Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH PEMBANDING

“Masalah Karakteristik Moda Transportasi”

Dosen Pengampu : Drs. Mbina Pinem, M.Si

Disusun Oleh :

Kelompok 4

Elfia Nurjana Ndruru (3171131006)


Novita Afriani Pandiangan (3171131018)
Irvi Sari Chairuna Pulungan (3173131018)

D GEOGRAFI 2017

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan kasih
karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan baik dengan
judul “Masalah Karakeristik Moda Transportasi” pada mata kuliah Geografi Transport
dan Permukiman.
Penulisan makalah ini bertujuan untuk pemenuhan tugas pada mata kuliah yang
bersangkutan. Dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan
kekurangan dalam penyusunan materi maupun struktur penulisan. Oleh karena itu penulis
sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk kesempurnaan
makalah ini.

Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat umum
terutama di kalangan mahasiswa.

Medan, 24 September 2020

Kelompok 4
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................. i

DAFTAR ISI............................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ............................................................................................... 1


B. Rumusan Masalah .......................................................................................... 1
C. Tujuan ............................................................................................................ 1

BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................... 2

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan .................................................................................................... 7
B. Saran .............................................................................................................. 7

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Transportasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Terdapat hubungan erat antara transportasi dengan jangkauan dan lokasi kegiatan
manusia, barang-barang dan jasa. Dalam kaitan dengan kehidupan manusia, transportasi
memiliki peranan signifikan dalam aspek-aspek sosial, ekonomi, lingkungan, politik dan
pertahanan keamanan. Dalam aspek perekonomian, transportasi mempunyai pengaruh
yang besar. Bahkan data menunjukan salah satu kendala yang dihadapi dalam kalangan
industri adalah sektor transportasi. Salah satu moda transportasi untuk orang dan barang
yang paling populer didunia adalah kereta api. Di Indonesia sebagai negara berpenduduk
200 juta jiwa lebih, moda transportasi juga sangat digandungi. Popularitas moda
transportasi ini menurut Hapsoro (2005) dikarenakan, kereta api memiliki beberapa
keunggulan dibanding moda lain seperti kehandalan keselamatan perjalanan, ketepatan
waktu, ekonomis ruang, polusi dan kebisingan minimal serta memiliki daya angkut yang
besar dan memiliki harga yang terjangkau.

B. Rumusan Masalah
Apakah karakteristik moda transportasi?
C. Manfaat Penulisan
Untuk mengetahui karakteristik moda transportasi
BAB II
PEMBAHASAN

Karakteristik Moda Transportasi

Moda transportasi merupakan istilah yang digunaka untuk menyatakan alat angkut yang
digunakan untuk berpindah tempat dari suatu tempat ke tempat lain. Moda yang biasanya
digunakan dalam transportasi dapat dikelompokkan atas moda yang berjalan di darat,
berlayar di perairan laut dan pedalaman serta moda yang terbang di udara. Moda yang di
darat juga masih dikelompokkan atas moda jalan, moda kereta api dan moda pipa. Jaringan
transportasi dapat dibentuk oleh moda transportasi yang terlibat yang saling berhubungan
yang rangkai dalam Sistem Transportasi Nasional (Sistranas). Masing-masing moda
transportasi memiliki karakteristik teknis yang berbeda dan pemanfaatannya disesuaikan
dengan kondisi geografis daerah layanan.

1. Moda Darat
a. Jalan
Moda transportasi jalan dapat dikelompokkan atas dua kelompok besar, yaitu
moda kendaraan tidak bermotor dan moda kendaraan bermotor. Pembagian lain
yang juga masih bisa dilakukan adalah moda kendaraan pribadi dan moda
kendaraan umum. Sedang moda angkutan umum juga masih bisa dibagi dalam
dua kelompok yaitu moda angkutan umum dalam trayek dan moda angkutan
umum tidak dalam trayek.
 Moda kendaraan bermotor
Didalam Undang-undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan kendaraan bermotor didefinisikan sebagai setiap Kendaraan yang digerakkan
oleh peralatan mekanik berupa mesin selain Kendaraan yang berjalan di atas rel.
Kendaraan Bermotor dikelompokkan berdasarkan jenis:
1. sepeda motor
2. mobil penumpang
3. mobil bus
4. mobil barang; dan
kendaraan khusus.
Kendaraan Bermotor angka 2, angka 3, dan angka 4 dikelompokkan berdasarkan
fungsi:
1. Kendaraan Bermotor perseorangan
2. Kendaraan Bermotor Umum.
Pertumbuhan kendaraan selama beberapa dekade belakangan ini
Pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia tumbuh dengan sangat cepat, jauh
lebih cepat daripada penmabahan panjang infrastruktur jalan yang mengakibatkan
permasalahan kemacetan, terutam di kota-kota besar Indonesia termasuk jalan-
jalan arteri yang terus bertambah padat. Kemacetan pada gilirannya akan
mengakibatkan permasalahan terhadap terhadap efisiensi dan efektifitas sistem
transportasi.
Jenis Kendaraan bermotor
Kendaraan bermotor merupakan alat angkut yang paling populer digunakan
masyarakat dalam hampir setiap kegiatan sehari-hari, bahkan bisa meningkatkan
status sosial masyarakat.
Sepeda Motor
Sepeda Motor didefinisikan sebagai Kendaraan Bermotor beroda dua dengan atau
tanpa rumah-rumah dan dengan atau tanpa kereta samping atau Kendaraan
Bermotor beroda tiga tanpa rumah-rumah.
 Moda kendaraan tidak bermotor
Merupakan moda angkutan yang digerakkan dengan tenaga manusia seperti
sepeda, gerobak dorong ataupun becak; moda yang digerakkan tenaga hewan
seperti sado, bendi, cikar, cidomo yang digerakkan kuda, gerobak sapi; moda yang
digerakkan dengan layar seperti selancar angin yang digunakan sebagai perangkat
yang digunakan untuk olahraga.
b. Kereta Api
Kereta api didefinisikan sebagai sarana transportasi berupa kendaraan dengan
tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan kendaraan
lainnya, yang akan ataupun sedang bergerak di rel. Dengan demikian kereta api
hanya dapat bergerak/berjalan pada lintasan/jaringan rel yang sesuai dengan
peruntukannya, hal ini menjadi keunggulannya karena tidak terganggu dengan lalu
lintas lainnya, tetapi dilain pihak menjadikan kereta api menjadi angkutan yang
tidak fleksibel karena jaringannya terbatas. Kereta api merupakan angkutan yang
efisien untuk jumlah penumpang yang tinggi sehingga sangat cocok untuk
angkutan massal kereta api perkotaan pada koridor yang padat, tetapi juga
digunakan untuk angkutan penumpang jarak menengah sampai dengan 3 atau 4
jam perjalanan ataupun untuk angkutan barang dalam jumlah yang besar dalam
bentuk curah, seperti untuk angkutan batu bara. Karena sifatnya sebagai angkutan
massal efektif, beberapa negara berusaha memanfaatkannya secara maksimal
sebagai alat transportasi utama angkutan darat baik di dalam kota, antarkota,
maupun antarnegara. Jenis-jenis kereta api yaitu :
 Dari segi tenaga penggerak
1. Kereta Api Uap
2. Kereta Api Diesel
3. Kereta Rel Listrik
4. Kereta Api Daya Magnit
 Dari segi rel
1. Kereta Api Konvensional
2. Kereta Api Mono Rel
 Dari segi penempatan rel
1. Kereta Api bawah tanah
2. Kereta Api laying
3. Kereta api permukaan
4. Kereta api di perkotaan
c. Angkutan Pipa
Tranportasi pipa merupakan perangkat transportasi angkutan barang melalui pipa.
Biasanya digunakan untuk angkutan gas dan cairan dalam jumlah yang besar,
tetapi dapat juga untuk mengangkut barang yang dikemas dalam kapsul yang
didorong dengan tekanan udara, ataupun dalam bentuk tepung didorong dengan
tekanan udara tertentu yang kemudian dipisahkan kembali.
Penggunaan angkutan pipa yang paling besar adalah untuk transportasi minyak
mentah, minyak hasil pengolahan/refinery, gas alam ataupun untuk angkutan air
kebutuhan industri ataupun ke perumahan.
Angkutan melalui pipa dilakukan untuk mengangkut material yang stabil, dan
untuk menstabilkan material yang dapat berubah sifat bila dialirkan untuk jarak
yang jauh melalui pipa terkadang harus dilakukan pemanasan, untuk material
yang dapat membeku selama mengalir seperti minyak kelapa sawit, minyak
mentah dari jenis tertentu ataupun didinginkan bila material tersebut dapat
berubah sifat ataupun bentuk.
Komponen transportasi pipa
Ada beberapa komponen yang diperlukan dalam transportasi pipa untuk
mendapatkan sistem transportasi pipa yang efektif dan efisien, yaitu:
Pipa transmisi
Dimensi pipa transmisi biasanya tergantung kepada jenis bahan yang diangkut,
apakah dalam bentuk cairan, gas ataupun bahan padat, besarnya volume bahan
yang diangkut dan kecepatan fluida melalui pipa tersebut. Pipa yang berukuran
besar biasanya dibuat dari lembaran baja yang disambung dilas seperti spiral.
Semakin jauh fluida bergerak di dalam pipa semakin rendah tekanan didalam pipa
karena terjadi gesekan dengan permukaan dalam pipa, semakin kasar permukaan
semakin cepat penurunan tekanan dalam pipa. Oleh karena itu untuk jarak
perjalanan yang panjang dibutuhkan peningkatan tekanan kembali dengan
menggunakan pompa penguat. Dalam hal angkutan bahan bakar atau gas, maka
pompa penguat dapat menggunakan sebagian kecil dari bahan yang diangkut
dengan menggunakan kompressor yang digerakkan dengan gas tersebut atau
bahan bakar yang diangkut tersebut. Bila terdapat jaringan listrik maka
kompressor biasanya digerakkan dengan motor listrik. Dalam hal cairan dapat
juga digunakan grafitasi untuk mengalirkan fluida tersebut bila hal itu didukung
oleh geography yang tepat. Hal ini terkadang digunakan untuk tranportasi air
minum yang memiliki sumber air baku di gunaung atau dataran tinggi sedangkan
pelanggan berada di dataran rendah.

2.Moda Pelayaran

Kapal sulit untuk diklasifikasikan, terutama karena banyak sekali kriteria yang dapat
digunakan menjadi dasar dalam menetapkan klasifikasi. Pendekatan kalsaifikasi yang
digunakan adalah:

Berdasarkan tenaga penggerak kapal

Berbagai jenis penggerak digunakan untuk menggerakkan kapal, mulai dari


penggerak tenaga manusia sampai dengan kapal nuklir.

Tenaga penggerak manusia


Tenaga penggerak manusia hanya dapat digunakan untuk perahu kecil, seperti yang
digunakan nelayan di perairan pedalaman atau dilaut untuk memancing ikan, atau
kano ataupun perahu naga yang diperlombakan dalam berbagai kejuaraan baik yang
bersifat lokal ataupun bersifat regional dalam SEA Games maupun Olimpeade.

Jenis – jenis kapal yaitu :

a. Kapal layar
Kapal layar adalah kapal yang digerakkan dengan menggunakan layar yang
memanfaatkan tenaga angin sebagai pendorongnya. Konstruksi Kapal ini
umumnya terbuat dari kayu dan cukup lama digunakan sebagai tulang pungung
pelayaran baik bersifat sipil maupun militer sampai penemuan mesin uap dan
kapal besi/baja pada abad ke 19 seiring dengan ramainya Revolusi Industri yang
dipelopori oleh Inggris melalui penemuan mesin uap oleh James Watt.
Pada awalnya, kapal layar digerakkan oleh tenaga manusia sebagai pendayung
dan layar. Model dari kapal jenis ini dapat dilihat pada kapal viking, kapal Mesir
Kuno, kapal Romawi Kuno, Kapal India Kuno sampai masa Kapal Borobudur
yang sudah menggunakan kapal layar. Seiring dengan perkembangan, maka
digunakan kapa layar bercadik seperti yang dijumpai di Indonesia, Kapal dengan
menggunakan layar segitiga seperti yang dijumpai di Timur tengah dan Kapal
layar segi empat yang digunakan oleh Bangsa bangsa Eropa menjelang memasuki
abad penjelajahan, Serta kapal layar lipat dengan model yang dijumpai di Jepang
ataupun China.
Kapal layar di Indonesia yang paling populer adalah kapal Pinisi. Pinisi adalah
kapal layar tradisional khas asal Indonesia, yang berasal dari Suku Bugis dan
Suku Makassar di Sulawesi Selatan. Kapal ini umumnya memiliki dua tiang layar
utama dan tujuh buah layar, yaitu tiga di ujung depan, dua di depan, dan dua di
belakang; umumnya digunakan untuk pengangkutan barang antarpulau[2]. Pinisi
adalah sebuah kapal layar yang menggunakan jenis layar sekunar[3] dengan dua
tiang dengan tujuh helai layar yang mempunyai makna bahwa nenek moyang
bangsa Indonesia mampu mengharungi tujuh samudera besar di dunia.
b. Kapal uap
Kapal uap atau yang disebut juga sebagai a steamer, adalah kapal yang digerakkan
dengan tenaga uap yang menggerakkan propeler ataupun roda kayuh. Cara kerja
mesin uap pada kapal pada awalnya mengandalkan mesin uap yang menggerakkan
roda kayuh (seperti kincir air) yang ada di buritan. Gerakan roda tersebut
menyebabkan kapal bisa terdorong dengan lebih kencang. Roda kayuh kemudian
dalam perkembangannya berubah menjadi propeler, yang dapat meningkatkan
manuver kapal dengan lebih baik.
c. Kapal motor
Kapal motor (bahasa Inggris : motor ship atau motor vessel)pembakaran dalam,
adalah kapal yang digerakkan dengan mesin biasanya menggunakan mesin diesel
dua tak ataupun mesin diesel empat tak. Untuk meningkatkan effisiensi mesin
kapal biasanya mesin diperlengkapi dengan turbo charger (meningkatkan tekanan
kerja mesin) dan intercooler agar mesin pembakaran didalam ruang bakar lebih
sempurna. Penamaan kapal motor (motor ship) dalam istilah internasional
biasanya disingkat manjadi MS, M/S, MV[5] atau di Indonesia disingkat menjadi
KM.
d. Kapal nuklir
Kapal motor (bahasa Inggris : motor ship atau motor vessel)pembakaran dalam,
adalah kapal yang digerakkan dengan mesin biasanya menggunakan mesin diesel
dua tak ataupun mesin diesel empat tak. Untuk meningkatkan effisiensi mesin
kapal biasanya mesin diperlengkapi dengan turbo charger (meningkatkan tekanan
kerja mesin) dan intercooler agar mesin pembakaran didalam ruang bakar lebih
sempurna. Penamaan kapal motor (motor ship) dalam istilah internasional
biasanya disingkat manjadi MS, M/S, MV[5] atau di Indonesia disingkat menjadi
KM.
3. Moda Udara
Jenis-jenis pesawat perbang
Berbagai jenis pesawat digunakan dalam transportasi diantaranya digunakan untuk
kegiatan olahraga, survay pemetaan, angkutan komersil penumpang dan barang dan
untuk keperluan militer yang selanjutnya dapat dikelompokkan atas dua kelompok
yaitu yang lebih ringan dari udara dan lebih berat dari udara. Jenis pesawat udara
yang umum.
Ada beberapa jenis pesawat udara yang umum digunakan diantaranya:
a. Pesawat terbang Boeing 737-800 milik maskapai Garuda Indonesia.
Pesawat Terbang adalah pesawat udara yang lebih berat dari udara, bersayap tetap
atau disebut juga sebagai fixed wing, dan dapat terbang dengan tenaga sendiri. Wright
bersaudara (Wright brothers).[1], Orville (19 Agustus 1871 - 30 January 1948) dan
Wilbur (16 April 1867 - 30 May 1912) adalah dua orang Amerika yang dicatat
sebagai penemu pesawat terbang karena mereka berhasil membangun pesawat terbang
yang pertama kali berhasil diterbangkan dan dikendalikan oleh manusia pada tanggal
17 Desember 1903. Dua tahun setelah penemuan mereka, kedua bersaudara tersebut
mengembangkan 'mesin terbang' mereka ke bentuk pesawat terbang yang memakai
sayap yang seperti sekarang kita kenal. Walaupun mereka bukan orang yang pertama
membuat pesawat percobaan atau experiment, Wright bersaudara adalah orang yang
pertama menemukan kendali pesawat sehingga pesawat terbang dengan sayap yang
terpasang kaku bisa dikendalikan. Pesawat terbang merupakan moda yang sangat
populer dalam melakukan perjalanan jarak menengah maupun panjang. Pesawat-
pesawat komersil tertentu bahkan mampu terbang sampai sekitar 18 jam. Pesawat
komersil yang populer digunakan saat ini adalah dari Boing 737 buatan Amerika
Serikat dari berbagai seri, diantaranya seri 200, 300, 400, 500, 800 dan 900, kemudian
disusul dengan pesawat Airbus buatan beberapa negara di Eropah dari seri 319, 320
dan 330.
b. Helikopter
Helikopter adalah pesawat udara yang lebih berat dari udara, bersayap putar atau yang
disebut juga sebagai Rotary wing yang rotornya digerakkan oleh mesin. Kata
helikopter[2] berasal dari bahasa Yunani helix (spiral) dan pteron (sayap). Sesuai
dengan namanya, Helikopter merupakan pesawat sayap-berputar yang dapat bergerak
naik turun secara vertikal dan bermanuver di udara memanfaatkan tenaga yang
dihasilkan dari oleh satu atau lebih rotor (propeller) horizontal besar. Era baru
perkembangan helikopter terjadi pada September 1939, sebuah helikopter Amerika
pertama yang didesain oleh Igor Skorsky keturunan Rusia yang lahir di Amerika
melalui Vought-Sikorsky Company. Helikopter ini bernama Sikorsky's VS-300,
merupakan helikopter pertama yang sukses menggunakan rotor/baling-baling
belakang (Tail Rotor) yang berfungsi untuk menetralkan tenaga putaran yang
diproduksi oleh baling-baling utama. Rotor atau sayap berputar pada helicopter
berfungsi untuk mengangkat pesawat keatas dan untuk memajukan pesawat maka
diberikan kemiringan sayap putar yang mengakibatkan pesawat bisa berjalan maju
ataupun mundur. Karena sayap putar berputar ke satu arah maka harus dilengkapi
dengan rotor yang ditempatkan dibuntut pesawat.
c. Balon udara
Balon udara panas sedang dikembangkan dengan pembakar sebelum diluncurkan.
Balon udara panas adalah teknologi penerbangan pertama oleh manusia, ditemukan
oleh Montgolfier [3] bersaudara di Annonay, Perancis pada 1783. Penerbangan
pertama dengan manusia diadakan pada 21 November 1783, di Paris oleh Pilâtre de
Rozier dan Marquis d'Arlandes. Balon udara panas dapat dikendalikan dan bukan
hanya dibawa angin yang dikenal dengan airship atau thermal airship.
Jenis Pesawat Berdasarkan Penggunaan
Ada beberapa jenis pesawat yang penting berdasarkan penggunaan diantaranya:
a. Pesawat Eksperimental
Pesawat ini merupakan pesawat yang sedang mengalami proses pengujian. Pesawat
jenis ini pada umumnya mempunyai bentuk sedikit berbeda dan istimewa. Konsep
dan desainnya baru. Selain itu, pesawat ini belum dipakai secara massal.
b. Pesawat Penumpang Sipil
Pesawat jenis ini merupakan pesawat udara yang berfungsi mengangkut penumpang.
Pesawat penumpang sipil ini mempunyai kapasitas yang berbeda-beda, mulai
kapasitas 1 orang untuk pesawat pribadi sampai dengan Airbus 380 yang bisa
mengangkut sekitar 500 orang penumpang.
c. Pesawat Angkut
Pesawat ini berfungsi untuk mengangkut barang dan mengangkut berbagai jenis
komoditi. Pesawat ini sering juga disebut pesawat kargo. Pada umumnya pesawat
kargo adalah pesawat penumpang yang dimodifiksai. Tapi, ada juga pesawat yang
khusus dibuat untuk pengangkutan barang, misalnya pesawat jenis Boeing 747 Large
Cargo Freighter. Pesawat angkut biasanya dipakai oleh sipil dan militer. Keduanya
mempunyai armada masing-masing. Pihak militer biasanya menggunakan pesawat ini
untuk mengangkut kendaraan perang, senjata, dan tentara.
d. Pesawat Militer
Pesawat militer merupakan pesawat yang berfungsi untuk berbagai keperluan militer.
Jenisnya pun bermacam-macam.
1. Pesawat tempur. Pesawat ini didesain untuk melakukan penyerangan. Sasaran
penyerangan biasanya adalah pesawat musuh. Karakter pesawat ini lincah dan
cepat.
2. Pesawat tempur latih. Pesawat ini digunakan latihan oleh calon-calon pilot, baik
sipil ataupun militer. Pesawat ini dirancang tidak bersenjata. Pesawat jenis ini
mempunyai dua tempat duduk, yaitu untuk pilot dan co-pilot.
3. Pesawat intai. Pesawat ini berfungsi untuk mengintai lawan dan mengumpulkan
data-data intelijen.

Jenis pesawat berdasarkan mesin penggerak

a. Piston
Merupakan pesawat ekonomis yang sangat sesuai untuk penerbangan jarak dekat.
Kapasitas biasanya berkisar antara 3 sampai 8 penumpang. Pesawat jenis seperti ini
biasanya digunakan untuk kebutuhan pribadi, photo udara, latihan, penyemproton
hama. Mesin penggerak dapat berupa mesin diesel yang menggunakan bahan bakar
aviation turbine fuel (avtur) yang merupakan turunan dari kerosine yang mempunyai
persyaratan yang ketat; dan mesin piston yang dirancang untuk dijalankan dengan
aviation gasoline dengan standar yang lebih tinggi dari bahan bakar mobil agar dapat
digunakan pada compression ratio yang lebih tinggi yang dapat meningkat tenaga
mesian pada ketinggian yang lebih tinggi, bahan bakat yang biasanya digunakan
adalah aggas 100LL yang berarti mempunyai angka oktan 100 dan LL merupakan
singkatan dari low lead
b. Potongan mesin Tuboprop
Merupakan jenis pesawat terbang untuk perjalanan jarak menengah antara 2 sampai 4
jam. Pesawat turboprop digunakan pada pesawat dengan 4 sampai dengan 70
penumpang. Terdapat banyak pesawat terbang seperti ini yang digunakan di Indonesia
seperti CN 235 buatan Industri Pesawat Terbang Nasional (IPTN), MA 60 buatan
Tiongkok, ATR buatan Perancis ataupun digunakan pada alat angkut militer Hercules
yang digerakkan dengan dengan 4 buah mesin.
c. Potongan mesin jet
Pesawat jet menggunakan turbofan yang prinsip kerjanya hampir sama dengan
turboprop hanya tidak menggunakan propeler sedang tetapi menggunakan fan untuk
memasok udara ke turbin serta udara bertekanan yang menambah daya dorong serta
ikut mendinginkan didnding luar turbin/ruang bakar. Turbofan merupakan jet yang
menghirup udara yang kemudian dipadatkan pada kompresor untuk kemudian
dibakar, hasil pembakaran akan memutar turbin tekanan tinggi dan kemudian
dikembangkan oleh turbin tekanan rendah dan gas hasil pembakaran keluar melalui
nosel/jet yang mengakibatkan daya dorong.
d. Roket
Mesin roket yang memperoleh dorongan dari tekanan yang dihasilkan dalam ruang
bakar yang keluar melalui nosel. Roket merupakan wahana luar angkasa, peluru
kendali, atau kendaraan terbang yang mendapatkan dorongan melalui reaksi roket
terhadap keluarnya secara cepat bahan fluida dari keluaran mesin roket. Aksi dari
keluaran dalam ruang bakar dan nozle pengembang, mampu membuat gas mengalir
dengan kecepatan hipersonik sehingga menimbulkan dorongan reaktif yang besar
untuk roket (sebanding dengan reaksi balasan sesuai dengan Hukum Pergerakan
Newton ke 3). Hasil pembakaran mengakibatkan tekanan antara 10 sampai 200 bar
dalam ruang bakar yang dikeluarkan melalui nosel yang mengakibatkan daya dorong
yang besar dan akan menghasilkan tenaga yang sangat besar dan dapat menghasilkan
pesawat yang dapat meluncur dengan kecepatan yang sangat besar. Seringkali definisi
roket digunakan untuk merujuk kepada mesin roket.
Jenis pesawat menurut bentuk sayap
Selain dari pada kedudukan sayap terhadap badan pesawat, maka pesawat terbang
dapat juga ditinjau dari bentuk sayap, Bentuk sayap sangat erat hubungannya dengan
sifat-sifat aerodinamis dari pesawat terbang yang bersangkutan,termasuk kemampuan
(performance) pesawat terbang tersebut.
Bentuk sayap yang paling banyak kita kenal adalah:
a. Sayap lurus (Straight wing/rectangular wing) banyak digunakan pada pesawat pada
awal industri penerbangan.
b. Sayap condong ke belakang (Swept back wing) merupakan bentuk sayap yang banyak
digunakan saat ini didalam industri penerbangan dikembangkan dengan berbagai
variasinya seperti Cressent, Cranked arrow, M-wing dan W-wing .
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Transportasi atau perangkutan adalah perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain
dengan menggunakan alat pengangkutan, baik yang digerakkan oleh tenaga manusia, hewan
(kuda, sapi, kerbau), atau mesin. Konsep transportasi didasarkan pada adanya perjalanan
(trip) antara asal (origin) dan tujuan (destination). Kebutuhan transportasi merupakan
kebutuhan turunan (derived demand) akibat aktivitas ekonomi, sosial, dan sebagainya. Sarana
transportasi yang ada di darat, laut, maupun udara memegang peranan vital dalam aspek
sosial ekonomi melalui fungsi distribusi antara daerah satu dengan daerah yang lain
Kebanyakan dari negara maju menganggap pembangunan transportasi merupakan bagian
yang integral dari pembangunan perekonomian. Ada baiknya pemerintah memperhatikan hal
tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

 Mbina Pinem, 2007. Geografi Transport. Fakultas Ilmu Sosial. Unimed


 Morlok, E.K. 1988. Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi. Jakarta. Erlangga