Anda di halaman 1dari 5

Bunga Nadya Sari

119112275
FEB / Manajemen A

1. Terangkan sirkulasi aliran pendapatran dalam perekonomian tiga sektor. Nyatakan jenis-
jenis suntikan dan bocoran dalam ekonomi tersebut. Apakah syarat yang harus dipenuhi
agar perekonomian tiga sektor mencapai keseimbangan?
Jawaban:
- Sirkulasi aliran pendapatan dalam perekonomian tiga sektor

Pembayan oleh sektor perusahaan sekarang dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
pembayaran kepada sektor rumah tangga sebagai pendapatn kepada faktor-faktor produksi
dan pembayaran pajak pendapatan perusahaan kepada pemerintah.

Pendapatan yang diterima rumah tangga sekarang berasal dari dua sumber: dari
pembayaran gaji dan upah, sewa, bunga dan utang oleh perusahaan dan dari pembayaran
gaji dan upah oleh pemerintah.

Pemerintah menerima pendapatan berupa pajak dari perusahaan dan rumah tangga.
Pendapatan tersebut akan digunakan untuk membayar gaji dan upah pegawai-pegawai dan
untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa.

Pendapatan yang diterima rumah tangga (Y) akan digunakan untuk memenuhi tiga
kebutuhan: membayar dan membiayai pengeluaran konsumsi (C), disimpan sebagai
tabungan (S) dan membayar pajak pendapatan rumah tangga (T). dalam persamaan:

Dalam gambaran tersebut tetap dimisalkan bahwa tabungan rumah tangga dipinjamkan
oleh lembaga-lembaga keuangan keoada para perusahaan yang menanam modal.

- Dalam perekonomian tiga sektor I dan G adalah suntikan kedalam sirkulasi aliran
pendapatan, sedangkan S dan T adalah kebocoran.

Keseimbangan: Y = AE, atau Y = C + I + G

Y : penawaran agregat AE : pengeluaran agregat


C : konsumsi rumah tangga I : investasi perusahaan
G : pengeluaran pemerintah pembeli barang dan jasa

Y = C + S + T (setiap pendapatan nasional)


C + I + G = C + S + T (keseimbangan = setiap pendapatan nasioanl)

Jika C dikurangi dari setiap ruas maka, dalam perekonomian tiga sektor I dan G adalah
suntikan kedalam sirkulasi aliran pendapatan, sedangkan S dan T adalah kebocoran.
Sebagai kesimpulan dapatlah dirumuskan bahwa dalam perekonomian tiga sektor yang
mencapai keseimbangan akan berlaku keadaan : I + G = S + T

2. a. Apakah pajak langsung? Pajak tidak langsung? Berdasarkan kepada proporsi pakaj ke atas
pendapatan rumah tangga terangkan tiga jenis pajak yang anda ketahui.
Jawaban:
Pajak lansung, pajak yang harus dibayar sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat
dilimpahkan kepada pihak lain atau orang lain
Sedangkan pajak tidak lansung adalah pajak yang pembayarannya bisa dilimpahkan kepada
pihak lain. Bisa berdasarkan yang memungut, menanggung dan sifatnya.

b. terangkan perbedaan di antara kecondongan mengkomsumsi marjinal disposebel dan


kecondongan mengkonsumsi marjinal pendapatan nasional
jawaban:
kecondongan mengkomsumsi marjinal disposebel dan kecondongan mengkonsumsi
marjinal pendapatan nasional adalah sama. Disposable Income (DI) adalah pendapatan yang
siap dibelanjakan dalam arti siap untuk dimanfaatkan untuk mebeli barang dan jasa
konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.
Pembahasan
Kecenderungan konsumsi marginal (MPC/Marginal Prospensity to Consume) merupakan
konsep yang memberikan gambaran tentang berapa konsumsi yang akan bertambah bila
pendapatan disposabel bertambah 1 unit. MPC adalah angka yang menunjukkan
perbandingan antara besarnya perubahan pengeluaran konsumsi (∆C) dengan besarnya
perubahan keseimbangan pendapatan disposabel atau pendapatan nasional (∆Y) yang
diterima sehingga mengakibatkan pengeluaran konsumsi.

Fungsi Konsumsi merupakan suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan di antara
tingkat konsumsi rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional (atau
pendapatan disposabel) perekonomian tersebut.

Rumus Disposable Income (DI) yaitu :


DI = PI – Pajak langsung

Keterangan :
DI = Disposable Income
PI = Personal Income
({NNI + transfer payment} – {laba ditahan + iuran asuransi + iuran jaminan sosial + pajak
perseorangan})
PAJAK langsung = Pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain (harus
langsung ditanggung oleh wajib pajak).
Contoh: pajak pendapatan, pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak kendaraan.
3. a. terangkan akibat pajak tetap ke atas fungsi konsumsi dan fungsi tabungan
jawaban:
pajak tetap = t
C = a + bY
akibat pajak thd konsumsi
C = a + b(Y - t)
C = a + bY - tY
S = -a + (1-b)Y
akibat pajak thd tabungan
S = -a + (1-b)(Y - t)
S = -a + (1-b)Y - (1-b)t

b. terangkan akibat pajak proporsional ke atas fungsi konsumsi dan fungsi tabungan
jawaban:
pajak proposional = t = tY
akibat pajak thd konsumsi
C = a + b(Y - tY)
C = a + (1-t)bY
akibat pajak thd tabungan
S = -a + (1-b)(Y - tY)
S = -a + (1-t)(1-b)Y

c. terangkan faktor-faktor yang menentukan pengeluaran pemerintah


jawaban:
1. Proyeksi Jumlah Pajak yang Diterima
Salah satu faktor penting yang menentukan besarnya pengeluaran pemerintah adalah
jumlah pajak yang diramalkan. Dalam menyusun anggaran belanjanya, terlebih dahulu
pemerintah harus membuat proyeksi tentang jumlah pajak yang akan diterimanya. Makin
banyak jumlah pajak yang dapat dikumpulkan, makin banyak pula pembelanjaan
pemerintah yang dilakukan.
2. Tujuan-tujuan Ekonomi yang Akan Dicapai
Faktor yang lebih penting dalam penentuan pengeluaran pemerintah adalah tujuan-tujuan
ekonomi yang ingin dicapai pemerintah. Peran pemerintah sangat penting dalam
perekonomian, karena dapat mengatur kegiatan ekonomi kea rah yang diinginkan.
Beberapa tujuan penting dari kegiatan pemerintah adalah mengatasi masalah
pengangguran, inflasi dan mempercepat pembangunan ekonomi jangka panjang.
Untuk memenuhi tujuan-tujuan tersebut sering sekali pemerintah membelanjakan uang
yang jauh lebih besar dari pendapatan pajak yang diperoleh. Untuk mengatasi
pengangguran dan pertumbuhan ekonomi yang lambat – misalnya, pemerintah perlu
membiayai pembangunan infrastruktur seperti irigasi, jalan-jalan, pelabuhan, dan
mengembangkan pendidikan.
Usaha tersebut membutuhkan uang yang banyak dan pendapatan dari pajak saja tidak
cukup untuk membiayainya. Sehingga untuk memperoleh dana yang diperlukan,
pemerintah terpaksa melakukan pinjaman.
3. Pertimbangan Politik dan Keamanan
Pertimbangan politik dan keamanan negara selalu menjadi salah satu tujuan penting dalam
menyusun anggaran belanja pemerintah. Kekacauan politik, perselisihan di antara berbagai
golongan masyarakat dan daerah seringkali terjadi di berbagai negara di dunia. Keadaan
tersebut akan menyebabkan kenaikan pembelanjaan pemerintah yang sangat besar,
terutama apabila operasi militer perlu dilakukan.
6. a. Apakah penstabil otomatik? Terangkan jenis-jenis penstabil otomatik
Jawaban:
Berikut adalah pengertian penstabil otomatik dan beberapa jenis dari penstabil otomatik
penstabil otomatik adlaah sebuah bentuk pendapatan dan juga pengeluaran yang dimana
dimiliki oleh pemerintah yang dimana kemudian akan secara otomatik menciptakan
berbagai macam betnuk akan kestabilan yang dimana akan menjadi lebih tinggi kepada
segala macam bentuk dari kegiatan ekonomi. Macam-macam bentuk dari penstabil
otomatis diantaranya adalah:

 Pajak proporsional dan juga pajak progressif


 Asuransi pengangguran
 Kebijakan harga minimum.
Pembahasan
Penjelasan atas adalah hal yang dimana berhubungan dengan kebijakan fiskal yang dimaan
merupakan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk mendapatakan berbagai
macam bentuk dari dana dan juga kebijaksanaan yang digunakan untk melakukan
pembelanjaan terhadap dananya sendiri.

b. “ Dalam menghadapi masalah pengangguran yang serius kita tidak dapat menggunakan
penstabil otomatik. Kebijakan yang harus dijalankan adalah kebijakan fiskal diskresioner”.
Terangkan maksud pernyataan ini. Dengan cara bagaimana kebijakan fiskal diskresioner itu
dijalankan
jawaban:
Pada saat tingkat pengangguran tinggi pemerintah melakukan kebijakan fiskal melalui
pembangunan. Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam
rangka mendapatkan dana-dana dan kebijaksanaan yang ditempuh oleh pemerintah untuk
membelanjakan dananya tersebut dalam rangka melaksanakan pembangunan.

Jadi pemerintah melalui anggaran pendapatan belanja negara, melakukan belanja negara
dengan cara pembangunan, agar ekonomi berjalan lancar. dengan proyek pembangunan
pemerintah maka tenaga kerja akan terserap, maka tingkat pengangguran akan berkurang.
dan pendapatan masyarakat meningkat, secara otomatis akan mempengaruhi pada
pertumbuhan ekonomi, masyarakat memiliki pekerjaan, mempunyai daya beli sehingga
kegiatan ekonomi di semua sektor dapat berjalan dengan lancar.

kebijakan fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah dalam
pengelolaan keuangan negara untuk mengarahkan kondisi perekonomian menjadi lebih baik
yang terbatas pada sumber-sumber penerimaan dan alokasi pengeluaran negara yang
tercantum dalam APBN. tujuan utama dari kebijakan fiskal ini adalah mengendalikan
pengangguran atau mengurangi pengangguran.

Berikut ini beberapa tujuan kebijakan fiskal yaitu :


1. Mencegah pengangguran.
2. Mengatur laju investasi.
3. Mendorong Investasi sosial secara optimal.
4. Menanggulangi inflasi.
5. Meningkatkan stabilitas ekonomi ditengah ketidakstabilan internasional.
6. Untuk meningkatkan dan meredistribusikan pendapatan nasional.
7. Untuk meningkatkan dan meredistribusikan pendapatan nasional.

Anda mungkin juga menyukai