Anda di halaman 1dari 5

BUKTI DAN PETUNJUK EVOLUSI

Makalah
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Evolusi
Yang dibina oleh Siti Imroatul Maslikah S.Si, M.Si. dan Indra Kurniawan Saputra, S.Si.,
M.Si.

Disusun oleh:

1. Fairus Zain (170342615564)


2. Garin Nur Aini (170342615556)
3. Hanif Amirusdi Puteno (170342615586)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI BIOLOGI
SEPTEMBER 2020
BAB I
Pendahuluan
Dari perkembangan pemikiran, sejak lama evolusi menjadi bahasan yang menarik
untuk dipelajari. Pemikiran para ilmuan tentang adanya perubahan yang berangsur-angsur
menuju ke arah yang sesuai dengan masa dan tempat yang dikenal dengan evolusi
menghasilkan teori-teori tentang evolusi. Misalnya teori fixisme berpendapat bahwa setiap
jenis makhluk hidup atau species yang sempurna adalah stabil tidak lagi mengalami
perubahan, JB.Lamarck berpendapat bahwa suatu organisme berubah sesuai dengan aktivitas
ataupun kebiasaan sewaktu masih hidup dan perubahan/ sifat perolehan tersebut diwariskan
kepada generasi berikutnya. (Ristasa,2013)
Pada masa Darwin evolusi organik (mekanisme evolusi) terjadi karena akibat
peristiwa seleksi alam, organisme yang memiliki ciri-ciri yang cocok dengan lingkungan
lebih berhasil dalam perjuangan hidup, masa teori genetika (Mendel) berpendapat bahwa
menerangkan bahwa persamaan dan variasi diturunkan dan darimana keanekaragaman
timbul. Masa NeoDarwin berpendapat bahwa peristiwa seleksi alam bukanlah sebab utama
evolusi organik, terapi hanya berperan sebagai faktor yang menentukan arah perubahan juga
sebagai faktor penuntun, pada masa ini juga menyampaikan bahwa ilmu genetika sangat
perlu untuk menerangkan proses evolusi. Sedangkan masa evolusi modern pemikiran
terhadap terjadinya evolusi menggunakan pendekatan molekuler, fisiologis, perkembangan
maupun pendekatan yang lain yang akan dipikirkan oleh pemikir-pemikir dimasa-masa yang
akan datang. (Ristasa,2013)
Perkembangan pemikiran atau teori evolusi tersebut diatas diperoleh dari adanya
pembuktian secara teoritis yang mendukung pendapatnya, yang bukti yang disampaikan itu
menggunakan beberapa pendekatan dan diperlukan pembuktian lebih lanjut untuk
kebenarannya. Yang petunjuk yang digunakan merupakan fakta yang ada disekitar kita dan
mengarah bahwa evolusi memang terjadi. (Said, 2014)
Untuk memberikan gambaran tentang evolusi, bukti-bukti dan petunjuk dari berbagai
aspek serta contoh-contoh terjadinya evolusi, maka akan saya sampaikan dalam makalah ini.
Adapun rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
A. Rumusan masalah
 Bukti apa yang menunjukkan terjadinya evolusi, dari fakta?
 Petunjuk-petunjuk apa yang menunjukkan terjadinya evolusi?
 Bagaimana analisis fosil dapat membantu melandasi teori evolusi?
B. Tujuan
 Untuk mengetahui bukti yang menunjukkan terjadinya evolusi
 Untuk mengetahui petunjuk yang menunjukkan terjadinya evolusi
 Untuk mengetahui analisis fosil dapat membantu melandasi teori evolusi

BAB II
ISI
A. BUKTI-BUKTI EVOLUSI
Evolusi biologi meninggalkan tanda-tanda yang dapat diamati, yang merupakan bukti
pengaruh pada kehidupan di masa lalu dan sekarang.
1. Bukti dari Paleontologi
Sisa atau jejak organisme dari masa geologis lampau yang tertinggal pada batuan melalui
proses alami disebut fosil. Fosil sangat penting dalam pemahaman sejarah evolusi kehidupan
di Bumi. Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari fosil. Fosil adalah replika atau
peningkatan bersejarah organisme dari masa lalu, yang mengalami mineralisasi di dalam
batuan (Campbell, 2003).
Melalui rekam fosil, banyak spesies yang tampak pada awal tingkat stratigrafi tak
tampak pada level selanjutnya. Dalam evolusi, ini berarti menunjukkan waktu dimana
spesies muncul dan menjadi punah. Daerah-daerah geografis dan kondisi iklim telah beruba-
ubang sepanjang sejarah bumi. Karena organisme beradaptasi terhadap lingkungan khusus,
perubahan kondisi yang terus-menerus akan menguntungkan spesies yang beradaptasi
terhadap lingkungan baru melalui seleksi alam. (Said, 2014)
2. Bukti dari Distribusi Geografis
Makhluk hidup yang berasal dari satu spesies yang hidup pada satu tempat setelah
mengalami penyebaran ke tempat lain sifatnya dapat berubah. Perubahan itu terjadi karena
di tempat yang baru makhluk hidup tersebut harus beradaptasi demi kelestariannya.
Selanjutnya, adaptasi bertahun-tahun yang dilakukan akan menyebabkan semakin
banyaknya penyimpangan sifat bila dibandingkan dengan makhluk hidup semula.  Dua
tempat yang dipisahkan oleh pegunungan yang tinggi atau samudera yang luas mempunyai
flora dan fauna yang berbeda sama sekali. Perbedaan susunan flora dan fauna di kedua
tempat itu antara lain disebabkan adanya isolasi geografis. (Ristasa,2013)
3. Bukti dari Biokimia
Studi anatomi perbandingan memperlihatkan adanya homologi anatomi, demikian pula
studi biokimia dari macam-macam organisme telah mengungkapkan homologi biokimia.
Persamaan biokimia organisme hidup adalah satu ciri yang mencolok dari kehidupan. (Said,
2014)
Hubungan evolusi di antara spesies dicerminkan dalam DNA dan proteinnya (gen dan
produk gen). Jika dua spesies memiliki pustaka gen dan protein dengan urutan monomer
yang sangat bersesuaian, urutan itu disalin pasti dari nenek moyang yang sama. Jika ada dua
paragraph panjang yang sama hanya beda satu atau dua huruf di beberapa tempat, tentunya
kita akan mengatakan bahwa paragraph itu berasal dari sumber yang sama. (Said, 2014)
4. Bukti dari Fisiologi Perbandingan
Tidak semua tingkat kemiripan diwariskan dari nenek moyang yang sama. Spesies dari
cabang evolusi yang berbeda bisa saja pada kenyataannya mirip satu sama lainnya jika
mereka memiliki peranan lingkungan yang mirip dan seleksi alam telah membentuk adaptasi
yang analog. Hal seperti ini disebut sebagai evolusi konvergensi, dan kemiripan akibat
konvergensi disebut dengan analogi. (Ristasa,2013)
Sirip depan dan ekor ikan hiu dengan sirip depan dan ekor paus misalnya, adalah organ
renang analog yang berevolusi secara independen dan dibangun dari struktur yang berbeda
secara keseluruhan. (Ristasa,2013)
5. Bukti dari seleksi Artifisial
Seleksi artifisial memperlihatkan keanekaragaman yang bisa terjadi pada organisme-
organisme yang bermoyang sama namun relatif baru. Pada seleksi artifisial, satu spesies
dikawinkan secara selektif pada tiap generasi, sehingga hanya organisme dengan ciri-ciri
diinginkan saja yang bisa diproduksi. Ciri-ciri ini akan semakin berkembang baik pada
generasi selanjutnya. Contohnya seleksi artifisial adalah breeding pada anjing. (Said, 2014)
Daftar Rujukan
Campbell, N.A., Jane B.R., Lawrence G.M. (2003). Biologi. Edisi Kelima, Jakarta:
Erlangga
Said, Munif, H. Eddyman. Soekendarsi, Eddy. 2014. Pengantar Biologi Evolusi. Jakarta:
Erlangga.
Ristasa, Rusna. 2013. Sejarah Perkembangan Teori Evolusi Makhluk Hidup. Universitas
Terbuka. Jakarta