Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM

PRAKTIK PEMANTAUAN DAN KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER

Percobaan 4

OSPF-BGP Multiuser

Menggunakan Cisco Packet Tracer

Disusun Oleh :

Catur Mei Rahayu 4.31.13.0.08

Fathoni Adib Pritanto 4.31.13.0.12

Harry Mahendra 4.31.13.0.10

PROGRAM STUDI D4 TEKNIK TELEKOMUNIKASI

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

2017
A. TUJUAN
1. Untuk mengetahui konsep dasar protokol routing OSPF-BGP
2. Untuk dapat membuat konfigurasi routing menggunakan Packet Tracer dengan
protokol routing OSPF-BGP.

B. DASAR TEORI

Gambar 3.1 Dynamic Routing Protocols

Border Gateway Protocol (BGP) merupakan salah satu jenis routing protokol yang
digunakan untuk koneksi antar Autonomous System (AS), dan salah satu jenis routing
protokol yang banyak digunakan di ISP besar ataupun perbankan. BGP termasuk
dalam kategori routing protokol jenis Exterior Gateway Protokol (EGP).

Dengan adanya EGP, router dapat melakukan pertukaran rute dari dan ke luar
jaringan lokal Auotonomous System (AS). BGP mempunyai skalabilitas yang tinggi
karena dapat melayani pertukaran routing pada beberapa organisasi besar. Oleh
karena itu BGP dikenal dengan routing protokol yang sangat rumit dan kompleks.
Autonomous System
Autonomous system (AS) adalah Sebuah koleksi end-system routers yang di bawah
kendali sebuah manajemen atau athority tunggal. Sistem ini biasanya memakai
sebuah Interior Gateway Protocol (IGP).AS diperlukan bila suatu jaringan terhubung
ke lebih dari satu AS yang memiliki kebijakan routing yang berbeda. Contoh yang
paling sering dijumpai adalah: jaringan yang terhubung kepada dua upstream atau
lebih ataupun eXchange Point, peering dengan jaringan lokal pada eXchange Point.

Fungsi AS
Karena dengan adanya Autonomous System Pembagian region -region pada jaringan
yang besar dapat menjadikan suatu jaringan lebih terstruktur dan diatur oleh 1
kebijakan routing yang di definisikan secara jelas.

Keuntungan BGP
Dapat menghubungkan jaringan besar dari satu AS ke AS yang lain yang memiliki
kebijakan routing yang berbeda.

Karakteristik BGP
1. Menggunakan algoritma routing distance vektor. Algoritma routing distance
vector secara periodik menyalin table routing dari router ke router. Perubahan
table routing di update antar router yang saling berhubungan pada saat terjadi
perubahan topologi.
2. Digunakan antara ISP dengan ISP dan client-client.
3. Digunakan untuk merutekan trafik internet antar autonomous system.
4. BGP adalah Path Vector routing protocol. Dalam proses menentukan rute-rute
terbaiknya selalu mengacu kepada path yang terbaik dan terpilih yang didapatnya
dari router BGP yang lainnya.
5. Router BGP membangun dan menjaga koneksi antar-peer menggunakan port
nomor 179.
6. Koneksi antar-peer dijaga dengan menggunakan sinyal keepalive secara periodik.
7. Metrik (atribut) untuk menentukan rute terbaik sangat kompleks dan dapat
dimodifikasi dengan fleksibel.
8. BGP memiliki routing table sendiri yang biasanya memuat prefiks-prefiks routing
yang diterimanya dari router BGP lain
C. ALAT DAN BAHAN
1. Laptop
2. Software Cisco Packet Tracer 6.01
3. Kabel UTP Cross
4. Kabel UTP Straigth
5. Switch

D. KONFIGURASI JARINGAN

AS AS
1005 1001

AS AS
1004 1002

AS
1003
Gambar 4.1 Topologi jaringan

AS 1002
AS 1001

AS 1005

Gambar 4.1 Topologi Jaringan pada Packet Tracer Kelompok 1


Addressing Table :

Device Interface IP Address Subnet Mask Default


Gateway
Router0 Fa0/0 200.200.10.1 255.255.255.192 -
Fa0/1 10.0.0.10 255.255.255.252 -
Fa1/0 10.0.0.1 255.255.255.252 -
Fa1/1 10.0.0.13 255.255.255.252 -
Router1 Fa0/1 10.0.0.14 255.255.255.252 -
Fa1/0 100.100.0.5 255.255.255.252 -
Fa1/1 100.100.0.2 255.255.255.252 -
Laptop0 Fa0 200.200.10.2 255.255.255.192 200.200.10.1

Addressing Table Jaringan Adib :


Device Interface IP Address Subnet Mask Default
Gateway
Router1 Fa0/0 200.200.10.12 255.255.255.192 -
9
Fa0/1 10.0.0.6 255.255.255.252 -
Fa1/0 10.0.0.9 255.255.255.252 -
Laptop0 Fa0 200.200.10.13 255.255.255.192 200.200.10.129
0

Addressing Table Jaringan Harry :


Device Interface IP Address Subnet Mask Default
Gateway
Router1 Fa0/0 200.200.10.12 255.255.255.192 -
9
Fa0/1 10.0.0.2 255.255.255.252 -
Fa1/0 10.0.0.5 255.255.255.252 -
Laptop0 Fa0 200.200.10.66 255.255.255.192 200.200.10.65

E. LANGKAH KERJA
1. Mengkonfigurasi interface pada router 0 dan router 1 sesuai dengan addressing
tabel.
2. Mengkonfigurasi routing OSPF pada router 0 untuk dihubungkan pada jaringan
Adib dan Harry
3. Pada jaringan Adib, dilakukan juga konfigurasi interface sesuai addressing tabel
dan mengkonfigurasi routing OSPF
4. Pada jaringan Harry, dilakukan juga konfigurasi interface sesuai addressing tabel
dan mengkonfigurasi routing OSPF
5. Menghubungkan jaringan dengan jaringan Adib dan Harry menggunakan tool
multiuser
6. Setelah jaringan dihubungkan menggunakan tool multiuser, dilakukan uji koneksi
jaringan OSPF
7. Setelah jaringan OSPF berhasil dibuat, melakukan konfigurasi BGP pada router 1
yang merupakan router border dengan nomor AS 1001
8. Setelah konfigurasi BGP pada router 1 selesai dibuat, menghubungkan jaringan
AS 1001 ke AS 1002 dan 1005 dengan tool multiuser
9. Setelah terjadi koneksi antar AS 1001, 1002, dan 1005 dilakukan uji koneksi
jaringan BGP.

F. VERIFIKASI JARINGAN
1. OSPF JARINGAN MEI

Gambar Keterangan
Sh run
Router0
sh ip ospf
neighbor
Router0

sh ip route
Router0

2. OSPF JARINGAN ADIB

Gambar Keterangan
Sh ip route
sh run

3. OSPF JARINGAN HARRY

Gambar Keterangan
Sh ip route
sh run

4. BGP AS 1001

Gambar Keterangan
sh ip route
Router1
Sh run

sh ip bgp

G. HASIL PERCOBAAN
1. UJI KONEKSI PADA JARINGAN MEI

Gambar keterangan
Ping dan
traceroute dari
200.200.10.2
(AS1001)
menuju
200.200.50.130
(AS1005)

Ping dan
traceroute dari
200.200.10.2
(AS1001)
menuju
200.200.40.77
(AS1004)
Ping dan
traceroute dari
200.200.10.2
(AS1001)
menuju
200.200.30.2
(AS1003)

Ping dan
traceroute dari
200.200.10.2
(AS1001)
menuju
200.200.20.66
(AS1002)

2. UJI KONEKSI PADA JARINGAN ADIB

Gambar Keterangan
Ping dari
200.200.10.130
(AS1001)
Menuju
200.200.20.130
(AS1002)
200.200.30.130
(AS1003)
200.200.40.130
(AS1004)
200.200.50.130
(AS1005)

traceroute dari
200.200.10.130
(AS1001)
Menuju
200.200.20.130
(AS1002)
200.200.30.130
(AS1003)
200.200.40.130
(AS1004)
200.200.50.130
(AS1005)
3. UJI KONEKSI PADA JARINGAN HARRY

Gambar Keterangan
Ping dari
200.200.10.66
(AS1001)
Menuju
200.200.10.2
(AS1001)
200.200.20.66
(AS1002)
200.200.50.2
(AS1005)
200.200.40.77
(AS1004)
200.200.30.66
(AS1003)
H. ANALISIS
Percobaan BGP single (tanpa multiuser) dan BGP dengan multiuser tidak jauh
berbeda, yang membedakan dari kedua praktik ini adalah jaringan BGP dengan
multiuser lebih besar dibandingkan dengan percobaan BGP tanpa multiuser. Pada
praktikum BGP dengan multiuser terdapat 5 AS (Autonomous System) yaitu 1001,
1002, 1003, 1004, dan 1005. Masing AS memiliki 3 sampai 4 router yang
dihubungkan menggunakan routing IGP (Interior Gateway Protocol) yaitu OSPF.
Dengan menggunakan BGP, router dapat melakukan pertukaran rute dari dan ke luar
jaringan lokal Auotonomous System (AS). pertukaran rute dari dan keluar jaringan
lokal AS dapat dilihat pada percobaan traceroute, salah satunya seperti gambar hasil
dibawah yang merupakan traceroute dari 200.200.10.2 menuju 200.200.40.77

Dapat diketahui path mana saja yang dilakui paket untuk mencapai tujuan.
Data dari host (200.200.10.2) dilempar menuju alamat gateway router pertama.
Setelah router 1 menerima data dari host, router mencari tujuan pada IGP, karena
dalam tabel routing IGP dalam hal ini OSPF tidak menyimpan data mengenai alamat
tujuan maka data dilempar menuju gateway (10.0.0.14) router border (router ke-2),
router yang menghubungkan AS 1001 ke remote AS. next-hop selanjutnya adalah
100.100.0.1 pada router ke-3, berdasarkan data yang dapat dilihat dengan
menggunakan command “show ip bgp” gateway 10.0.0.14 yang merupakan salah satu
host dari network 10.0.0.12/30 mempunyai next-hop 100.100.0.1 dan 100.100.0.6.
Dimana 100.100.0.1 merupakan penghubung menuju AS 1005 kemudian ke AS 1004.

Kemudian paket diteruskan menuju router keempat, kelima, keenam, dan pada hop
ketujuh paket telah sampai pada alamat tujuan yaitu 200.200.40.77.
BGP sendiri memiliki Administrativ Distance (AD) 20. AD adalah fitur yang
menggunakan router untuk memilih jalur terbaik ketika ada dua atau lebih rute yang
berbeda untuk tujuan yang sama dari dua routing protocol yang berbeda.
Dilakukan percobaan ping dari router ospf ke client dengan jaringan AS yang
berbeda.

Dari hasil diatas bahwa success ratenya adalah 0. Karena jaringan internal tiap AS
tidak diperkenalkan atau di advertise. Karena tiap perusahaan atau tiap penyedia ISP
tidak akan mengenalkan jaringan internal mereka ke penyedia ISP lain karena itu
merupakan rahasia perushaan.

I. KESIMPULAN
1. Routing BGP dan OSPF pada praktikum yang telah dilakukan berjalan dengan
baik
2. Dilihat dari nilai AD, BGP lebih terpercaya dibanding dengan protokol routing
IGP (OSPF, RIP, IS-IS)
3. Routing BGP menghubungkan jaringan antar penyedia jasa dengan menggunakan
nomor AS, namun informasi lokal yang berada di dalam jaringan AS tidak
dipublish ke penyedia jasa yang lain.