Anda di halaman 1dari 6

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/338713765

Pengaruh Daring Learning terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Sekolah Dasar

Conference Paper · January 2020

CITATIONS READS

0 17,638

1 author:

Meidawati Suswandari
Universitas Veteran Bangun Nusantara
36 PUBLICATIONS   14 CITATIONS   

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

the implementation View project

All content following this page was uploaded by Meidawati Suswandari on 21 January 2020.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


Pengaruh Daring Learning terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Sekolah Dasar
Sobron A.N1), Bayu2), Rani3), dan Meidawati S4)
1,2,3,4)PGSD, FKIP, Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo
Email: nugrahaadi7650@gmail.com

Abstrak : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Pembelajaran Daring Learning dapat di pahami sebagai pendidikan formal
yang diselenggarakan oleh sekolah dasar yang peserta didiknya dan instrukturnya (guru) berada di lokasi terpisah, sehingga memerlukan sistem
telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya serta berbagai sumber daya yang diperlukan didalamya. Penelitian ini bertujuan
untuk menghubungkan pembelajaran berbasis Daring Learning dengan menggunakan aplikasi edmodo terhadap mata pelajaran IPA pada
siswa kelas VI SD Negeri 03 Karanglo Tawangmangu. Metode penelitian ini menggunakan teknik analisis data pre eksperiment dengan desain
intact grup comperison. Populasi yang diambil adalah kelas VI yang berjumlah 26 siswa terbagi menjadi 2 kelas yaitu kelas VI A yang
berjumlah 13 siswa menjadi kelas eksperimen sedangkan kelas VI B yang berjumlah 13 siswa menjadi kelas kontrol, yang menunjukkan nilai
mean pada kelompok eksperimen 89,62 sedangkan pada kelompok kontrol 80,77, dengan selisih 8,85. Hasil analisis dengan mann whitney
memiliki p value 0,000<0,05 yang berarti adanya pengaruh Daring Learning terhadap hasil belajar mata pelajaran IPA, sehingga dapat
disimpulkan adanya perbedaan yang signifikan antara pembelajaran Daring Learning edmodo dengan pembelajaran Konvensional.

Kata Kunci: Pengaruh, Daring Learning, hasil belajar IPA.

PENDAHULUAN Kelebihan pembelajaran Daring Learning seluruh


lapisan masyarakat dimana saja di Indonesia dapat
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mengikuti program ini. Misalkan, anak yang sekolah
memberikan dampak yang signifikan dalam beberapa di sekolah dasar yang ingin memperoleh ilmu
aspek kehidupan masyarakat. Salah satunya dalam pendidikan yang sama di sekolah dasar favorit yang
aspek pendidikan masyarakat dapat dengan mudah terletak di luar pulau. Namun karena suatu kondisi
memperoleh pengetahuan atau wawasan dari internet. tidak dapat meninggalkan rumah. Dengan adanya
Banyaknya sumber yang tersebar di internet program ini siswa sekolah dasar tersebut dapat tetap
memungkinkan masyrakat dapat mengaksesnya mengikuti pembelajran tanpa meninggalkan rumah
melalui smartphone atau gadget. dan sekolahnya. Sehingga dapat menghemat waktu
Indonesia tengah dihadapkan dengan tantangan era dan tenaga, serta biaya yang dikeluarkan oleh siswa
revolusi industri. Tidak hanya sektor ekonomi, sosial, sekolah dasar. Daring memberikan metode
dan teknologi, namun sektor pendidikan kini juga pembelajaran yang efektif, seperti berlatih dengan
mau tidak mau harus dapat beradaptasi dengan era ini. adanya umpan balik terkait, menggabungkan
Perkembangan itu mulai dimanfaatkan oleh beberapa kolaborasi kegiatan dengan belajar mandiri,
sekolah dasar di Indonesia dalam penyelenggaraan personalisasi pembelajaran berdasarkan kebutuhan
program pendidikannya. Program tersebut dikenal siswa yang menggunakan simulasi dan permainan
sebagai program pembelajran daring atau sistem e- (Ghirardini, 2011) .
learning atau online learning. Pembelajaran Daring Perkembangan teknologi memungkinkan
merupakan pemanfaatan jaringan internet dalam pembelajaran di dalam kelas dapat diakses di rumah
proses pembelajaran (Isman, 2016). maupun di lingkungan sekitarnya. Komunikasi dua
Pembelajaran Daring Learning sendiri dapat di pahami arah pada program pembelajaran daring antara guru
sebagai pendidikan formal yang diselenggarakan oleh dengan siswa atau antara siswa dengan siswa, dan
sekolah dasar yang peserta didiknya dan instrukturnya guru dengan guru akan semakin baik karena semakin
(guru) berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan banyaknya pilihan media komunikasi yang tersedia.
sistem telekomunikasi interaktif untuk Media komunikasi yang banyak memungkinkan guru
menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya memberikan pembelajaran secara langsung melalui
yang diperlukan didalamya. Pembelajaran adalah video pembelajaran atau rekaman. Serta juga pada
segala sesuatu yang dapat membawa informasi dan proses selanjutnya siswa dapat memutar kembali
pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara video atau rekaman tersebut berulang kali sebagai
pendidik dengan peserta didik (Azhar, 2011). materi pembelajaran bila mana ada materi yang susah
untuk dipahami.

1
Siswa yang mengikuti program pembelajaran Daring Pembelajaran Daring Learning mempuyai manfaat
Learning dapat lebih menghemat waktu dan tenaga. yang pertama dapat membangun komunikasi dan
Sehingga waktu dan tenaga yang tersisa dapat diskusi yang sangat efisien antara guru dengan murid,
digunakan untuk hal-hal lainnya diluar jam kedua siswa saling berinteraksi dan berdiskusi antara
pembelajaran. Misalkan saja, dapat digunakan untuk siswa yang satu dengan yang lainnya tanpa melalui
belajar atau kegiatan lomba cerdas cermat. Hal guru, ketiga dapat memudahkan interaksi antara siswa
tersebut dapat dilakukan karena pada dasarnya masa- guru, dengan orang tua, keempat sarana yang tepat
masa pembelajaran bukan hanya soal belajar materi untuk ujian maupun kuis, kelima guru dapat dengan
pembelajaran saja. Masa-masa pembelajaran juga mudah memberikan materi kepada siswa berupa
dapat digunakan untuk menggali potensi atau gambar dan vidio selain itu murid juga dapat
keterampilan dalam berbagai bidang selain dalam mengunduh bahan ajar tersebut, keenam dapat
bidang akademik. Untuk persiapan sistem memudahkan guru membuat soal dimana saja dan
pembelajaran Daring Learning, sekolah dasar banyak kapan saja.
melakukan persiapan seperti pembenahan dan
Pembelajaran IPA berbasis Daring Learning yang
revitalisasi baik dari segi infrastruktur, sarana prasana
dilakukan di kelas VI SD Negri 03 Karanglo
dan sumberdaya. Memang untuk mengahadapi era
Tawangmangu menggunakan aplikasi edmodo.
digital harus dilakukan secepat mungkin karena
Aplikasi edmodo adalah aplikasi yang diciptakan
teknologi tidak dapat dibendung.
untuk siswa, guru, dan wali murid agar dapat
Persiapan yang harus di siapkan sekolah dasar antara berkomunikasi dengan mudah tanpa memperhatikan
lain pertama sarana prasarana salah satu yang harus waktu, dan tempat. Kegunaan aplikasi edmodo
disiapkan oleh sekolah dasar adalah sarana prasarana, lainnya yaitu untuk mengirim soal ujian, pekerjaan
seperti platform dan juga sarana prasarana yang rumah, dan tugas-tugas sekolah. Setiap siswa dan guru
memadai seperti komputer, wifie, layar proyektor di kelas V SD Negri 03 Karanglo Tawangmangu
yang dipakai oleh sekolah dasar dalam melaksanakan menggunakan aplikasi edmodo dan memiliki akun
pembelajaran Daring Learning, dan salah satu aspek edmodo sebagai media pembelajaran IPA berbasis
fasilitas terpenting lagi yaitu data sekolah dan Daring Learning. IPA atau ilmu pengetahuan alam
informasi yang harus tersampaikan dengan baik untuk merupakan bagian dari ilmu pengetahuan atau sains
kalangan pendidik maupun yang dididik. Bila di era yang berasal dari bahasa Inggris yaitu science (Trianto,
yang tengah memasuki revolusi industri ini masih 2010).
terdapat permasalahan dalam penyaluran informasi
Kondisi pembelajaran waktu di kelas VI SD Negeri
yang terhalangi dikarenakan permasalahan pada
03 Karanglo Tawangmangu ketika proses
Sistem yang belum mampu dimiliki bagi sebuah
pembelajaran Daring Learning berlangsung dengan
instansi pendidikan sangatlah tidak baik, langkah yang
sangat baik dan tertib. Siswa pun merasa senang
dapat dipilih yaitu dengan memanfaatkan teknologi
dalam pembelajaran berbasis Daring Learning karena
dalam proses pembelajaran yaitu dengan
siswa dapat membuka materi yang di ajarkan guru
menggunakan metode pembelajaran daring learning
meskipun berada di luar sekolah dan materi
dalam penerapan sistem informasi di lingkungan
pembelajaran IPA yang telah disampaikan guru
sekolah dan lingkungan masyarakat. Kedua SDM
sebelumnya bisa dibuka kembali oleh siswa sehingga
yang mumpun untuk memanfaatkan program
siswa tidak malu dalam bertanya pada guru dalam
pembelajaran Daring Learning, tentu sekolah harus
materi pembelajaran. Karena siswa cukup mengertik
mempersiapkan SDM yang mengetahui tentang
pertanyaan pada kolom komentar sehingga siswa
sistem yang akan digunakan, seperti mempersiapkan
lebih percaya diri dalam bertanya, sedangkan materi
platform yang akan digunakan pembelajaran Daring
IPA yang diajarkan dalam pembelajaran berbasis
Learning, dan juga mempersiapkan penanggung jawab
Daring Learning di SD Negeri 03 Karanglo
bahan materi yang akan digunakan dalam proses
Tawangmangu bisa cepat selesai meskipun guru atau
pembelajaran Daring Learning dan juga
siswa jarang masuk dalam kelas.
mempersiapkan kebutuhan lainnya. Yang ketiga
akreditasi. Akreditasi juga menjadi salah satu faktor Dengan Daring Learning edmodo tersebut maka
yang harus disiapkan, karena dengan akreditasi penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
kualitas sekolah dasar akan dipercaya oleh calon siswa Daring Learning terhadap hasil berupa data untuk
baru dan wali murid, seandainya prodi masih menambahkan setelah hasil belajar yang dilakukan
berakreditasi C tentu yang akan daftar di program siswa SD Negri 03 Karanglo Tawangmangu.
pembelajaran daring pun akan ragu dan masih
memikirkan ulang untuk daftar di sekolah dasar anda.
METODE
2
Metode ini melalui studi kuantitatif dengan desain pre penugasan, quiz dan pemberian nilai pada setiap akhir
eksperiment dengan desain jenis intact grup pembelajaran. Edmodo dikembangkan oleh Nicolas
comperison. Metode eksperimen merupakan metode Borg and Jeff O'Hara sebagai platform pembelajaran
penelitian yang menguji hipotesis berbentuk untuk berkolaborasi dan terhubung antara siswa dan
hubungan sebab-akibat melalui pemanipulasian guru dalam berbagi konten pendidikan, mengelola
variable independen dan menguji perubahan yang proyek atau tugas dan menangani pemberitahuan
diakibatkan oleh pemanipulasian tersebut (Sunarti, setiap aktivitas (Putranti, 2013).
2009). Alat pengumpulan data berupa Quisioner.
Gambaran Daring Learning dengan aplikasi edmodo
Populasi penelitian berjumlah 26 siswa di SD Negeri
terhadap hasil berupa data hasil belajar setelah hasil
03 Karanglo Tawangmangu. Responden dibagi
belajar siswa setelah Daring Learning pada kelompok
menjadi dua kelompok yaitu 13 siswa yang dijadikan
eksperimen dan kelompok kontrol adalah sebagai
sebagai kelas eksperimen, dan 13 siswa menjadi kelas
berikut :
control. Quession yang diberikan oleh peneliti
memberi kebebasan bagi siswa untuk memilih Tabel 1. Gambaran Hasil belajar mata pelajaran
jawaban yang sudah tertera pada lembar quessioner IPA siswa setelah Daring Learning
yang telah diberikan, quessioner yang diberikan Variabel N Mini Maksi Me Stan
berupa pilihan ganda dan diberikan pada post test mal mal an dar
(setelah Daring Learning edmodo). Quisioner Daring Devi
asi
Learning edmodo dilakukan uji validitas dan reliabilitas hasil 1 80 95 89, 5,19
di SD N 1 Sukoharjo pada 20 responden, dengan belajar 3 62
hasil dari 30 butir pertanyaan 20 butir pertanyaan kelomp
dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data ditentukan ok
setelah uji normalitas, hasil uji normalitas data dengan eksperi
shapiro wilk menunjukkan data hasil penelitian tidak men
hasil 1 75 85 80, 4,00
berdistribusi normal karena memiliki nilai sig < 0,05,
belajar 3 77
sehingga analisis data dilakukan dengan uji non kelomp
parametrik yaitu mann whitney. ok
kontrol

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitrian pada tabel 1 menunjukkan bahwa


Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar (SD) adalah salah dari 13 respondren pada kelompok eksperimen
satu pembelajaran pokok yang harus di pelajari oleh memiliki nilai minimal 80, nilai maksimal 95, mean
siswa. Pembelajaran IPA di SD merupakan 89,62 dengan standar deviasi 5,19. Hasil pada
pembelajaran pokok yang harus di tempuh di jenjang kelompok kontrol memiliki nilai minimal 75, nilai
SMP dan SMA. Sains atau IPA adalah usaha manusia maksimal 85, mean 80,77 dengan standar deviasi 4,00.
dalam memahami alam semesta melalui pengamatan Hasil penelitian yang diperoleh tersebut sesuai dengan
yang tepat pada sasaran, serta menggunakan prosedur, teori model pembelajaran Daring Learning dengan
dan dijelaskan dengan penalaran sehingga aplikasi edmodo. Daring Learning menurut teori
mendapatkan suatu kesimpulan (Susanto, 2013). adalah "model pembelajaran yang mengharuskan
Pembelajaran IPA berbasis Daring Learning dengan siswa untuk menemukan prinsip atau hubungan yang
aplikasi edmodo. Edmodo adalah pembelajaran sebelumnya tidak diketahuinya yang merupakan
berbasis jejaring sosial yang aman dan gratis dalam akibat dari pengalaman belajarnya yang telah diatur
memudahkan guru untuk membuat dan mengelola secara cermat dan seksama oleh guru". Pembelajaran
kelas virtual sehingga siswa dapat terhubung dengan Daring Learning memiliki makna bahwa siswa sebagai
teman sekelas dan guru kapan saja dan dimana saja. subjek dalam proses pembelajaran. Siswa memiliki
Edmodo dapat membantu pengajar membangun kemampuan dasar untuk berkembang secara optimal
sebuah kelas virtual berdasarkan pembagian kelas sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Guru hanya
nyata di sekolah, dimana dalam kelas tersebut terdapat sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk
3
memberikan rangsangan yang dapat menantang siswa Hal ini dikarenakan model pembelajaran Daring
untuk merasa terlibat dalam proses pembelajaran. Learning dapat memberikan pengalaman belajar yang
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih bermakna kepada siswa.
menemukan sendiri informasi dan pengetahuannya
Didukung hasil penelitian sebelumnya oleh (Ardhi
berdasarkan hasil yang diperolehnya melalui
dan Muhkamad, 2016) yang berjudul “Penerapan
pengamatannya. Sehingga siswa mampu menemukan
Media Pembelajaran Berbasis Web untuk
prinsip atau hubungan yang sebelumnya tidak
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Standar
diketahuinya melalui pengalaman belajarnya yang
Kompetensi Menggunakan Alat-alat Ukur”. Hasil
telah diatur secara cermat dan seksama oleh guru
penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar dan
(Rohani, 2004).
keaktifan siswa semakin meningkat. Nilai rata-rata
Hasil belajar siswa setelah Daring Learning dinilai hasil belajar siswa hanya mencapai 5,9 dengan
dengan hasil post test pada kelompok kontrol dan presentasi ketuntasan klasikal 35,00%. Seletah
eksperimen yang dilakukan dengan analisis non diterapkan media belajar berbasis Web hasil belajar
parametrik dengan mann whitney dengan hasil siswa semakin meningkat menjadi 7,5 dengan
sebagai berikut : presentasi ketuntasan klasikal 78,26%. Tanggapan
siswa mengenai media pembelajaran berbasis Web
Tabel 2. Pengaruh Daring Learning terhadap
adalah 100% menyenangkan dan dapat membantu
hasil belajar mata pelajaran IPA
memahami materi pembelajaran.
Variabel N Mean Selisih p-value
hasil belajar 13 89,62 8,85 0,000
kelommpok
ekaperimen KESIMPULAN
hasil belajar 13 80,77 Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran
kelompok
berbasis Daring Learning yang menggunakan aplikasi
kontrol
edmodo khususnya mata pelajaran IPA membawa
Hasil analisis mean pada kelompok eksperimen dampak yang sangat positif bagi siswa kelas.
memiliki mean 89,62 dan pada kelompok kontrol Berdasarkan penelitian data dianalisis dengan SPSS
80,77, dengan selisih 8,85. Hasil analisis dengan mann menunjukkan nilai mean pada kelompok eksperimen
whitney memiliki p value 0,000<0,05 yang berarti ada 89,62 dan pada kelompok kontrol 80,77, dengan
pengaruh Daring Learning terhadap hasil belajar mata selisih 8,85. Hasil analisis dengan mann whitney
pelajaran IPA. memiliki p value 0,000<0,05 yang berarti ada
pengaruh Daring Learning terhadap hasil belajar mata
Dari hasil penelitian yang dilakukan berarti pelajaran IPA, sehingga dapat disimpulkan adanya
pembelajaran dengan metode Daring Learning perbedaan yang signifikan antara pembelajaran
terhadap hasil belajar IPA dengan menggunakan Daring Learning edmodo dan pembelajaran
aplikasi edmodo siswa lebih mudah memahami materi konvensional. Penelitian ini memberikan masukan
tersebut dan siswa lebih aktif saat pembelajaran kepada guru SD untuk melakukan pembelajaran
dengan metode Daring Learning menggunakan aplikasi berbasis Daring Learning agar dapat meningkatkan
edmodo. Apabila metode pembelajaran berbasis hasil belajar mata pelajaran IPA.
Daring Learning dengan aplikasi edmodo terus
dilakukan maka prestasi belajar siswa akan meningkat,
guru juga akan menghemat waktu dan tenaga dalam UCAPAN TERIMA KASIH
melakukan proses pembelajaran.
Terimakasih saya ucapkan kepada Ristek Dikti yang
Hasil belajar merupakan tingkat keberhasilan yang telah mendanai penelitian ini sehingga berjalan
diperoleh oleh siswa setelah mengikuti suatu kegiatan dengan lancar, tidak lupa saya ucapkan terimakasih
pembelajaran yang ditandai dengan nilai (Dimyati dan kepada pembimbing saya Meidawati Suswandari S.Pd,
Mudjiono, 2009). Hal ini sesuai dengan teori bahwa M.Pd. yang telah bersedia membantu dalam proses
model pembelajaran Daring Learning dapat penyusunan hasil penelitian saya, dan saya juga
meningkatkan hasil belajar yang diperoleh oleh siswa.
4
View publication stats

mengucapkan terimakasih pada pihak SD Negeri 03 Ghirardini, B. (2011). E-learning Methodologies.


Karanglo Tawangmangu yang telah mengizinkan saya Germany: Federal Ministry of Food,
melakukan penelitian di SD Negeri 03 Karanglo Agriculture and Consumer Protection.
Tawangmangu.

Nurita Putranti. (2013). Cara Membuat Media


Pembelajaran Online Menggunakan Edmodo.
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains, 2(2).
DAFTAR PUSTAKA
Hlm. 141.
Ahmad Rohani. (2004). Pengelolaan Pengajaran. Jakarta:
Isman. (2016). Pembelajaran Moda Dalam Jaringan
PT Rineka Cipta.
(MODA DARING).ISBN: 978-602-361-045-
Ardhi dan Muhkamad. (2016). Penerapan Media 7
Pembelajaran Berbasis Web untuk Meningkatkan
Sunarti, M. S. (2009). Strategi Belajar Mengajar Bahasa
Hasil Belajar Siswa pada Standar Kompetensi
Indonesia berbagai Pendekatan, Metode Teknik dan
Menggunakan Alat – alat Ukur. Jurnal
Media Pengajaran. Bandung : CV. Pustaka Setia.
Pendidikan Teknik Otomotif Edisi XV.
Nomor. 2. Susanto, A.(2013). Teori Belajar dan Pembelajaran di
Arsyad, Azhar. (2011). Media Pembelajaran. Jakarta: Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada
Penerbit Rajawali Pers. Media Group
Dimyati dan Mudjiono. (2009). Belajar dan Pembelajaran.
Trianto, (2010). Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta:
Jakarta : Rineka Cipta.
PT Bumi Aksara.