Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK

Latar belakang: Indeks Massa Tubuh mempengaruhi terjadinya dismenorea.


Kelebihan berat badan dapat mengakibatkan dismenorea primer, karena di dalam
tubuh dengan berat badan lebih terdapat jaringan lemak yang berlebihan sehingga
dapat menyebabkan terdesaknya pembuluh darah oleh jaringan lemak pada organ
reproduksi sehingga darah yang seharusnya mengalir pada proses menstruasi menjadi
terganggu dan timbul dismenorea, di Indonesia angka kejadian dismenorea
diperkirakan sebanyak 45-95% pada wanita usia produktif.
Tujuan: Mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan kejadian dismenorea
pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah.
Metode: Ruang lingkup penelitian adalah di bidang obtestri dan ginekologi, jenis
penelitian ini analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross-
sectional, Penelitian ini telah dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas
Baiturrahmah dan berlangsung dari Mei 2019 sampai Agustus 2019. Populasi dalam
penelitian ini mahasiswi angkatan 2016, 2017 dan 2018 dengan populasi berjumlah
361 orang dan sampel sebanyak 79 orang. Analisa data menggunakan uji statistic chi-
square dengan program SPSS versi 24.0.
Hasil: paling banyak dengan indeks massa tubuh normal yaitu 36 orang (45,6%),
paling banyak mengalami dismenore ringan yaitu 52 orang (65,8%) dan terdapat
hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian dismenore pada
mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah. p=0,002 (p<0,05).

Kesimpulan: paling banyak IMT normal, mengalami dismenore ringan dan terdapat
hubungan IMT dengan kejadian dismenore.

Kata Kunci : Indeks Massa Tubuh (IMT), Dismenore, Mahasiswi