Anda di halaman 1dari 2

CERMIN CEMBUNG

Pengertian Cermin Cembung

Salah satu jenis cermin yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah cermin cembung.
Cermin cembung adalah cermin yang bentuknya lengkung, di mana permukaan cermin yang
memantulkan cahaya melengkung ke depan.

Penggunaan Cermin Cembung

Jika anda pernah melihat kaca spion sepeda motor atau mobil, tentu anda telah mengetahui
kegunaan cermin cembung dalam kehidupan sehari-hari Cermin cembung digunakan sebagai
kaca spion karena bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung berukuran lebih kecil sehingga
luas jangkauan pandangan lebih luas. Selain ukuran bayangan yang lebih kecil, semua bayangan
yang dibentuk cermin cembung bersifat maya atau semu. Silahkan pelajari topik bayangan
cermin cembung untuk memperjelas pemahamanmu.
 
Titik Fokus Cermin Cembung

Jika permukaan cermin cembung yang memantulkan cahaya


dihadapkan pada benda yang sangat jauh misalnya matahari, maka berkas cahaya yang
dipancarkan matahari akan sejajar dengan sumbu utama cermin cembung, sebagaimana
diperlihatkan pada gambar di bawah. Sumbu utama adalah garis khayal yang tegak lurus dengan
bagian tengah permukaan cermin cembung.
Ketika menumbuk permukaan cermin cembung, masing-masing berkas cahaya atau sinar cahaya
mematuhi hukum pemantulan cahaya. Semua sinar pantul seolah-olah datang dari titik fokus
cermin cembung (F). Dengan kata lain, titik fokus merupakan titik bayangan dari benda yang
berjarak sangat jauh dari permukaan cermin cembung dan bayangan ini bersifat maya.
Panjang Fokus Cermin Cembung

Panjang fokus (f) adalah jarak antara titik fokus (F)


dengan permukaan cermin cembung. Titik C adalah titik pusat kelengkungan cermin cembung.
Panjang fokus cermin cembung adalah f (panjang fokus = f = FQ) dan jari-jari kelengkungan
cermin cembung adalah r (jari-jari kelengkungan = r = CQ = CP). Sinar datang menumbuk
cermin cembung di P lalu dipantulkan oleh cermin cembung, di mana sinar pantul seolah-olah
datang dari titik fokus F. Garis putus-putus CP adalah garis normal. Sinar datang dan sinar pantul
memenuhi hukum pemantulan cahaya di mana sudut datang (θ) sama dengan sudut pantul (θ)
dan sudut ini sama dengan sudut segitiga PCQ (θ). Sudut segitiga PCQ sama dengan sudut
segitiga CPF karenanya segitiga PFC merupakan segitiga sama sisi. Karena segitiga PFC
merupakan segitiga sama sisi maka panjang PF sama dengan panjang CF. Dengan menganggap
lebar cermin cembung lebih kecil daripada jari-jari kelengkungan cermin cembung karenanya
panjang PF dianggap sama dengan panjang FQ. Karena CF = PF dan PF = FQ maka CQ = 2 CF
= 2 FQ. CQ = r = jari-jari kelengkungan cermin cembung dan FQ = f = panjang fokus cermin
cembung. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jari-jari kelengkungan cermin cembung
(r) = 2 x panjang fokus (f) cermin cembung. Secara matematis :
r = 2 f atau f = r / 2

Bayangan Cermin Cembung

Cermin cekung dapat membentuk bayangan nyata dan maya sedangkan cermin cembung hanya
dapat membentuk bayangan maya. Mengenai pembentukan bayangan benda oleh cermin
cembung sudah dijelaskan secara mendetail pada topik bayangan cermin cembung.

Bayangan Maya

Ketika sinar yang datang menuju permukaan cermin cembung


dipantulkan oleh cermin cembung, arah sinar pantul seolah-olah datang dari titik fokus cermin
cembung dan titik pusat kelengkungan cermin cembung. Karena cahaya sebenarnya tidak lewat
di belakang cermin cembung maka bayangan yang terbentuk merupakan bayangan maya atau
bayangan semu. Jika anda menempatkan layar pada posisi di mana bayangan maya berada maka
tidak tampak bayangan pada layar tersebut.