, R. E. (2011) methodology of economics. 2nd Editio, The New


Palgrave Dictionary of Economics. 2nd Editio.

Hardwick, Philip, Khan, Bahadur, and Langmead, J. (2015) An


Introduction to Modern Economics. Prentice Hall., An Introduction to
Modern Economics. Prentice Hall. Prentice Hall.

Rasul, Agung Abdul, D. (2013) Ekonomi Mikro(dilengkapi Sistem


Informasi Permintaan). Ed. 2. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Sukirno, S. (2003) Pengantar Teori Mikroekonomi. Eds Ketiga, Computer.


Eds Ketiga. Raja grafindo Persada. doi: 10.1038/cddis.2011.1.

Sukirno, S. (2011) Mikro ekonomi: Teori Pengantar. Ed. 3. Jakarta:


Rajawali Pers.

(Sukirno, 2003, 2011; Backhouse, 2011; Rasul, Agung Abdul, 2013;


Hardwick, Philip, Khan, Bahadur, and Langmead, 2015; Asngari, 2016)