Anda di halaman 1dari 4

1.

Setuju karena tarif pos ditetapkan oleh Keputusan Menteri Keuangan sesuai peraturan
perundang-undangan.

2. Karena ada peraturan yg mengatur hal tersebut, biasanya peraturan tersebut ditetapkan untuk
mendorong produksi produk dalam negeri.

3. PIB berisi perincian atas barang impor, termasuk jumlah pajak dan bea masuk yang harus dibayar
atas barang impor. PIB disampaikan dalam data elektronik melalui sistem kepabeanan atau
menggunakan media penyimpan data digital. PIB juga dapat disampaikan melalui tulisan di atas
formulir khusus.

PIB kemudian dilaporkan bersamaaan dengan beberapa dokumen pelengkap serta bukti
pembayaran bea masuk, cukai dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) yang disampaikan kepada
pejabat di kantor pabean.

Barang Kena Cukai (BKC) dapat dilunasi dengan pelekatan pita cukai yang dokumen
pemesananannya telah disampaikan kepada pejabat di kantor pabean tempat pengeluaran barang.

Untuk dokumen seperti Surat Pemberitahuan Jalur Merah, Surat Pemberitahuan Jalur Kuning, SPPB
untuk jalur hijau pelunasannya dilakukan dalam jangka waktu 3 hari kerja setelah tanggal.

Sementara, untuk dokumen SPPB untuk jalur MITA Prioritas dan jalur MITA Non Prioritas
pelunasannya dilakukan dalam jangka waktu 5 hari kerja.

4. Kawasan Pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di pelabuhan laut, bandar udara
atau tempat lain yang ditetapkan untuk lalu-lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah
pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai,

5. Diketahui :

CIF= USD 20.000

Kurs 1 USD = Rp.14.000

Bea Masuk = 15%

Cukai = Rp.2000.000
Ditanya :

Berapa PPN dan PPh Pasal 22 ?

Jawab :

Nilai Pabean = CIF x Rp.Kurs = Rp. 20.000 x Rp.14.000 = Rp. 280.000.000

Bea Masuk = 15% x Nilai Pabean = 15% x Rp.280.000.000 = Rp. 42.000.000

Cukai = Rp. 2.000.000

Nilai Impor = Rp. 324.000.000

PPN = 10% x Rp.324.000.000 = Rp. 32.400.000

PPh Pasal 22 = 7,5% x Rp.324.000.000 = Rp. 24.300.000

6. Diketahui :

CIF = USD 150

Kurs 1 USD = Rp.14.000

Bea Masuk = 15%

Cukai = Rp.2000.000

Ditanya :

Berapa PPN dan PPh Pasal 22 ?

Jawab :

Nilai Pabean = CIF x Rp.Kurs = Rp. 150 x Rp.14.000 = Rp. 2.100.000

Bea Masuk = 15% x Nilai Pabean = 15% x Rp. 2.100.000 = Rp. 315.000

Cukai = Rp. 2.000.000

Nilai Impor = Rp. 4.415.000

PPN = 10% x Rp. 4.415.000 = Rp. 441.500

PPh Pasal 22 = 7,5% x Rp. 4.415.000 = Rp. 331.125

7. Diketahui :

Freight dari Jepang = 10% x FOB


Bea Masuk = 20%

Cukai = Rp.2000.000

FOB = USD 150

Tidak Memiliki API

Ditanya :

Berapa PPN dan PPh Pasal 22 ?

Jawab :

Harga FOB = USD 150

Freight Impor dari Jepang = 10% x FOB = USD 15

CFR = FOB + Freight Impor dari Jepang = USD 165

Insurance = 0,5% x CFR = USD 0,825

CIF = CFR + Insurance = USD 165.825

Nilai Pabean = USD 165.825 x Rp.14.000 = Rp.2.321.550

Bea Masuk = 20% x Rp.2.321.550 = Rp. 464.310

Nilai Impor = Rp.2.785.860

PPN = 10% x Rp.2.785.860 = Rp. 278.586

PPh Pasal 22 = 7,5% x Rp.2.785.860 = Rp. 208.939.5

8. Bapak Tony Saputra mempunyai angka pengenal impor dan mengimpor cigarette dari Jepang
senilai US$25,000 secara cost insurance and freight dengan nilai tukar US$1 = Rp14.000,- Bapak Tony
selain dikenakan bea masuk 15%, juga dikenakan cukai sebesar Rp2.000.000,- Berapakah PPN dan
PPh Pasal 22? (kerjakan cara atau jalannya bagaimana, jangan hanya pendapatan saja).

Diketahui :

CIF= USD 25.000 Kurs 1 USD = Rp.14.000 ea Masuk= 15%Cukai= Rp.2000.000Memiliki API

Ditanya :Berapa PPN dan PPh Pasal 22 ?

Jawab :Nilai Pabean= CIF x Rp.Kurs = Rp. 25.000 x Rp.14.000= Rp. 350.000.000

Bea Masuk = 15% x Nilai Pabean = 15% x Rp. 350.000.000= Rp.52.500.000


Cukai= Rp.2.000.000Nilai Impor= Rp. 404.500.000PPN= 10% x Rp. 404.500.000= Rp.40.450.000

PPh Pasal 22 (API)= 2,5% x Rp. 404.500.000= Rp.10.112.500

9. Sama seperti soal nomor 8 di atas, tetapi secara cost and freight dan insurance US$200. Hitung
berapa Bapak Abdullah harus membayar PPN dan PPh Pasal 22? (kerjakan cara atau jalannya
bagaimana, jangan hanya pendapatan saja).

Nilai Pabean= CIF x Rp.Kurs = Rp. 200 x Rp.14.000= Rp.2.800.000Bea Masuk = 15% x Nilai Pabean =
15% x Rp. 2.800.000= Rp.420.000Cukai= Rp.2.000.000Nilai Impor= Rp.5.220.000PPN= 10% x Rp.
5.220.000= Rp.522.000PPh Pasal 22= 2,5% x Rp.5.220.000= Rp.130.500

10. Sekarang Bapak Tony Saputra ingin mengimpor cigarette-nya dengan free on board dan bea
masuknya sebesar 25%. Berapakah PPN dan PPh Pasal 22? (kerjakan cara atau jalannya bagaimana,
jangan hanya pendapatan saja).

Harga FOB= USD 200Freight Impor dari Jepang = 10% x FOB= USD20CFR= FOB + Freight Impor dari
Jepang= USD 220Insurance = 0,5% x CFR= USD 1,1CIF= CFR + Insurance= USD 221,1Nilai Pabean=
USD 221,1 x Rp.14.000=Rp.3.095.400

Bea Masuk= 25% x Rp.2.321.550=Rp.773.850Nilai Impor= Rp. 3.869.250

PPN= 10% x Rp. 3.869.250=Rp.386.925

PPh Pasal 22= 2,5% x Rp. 3.869.250=Rp.96.731.25

sumber BMP ADBI 4235 Modul 1, 5, 6