Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH PENYIMPANAN ENERGI KIMIA

BATERAI ALKALIN

DISUSUN OLEH:

1. MAGHFIRATUL WAHDANIYAH H031 18 1003


2. CITRA ICHSANI AMALIA MAKKARAKA H031 18 1302
3. FEBRIYANTI PRATIWI H031 18 1306
4. RINDIANI H031 18 1317
5. ARWANI SAPUTRI SALAM H031 18 1321
6. MUH. JUSLIANDI H031 18 1331

DEPARTEMEN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala yang

telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis

mampu menyelesaikan makalah yang berjudul “BATERAI ALKALIN”. Makalah

ini merupakan sarana untuk menginformasikan hasil pengamatan yang telah

penulis lakukan dan disusun dengan tujuan membantu penulis dalam

menyelesaikan tugas.

  Dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada

pihak-pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam pembuatan makalah ini. Penulis

menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini jauh dari kesempurnaan. Untuk itu

penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan

tugas ini di kemudian hari. Penulis berharap semoga makalah ini dapat dijadikan

sebagai salah satu sumber bacaan yang bermanfaat dan dapat digunakan dengan

sebaik-baiknya.
DAFTAR ISI

Halaman Judul

Kata Pengantar

Daftar Isi

BAB 1 PEBDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Rumusan Masalah

C. Tujuan

BAB II PEMBAHASAN

1. Pengertian Baterai Alkalin

2. Prinsip Kerja Baterai Alkalin

3. Reaksi yang Terjadi Pada Baterai Alkalin

4. Bagian-bagian dari Baterai Alkalin

BAB III PENUTUP

5. Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Energi merupakan hal yang sangat utama keberadaannya dalam kehidupan

manusia saat ini. Semua aspek dalam kehidupan pasti membutuhkan energi. Dari

hal yang paling kecil hingga hal yang besar semuanya membutuhkan energi.

Energi itu sendiri bisa berasal dari sumber yang terbarukan dan sumber yang tidak

terbaru kan. Contoh dari sumber yang terbarukan diantaranya adalah angin dan

ombak yang akan terus ada dan tak pernah habis. Sedangkan sumber energi yang

tidak terbarukan contohnya adalah batu bara dan minyak bumi. Hukum kekekalan
energi menyatakan bahwa energi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan. Tetapi energi

bisa diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Perubahan energi itulah yang biasanya

banyak digunakan dalam aplikasi sehari- hari. Sebagai contoh adalah perubahan energi

listrik menjadi kinetik pada kipas angin, energi listrik menjadi kalor pada pemanas

ruangan dan energi listrik menjadi energi cahaya seperti lampu. Berdasarkan atas

prinsipnya, sel baterai menghasilkan energi listrik dari energi kimia. Dalam sel

baterai terjadi reaksi redoks yang kemudian menghasilkan energi listrik yang bisa

kita manfaatkan untuk menjalankan berbagai perangkat elektronik seperti kamera

dan telepon genggam. Seiring dengan berkembangnya penemuan dan penelitian,

saat ini telah didapati teknologi terbaru berupa alat transportasi yang bisa

digerakkan dengan sumber energi berupa baterai.

Baterai merupakan teknologi penyimpanan energi listrik. Laptop, kamera

digital dan telepon genggam merupakan contoh pengaplikasian penggunaan

kinerja baterai. Kinerja baterai melibatkan transfer elektron yang bersifat

konduktif. Transfer elektron terjadi dari elektroda negatif (anoda) ke elektron

positif (katoda) sehingga menghasilkan arus listrik dan beda potensial.


1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud Baterai Alkalin?

2. Bagaimana prinsip kerja dati baterai alkaline?

3. Bagaimana reaksi yang terjadi pada baterai alkalin?

4. Apa saja bagian-bagian dari baterai alkaline?

1.3 Tujuan Penulisan Makalah

1. Mengetahui pengertian baterai alkalin..

2. Mengetahui prinsip kerja baterai alkalin.

3. Mengetahui reaksi yang terjadi pada baterai alkalin.

4. Mengetahui struktur atau bagian-bagian dari baterai alkalin.


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Baterai Alkalin

Baterai alkaline merupakan satu contoh baterai sel kering yang bisa

dikatakan memiliki popularitas yang sangat tinggi di masyarakat. Hal ini

dilihatdari jumlahnya yang sangat banyak dipasaran.Penggunaan baterai alkaline

ini juga sangat akrab di masyarakat karena digunakan untuk keperluan harian

seperti remote televisi dan senter. Dalam baterai alkaline ini, digunakan padatan

KOH sebagai pengganti NH4Cl jika dibandingkan dengan baterai pada umumnya.

Sehingga tidak ditemukan masalah korosi pada sel yang membuat sel ini menjadi

tahan lama.

Potensial dari baterai alkalin juga sebesar 1,5 volt, tetapi

baterai ini dapat bertahan lebih lama. Baterai alkalin dapat

menghasilkan arus lebih besar dan total muatan yang lebih banyak

daripada baterai kering biasa. Oleh karena itu, cocok digunakan

untuk peralatan yang memerlukan arus lebih besar, misalnya kamera

dan tape recorder. Adapun baterai kering biasa baik digunakan

untuk peralatan yang menggunakan arus lebih kecil misalnya radio

atau kalkulator.

2.2 Prinsip Kerja

2.2.1 Prinsip Kerja Baterai

Baterai merupakan perangkat yang mampu menghasilkan tegangan DC,

yaitu dengan cara mengubah energi kimia yang terkandung didalamnya menjadi

energi listrik melalui reaksi elektro kimia, Redoks (Reduksi–Oksidasi). Baterai


terdiri dari beberapa sel listrik, sel listrik tersebut menjadi penyimpan energi

listrik dalam bentuk energi kimia. Sel batere tersebut terdiri dari elektroda negatif

dan elektroda positif. Elektroda negatif disebut katoda, yang berfungsi sebagai

pemberi elektron. Elektroda positif disebut anoda yang berfungsi sebagai

penerima elektron. Antara anoda dan katoda akan mengalir arus yaitu dari kutub

positif (anoda) ke kutub negatif (katoda). Sedangkan electron akan mengalir dari

katoda menuju anoda.

1. Proses pengosongan pada sel berlangsung menurut gambar. Jika sel

dihubungkan dengan beban maka, elektron mengalir dari anoda melalui

beban melalui beban katoda, kemudian ion – ion negatif mengalir ke anoda

dan ion – ion positif mengalir ke katoda

2. Pada proses pengisian menurut gambar dibawah ini adalah bila sel

dihubungkan dengan power supply maka elektroda positif menjadi anoda

dan elektroda negatif menjadi katoda dan proses kimia yang terjadi adalah

sebagai berikut:

Gambar 1. Proses Pengisian dan Pengosongan Baterai

a. Aliran elektron menjadi terbalik, mengalir dari anoda melalui

power supply ke katoda.

b. Ion-ion negatif mengalir dari katoda ke anoda.


c. Ion-ion positif mengalir dari anoda ke katoda Jadi, reaksi

kimia pada saat pengisian (charging) adalah kebalikan dari saat

pengosongan (discharging).

2.2.2 Prinsip Kerja Baterai Alkalin

Selama proses pengosongan (discharging) dan pengisian (Charging) dan

cell baterai alkali secara praktis tidak ada perubahan berat jenis cairan

elektrolitnya. Fungsi utama cairan elektrolitnya pada baterai alkali adalah

bertindak sebagai konduktor untuk memindahkan ion-ion hydroxide dari satu

electrode ke electrode lainnya tergantung pada prosesnya, pengosongan atau

pengisian. Sedangkan komposisi kimia material aktif pelat-pelat baterai alkali

akan berubah selama proses pengosongan atau pengisian.

2.3 Reaksi yang Terjadi Pada Baterai Alkalin

Baterai alkali ditinjau dari namanya adalah baterai yang dalam

komponennya mengandung unsur alkali.Pasta pada bateri alkali mengandung

unsur alkali, yaitu KOH, larutan yang digunakan untuk menggantikan NH4Cl pada

baterai kering. Susunan baterai alkali berbeda dengan baterai kering, akan tetapi

reaksi redoks yang terjadi pada baterai alkali prinsipnya sama dengan reaksi

redoks pada baterai kering, yaitu oksidasi logam seng dan reduksi mangan

dioksida (MgO2), akan tetapi menghasilkan hasil yang berbeda karena melibatkan

ion hidroksida (OH) pada pasta KOH (Saleh dan Bahariawan, 2018).

Baterai kering jenis alkalin pada dasarnya sama dengan sel Leclanche,

tetapi bersifat basa karena menggunakan KOH menggantikan NH 4Cl dalam pasta.

Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut (Nasution, 2019).

Anoda : Zn (s) + 2OH- (aq) → Zn(OH)2(s) + 2e-


Katoda : 2MnO2 (s) + 2H2O (l)+ 2e-→ 2MnO(OH) (l)+ 2OH- (aq)

Zn (s) + 2MnO2 (s)+ H2O (l) → Zn(OH)2(s) + Mn2O2 (s)

Potensial sel yang dihasilkan oleh baterai alkali sama dengan baterai

kering, yaitu sebesar 1,5 V, tetapi baterai alkali memiliki daya dua kali lebih besar

dari baterai kering (Saleh dan Bahariawan, 2018).

2.4 Bagian-Bagian Pada Baterai Alkalin

Baterai alkaline merupakan satu contoh baterai sel kering yang bisa

dikatakan memiliki popularitas yang sangat tinggi di masyarakat. Hal ini dilihat

dari jumlahnya yang sangat banyak dipasaran.Penggunaan baterai alkaline ini juga

sangat akrab di masyarakat karena digunakan untuk keperluan harian seperti

remote televisi dan senter (Saleh dan Bahariawan, 2018).

Gambar 2. Bagiab-bagian Baterai Alkalin

Baterai alkali bahan elektrolitnya adalah larutan alkali yang terdiri dari :

a) Nickel iron alkaline battery Ni-Fe Battery.

b) Nickel cadmium alkaline battery Ni-Cd.

Baterai alkali yang pada umumnya banyak digunakan adalah baterai alkali

cadmium (NiCd) (Hamid dkk., 2016).


Alasan baterai alkalin lebih mahal karena baterai jenis alkalin merupakan

lebih awet dan tahan lama. Baterai ini penyempurnaan dari baterai biasa, karena

mengwhasilkan beda potensial yang relatif tetap dengan waktu penggunaan lebih

awet. Baterai maupun baterai alkalin memiliki pasta elektrolit (pemberi suasana

baik asam atau basa sebagai penentu penggerak elektron), yang menyebabkan

elektron di dalamnya bergerak dari elektroda negatif ke elektroda positif, karena

keduanya merupakan elemen primer. Pasta elekrolit yang digunakan adalah

Amonium Klorida yang dapat bereaksi meskipun baterai ini tidak digunakan.
BAB III

KESIMPULAN

1. Dinamakan baterai alkalin karena elektrolitnya bersifat alkali atau basa, bukan

asam. Nama alkalin diambil dari bahan kimia yang digunakan dalam baterai,

yaitu: elektrolit basa kalium klorida. Seperti elektrolit dalam sel kering,

bentuknya bukan cairan, sehingga mudah dibawa-bawa.

2. Merupakan jenis baterai yang paling modern. Baterai ini  merupakan

penyempurnaan dari baterai biasa karna mempunyai potensial yang relatif tetap

dengan waktu penggunaan lebih awet.

3. Baterai alkalin masih menggunakan prinsip-prinsip dasar yang sama dengan

tumpukan volta, yaitu menggunakan dua jenis logam yang dipisahkan oleh

cairan yang melalukan listrik, disertai dengan terminal negatif dan positif.
DAFTAR PUSTAKA

Hamid, R.M., Rizky, Amin, M., dan Dharmawan, I.B., 2016, Rancang Bangun
Charger Baterai untuk Kebutuhan UMKM, Jurnal Teknologi Terpadu,4(2)
: 130-136.
Nasution, M.,2019, Kajian tentang Hubungan Deret Volta dan Korosi serta
Penggunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari, Seminar Nasional Teknik
UISU, 2(1) : 252-255.

Purwajati, R., Haryono, T., dan Isnaeni, B.S., 2010, Analisis


Kondisi Baterai Alkali 110 Vde di PLTA PBS, Jurnal
Penelitian Teknik Elektro, 3(4): 99-100.

Saleh, A.S. dan Bahariawan, A., H.P., 2018, Buku Ajar Energi dan Elektrifikasi
Pertanian, Penerbit DeePublish, Yogyakarta.