Anda di halaman 1dari 12

1.

Sebagaimana diketahui bahwa penggetahuan dan ilmu pengetahuan adalah dua


hal yang berbeda. Silakan diskusikan persamaan dan perbedaan pengetahuan
dan ilmu pengetahuan

Pengetahuan adalah Jawaban terhadap rasa keingintahuan manusia tentang


kejadian atau gejala yang terjadi di alam semesta baik dalam bentuk fakta,
konsep atau prinsip

Sedangkan ilmu pengetahuan adalah Produk atau hasil dari pencarian dengan
metode tertentu.

2. Silahkan diskusikan perbedaan antara etika dan etiket, kemudian diskusikan juga
mengenai permasalahan etika dalam penelitian sosial 

Etika adalah sistem norma boleh atau tidaknya suatu tindakan dilakukan. Atau
garis besarnya etika adalah : “peraturan “

Sedangkan etiket adalah cara suatu tindakan manusia melakukan perbuatannya


atau secara garis besarnya etiket adalah : “ tindakan dari manusia”

Selamat berdiskusi.

diskusi 3

Forum ini membahas tentang Langkah-langkah dalam Penelitian

Diskusikan:

Untuk penjelasan maupun prediksi suatu permasalahan penelitian diperlukan


adanya suatu teori yang berkaitan dengan masalah penelitian yang diteliti. Silakan
paparkan teori yang anda gunakan terkait permasalahan penelitian (sesuai dengan
objek penelitian yang sudah Anda tentukan pada pertemuan sebelumnya)

Objek penelitian: kasus Bullying diantara anak sekolah.

Objek ini termasuk dalam kajian ilmu sosiologi.

Pendekatan penelitian yang dipilih : pendekatan koreasional.


Landasan teori :

Landasan teori berikut ini memuat tentang teori atau uraian-uraian yang berkaitan
dengan masalah penelitian ini, untuk menggambarkan prinsip-prinsip, teori yang
digunakan.

Kajian Teori mengenai Bullying

a. Pengertian bullying.

Definisi bullying merupakan kata serapan dari bahasa inggris. Bullying dari kata
bully yang artinya menggertak, orang yang menganggu orang yang lemah.
Menurut Kamus Bebas Online “ Bullying ia the act of internationally causing harm
by others, through verbal harassment, physical assault, other more subtle methods
of coercion such as manipulation.
Bullying adalah perilaku yang disengaja yang menyebabkan orang lain terganggu
baik melalui kekerasan verbal, serangan secara fisik, maupun pemaksaan dengan
caracara halus seperti manipulasi. Secara harfiah bullying berasal dari kata bully
yang artinya pemarah, orang yang suka marah. Rigby (2005; dalam Anesty, 2009)
merumuskan bahwa “bullying” merupakan hasrat untuk menyakiti. Hasrat ini
diperlihatkan dalam aksi yang menyebabkan orang lain menderita. Aksi ini
dilakukan secara langsung oleh seseorang atau sekelompok orang yang lebih kuat,
tidak bertanggung jawab, biasanya berulang dan dilakukan dengan perasaan
senang.
Olweus (1993; dalam Anesty, 2009) memaparkan contoh tindakan negatif yang
termasuk dalam bullying antara lain;
1) Mengatakan hal yang tidak menyenangkan atau memanggil seseorang dengan
julukan yang buruk.
2) Mengabaikan atau mengucilkan seseorang dari suatu kelompok karena suatu
tujuan.
3) Memukul, menendang, menjegal atau menyakiti orang lain secara fisik.
4) Mengatakan kebohongan atau rumor yang keliru mengenai seseorang atau
membuat siswa lain tidak menyukai seseorang dari hal-hal semacamnya.

Berdasarkan penjelasan di atas, jadi dapat disimpulkan bahwa bullying adalah


hasrat untuk menyakiti, menyebabkan orang lain menderita, dilakukan secara
langsung oleh seseorang atau seklompok orang yang lebih kuat, dan tidak
bertanggung jawab, biasanya berulang dan dilakukan dengan perasaan senang.

b. Faktor-faktor bullying.

Banyak faktor-faktor penyebab terjadinya perilaku bullying. Qurroz dkk (2006;


dalam Anesty, 2009) mengemukakan sedikitnya terdapat tiga faktor yang dapat
menyebabkan perilaku bullying sebagai berikut.
1) Hubungan keluarga.
Anak akan meniru berbagai nilai dan perilaku anggota keluarga yang ia lihat
sehari-hari sehingga menjadi nilai dan perilaku yang ia anut (hasil dari imitasi).
Sehubungan dengan perilaku imitasi anak, jika anak 12 dibesarkan dalam keluarga
yang menoleransi kekerasan atau bullying, maka ia mempelajari bahwa bullying
adalah suatu perilaku yang bisa diterima dalam membina suatu hubungan atau
dalam mencapai apa yang di lingkunganya (image), sehingga kemudian ia meniru
(imitasi) perilaku bullying tersebut. Menurut Dien Haryana (Sejiwa or.id) karena
faktor orang tua dirumah yang tipe suka memaki, membandingkan atau melakukan
kekerasan fisik. Anak menganggap benar bahasa kekerasaan.

2) Teman sebaya.
Salah satu faktor besar dari perilaku bullying pada remaja disebabkan oleh adanya
teman sebaya yang memberikan pengaruh negatif dengan cara menyebarkan ide
(baik secara aktif maupun pasif) bahwa bullying bukanlah suatu masalah besar dan
merupakan suatu hal yang wajar untuk dilakukan. Menurut Djwuta Ratna (2005)
pada masanya, remaja memiliki keinginan untuk tidak lagi tergantung pada
keluarganya dan mulai menilai mencari dukungan dan rasa aman dari kelompok
sebayanya. Jadi bullying terjadi karena adanya tuntutan konformitas.
Berkenaan dengan teman sebaya dan lingkungan sosial, terdapat beberapa
penyebab pelaku bullying melakukan tindakan bullying adalah:
a) Kecemasan dan perasaan inferior dari seorang pelaku.
b) Persaingan yang tidak realistis.
c) Perasaan dendam yang muncul karena permusuhan atau juga karena pelaku
bullying pernah menjadi korban bullying sebelumnya.
d) Ketidak mampuan menangani emosi secara positif (Rahma, 2008:47). 13
3) Pengaruh media. Survey yang dilakukan Kompas (Saripah, 2006)
memperlihatkan bahwa, 56,9% anak meniru adegan-adegan film yang ditontonya
umumnya mereka meniru gerakannya (64%) dari kata-katanya (45%).
Melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh Yayasan Sejiwa (2007) terangkum
pendapat orang tua tentang alasan anak-anak menjadi pelaku bullying, diantaranya:
a) Karena mereka pernah menjadi korban bullying.
b) Ingin menunjukkan eksistensi diri.
c) Ingin diakui.
d) Pengaruh tayangan TV yang negatif.
e) Senioritas.
f) Menutup kekurangan diri.
g) Mencari perhatian.
h) Balas dendam.
i) Iseng.
j) Sering mendapatkan perlakuan kasar dari pihak lain.
k) Ingin terkenal.
l) Ikut-ikutan.

c. Bentuk-bentuk bullying. Bentuk bullying menurut Coloroso (2007:47) dibagi


menjadi empat jenis, sebagai berikut:

1) Bullying fisik. Penindasan fisik merupakan jenis bullying yang paling tampak
dan paling dapat diidentifikasi diantara bentuk-bentuk penindasan lainnya,
namun kejadian penindasan fisik terhitung kurang dari sepertiga insiden
penindasan yang di laporkan siswa. Jenis penindasan secara fisik adalah
memukul, mencekik, menyikut, meninju, menendang, mengigit, memiting,
mencakar, serta meludahi anak yang ditindas hingga keposisi yang
menyakitkan, serta merusak dan menghancurkan pakaian serta barang-barang
milik anak yang tertindas. Semakin kuat dan semakin dewasa sang penindas 14
semakin berbahaya jenis serangan ini, bahkan walaupun tidak dimaksudkan
untuk mencederai secara serius. Anak yang secara teratur memainkan peranan
ini kerap merupakan penindasan yang paling bersalah diantara penindasan yang
lainnya, dan yang paling cenderung beralih pada tindakan-tindakan kriminal
yang lebih serius.
2) Bullying verbal. Kata-kata adalah alat yang kuat dan dapat mematahkan
semangat seorang anak yang menerimannya. Kekerasan verbal adalah bentuk
penindasan yang paling umum digunakan, baik oleh anak perempuan maupun
anak laki-laki. Kekerasan verbal mudah dilakukan dan dapat dibisikan di
hadapan orang dewasa serta teman sebaya, tanpa terdeteksi . Penindasan verbal
dapat diteriakkan di teman bermain bercampur hungga binar yang terdengar
oleh pengawas, diabaikan karena hanya di anggap sebagai dialog yang bodoh
dan tidak simpatik diantara teman sebaya. Penindasan verbal dapat berupa
julukan nama, celan, fitnahan, kritik kejam, penghinaan, dan pernyataan
pernyataan bernuansa ajakan seksual.

3) Bullying relasional. Penindasan relasional adalah pelemahan harga diri korban


penindasan secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan, pengecualian
atau penghindaran, suatu tindakan penyingkiran, adalah alat penindasan yang
terkuat. Anak yang digunjingkan mungkin akan tidak mendengar gosip itu,
namun tetap akan mengalami efeknya. Penindasan relasional dapat digunakan
untuk mengasingkan atau menolak seorang teman atau secara sengaja
ditunjukkan untuk merusak persahabatan. Perilaku ini dapat mencakup sikap-
15 sikap tersembunyi seperti pandangan yang agresif, lirikan mata, helaan
napas, bahu yang bergidik, cibiran, tawa, mengejek, dan bahasa tubuh yang
kasar.

4) Bullying elektronik. Pelakunya menggunakan sarana ekektronik dan fasilitas


internet seperti komputer, hadphone, kamera dan website atau situs pertemanan
jejaring sosial diantarannya, chatting, e-mail, facebook, twitter, dan
sebagainya. Hal tersebut ditunjukkan untuk meneror korban bullying dengan
menggunakan tulisan, animasi, gambar, vidio, atau film yang sifatnya
mengitimidasi, menyakiti, dan menyudutkan. Menurut Harun Nihaya (2011) “

2. Masalah yang harus dipecahkan atau dijawab melalui penelitian selalu tersedia
dan cukup banyak, tinggal peneliti mengidentifikasi, memilih dan merumuskannya.
Silakan diskusikan langkah-langkah dalam merumuskan permasalahan dalam
penelitian.
Rumusan masalah dapat dibuat dengan cara :
 Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan.
 Rumusan hendaklah jelas dan padat
 Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan
masalah.
 Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat hipotesis.
 Masalah harus menjadi dasar bagi judul penelitian.
Diskusi 4

Forum ini membahas tentang Desain Penelitian

1. Variabel-variabel penelitian yang sudah diidentifikasi perlu diklarifikasi. Ada beberapa cara
untuk mengklarifikasi variabel, antara lain berdasarkan jenis data, berdasarkan fungsinya
dalam penelitian, berdasarkan posisi variabel dalam penelitian, dan berdasarkan nilai yang
dilekatkan pada viabel.Silahkan diskusikan cara untuk klasifikasi variabel yang anda pilih
dalam penelitian.

2. Diskusikan cara untuk menyusun desain penelitian yang tepat untuk mencari jawaban atau
menentukan pemecahan masalah yang sedang anda teliti.

Pertama:
1. Apakah tujuan utama penelitian untuk menjelaskan variable dan kelompok berdasarkan situasi
penelitian, menguji suatu hubungan, atau menguji sebab akibat pada situasi tertentu?
2. Apakah suatu perlakuan (treatment) akan digunakan?
3. Jika ya, apakah treatment akan dikontrol oleh peneliti?
4. Apakah sampel akan dikenai pretest sebelum treatment?
5. Apakah sampel akan diseleksi secara random?
6. Apakah sampel akan diteliti sebagai satu kelompok atau dibagi menjadi beberapa kelompok?
7. Berapa besarnya kelompok yang akan diteliti?
8. Berapa jumlah masing-masing kelompok?
9. Apakah setiap kelompok akan diberikan tanda secara random?
10. Apakah pengukuran variabelnya akan diulang?
11. Apakah menggunakan pengumpulan data corss-sectional atau cross time?
12. Apakah variable sudah diidentifikasi?
13. Apakah data yang sedang dikumpulkan memiliki banyak variable?
14. Strategi apa yang dipakai untuk mengontrol variable yang bervariasi?
15. Strategi apa yang digunakan untuk membandingkan suatu variable atau kelompok?
16. Apakah suatu variabel akan dikumpulkan secara singkat atau multipel?

Diskusi.5
Monday, 17 February 2020, 10:00 AM
Forum ini membahas tentang Populasi dan Sampel
1. Populasi dalam konteks penelitian diartikan sebagai keseluruhan elemen atau satuan yang
ingin diteliti. Silakan diskusikan populasi dalam penelitian yang telah anda pilih.
2. Tentukan batasan populasi yang mencakup isi, cakupan, dan waktu.
3. Tentukan pula sampel dari penelitian anda tersebut sesuai dengan tekik penarikan sampel
yang anda pilih
Jawab :
Penelitian yang sebelumnya saya pernah pilih : kasus Bullying diantara anak sekolah
Isi : Anak Sekolah Dasar Galilea
Cakupan : yang terlibat Kasus Bullying
Waktu : 1Bulan terakhir , kasus yang baru-baru terjadi dalam 1 bulan terakhir.
Sample : Teknik penarikan sample adalah simple random sampling karena jumlah
samplenya tidak banyak.
Selamat berdiskusi.

Diskusi 6

Forum ini membahas Pengumpulan Data

Hal penting dalam pengumpulan data adalah alat atau instrumen digunakan untuk
mengumpulkan data penelitian.

Silahkan diskusikan tentang cara menilai validitas dan reliabilitas instrumen, serta hubungan
validitas dengan reliabilitas

Validitas penelitian dinilai dengan mencari variable utama penelitian tersebut. Setelah itu
mengamati defenisi operasionalnya. Langkah selanjutnya adalah memperhatikan tingkat
abstraksi konsepnya. Jika tingkat abstraksi konsepnya tidak rumit maka penilaian
validitas didasarkan pada validitas permukaan tetapi jika abstraksi konsepnya sangat
rumit maka kita mengunakan penilaian validitas konstruk dan jika kita menggunakan
penilaian validitas konstruk kita perlu mempertimbangkan dimensi defenisi yang banyak
serta pendapat banyak ahli tentang konsep yang bersangkutan serta membandingkannya
dengan alat ukur yang sudah terbukti valid.

Reliabilitas instrument dinilai dengan tiga metode, yaitu :


1. Metode ulang :
Alat ukur diberikan kepada responden yang sama tetapi dalam situasi yang berbeda

2. Metode Paralel :
Pengukuran dilakukan oleh 2 orang peneliti dengan menggunakan alat ukur yangsama
Pengukuran dilakukan 1 orang peneliti dengan menggunakan alat ukur yang berbeda
3. Metode belah dua
Alat ukur dibelah menjadi dua bagian. Masing-masing bagian mengukur satu konsep
yang sama. Cara dalam membelah alat ukur, yaitu:
Dibelah menjadi dua secara random
Dibelah menjadi dua: bagian atas dan bagian bawah
Dikelompokkan menjadi kelompok nomor genap dan nomor ganjil.
Hubungan validitas dengan reliabilitas

Validitas menunjukkan ketepatan pemilihan alat ukur, Reliabilitas menunjukkan


konsistensi hasil pengukuran. Alat ukur yang reliabel belum tentu valid. Tetapi agar bisa
dianggap valid, sebuah alat ukur haruslah reliabel.

Diskusi 7

Tahapan setelah mengumpulkan data adalah mengolah data. Data


yang terkumpul adalah data yang berupa jawaban responden.
Jawaban-jawaban inilah selanjutnya yang akan diubah dalam bentuk 
kode-kode berupa angka. Dalam penelitian kuantitatif, kode selalu
berupa angka dan pada penelitian kualitatif kode bisa berupa angka
maupun berbentuk kata-kata.
Silahkan diskusikan proses memindahkan data penelitian anda
menjadi kode-kode, baik pada penelitian kuantitatif maupun penelitian
kualitatif.
Untuk memaksimalkan diskusi ini, jangan lupa mempelajari Modul 7 BMP Metode Penelitian
Sosial/ISIP4216 dan bahan- bahan belajar lain dari sumber-sumber lainnya (youtube, google, dll).

Dalam penelitian kauntitatif :


Format pertanyaan yang ada di dalam kuesioner diubah menjadi
pernyataan. Kemudian kode huruf yang ada di dalam kategori jawaban diubah ke dalam bentuk
angka. sehingga jawaban sangat buruk memiliki nilai yang lebih rendah dibanding jawaban
sangat baik. Untuk pertanyaan yang bentuknya terbuka, maka variasi jawaban yangdiberikan
responden harus diinventarisasi terlebih dahulu. Setelah proses inventarisasi selesai, barulah
jawaban yang ada diberikan kode.

Dalam penelitian Kualitatif :

Pengolahan data kualitatif di dasarkan pada catatan lapangan yang sudah dibuat oleh peneliti saat
mengumpulkan data. Seperti halnya pengolahan data di dalam penelitian kuantitatif, maka dalam
penelitian kualitatif, peneliti juga melakukan proses pemberian kode-kode. Proses pemberian
kode terhadap catatan lapangan, bisa dilakukan dengan melakukan kategorisasi data. Peneliti
juga bisa membedakannya ke dalam bentuk-bentuk pengamatan yang ada, yaitu pengamatan
berstruktur dan pengamatan tidak berstruktur. Proses mengkode data juga bisa dilakukan dengan
membuat sebuah matriks. Kotak-kotak yang membuat garis diagonal dari sudut kiri atas ke sudut
kanan bawah menunjukkan deskripsi yang baik tentang unsurunsur gejala yang diamati. Kotak
lainnya menggambarkan keterkaitan antara unsur-unsur yang ada.

Selamat berdiskusi.
Diskusi.8
Monday, 17 February 2020, 10:00 AM
Diskusikanlah :
Forum ini membahas Interpretasi Data

1. Setelah data diolah maka tahapan selanjutnya ialah interpretasi


dan analisis data. Silakan diskusikan perbedaan antara
interpretasi dan analisis data

        2. Kemudian lakukan analisis data penelitian anda yang telah


anda olah (analisis kuantitatif atau analisis kualitatif)
        3. Dari hasil analisis data tersebut, kemudian lakukan interpretasi
datanya. 
Jika Anda memilih penelitian kuantitatif, maka lakukan interpretasi
data kuantitatif. 
Jika Anda memilih penelitian kualitatif, maka lakukan interpretasi data
kualitatif.
Selamat berdiskusi.
Diskusi.8
Display replies flat, w ith new est first

Display mode                                                                        

 
Diskusi.8

Monday, 17 February 2020, 10:00 AM

Diskusikanlah :
Forum ini membahas Interpretasi Data
 
1. Setelah data diolah maka tahapan selanjutnya ialah interpretasi dan analisis data. Silakan
diskusikan perbedaan antara interpretasi dan analisis data

2. Kemudian lakukan analisis data penelitian anda yang telah anda olah (analisis kuantitatif
atau analisis kualitatif)

3. Dari hasil analisis data tersebut, kemudian lakukan interpretasi datanya. Jika Anda
memilih penelitian kuantitatif, maka lakukan interpretasi data kuantitatif.  Jika Anda memilih
penelitian kualitatif, maka lakukan interpretasi data kualitatif.

Selamat berdiskusi.
1. Perbedaan antara interpretasi dan analisis data Analisis data adalah suatu proses atau upaya
untuk mengolah data menjadi informasi baru sehingga karakteristik data menjadi lebih
mudah dipahami dan berguna untuk solusi masalah, terutama yang terkait dengan penelitian.
atau kegiatan yang dilakukan untuk mengubah data hasil dari penelitian menjadi informasi
yang nantinya bisa dipergunakan dalam mengambil kesimpulan. Sedangkan interpretasi
adalah proses memberi arti dan signifikansi terhadap analisis yang dilakukan, menjelaskan
pola-pola deskriptif, mencari hubungan dan keterkaitan antar deskripsi-deskripsi data yang
ada atau bentuk dari kegiatan untuk melakukan penggabungan terhadap sebuah hasil dari
analisis dengan berbagai macam pertanyaan,kriteria, maupun pada sebuah standar tertentu
guna untuk dapat menciptakan sebuah makna atau jawaban terhadap suatu penelitian.

Sedangkan interpretasi adalah proses memberi arti dan signifikansi terhadap analisis yang
dilakukan, menjelaskan pola-pola deskriptif, mencari hubungan dan keterkaitan antar
deskripsi-deskripsi data yang ada atau bentuk dari kegiatan untuk melakukan penggabungan
terhadap sebuah hasil dari analisis dengan berbagai macam pertanyaan,kriteria, maupun pada
sebuah standar tertentu guna untuk dapat menciptakan sebuah makna atau jawaban terhadap
suatu penelitian. jadi interpertasi lebih kepada proses menghubungkan data dengan
pengalaman peneliti, yang termasuk didalamnya penggabungan dari berbagai proses analisis
data. Kemudian hasilnya merupakan kesimpulan atau jawaban dari penelitian yang
dilakukan, istilahnya ialah realisasi dari hasil penelitian yang dilakukan.

2. Kemudian lakukan analisis data penelitian anda yang telah anda olah (analisi kuantitatif atau
analisis kualitatif)

PenelitianKuantitatif:
Berikut merupakan batas populasi penelitian yang diambil ialah dari keseluruhan total
Karyawan di PT victory cingluh
Isi : Seluruh karyawan di PT victory cingluh Jakarta yang berjumlah 541 orang
Cakupan : karyawan yang memiliki Permit parkir bulanan di gedung kantor.
Waktu : Permit parkir pada tahun 2018
Teknik Sampling yang dipilih adalah teknik Sampling Purposive yaitu teknik pengambilan
sampel
sumber data dengan pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya
bisa lebih representative. Jadi populasi Sampel akan diambil berdasasarkan beberapa kriteria
tertentu Misalnya :
Jumlah populasi sampel ditentukan dengan mengeliminasi karyawan yang yang tidak memiliki
Permit parkir bulanan di gedung kantor pada tahun 2018, dan tentunya kendaraan yang
diutamakan adalah Mobil dan Motor saja. Jumlah sampel ini nantinya diberi angket quisioner
sehingga pengambilan data lebih tertumpu kepada kuantitas data. Unit yang dianalisis ialah
kepuasan karyawan PT Victory cingluh terhadap produk secure parking yaitu Permit Parkir
Bulanan. Diukur dari tingkat kepuasan dari segi harga, customer service yang didapat, jaminan,
pertanggungjawaban dan kemudahan yang didapat. Unit yang nantinya dijadikan observasi ialah
populasi karyawan yang memiliki permit parkir bulanan, baik mereka yang menggunakan mobil
dan motor. Tentu saja penelitian permit parkir bulanan yang diambil sebatas kepemilikan permit
di sepanjang tahun 2018.

3. Dari hasil analisis data tersebut, kemudian lakukan interpretasi datanya.

Berdasarkan hasil angket diatas sebagian besar mereka yang memiliki permit bulanan memiliki
tingkat kepuasan yang cukup tinggi serta mendapatkan tingkat pelayanan yang tinggi juga. Hal
ini dikarenakan jasa pelayanan ekslusif yang dihasilkan dari secure parking yakni reservasi
terhadap pemegang permit. Opsi pelayanan ini menjamin pemegang permit untuk mendapatkan
tempat parkir walau yang benar- benar terlihat kegunaannya ada pada pemengang parkir untuk
kendaraan roda empat. Kendaraan roda dua mendapatkan tempat khusus tetapi tidak ada
reservasi khusus seperti kendaraan roda empat.Tetapi hasil dari anket memiliki mayoritas suara
yang cukup positif sedangkan suara negative menjadi minoritas. Hal membuktikan overall
quality servis yang dihasilkan menuai ekspektasi yang cukup baik terutama bagi para karyawan
di daerah kantor perusahaan.

 Sumber : ISIP 4216 / BMP Modul Metode Penelitian Sosial


Sumber : ISIP 4216 / BMP Modul Metode Penelitian Sosial

Anda mungkin juga menyukai