Anda di halaman 1dari 7

Alkali Tanah

Logam alkali tanah adalah nama lain dari logam-logam yang terdapat pada golongan IIA,
kecuali radium (Ra). Logam-logam ini umumnya memiliki reaktifitas yang tinggi
dikarenakan kulit s merupakan kulit terluar dari logam ini. Pemberian label “tanah” bukan
tanpa makna, seluruh unsur-unsur ini dapat ditemukan di tanah, baik dalam bentuk batuan
atau dalam kerak bumi.

GOLONGAN IVA
Golongan IVa terdiri dari Carbon (C), Silicon (Si), Germanium (Ge), TIN (Sn), Lead (Pb)

1.      CARBON (C)


Carbon merupakan unsur yang bukan logam dalam bentuk arang
berwarna hitam, dalam bentuk grafik berwarna abu-abu, dalam bentuk intan
murni tidak berwarna (bening). Karbon memiliki titik lebur 3.500 0C,
sedangkan titik didihnya 4.2000C. Carbon telah ditemukan sejak zaman
kuno pada masa prasejarah yaitu dengan melakukan pembakaran terhadap
material organik sehingga menghasilkan carbon. Carbon banyak digunakan
dalam membuat pensil, baja, reaksi nuklir, palstik, pigmen cat, dan pelumas.
Jumlah elektron = 4, Nomor atom = 6, Massa Atom = 12,
Konfigurasi elektron = 1s2 2s2 2p2

2.      SILICON (Si)


Silikon adalah sejenis metaloid tetravalen yang kurang reaktif
dibandingkan dengan analog kimianya. Silikon merupakan unsur kedua
paling berlimpah didalam kerak bumi, yaitu mencapai hampir 25.7% silikon
terdapat dalam tanah liat, granit dan pasir. Kebanyakan dalam bentuk
dioksida dan dalam bentuk silikat. Silikon pertama kali ditemukan oleh
ilmuwan Antoine-Laurent de Lavoisier (1787).
Silikon dapat digunakan dalam pembuatan kaca, semen, dan keramik
Jumlah elektron = 4, Nomor atom = 14, Massa Atom = 28,
Konfigurasi elektron = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p2

3.      GERMANIUM (Ge)


Germanium merupakan unsur logam yang berwarna putih keabuan
timah, memiliki titik didih 2,2600C. Germanium banyak ditemukan di Pulau
Bangka dan Belitung. Biji timah/germanium sendiri sering digunakan untuk
membuat campuran atau paduan logam yaitu kuningan, perunggu, campuran
timah putih dan timah hitam, patri, logam-logam yang mudah melebur, serta logam seperti
lonceng.
Jumlah elektron = 4, Nomor atom = 32, Massa Atom = 73,
Konfigurasi elektron = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p2

4.      TIN/Timah (Sn)


Timah dalam bahasa Inggris disebut Tin. Kata ”Tin” diambil dari
nama Dewa bangsa Etruscan ”Tinia”. Nama latin dari timah adalah Stannum
dimana kata ini berhubungan dengan kata dripping yang artinya menjadi
cair/basah.
Timah merupakan logam putih keperakan. Logam ini mudah ditempa dan
bersifat fleksibel, memiliki struktur kristalin, akan tetapi bersifat mudah
patah jika didinginkan. Timah merupakan unsur paling banyak terdapat di kerak bumi. Tin
banyak digunakan sebagai campuran pembuatan baja, patri, perunggu, dan campuran timah
putih dan timah hitam. Timah sudah lama dikenal sejak zaman prasejarah.
Jumlah elektron = 4, Nomor atom = 50, Massa Atom = 119,
Konfigurasi elektron = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 4d10 5s2 5p2
5.      LEAD (Pb)
Lead adalah senyawa kimia yang digunakan dalam proses pembuatan
patri, pewarna, keramik, lapisan kaca, dan juga sebagai perlengkapan senjata
dan baterai. Unsur ini telah lama dikenal oleh Bangsa Kaisar Roma.
Jumlah elektron = 4, Nomor atom = 82, Massa Atom = 207,
Konfigurasi elektron = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 4d10 4f14 5s2 5p6 5d10 6s2 6p1
ß Robert Wilhelm Bunsen
      Ahli kimia dari Jerman Lahir 31 Maret 1811 dan meninggal 16
Agustus 1899
      Belajar ilmu kimia di Universitas yang ada di Gottigen, Jerman.

Logam alkali tanah sendiri terdiri atas berilium (Be), magnesium


(Mg), kalsium (Ca), stronsium (Sr), barium (Ba) dan radium (Ra)
yang memiliki elektron valensi dua, sehingga ia lebih mudah untuk
melepaskan elektron. Khusus radium, senyawa ini merupakan satu-satunya unsur yang tidak
dapat ditemukan di tanah karena sifatnya yang radio aktif. Alasan mengapa unsur ini terdapat
dalam unsur golongan II A dikarenakan jumlah elektron valensi dari unsur ini berjumlah dua.
Unsur-unsur yang terdapat pada golongan ini tergolong sukar larut dalam air namun tetap
stabil pada temperatur yang sangat tinggi. Unsur-unsur ini umumnya akan ditemukan dalam
bentuk karbonat, fosfat, sufat dan silikat dalam tanah.
Seluruh logam alkali tanah bersifat basa, itulah sebabnya golongan II disebut juga sebagai
alkali yang diambil dari kata “alkalis”. Umumnya unsur-unsur ini dapat ditemukan di kerak
bumi, namun bukan dalam bentuk elemen, melainkan dalam bentuk persenyawaan
dikarenakan sifatnya yang sangat reaktif.

Secara umum seluruh logam alkali tanah merupakan logam yang sangat reaktif (walaupun
logam alkali jauh lebih reaktif,) relatif lunak, berkilap serta mampu mengantarkan panas dan
listrik dengan sangat baik. Beberapa sifat kimia juga dapat dijelaskan jika melihat susunan
alkali tanah pada sistem periodik, yaitu:

1. Jari-jari atom dari berilium (Be) ke Barium (Ba) semakin besar, sehingga energi
ionisasinya makin rendah, keelektronegatifan semakin kecil dan daya reduksi semakin
kuat
2. Berdasarkan konfigurasi elektronnya, logam alkali tanah yang memiliki konfigurasi
elektro lebih kecil dibandingkan logam alkali mengakibatkan energi ionisasi logam
alkali tanah lebih tinggi daripada logam alkali.
3. Energi ionisasi dari logam alkali tanah berupa energi hidrasi ion M2+ yang lebih besar
jika dibandingkan dengan hidrasi ion M+ logam alkali. Hal ini menyebabkan logam
alkali tanah tetap mudah dalam melepaskan kedua elektron valensinya sehingga lebih
stabil.
4. Jari-jari atom yang kecil dan muatan inti yang besar menyebabkan logam alkali tanah
akan membentuk kristal dengan susunan yang lebih rapat, sehingga memiliki sifat
amorphous yang lebih kecil jika dibandingkan dengan logam alkali. Massa jenis dari
kristal logam alkali juga cenderung lebih besar
5. Berilium (Be) merupakan logam alkali tanah yang memiliki energi ionisasi dan
kelektronegatifan yang sangat besar. Kedua alasan ini membuat Be cenderung akan
membentuk ikatan kovalen ketika membentuk ikatan.
6. Reaksi logam alkali tanah dengan air berlangsung sangat lambat, sehingga dibutuhkan
katalis.
7. Potensial elektrode (reduksi) dari logam alkali tanah ini memiliki nilai negatif.
Artinya logam alkali tanah merupakan reduktor yang sangat kuat, faktanya Sr, Br dan
Ca memiliki kemampuan reduksi yang lebih baik dibandingkan Na yang merupakan
logam alkali.

Sudah banyak penemuan-penemuan akan kegunaan dari logam alkali tanah. Berikut beberapa
manfaat logam alkali tanah yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

1. Berilium (Be)
o Digunakan untuk mengontrol reaksi fisi pada reaktor nuklir.
o Campuran berilium dan tembaga banyak dipakai pada alat listrik.
o Bahan utama dalam pembuatan kaca sinar X
2. Magnesium (Mg)
o Magnesium klorida (MgCl) digunakan dalam campuran obat pencahar ringan
o Magnesium hidroksida (MgOH) digunakan dalam campuran obat maag
sebagai antacid
o Magnesium oksida (MgO) digunakan dalam proses pelapisan tungku
3. Kalsium (Ca)
o Sebagai sumber utama dalam pembentukan tulang, gigi, jantung, saraf dan
otot
o Kalsium oksida (CaO) dapat diguanakan dalam proses pemisahan antara
etanol dengan air karena bersifat dehidrator
o Kalsium kabrida (CaC2) dapat digunakan sebagai bahan untuk pembuatan gas
asetilena (C2H2) yang dimanfaatkan dalam pengelasan.
4. Stronsium (Sr)
o Stronsium klorida (SrCl2) banyak digunakan sebagai bahan tambahan pasta
gigi sensitif
o Stornsium nitrat (Sr(NO3)2) digunakan sebagai zat pemberi warna merah pada
kembang api
o Stronsium renalate (C12H6N2O8SSr2) digunakan untuk membantu pertumbuhan
tulang dan meningkatkan kepadatannya
5. Berium (Ba)
o Barium sulfat (BaSO4) digunakan untuk memeriksa saluran pencernaan, selain
itu dapat digunakan juga sebagai pewarna plastik.
o Digunakan dalam pengeboran sumur minyak dan gas sebagai zat aditif
o Barium karbonat (BaCO4) digunakan sebagai sumber utama racun tikus
6. Radium (Ra)
o Radium dalam bentuk gas, dapat digunakan dalam kemoterapi

KEGUNAAN ALKALI TANAH


         BERLIUM
1.      Berilium digunakan sebagai agen aloy di dalam pembuatan tembaga berilium. (Be dapat
menyerap panas yang banyak). Aloy tembaga-berilium digunakan dalam berbagai kegunaan
karena konduktivitas listrik dan konduktivitas panas, kekuatan tinggi dan kekerasan, sifat
yang nonmagnetik, dan juga tahan karat serta tahan fatig (logam). Kegunaan-kegunaan ini
termasuk pembuatan: mold, elektroda pengelasan bintik, pegas, peralatan elektronik tanpa
bunga api dan penyambung listrik.
2.      Karena ketegaran, ringan, dan kestabilan dimensi pada jangkauan suhu yang lebar, Alloy
tembaga-berilium digunakan dalam industri angkasa-antariksa dan pertahanan sebagai bahan
penstrukturan ringan dalam pesawat berkecepatan tinggi, peluru berpandu, kapal terbang dan
satelit komunikasi.
3.      Kepingan tipis berilium digunakan bersama pemindaian sinar-X untuk menepis cahaya
tampak dan memperbolehkan hanya sinaran X yang terdeteksi.
4.      Dalam bidang litografi sinar X, berilium digunakan untuk pembuatan litar bersepadu
mikroskopik.
5.      Karena penyerapan panas neutron yang rendah, industri tenaga nuklir menggunakan
logam ini dalam reaktor nuklir sebagai pemantul neutron dan moderator.
6.      Berilium digunakan dalam pembuatan giroskop, berbagai alat komputer, pegas jam
tangan dan peralatan yang memerlukan keringanan, ketegaran dan kestabilan dimensi.
7.      Berilium oksida sangat berguna dalam berbagai kegunaan yang memerlukan konduktor
panas yang baik, dan kekuatan serta kekerasan yang tinggi, dan juga titik lebur yang tinggi,
seterusnya bertindak sebagai perintang listrik.
8.      Campuran berilium pernah pada satu ketika dahulu digunakan dalam lampu floresen,
tetapi penggunaan tersebut tak dilanjutkan lagi karena pekerja yang terpapar terancam bahaya
beriliosis.
         MAGNESIUM
1.      Magnesium digunakan untuk membuat paduan logam (alies) terutama paduan
magnesium dengan alumunium. Aliase ini digunakan untuk bahan konstruksi pesawat
terbang dan mobil karena aliase ini kuat, ringan, tahan korosi serta tahan asam dan basa.
2.      Mg(OH)2 yaitu untuk mengobati penyakit maag dan menetralisir asam lambung,
magnesium klorida (MgCl2.6H2O) digunakan dalam pembuatan kain katun, kertas, semen,
dan keramik. Magnesium sulfat (MgSO4.7H2O) yang dikenal dengan garam Inggris (Epsom
salt) dan magnesium oksida (MgO), digunakan pada pembuatan kosmetik dan obat pencuci
perut. Sedangkan campuran magnesium, aluminium dan baja digunakan pada bahan
pembuatan bagian-bagian pesawat, kaki atau tangan buatan, vacuum cleaner, alat-alat optic
dan furniture.
         KALSIUM
1.      sebagai zat penurun dalam pengekstraksian logam-logam lain, misalnya uranium,
zirkonium, dan torium.
2.      sebagai penyahoksida, penyahsulfur dan penyahkarbon untuk berbagai jenis aloi ferus
dan tak ferus.
3.      sebagai zat pengaloian yang digunakan dalam pembuatan aloi aluminium, berilium,
tembaga, timah dan magnesium
4.      dalam produksi semen dan mortir yang digunakan dalam bidang pembangunan.
         STRONSIUM
1.      Strontium aluminat digunakan sebagai fosfor terang dengan pendarfosfor yang
berterusan.
2.      Strontium klorida ada kalanya digunakan dalam ubat gigi untuk gigi sensitif.
3.      Strontium oksida kadang kala digunakan bagi memperbaik mutu sesetengah sepuh
tembikar.
4.      Strontium ranelat digunakan dalam rawatan osteoporosis di sesetengah negara seperti
UK.
         BARIUM
Logam ini digunakan sebagai œgetter dalam tabung vakum. Senyawa-senyawa yang penting
adalah peroksida, klorida, sulfat, nitrat dan klorat. Lithopone, pigmen yang mengandung
barium sulfat dan seng sulfida memiliki sifat penutup yang kuat dan tidak menjadi gelap atau
hitam oleh sulfida. Barium sulfat digunakan dalam cat, diagnostik sinar x-ray dan dalam
pembuatan kaca. Barite sering digunakan sebagai agen pemberat dalam fluida pengebor
sumur minyak dan digunakan dalam pembuatan karet. Barium karbonat digunakan dalam
racun tikus. Sedangkan nitrat dan klorat memberikan warna pada pertunjukan kembang api.
Semua senyawa barium yang larut dalam air atau asam sangat berbahaya. Barium yang
muncul secara alami merupakan campuran tujuh isotop. Dua puluh dua isotop radioaktif
barium lainnya telah ditemukan.
DAMPAK ALKALI TANAH
         BERLIUM
Berilium sangat berbahaya jika terhirup. Keefektivannya tergantung kepada kandungan yang
dipaparkan dan jangka waktu pemaparan. Jika kandungan berilium di udara sangat tinggi
(lebih dari 1000 μg/m³), keadaan akut dapat terjadi. Keadaan ini menyerupai pneumonia dan
disebut penyakit berilium akut. Penetapan udara komunitas dan tempat kerja efektif dalam
menghindari kerusakan paru-paru yang paling akut.
Menelan berilium tidak pernah dilaporkan menyebabkan efek kepada manusia Karena
berilium diserap sangat sedikit oleh perut dan usus. Ulser dikesan pada anjing yang
mempunyai berilium pada makanannya. Berilium yang terkena kulit yang mempunyai luka
atau terkikis mungkin akan menyebabkan radang.
Pemamparan jangka masa panjang kepada berilium dapat meningkatkan risiko menghidap
penyakit kanker paru paru.
         KALSIUM
Kekurangan kalsium dapat menyebabkan lesu, banyak keringat, gelisah, sesak napas,
menurunnya daya tahan tubuh, kurang nafsu makan, sembelit, berak-berak, insomnia, kram,
dsb.
         STONSIUM
Stonsium radioaktif dapat menyebabkan gangguan berbagai tulang dan penyakit , termasuk
kanker tulang.
MAKALAH KIMIA
ALKALI TANAH (GOLONGAN IV. A)

OLEH :

DELLA YULIKA

DINA ALFIANA

RAIHAN RAMADHAN

RUSTIYA

SAHRUL GUNAWAN

KELAS : XII IPA.3

SMA NEGERI 1 RAMBAH

2020