Anda di halaman 1dari 3

a. Apa keunggulan menggunakan sistem double entry ?

Lengkapnya Informasi Transaksi Finansial

Ada beberapa transaksi keuangan yang tidak memengaruhi kas secara langsung. Contohnya, saat
menjual barang secara kredit maka akan menambah nominal piutang dan mengurangi jumlah
persediaan barang, sedangkan kas akan bertambah jika transaksi sudah dibayar. Jika hanya berdasar
pada catatan rekening bank, maka Anda akan kehilangan gambaran yang jelas mengenai transaksi
tersebut.

b. Catatan Keuangan Lebih Akurat

Pada sistem pembukuan double entry, terdapat dua keseimbangan dalam dua sisi yang berbeda
untuk setiap transaksi, yaitu debit dan kredit. Jika pada akhir tahun ditemukan ketidakseimbangan
antara debit dan kredit, maka kesalahan terletak pada persamaan dasar akuntansi atau neraca.
Namun, jika Anda menggunakan sistem double entry, kesalahan pencatatan tidak akan terjadi,
karena debit dan kredit akan menghasilkan sebuah keseimbangan.

c. Mengurangi Kesalahan

Sistem double entry memiliki informasi keuangan yang terperinci dan mampu mendeteksi kesalahan
matematika. Dengan menerapkan sistem double entry akan menguntungkan perusahaan Anda,
karena Anda dapat melacak pendapatan, pengeluaran serta aset dan liabilitas.

Adanya sistem double entry, perhitungan yang dilakukan akan lebih akurat karena menunjukkan
semua saldo akun. Jika terjadinya kesalahan, maka akan mudah dilacak letak kesalahannya karena
adanya informasi yang jelas pada sistem double entry. Dengan menggunakan metode double entry
peluang terjadinya kesalahan sangat kecil.

d. Mendeteksi Penipuan

Metode double entry ini lebih mudah untuk mendeteksi kesalahan dan penipuan. Sehingga jika
perusahaan menerapkan sistem ini, laporan keuangan akan akurat dan tepat. Oleh sebab itu, akan
bermanfaat untuk mempelajari prinsip dan praktik akuntansi double entry yang efektif.

Untuk mengembangkan bisnis, Anda perlu mengelola keuangan bisnis dengan baik. Jurnal adalah
aplikasi akuntansi online, yang dapat memberikan kemudahan dalam mengelola keuangan bisnis
Anda. Jurnal dapat membantu Anda dalam memonitor kelangsungan bisnis kapan saja dan di mana
saja.
1. Dalam prakteknya, model yang dibangun untuk menyusun sistem pengendalian intern
yang baik harus memperhatikan apa saja?

Dalam menyusun sistem pengendalian intern yang baik harus memperhatikan 4 hal:

1. Pengendalian intern seharusnya tidak dilihat sebagai suatu kelompok kegiatan yang berdiri
sendiri, tetapi lebih merupakan suatu rangkaian aktivitas yang terjadi pada seluruh operasi entitas
secara berkesinambungan, dengan berfokus pada risiko operasi. Pengendalian intern merupakan
bagian yang utuh dari setiap sistem yang digunakan manajemen untuk mengatur dan memandu
operasi entitas, bukan sebagai suatu sistem yang terpisah.

2. Manfaat pengendalian intern harus lebih besar dari pada biaya untuk menyusun,
mengimplementasikannya dan risiko yang mungkin terjadi.

3. Aplikasi sistem pengendalian intern harus didukung oleh semua pegawai dalam organisasi dari
manajemen puncak hingga staf terbawah. Responsive terhadap perubahan, SPI yang tidak fleksibel
hanya menghambat pencapaian tujuan dikaitkan dengan perubahan lingkungan dimana organisasi
itu beroperasi.

4. Aplikasi sistem pengendalian intern harus memperhatikan budaya organisasi. Oleh karena itu, SPI
yag akan diterapkan oleh perusahaan harus dilihat sebagai bagian dari manajemen perubahan.

2. Tadi dijelaskan The Canadian Institute of Chartered Accountans Criteria of Control


Committee (CoCo) telah menyusun model pengendalian intern yang mirip dengan COSO
tetapi mempunyai perbedaan yang cukup signifikan. Apa sajakah perbedaan tersebut?
Tolong jelaskan

Jawaban
Perbedaannya terdapat pada CoCo memfokkuskan pada empat pertanyaan utama yakni:
1. Apakah perusahaan mempunyai tujuan yang benar ?
2. Apakah perusahaan mempunyai aktivitas pengendalian yang memadai?
3. Apakah perusahaan mempunyai kapabilitas, komitmen dan lingkungan yang tepat?
4. Apakah perusahaan melakukan monitoring, pembelajaran dan mengadaptasi?
CoCo mempunyai empat komponen untuk menjawab keempat pertanyaan tersebut yakni
purpose, commitment, capability dan monitoring dan learning. Keempat komponen tersebut
merupakan siklus yang sangat mudah dipahami. CoCo membangun landasan COSO dengan
mengidentifikasi komponen-Komponen yang sama tetapi CoCo melebihi COSO dalam
melihat apakah suatu organisasi mempunyai tujuan dan aktivitas pengendalian yang tepat.
Juga, CoCo menekankan pada komitmen dan kapabilitas sebagai bagian yang penting dalam
proses pembelajaran suatu organisasi untuk meyakinkan apakah lingkungan pengendalian
mendukung perbaikan yang terus menerus dan pada saat yang saman mencegah risiko atas
ketidaktercapaian tujuan organisasi. Seperti juga COSO, model CoCo dapat diaplikasikan
pada bentuk organisasi apapun, pada setiap level tingkatan yang dapat memungkinkan
adanya respon secara umum atas SPI menyeluruh.
3. Coba kalian Bandingkan fungsi-fungsi yang ada di departemen akuntansi pada usaha
perhotelan dengan jenis usaha lain?
a. Industri perhotelan terdiri atas beberapa departemen yang berhubungan dengan aktivitas
operasional hotel. Sedangkan pada perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang tidak
terdapat pembagian departemen, karena pada perusahaan dagang dan manufaktur
pembagian akun-akun tersebut lebih terinci.
b. Jumlah akun pada industri hotel cenderung lebih banyak daripada jumlah akun yang
dimiliki oleh perusahaan dagang dan manufaktur.
c. Terdapat beberapa akun unik yang dimiliki oleh industri hotel dan perusahaan
manufaktur. Beberapa akun yang menjadi ciri perusahaan manufaktur :
*Persediaan Bahan Baku
*Persediaan Barang Dalam Proses
*Persediaan Barang Jadi
Beberapa akun yang menjadi ciri industri perhotelan :
*Room Revenue
*Service Charge
*Guest Ledger
*City Ledger
Ketiga perbedaan ini muncul disebabkan oleh adanya perbedaan jenis transaksi akibat dari
perbedaan aktivitas operasi yang dilakukan oleh ketiga jenis entitas bisnis tersebut.

Anda mungkin juga menyukai