Anda di halaman 1dari 6

Kelompok :2

Nama – nama : - Dinda Nadya Siregar


- Elsa Cenora Simatupang
- Harmenita Tampubolon
- Jessica Sonia Pasaribu
Mata kuliah : Anatomi Tumbuhan

LEMBAR KERJA 1B

1. Amilum merupakan salah satu benda ergastik yang terdapat di dalam sel
a. Berdasarkan letak hilum nya, jelaskan 2 macam butir amilum.
b. Bagaimana cara membuktikan adanya butir amilum pada sel/jaringan tertentu pada
tumbuhan
jawab:
a.Berdasarkan letak hilumnya amilum dibedakan menjadi amilum eksentris dan amilum
kosentris. Pati Kosentris yaitu hilus terletak ditengah-tengah pati. Dan pati eksentris
yaitu hilus terletak di tepi pati.
b.Butir amilum bisa dibuktikan melalui uji amilum (sach). Pada uji amilum dilakukan
dengan menetesi bahan makanan dengan iodine atau iodium. Bagian tertentu pada
tanaman yang ingin diuji dihancurkan dan di tetesi iodine, lalu diamati dibawah
mikroskop. Bagian yang mengandung amilum akan berubah menjadi biru kehitaman.

2. Plastida merupakan salah satu bagian atau organel yang khas pada sel tumbuhan.
Berdasarkan kandungan zat warna yang dimiliki, jelaskan 3 macam plastida yang terdapat
pada tumbuhan!
Jawab :
Plastida merupakan organel yang di kelilingi membran yang menyimpan
sesuatu.Plastida pada sel tumbuhan terdapat 3 macam yaitu :

Kromoplas

 Kromoplas artinya plastid yang terpigmentasi


 Menyimpan pigmen tumbuhan (khususnya karoteniod kuning,orange dan merah)yang
tidak larut pada air,dan tidak terlibat di dalam fotosintesis.
 Kromoplas melimpah padah region yang terpigemntasi orange,emas dan merah tua
dari suatu tumbuhan.
Kloproplas

Kloroplas mengandung pigmen,termasuk klorofil dan enzim-enzim yang di perlukan


untuk fotosintesisi,suatu proses dimana energi cahaya di konversi menjadi energi
kimia,yang digunakna untuk menghasilkan molekul (bahan bakar) karbohidrat. Kloroplas
ditemukan pada tanaman dan beberapa protista. Kloroplas ini tidak ditemukan pada
organism heterotrof. Beberapa bakteri mempunyai klorofil dan dapat melakukan
fotosintesis, tetapi tidak mempunyai kloroplas yang dibatasi membran. Beberapa bakteri
juga mempunyai pigmen fotosintetik selain klorofil.

Struktur Kloroplas yang Khas

 Kloroplas tumbuhan adalah suatu organela yang dibatasi membran lapis ganda,
dengan sebuah kompartemen dalam yang mengandung membran yang lebih banyak.
Membran dalam dan luar adalah halus dan berbentuk oval pada tumbuhan tinggi.

 Membran internal punya struktur yang seperti cakram dan disebut tilakoid. Cakram
yang pipih ini bertumpuk untuk membentuk grana. Pigmen fotosintetik tersusun pada
grana.

 Cairan di mana grana tersuspensi disebut stroma. Struktur yang berbeda ini penting
untuk proses yang sangat beragam yang terjadi selama fotosintesis. Seperti
mitokondria, kloroplas mengandung DNA yang unik .

Leukoplas

Leukoplas adalah plastida yang tidak mengandung pigmen atau tidak bewarna.Biasanya
terdapat pada sel jaringan yang tidak terkena cahaya.Leukoplas terdapat pada sel-sel
embrional,empulur batang,dan bagian tumbuhan didalam tanah yang bewarna putih.

3. Bagaimana caranya untuk menetapkan adanya benda-benda ergastik (inklusio) berikut ini
di dalam sel: a. Kristal kalsium oksalat. b. Sel minyak menguap. c. Zat lignin. d. Butir
aleuron.
Jawab :
a. Kristal Kalsium Oksalat

Ada dua macam kalsium oksalat, yaitu monohidrat (CaC2O4H2O) dan trihidrat
(CaC2O43H2O). Perbedaan diantara keduanya adalah kadar jumlah air (Esau,
1965:29). Pengidentifikasian suatu kristal Ca-oksalat dapat dilakukan dengan
menggunakan reagen asam cuka (CH3COOH) atau NaOH yang tidak bisa melarutkan
kristal Ca-oksalat. Kristal Ca-oksalat ini dapat larut hanya dengan asam sulfat dan
asam klorida (Kasanah, 2011:19). Kalsium oksalat merupakan asam dikarboksilat,
besarnya konstanta disosiasi (K1 = 6,24.10-2 dan K2 = 6,1.10-5). Dalam medium asam
kuat (pH < 2) proporsi kalsium oksalat yang terionisasi menurun. Dalam keadaan
murni berupa senyawa kristal, larut dalam air (8% pada 10 oC) dan larut dalam
alkohol. Asam oksalat membentuk garam netral dengan logam alkali (NaK), yang
dalam air (5-25%), sementara itu dengan logam dari alkali tanah, termasuk Mg atau
dengan logam berat, mempunyai kelarutan yang sangat kecil dalam air. Jadi, kalsium
oksalat secara praktis tidak larut dalam air. Berdasarkan sifat tersebut asam oksalat
digunakan untuk menentukan jumlah kalsium. Asam oksalat ini terionisasi dalam
media asam kuat (Kasanah, 2011:20). Kristal kalsium oksalat terdapat dalam vakuola
sel atau dalam plasma selnya. Sel-sel ini biasanya memiliki dinding sel yang bergabus
sedangkan plasama sel tereduksi atau lenyap. Morfologi atau bentuk dari kristal
kalsium oksalat dibedakan menjadi lima, yaitu: (1) prisma teratur, (2) jarum, (3)
butir-butiran kecil, (4) rafida, dan (5) bentuk kelenjar (Sutrian, 2011:43).

(B) Kristal kalsium oksalat berbentuk prisma teratur pada mahkota bunga Helianthus
annus (Bar = 10 µm) (Sumber: Amalia et al., 2014:272).

b. Sel Minyak Menguap


Minyak atsiri dikenal dengan minyak terbang, minyak eteris (essential oil atau
volatil) atau minyak mudah menguap. Minyak atsiri dapat dihasilkan dari berbagai
bagian tanaman, seperti akar, batang, ranting, daun, bunga, atau buah dan merupakan
campuran dari senyawa–senyawa volatil yang dapat diperoleh dengan distilasi,
pengepresan atau pun ekstraksi. Penghasil minyak atsiri berasal dari berbagai spesies
tanaman yang sangat luas dan digunakan karena bernilai sebagai cita rasa dalam
makanan dan minuman serta parfum dalam produk industri, obat-obatan dan
kosmetik. Minyak atsiri tanaman diperoleh dari tanaman beraroma yang tersebar
diseluruh dunia.

Minyak atsiri terbentuk dari hasil proses metabolisme dalam tanaman karena
reaksi berbagai senyawa kimia dan air. Sifat lain dari minyak esensial ialah
mempunyai rasa getir atau pungent taste, wangi sesuai asal tanaman, seperti daun,
buah, biji, bunga, rimpang, kulit kayu dan seluruh bagian lainnya.

Sumber minyak tersebut bisa dari berbagai tumbuhan, meliputi pepohonan,


semak, belukar dan bunga-bungaan. Menurut Sandler, 1952, sifat minyak atsiri juga
mudah larut dalam pelarut organik, seperti alkohol, eter, petroleum, benzene, dan
tidak larut dalam air. Untuk mendapatkan minyak atsiri, maka diperlukan proses
penyulingan atau destilasi. Secara sederhana, proses penyulingan adalah proses
pemisahan komponen-komponen suatu campuran yang terdiri atas dua cairan atau
lebih berdasarkan perbedaan tekanan uap atau titik didih senyawa tersebut.

c. Kadar lignin kayu sengon diuji dengan menggunakan metode isolasi lignin Klason
(TAPPI TM T222 OM88).12 Kadar ekstraktif kayu ditentukan dengan menggunakan
pelarut etanol-benzena (TAPPI TM T412 OM94).13 Sampel kayu sengon bebas
ekstraktif sebanyak 0,3 gram dimasukkan dalam gelas vial dan ditambah dengan 4,5
ml H2 SO4 72%. Selanjutnya gelas vial tersebut dimasukkan dalam gelas piala yang
berisi air dan dilakukan pengadukan pada 200 rpm selama 2,5 jam. Selama
pengadukan suhu air dipertahankan pada 20±1o C. Kemudian sampel dipindahkan ke
dalam Erlenmeyer 500 ml dan ditambah dengan akuades sebanyak 171 ml dan ditutup
dengan aluminium foil. Sampel diautoklaf pada 121o C selama 15 menit. Selanjutnya
disaring dalam keadaan panas menggunakan gelas fi ltrate. Sebelum digunakan gelas
fi ltrate dioven pada 105o C selama 24 jam, didinginkan dalam desikator selama 2
jam dan ditimbang. Gelas fi ltrate dicuci berturut-turut dengan 20 ml air dan acetone
dan selanjutnya di oven pada 105o C selama 24 jam. Setelah dioven, sampel
didinginkan dalam desikator. Kadar lignin ditetapkan berdasarkan perhitungan
sebagai berikut:

Kadar lignin = C-A x 100

(100%-Ka) X B

A : Berat gelas awal (sebelum penyaringan)

B : Berat sampel bebas ekstraktif


C : Berat gelas fi ltrate setelah digunakan untuk menyaring

Ka : Kadar air sampel

Data kadar lignin selanjutnya dilakukan analisis sidik ragam menggunakan perangkat
lunak SPSS versi 16.0 dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT) untuk
perlakukan yang berbeda nyata.

d. Butir Aleuron
Pada tumbuh-tumbuhan biasanyaterdapat protein aktif dan protein pasif. Yang dimaksud
protein aktif adalah protein-protein yang membentuk protoplasma, sedangkan protein
pasif adalah protein dalam bentuk makanan cadangan. Pada hakikatnya protein pasif
adalah benda nonprotoplasmik (substansi ergastis atau benda mati) yang terdapat di
dalam vakoula-vakoula sebagai protein amorf atau sebagai kristal.Kedua bentuk
tersebut,sebagai protein amorf atau sebagai kristal, lazim dikenal dengan nama butir
aleuron. Butir-butir aleuron banyak ditemukan pada endosperm biji, perisperm biji, atau
embrio.

Aleuron merupakan protein yang termasuk globulin, butir-butirannya yang sangat besar dapat
kita temukan pada biji jarak (Ricinus communis). Pada butir besar aleuron ini lazim terdiri
dari: (1) protein amorf; (2) protein kristal; dan (3) protein globoid.
Butir aleuron adalah protein. Hal ini dapat dibuktikan dengan mengujinya menggunakan
reaksi-reaksi penguji protein. Misalnya, apabila dibubuhkan larutan iodin, dapat beralih
menjadi warna coklat ungu. Bila direaksikan dengan Milon dapat memberikan warna merah.

Pada butir aleuron terdapat lapisan aleuron dan gluten. Lapisan aleuron adalah lapisan sel
yang berada di  bawah kulit buahyang mengandung butir-butir protein kecil tersebut.
Sedangkan gluten adalah proteinnya itu sendiri yang menyusun butir aleuron. Lapisan
aleuron dapat kita temukan pada bulir-bulir gandum, padi, dsb.Selain terdapat pada vakoula,
butir aleuron dapat pula terdapat di dalam sitoplasma yang terletak di bagian tepi, misalnya
pada sel-sel umbi kentang. Selain itu butir aleuron dapat ditemukan di dalam plastida, bahkan
di dalam inti sel (nukleus) dari tumbuh-tumbuhan golongan Scrophulariaceae.

4. Jelaskan ciri khas dari sel tumbuhan !

Jawab :

Ciri khas sel tumbuhan adalah dapat dilihat dari komponen utama sel tumbuhan itu
sendiri yaitu, terdiri dari dinding sel, sitoplasma, dan inti. Sitoplasma adalah bagian dari
protoplasma yang merupakan senyawa liat, agak bening, dan komponen utamanya 95-90%
air. Retikulum endoplasma (RE) yang terlibat dalam sintesis protein, dan membantu sistem
pengangkutan daalam sel, dan berperan dalam pembentukan dinding sel dan sekresi. Organel
yang lain adalah badan golgi atau diktiosom, yang terlibat dalam sekresi gula (madu),
polisakarida (bahan dinding sel dan lendir), dan kompleks protein polisakarida. Selanjutnya
mitokondria bertugas untuk menyediakan energi. Jadi dapat disimpulkan bahwa ciri khas sel
tumbuhan adalah memiliki dinding sel. Dinding sel berperan sebagai penyokong mekanis
organ tumbuhan, khususnya pada dinding tebal. Dinding sel memengaruhi aktivitas penting
jaringan tumbuhan, seperti penyerapan, transpirasi, translokasi, dan sekresi.