Anda di halaman 1dari 4

TTIIN

NJJA
AUUA
ANN PPU
USSTTA
AKKA
A

ASPEK HUKUM DALAM PELAYANAN KESEHATAN

M.Thalal1 dan Hiswanil2


1
Administrasi Fakultas Tehnik USU
2
Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat USU

ABSTRACT
The essence of law is required to regulate the relationship among humans, thus it
is not surprisingly that recently the legal issue has entered the health dicipline. In
implementing the profession, a physician can’t be separated from the law of health.
This is important to be aware that physician is just an ordinary human being who
can make some mistake, errors or malpactice in performance of profession. The
component of health law grow from integration of administrative, criminal, civil
and international laws. The proposition developing from aspect of law in health
service can cover the legalization in moral and moralization in the law.

Keywords: Law, Health service

PENDAHULUAN yang termasuk tenaga kesehatan


professional. Komponen hukum kesehatan
Kesehatan merupakan bagian penting tumbuh dari keterpaduan hukum
dari kesejahteraan masyarakat. Kesehatan administrasi, hukum pidana, hukum perdata
juga merupakan salah satu kebutuhan dasar dan hukum internasional. Dalil yang
manusia, disamping sandang, pangan dan berkembang dalam hukum kesehatan dan
papan. Dengan berkembangnya pelayanan pelayanan kesehatan dapat mencakup
kesehatan dewasa ini, memahami etika legalisasi dalam moral dan moralisasi dalam
Kesehatan merupakan bagian penting dari hukum sebagai suatu dalil yang harus mulai
kesejahteraan masyarakat. Kesehatan juga dikembangkan dalam pelayanan kesehatan.
merupakan salah satu kebutuhan dasar Secara normatif menurut Undang-
manusia, disamping sandang, pangan dan undang Kesehatan Nomor 23 Tahun 1992,
papan. Dengan berkembangnya pelayanan harus mengutamakan pelayanan kesehatan:
kesehatan dewasa ini, memahami etika 1. Menjadi tanggung jawab pemerintah dan
kesehatan merupakan tuntunan yang swasta dengan kemitraan kepada pihak
dipandang semakin perlu, karena etika masyarakat.
kesehatan membahas tentang tata susila 2. Semata-mata tidak mencari keuntungan.
dokter dalam menjalankan profesi,
khususnya yang berkaitan dengan pasien. Dua batasan nilai norma hukum
Oleh karena itu tatanan kesehatan secara tersebut perlu ditaati agar tidak
normatif menumbuhkan pengembangan mengakibatkan reaksi masyarakat dan
hukum kesehatan bersifat khusus (Lex tumbuh konflik dengan gugatan/tuntutan
specialis) yang mengandung ketentuan hukum.
penyimpangan/eksepsional jika dibandingkan
dengan ketentuan hukum umum (Lex Aspek Hukum dalam Pelayanan
generale) Kesehatan
Konsep dasar hukum kesehatan 1. Aspek Hukum
mempunyai ciri istimewa yaitu beraspek: (1) Dewasa ini dapat dilihat semua bidang
Hak Azasi Manusia (HAM), (2) Kesepakatan kehidupan masyarakat sudah terjamah aspek
Internasional, (3) Legal baik pada level hukum. Hal ini disebabkan karena pada
nasional maupun internasional, (4) Iptek dasarnya manusia mempunyai hasrat untuk

72
Universitas Sumatera Utara
hidup teratur. Akan tetapi keteraturan bagi Dalam melakukan tugasnya dokter
seseorang belum tentu sama dengan dan tenaga kesehatan harus mematuhi segala
keteraturan bagi orang lain, oleh karena itu aspek hukum dalam kesehatan. Kesalahan
diperlukan kaidah-kaidah yang mengatur dalam melaksanakan profesi kedokteran
hubungan antar manusia melalui keserasian merupakan masalah penting, karena
antara ketertiban dan landasan hukum. membawa akibat yang berat, terutama akan
Norma atau kaidah yang mengatur merusak kepercayaan masyarakat terhadap
aspek pribadi terdiri dari norma kepercayaan profesi kesehatan. Suatu kesalahan dalam
dan norma kesusilaan. Norma kepercayaan melakukan profesi dapat disebabkan karena
bertujuan agar manusia hidup beriman, Kekurangan: (1) pengetahuan (2)
sedang norma kesusilaan bertujuan agar pengalaman (3) pengertian. Ketiga faktor
manusia hidup berakhlak. Norma yang tersebut menyebabkan kesalahan dalam
mengatur antar pribadi terdiri dari norma mengambil keputusan atau penilaian.
kesopanan dan norma hukum. Suatu norma
hukum biasanya dirumuskan dalam bentuk Contoh: kejadian tindakan malpraktek
perilaku yang dilarang dengan mendapat Malpraktek adalah suatu tindakan
sanksi apabila larangan tersebut dilanggar. praktek yang buruk, dengan kata lain adalah
Norma hukum ada yang tertulis dan ada pula kelalaian dokter dalam melaksanakan
yang tidak tertulis. Hukum tertulis biasanya profesinya, apabila hal tersebut diadukan
disamakan dengan peraturan perundang- kepada pihak yang berwajib, maka akan
undangan. Secara hirarkis peraturan diproses secara hukum dan pihak pengadilan
perundang-undangan di Indonesia tersusun yang akan membuktikan apakah tuduhan
sebagai berikut: tersebut benar atau salah.
1. Undang-Undang Dasar 1945 Upaya-upaya untuk mencegah
2. Ketetapan MPR terjadinya kelalaian dalam menjalankan
3. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- profesi ialah:
Undang. 1. Meningkatkan kemampuan profesi para
4. Peraturan Pemerintah dokter untuk mengikuti kemajuan ilmu
5. Keputusan Presiden kedokteran atau menyegarkan kembali
6. Peraturan-peraturan pelaksana lainnya. ilmunya, sehingga dapat melakukan
a. Peraturan Menteri pelayanan medis secara profesional.
b. Instruksi Menteri Dalam program ini perlu diingatkan
tentang kode etik dan kemampuan
Hukum kesehatan merupakan suatu melakukan konseling dengan baik.
bidang spesialisasi ilmu hukum yang relatif 2. Pengetahuan pengawasan perilaku etis.
masih baru di Indonesia. Hukum kesehatan Upaya ini akan mendorong dokter untuk
mencakup segala peraturan dan aturan yang senantiasa bersikap hati-hati. Dengan
secara langsung berkaitan dengan berusaha berperilaku etis, sehingga
pemeliharaan dan perawatan kesehatan yang semakin jauh dari tindakan melanggar
terancam atau kesehatan yang rusak. Hukum hukum.
kesehatan mencakup penerapan hukum 3. Penyusunan protokol pelayanan
perdata dan hukum pidana yang berkaitan kesehatan, misalnya petunjuk tentang
dengan hubungan hukum dalam pelayanan “informed consent”. Protokol ini dapat
kesehatan. dijadikan pegangan bilamana dokter
Subyek-subyek hukum dalam sistem dituduh telah melakukan kelalaian.
hukum kesehatan adalah: Selama dokter bertindak sesuai dengan
a. Tenaga kesehatan sarjana yaitu: dokter, protokol tersebut, dia dapat terlindung
dokter gigi, apoteker dan sarjana lain di dari tuduhan malpraktek.
bidang kesehatan.
b. Tenaga kesehatan sarjana muda, Beberapa contoh malpraktek di bidang
menengah dan rendah; (1). bidang hukum pidana:
farmasi (2). bidang kebidanan (3). 1. Menipu Pasien
bidang perawatan (4). bidang kesehatan 2. Membuat surat keterangan palsu
masyarakat, dll. 3. Melakukan pelanggaran kesopanan

Aspek Hukum dalam Pelayanan Kesehatan (72– 75) 73


M. Thalal dan Hiswanil
Universitas Sumatera Utara
4. Melakukan pengguguran tanpa meyumbangkan hal penting dibidang hukum
indikasi medis kesehatan, Pendidikan, Penelitian dan
5. Melakukan kealpaan sehingga Akriditasi Rumah Sakit.
mengakibatkan kematian atau luka- Yang harus dicatat dalam rekam
luka medis mencakup hal-hal seperti di bawah ini:
6. Membocorkan rahasia kedokteran 1. Identitas Penderita dan formulir
yang diadukan oleh pasien persetujuan atau perizinan.
7. Kesengajaan membiarkan pasien 2. Riwayat Penyakit
tidak tertolong 3. Laporan pemeriksaan Fisik
8. Tidak memberikan pertolongan pada 4. Instruksi diagnostik dan terapeutik
orang yang berada dalam keadaan dengan tanda tangan dokter yang
bahaya maut berwenang
9. Memberikan atau menjual obat palsu 5. Catatan Pengamatan atau observasi
10. Euthanasia 6. Laporan tindakan dan penemuan
7. Ringkasan riwayat waktu pulang
Keberhasilan pembangunan nasional 8. Kejadian-kejadian yang menyimpang
telah meningkatkan kesadaran hukum
masyarakat. Masyarakat menjadi lebih kritis Rekam medis mengandung dua
terhadap pelayanan jasa-jasa yang mereka macam informasi yaitu:
terima, termasuk pelayanan dokter, perawat, 1. Informasi yang mengandung nilai
bidan, apoteker, dan lain-lain. Dengan kerahasiaan, yaitu merupakan catatan
meningkatnya kesadaran hukum ini, tidak mengenai
jarang masyarakat mencampurbaurkan antara Hasil pemeriksaan, diagnosis,
etika dan hukum. Hal ini disebabkan karena pengobatan, pengamatan mengenai
masyarakat tidak mengetahui perbedaan dari penderita, mengenai hal tersebut ada
keduanya yang sama-sama berpegang pada kewajiban simpan rahasia kedokteran.
norma-norma yang hidup dalam masyarakat. 2. Informasi yang tidak mengandung nilai
kerahasiaan
2. Pelayanan Kesehatan
Pelayanan kesehatan dapat diperoleh Suatu hal yang harus diingat bahwa
mulai dari tingkat Puskesmas, rumah sakit, berkas catatan medik asli tetap harus
dokter praktek swasta dan lain-lain. disimpan di rumah sakit dan tidak boleh
Masyarakat dewasa ini sudah makin kritis diserahkan pada pasien, pengacara atau
menyoroti pelayanan kesehatan dan siapapun. Berkas catatan medik tersebut
profesional tenaga kesehatan. Masyarakat merupakan bukti penting bagi rumah sakit
menuntut pelayanan kesehatan yang baik dari apabila kelak timbul suatu perkara, karena
pihak rumah sakit, disisi lain pemerintah memuat catatan penting tentang apa yang
belum dapat memberikan pelayanan telah dikerjakan dirumah sakit. Catatan
sebagaimana yang diharapkan karena adanya medik harus disimpan selama jangka waktu
keterbatasan-keterbatasan, kecuali rumah tertentu untuk dokumentasi pasien.
sakit swasta yang berorientasi bisnis, dapat Untuk suatu rumah sakit rekam
memberikan pelayanan kesehatan dengan medis adalah penting dalam mengadakan
baik. Untuk meningkatkan Pelayanan evaluasi Pelayanan kesehatan, peningkatan
kesehatan dibutuhkan tenaga kesehatan yang efisiensi kerja melalui penurunan mortalitas,
trampil dan fasilitas rumah sakit yang baik, morbiditas dan perawatan penderita yang
tetapi tidak semua rumah sakit dapat lebih sempurna. Pengisian rekam medis serta
memenuhi kriteria tersebut sehingga penyelesaiannya adalah tanggung jawab
meningkatnya kerumitan system pelayanan penuh dokter yang merawat pasien tersebut,
kesehatan dewasa ini. Catatan itu harus ditulis dengan cermat,
Salah satu penilaian dari pelayanan singkat dan jelas. Dalam menciptakan rekam
kesehatan dapat kita lihat dari pencatatan medis yang baik diperlukan adanya kerja
rekam medis atau rekam kesehatan. Dari sama dan usaha-usaha yang bersifat
pencatatan rekam medis dapat koordinatif antara berbagai pihak yang sama-
mengambarkan kualitas pelayanan kesehatan sama melayani perawatan dan pengobatan
yang diberikan pada pasien, juga terhadap penderita.

74 Aspek Hukum dalam Pelayanan Kesehatan (72–75)


M. Thalal dan Hiswanil
Universitas Sumatera Utara
KESIMPULAN Jacob. T., 1990. Profesionalisme dan
Kemanusiaan dalam Pelayanan
1. Kaidah hukum diperlukan dalam Kesehatan, Gajah Mada University
mengatur hubungan antar manusia, Press, Yogyakarta.
sehingga tidak mengherankan jika Leibo. J., 1986. Bunga Rampai Hukum dan
dewasa ini aspek hukum juga terkait Profesi Kedokteran dalam Masyarakat,
dengan bidang kesehatan. Liberty, Yogyakarta.
2. Dalam melaksanakan profesi seorang Soekanto. S., dan Herkunanto, 1987,
dokter harus mentaati etik kedokteran Pengantar Hukum Kesehatan, Remadja
supaya terhindar dari jeratan hukum Karya, Bandung.
kedokteran yang merupakan bagian dari Soekanto. S., dan Mohammad K., 1983.
hukum kesehatan. Aspek Hukum dan Etika Kedokteran di
3. Dewasa ini malpraktek masih sering Indonesia, Grafiti Press, Jakarta.
terjadi, meskipun peraturan-peraturan Sampurno. D., 1991. Masalah Pembangunan
yang mengatur tentang hal tersebut telah Kesehatan untuk Masyarakat Miskin di
ada. perkotaan ditinjau dari Aspek Legalitas
dan Hukum, Majalah Kesehatan
DAFTAR PUSTAKA Masyarakat Indonesia Thn XXIII No. 1
P. 10-11.
Gunawan., 1991. Memahami Etika
Kedokteran, Kanisius, Yogyakarta.

Aspek Hukum dalam Pelayanan Kesehatan (72– 75) 75


M. Thalal dan Hiswanil
Universitas Sumatera Utara