Anda di halaman 1dari 7

c 

 cc  
   c     


c  !" 









 #$
"%   &'''(&'()*
"+%    &'''()'((,
   "-"   &'''()'(,&
   ""    &'''()'(./
   -0    &'''()'(&'










- c   
  c1   23 
 2 
,('(

 cc    

1+$

³PEMBERIAN LES MATEMATIKA TERHADAP NILAI HASIL AKHIR UJIAN


SEKOLAH PADA SISWA KELAS 2 SMP´

 +$

EG : O X O

CG : O O

"$

EG : CG :

O = pretest O = pretest

X = treatment O = Posttest

O = Posttest

4!"$

1.| Eksperimental group, pertama-tama responden (siswa kelas 2 SMP) diberikan ujian
matematika yang kemudian dilihat hasil ujiannya
2.| Setelah itu diberikan treatment berupa Les Matematika
3.| Lalu diberikan ujian matematika kembali yang kemudian dilihat hasilnya setelah
diberikan les matematika
4.| Control group, responden (siswa kelas 2 SMP) diberikan ujian matematika dan dilihat
hasilnya akan tetapi tidak diberikan treatment yang berupa les matematika
5.| Setelah itu dilakukan ujian matematika kembali dan dilihat hasilnya
6.| Kemudian dibandingkan antara hasil ujian yang EG dan CG, apakah terdapat
pengaruh pemberian les matematika pada hasil ujian akhir sekolah pada siswa kelas 2
SMP


-5"465""+"7+

4actor internal validity:

1.| History
4aktor ini merujuk semua kejadian yang timbul selama waktu penelitian yang mungkin
mempengaruhi individu yang diteliti. Misalkan, dalam pemberian treatment, ada suara
yang bising yang dapat mengganggu konsentrasi siswa.
2.| Maturation.
4aktor ini bisa meliputi proses biologis dan psikologis yang menghasilkan perubahan
dalam individu atau unit yang diteliti dengan perjalanan waktu. Misalkan, seseorang
ingin mengevaluasi efek metode pengajaran terhadap prestasi siswa. Ternyata dalam
perjalanan waktu yang cukup panjang siswa mengalami perkembangan pemikiran
menjadi lebih cerdas yang memungkinkan prestasinya meningkat, atau kejenuhan karena
treament yang lama.
3.| Experimental mortality.
4aktor ini merujuk pada masalah drop out (DO) sehingga peneliti tidak memperoleh
informasi yang lengkap dari semua individu yang diteliti. Drop out bisa terjadi karena
individu meninggal, pindah tempat tinggal, atau memang tidak mau berpartisipasi lagi
dalam penelitian karena merasa tidak diuntungkan. Adanya drop out yang menyebabkan
besar sampel menyusut bisa mengakibatkan bias dari penghitungan penaksiran secara
statistik.
4.| Instrumentation.
4aktor ini merujuk pada perubahan alat ukur, pengukur, atau keduanya yang
menyebabkan perubahan hasil pengukuran sebelum dan sesudah perlakuan bukan karena
faktor perlakuan. Oleh karena itu baik alat ukur maupun pengukur seharusnya sama baik
pada kondisi sebelum dan sesudah perlakuan Misalkan, proyektor rusak, mic rusak, dll.

5.| Testing.

Efek dari pemberian pretest mungkin mensensitisasi individu sehingga menjadi termotivasi
dan mampu memperbaiki prestasi pada posttest. Jadi kalau ada kenaikan skor pada waktu
posttest belum tentu karena perlakuan namun lebih karena proses sensitisasi individu
sehingga lebih termotivasi. Misalkan karena instruksi yang berbeda pada EG dan CG, oleh
karena itu sebagai experimenter harus hati ± hati dalam penyampaian instruksi.

6.| Seleksi

Bias ± bias dalam seleksi dapat terjadi karena tidak adanya random, bisa terjadi perbedaan
pada responden, misalkan saja bias yang terjadi karena siswa tersebut memiliki kecerdasan
yang tinggi, atau memang sample meyukai atau tidak meyukai matematika.
 c     

1+$

³ PENGARUH PEMBERIAN METODE BELAJAR ( METODE CERAMAH, METODE


COOPERATIVE LEARNING, METODE DISKUSI, METODE ORKESTRA) TERHADAP
TINGKAT PRESTASI MAHASISWA 4AKULTAS PSIKOLOGI UNJANI ANGKATAN
2010´

$

Time 1 Time 2 Time 3 Time 4

Group 1 X1O X2O X3O X4O

Group 2 X2O X4O X1O X3O

Group 3 X3O X1O X4O X2O

Group 4 X4O X3O X2O X1O

8 $

1.| Dilakukan pengambilan smaple sebanyak 80 orang mahasiswa Psikologi UNJANI 2010,
masing ± masing group terdiri dari 20 orang/sample.
2.| Terdapat 4 treatment yang diberikan kepada setiap group dalam waktu yang berbeda,
treatment tersebut yaitu, metode ceramah, metode cooperative learning, metode diskusi,
metode orkestra. Jadi, designnya dapat digambarkan seperti dibawah ini:

Time 1 Time 2 Time 3 Time 4


Group 1 °| Metode ceramah °| Metode °| Metode °| Metode
°| Kuis Cooperative Diskusi Orkestra
Learning °| Kuis °| Kuis
°| Kuis
Group 2 °| Metode °| Metode Orkestra °| Metode °| Metode
Cooperative °| Kuis ceramah Diskusi
Learning °| Kuis °| Kuis
°| Kuis
Group 3 °| Metode Diskusi °| Metode ceramah °| Metode °| Metode
°| Kuis °| Kuis Orkestra Cooperative
°| Kuis Learning
°| Kuis
Group 4 °| Metode Orkestra °| Metode Diskusi °| Metode °| Metode
°| Kuis °| Kuis Cooperative ceramah
Learning °| Kuis
°| Kuis

3.| Setelah diberikan treatment dan setelah itu diberikan pengukuran berupa kuis, kemudian
hasil kuis tersebut dibandingkan dalam setiap groupnya, urutan treatment yang lebih
efektif untuk melihat sejauh mana tingkat prestasi belajar Mahasiswa Psikologi UNJANI
angkatan 2010.

-5"865"%9%7+$
ï.| History. 4aktor ini merujuk semua kejadian yang timbul selama waktu penelitian yang
mungkin mempengaruhi individu yang diteliti. Misalkan, dalam pemberian treatment, ada
suara yang bising yang dapat mengganggu konsentrasi siswa.
8.| Maturation. 4aktor ini bisa meliputi proses biologis dan psikologis yang menghasilkan
perubahan dalam individu atau unit yang diteliti dengan perjalanan waktu. Misalkan,
seseorang ingin mengevaluasi efek metode pengajaran terhadap prestasi siswa. Ternyata
dalam perjalanan waktu yang cukup panjang siswa mengalami perkembangan pemikiran
menjadi lebih cerdas yang memungkinkan prestasinya meningkat, atau kejenuhan karena
treament yang lama.
9.| Experimental mortality. 4aktor ini merujuk pada masalah drop out (DO) sehingga peneliti
tidak memperoleh informasi yang lengkap dari semua individu yang diteliti. Drop out
bisa terjadi karena individu meninggal, pindah tempat tinggal, atau memang tidak mau
berpartisipasi lagi dalam penelitian karena merasa tidak diuntungkan. Adanya drop out
yang menyebabkan besar sampel menyusut bisa mengakibatkan bias dari penghitungan
penaksiran secara statistik.
10.|Instrumentation. 4aktor ini merujuk pada perubahan alat ukur, pengukur, atau keduanya
yang menyebabkan perubahan hasil pengukuran bukan karena faktor perlakuan.
Misalkan, proyektor rusak, mic rusak, dll.
11.|Testing. Efek dari pemberian beberapa treatment mungkin mensensitisasi individu
sehingga menjadi termotivasi dan mampu memperbaiki prestasi pada posttest.

12.|Regression artifact. 4aktor ini terkait dengan pemilihan individu dalam kelompok
perlakuan atas dasar skor ekstrim dari variabel dependen. Bisa terjadi karena tidak adanya
randomisasi, yang mengakibatkan, dapat saja dalam setiap group tersebut memang ada
yang memiliki kecerdasan yang tinggi, dan tidak, sehingga menghasilkan skor ± skor
yang ekstrem.
13.|Seleksi. Bias ± bias dalam seleksi dapat terjadi karena tidak adanya random, bisa terjadi
perbedaan pada responden, misalkan saja bias yang terjadi karena siswa tersebut memiliki
kecerdasan yang tinggi, atau memang sample meyukai atau tidak metode pengajaran yang
diberikan. Cara mengontrolnya dengan digunaknnya treatment ± treatment yang berbeda.