Anda di halaman 1dari 2

NAMA : ANDI MAULINA

NIM : A031181329
MATA KULIAH : MANAJEMEN PAJAK

Ringkasan Materi Kuliah (RMK)


MATERI 8 – Koreksi Fiskal dalam Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan bagian penting yang harus dimiliki pleh perusahaan karena dapat
memberikan informasi keuangan perusahaan. Laporan keuangan ini akan berhubungan dari apa yang
terjadi di dalam perusahaan maupun pengaruh luar. Pada laporan keuangan juga dilakukan koreksi
fiskal. Yaitu suatu kegiatan yang digunakan untuk menghitung pph yang kemudian pelaporan tersebut
disesuaikan dengan peraturan dari direktorat pajak.

PENGERTIAN KOREKSI FISKAL


Perusahaan yang beroperasi di Indonesia tak lepas dari kewajiban untuk melakukan pelaporan
keuangan yang disesuaikan dengan peraturan pajak. Inilah yang kemudian dalam sebuah laporan
keuangan terjadi selisih atau koreksi yang disebut dengan koreksi secara fiskal. Koreksi ini dilakukan
guna mengetahui kesalahan dalam penghitungan pph yang harus disesuaikan dengan standar laporan
direktorat pajak.

Dari laporan keuangan juga ditentukan berapa pajak yang harus dibayar perusahaan. Dalam
perhitungan keuangan terjadi laporan komersial yang terdiri dari pemasukan, pengeluaran, dan
keuntungan perusahaan. Kemudian dilakukan perhitungan rekonsiliasi fiskal. Keberadaan pembayaran
pajak ini terjadi didasarkan pada rekonsiliasi fiskal yang ada. Perusahaan melakukan koreksi,
kemudian direktorat pajak menindaklanjuti koreksi tersebut berdasarkan draft yang diajukan
perusahaan guna menyempurnakan draf laporan.

PENYEBAB TERJADINYA KOREKSI FISKAL


1. Adanya Perbedaan Tentang Waktu
Sering terjadi adanya beda waktu dalam melakukan pencatatan pemasukan penghasilan.
Dalam catatan berbasis kas di periode catatan keuangan yang sudah lampau. Penyebab yang
menimbulkan beda waktu ini dikarenakan lambatnya penagihan piutang dan terjadinya laba
yang menyusut.
2. Munculnya Beda Tetap
Beda tetap merupakan kondisi saat ditemukannya transaksi perusahaan dan transaksi tersebut
merupakan standar wajib pajak bagi perusahaan. Misalnya terdapat sumbangan untuk
perusahaan artinya hal tersebut merupakan penghasilan yang diperoleh. Saat komponen
NAMA : ANDI MAULINA
NIM : A031181329
MATA KULIAH : MANAJEMEN PAJAK

tersebut masuk ke dalam draft laporan keuangan akan menimbulkan perbedaan pada pajak.
Saat itulah dibutuhkan koreksi atau rekonsiliasi fiskal.

JENIS-JENIS KOREKSI FISKAL


1. Adanya Koreksi Positif Fiskal yang Dilakukan
Koreksi yang dilakukan untuk melakukan perbaikan pada catatan penghasilan, serta terdapat
biaya yang memberikan efek pada kenaikan jumlah biaya untuk wajib pajak. Untuk fiskal positif
merupakan adanya pembagian laba atau penghasilan. Penghasilan yang didapat pasti akan
kena wajib pajak.
2. Perlakuan Koreksi Negatif Pada Fiskal
Dalam memperlakukan koreksi negatif pada fiskal yaitu dengan melakukan perbaikan. Hasil
yang didapatkan mengurangi jumlah untuk biaya pajak, sehingga akhirnya beban dari biaya
pajak terasa lebih ringan oleh wajib pajak.

TUJUAN DARI KOREKSI FISKAL


1. Meneliti Kembali Draft Yang Sudah Dibuat
Teliti kembali draft sebelum diberikan ke dirjen pajak. Meneliti draft tentu didasarkan data-data
yang sudah ada dengan memperhatikan transaksi, lakukan penyesuaian antara penghasilan
oleh wajib pajak.
2. Sebagai Alat Untuk Memenuhi Draf Laporan
Agar draft bisa terpenuhi dengan baik maka perusahaan wajib melakukan rekonsiliasi fiskal
untuk melihat ada tidaknya kerancuan pada laporan yang sudah dibuat. Karena jika terjadi
kesalahan akibatnya akan terjadi kesalahan hitung untuk nominal pajak.
3. Meminimalisir Adanya Kesalahan Hitung Pajak Dengan Bisnis
Pentingnya koreksi pada fiskal menghindari adanya kesalahan perhitungan pajak, karena
dalam bisnis jika ada nominal angka yang salah bisa jadi akan merugikan perusahaan. Oleh
karena itu, ketelitian dalam melakukan rekonsiliasi fiskal ini dibutuhkan penyesuain data,
transaksi hingga penghasilan yang benar.

Dalam memahami bagaimana draft laporan keuangan disusun oleh sebuah perusahaan maka
juga harus dipahami komponen apa saja yang dibutuhkan dalam penyusunan tersebut. Sehingga pajak
yang diberikan dirjen pajak kemudian dibebankan ke perusahaan, nominal angkanya benar dan sesuai.
Dengan begitu terjadi tingkat kelancaran perusahaan dalam membayar pajak dan reputasi perusahaan
semakin baik.

Anda mungkin juga menyukai