Anda di halaman 1dari 26

MANAJEMEN STRATEGI

Analisis Eksternal dan Analisis Lingkungan Industri PT Charoen Pokphand Indonesia

Dosen Pengajar :
Ir. Popong Nurhayati M.M.

Praktikum 5-6

DISUSUN OLEH KELOMPOK 6 :


Weldona Dominika Turnip (J3J118008)
Nabila Azzahra R (J3J118057)
Annisa Rizky Nur Aini (J3J118258)
Zulfa Rizki (J3J118227)
Sabrina Baldah (J3J218415)
Lutfia Utami S (J3J218470)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN AGRIBISNIS


SEKOLAH VOKASI INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2020
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Perusahaan dalam menghadapi lingkungan bisnis yang kompetitif
memerlukan suatu perencanaan yang matang, tidak hanya berorientasi pada
masa yang akan datang tetapi juga harus bisa mengantisipasi perubahan dalam
jangka pendek dan menengah (Sofian, 2004). Perencanaan tersebut dimulai
dari membuat suatu analisis tentang bisnis konteks dari perusahaan, analisis
lingkungan internal dan analisis lingkungan eksternal sehingga akan dapat
diketahui bagaimana posisi perusahaan sebenarnya.
Analisis lingkungan eksternal, lingkungan industri dan lingkungan
internal merupakan yang harus diperhatikan dalam melakukan suatu usaha.
Analisis lingkungan eksternal dilakukan untuk dapat mengidentifikasikan
faktor-faktor di luar lingkungan perusahaan yang mempengaruhi kelangsungan
bisnis perusahaan tersebut. Analisis ligkungan eksternal sering kali harus
mengasumsikan lingkungan bisnis yang tidak terbagi atas Negara atau batas.
Analisis lingkungan eksternal mencangkup empat langkah yang pertama
scanning, monitoring, forecasting dan assessing. Analisis lingkungan ini akan
menghasilkan identifikasi peluang dan ancaman. Analisis lingkungan industri
yang tepat akan membantu pemilik bisnis membuat strategi bisnis yang tepat
juga dalam menghadapi persaingan ke depannya. Cara menganalisis
lingkungan industri salah satunya dengan Porter's Five Forces Model.

1.2. Tujuan
1. Untuk mendeskripsikan analisis lingkungan eksternal PT Charoen
Pokphand Indonesia Tbk
2. Untuk mendeskripsikan analisis lingkungan industri PT Charoen
Pokphand Indonesia Tbk
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Analisis Faktor Politik/Kebijakan Pemerintah PT Charoen


Pokphand Indonesia Tbk
2.1.1 Kebijakan Ekspor
PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Tbk mendukung program
pemerintah untuk mendorong peningkatan ekspor kegiatan ekspor
produk olahan ke sejumlah negara. Eksistensi PT CPI dalam pasar
ekspor juga ditunjukkan dengan keikutsertaan dalam ASAFF 2020
yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta
Pusat, pada 12 hingga 14 Maret 2020. Perusahaan berbasis agribisnis
tersebut juga memamerkan produk andalan mereka, khususnya varian
produk yang ditujukan untuk ekspor. Dua product brand yang
difokuskan untuk pasar ekspor, yakni Golden Fiesta dan Fiesta.
Ekspor perdana produk olahan ayam dari PT CPI ini dikirim ke
Papua Nugini pada 2017 lalu sebesar 11.748 kg.Kemudian pada 2018,
jumlah ekspor pun mengalami peningkatan dengan 19.291 kg produk
olahan. Sementara 11.269 kg produk olahan dikirim ke Papua Nugini
pada tahun selanjutnya yakni 2019.Sukses menyasar pasar ekspor di
Papua Nugini, CPI pun fokus melebarkan pangsa pasarnya ke negara
lain.Di tahun 2018, perusahaan ini berhasil mengantongi izin ekspor ke
negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) dan Jepang.Khusus
untuk ekspor ke Timor Leste CPI tidak hanya mengirim produk olahan
saja, namun juga produk ayam griller, day old chicken (DOC) atau
ayam umur 1 hari baik broiler maupun layer, serta pakan ternak.
Ekspor produk olahan maupun DOC ini mempengaruhi
keuntungan usaha, proses produksi hingga kegiatan usaha. Produksi
pakan ternak merupakan segmen usaha terbesar, kontribusinya 47,79%
dari total penjualan di tahun 2018. Dengan stabilnya permintaan dan
penawaran di industri peternakan, segmen usaha ini mencatat
pertumbuhan 6,28% dari Rp24,26 triliun di tahun 2017 menjadi
Rp25,79 triliun di tahun 2018. Pendapatan Perseroan dari DOC
mengalami peningkatan 26,80% dari Rp4,91 triliun menjadi Rp6,23
triliun di tahun 2018. Produksi makanan olahan bernilai tambah tinggi
tetap menjadi penyumbang penjualan Perseroan dengan pertumbuhan
yang cepat, segmen usaha ini tumbuh 9,31% menjadi Rp4,34 triliun
dari Rp3,97 triliun di tahun 2017. Khusus bulan November 2019, PT
CPI mengekspor satu kontainer produk olahan ayam ke Jepang dengan
nilai ekspor Rp239 juta. Selain itu, PT CPI mengeskpor lima kontainer
griller dan sepuluh kontainer pakan ke Timor Leste dengan nilai produk
sebesar Rp2,2 miliar.
Peluang Ancaman
 Kebijakan ekspor merupakan peluang
bagi CPI untuk melebarkan sayapnya
hingga manca negara, dengan
perluasan pemasaran melalui ekspor
juga dapat meningkatkan pendapatam
CPI

2.1.2 Kebijakan Impor


PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menyambut baik
kebijakan Kementerian Pertanian yang membatasi impor yang hanya
boleh dilakukan oleh Bulog. Padahal perusahaan ini biasanya
melakukan impor jagung sendiri untuk pakan ternaknya. Presiden
Direktur Charoen Pokphan Tjiu Thomas mengatakan, pada dasarnya
tujuan dari kebijakan tersebut untuk mendorong terciptanya
swasembada jagung. Tjiu juga mengatakan, kebijakan tersebut
sebenarnya juga memiliki hikmah bagi perusahaan. Pasalnya Charoen
Pokphand juga memiliki anak usaha yang bergerak di bidang
pembibitan jagung. Jika pemerintah mendesak agar jagung dibeli dari
dalam negeri, maka secara otomatis permintaan akan bibit jagung juga
meningkat. Tjiu juga mengatakan, meskipun jagung lokal kualitanya
masih belum lebih baik dari jagung impor karena tingkat keringnya
yang lebih rendah, namun perusahaan tak khawatir. Pasalnya Charoen
Pokphand juga memiliki mesin pengering jagung di pabriknya.
Peluang Ancaman
 Kebijakan impor merupakan peluang
bagi CPI untuk memperkuat anak
usaha yang bergerak di bidang
pembibitan jagung milik CPIN

2.1.3 Kebijakan Investasi

Noted : investai yang dilakukan CPI di indonesia

Peluang Ancaman
 Kebijakan investasi merupakan
peluang bagi CPI untuk ...

2.1.4 Kebijakan Pajak


Pemerintah baru menerbitkan mengenai pemotongan tarif Pajak
Penghasilan (PPh) wajib pajak (WP) badan dalam negeri yang
berbentuk perseroan terbuka (emiten). Insentif ini tertuang dalam
Peraturan Pemerintah (PP) No. 30 Tahun 2020. PP itu menegaskan tarif
PPh Badan menjadi 22% pada 2020 dan 2021, dan sebesar 20% pada
2022. Selain itu, tarif PPh Badan untuk emiten juga menjadi 3% lebih
rendah dari tarif umum dengan salah satu syaratnya yakni saham yang
dimiliki oleh masyarakat (free float) paling sedikit 40% dan memenuhi
persyaratan tertentu. Jika mengacu pada persyaratan free float, emiten
poultry penghuni indeks berpeluang untuk mendapat angin segar ini.
Sementara itu, kepemilikan publik di saham PT Charoen Pokphand
Indonesia Tbk (CPIN) mencapai 44,47%. Dengan demikian, emiten ini
berpeluang mendapat insentif pajak dari pemerintah. Namun, Analis
Mirae Asset. Sekuritas Indonesia Emma A. Fauni menilai, jikalau
memang emiten poultry mendapat insentif tersebut, tidak akan
berdampak banyak terhadap kinerja emiten poultry karena dibawah 5%.
Peluang Ancaman
 Kebijakan pajak merupakan peluang
bagi CPI untuk memperkuat eknomi
perusahaan

2.1.5 Kebijakan Lingkungan Hidup


Pengolahan lingkungan hidup di setiap fasilitas produki PT
Charoen Pokphand Indonesia Tbk di lakukan berdarkan dokumen
upaya pengolahan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan
hidup (UKL – UPL) yang telah mendapatkan rekomendasi Badan
lingkungan hidup terkait. Selain itu, beberapa fasilitas produksi telah
menjadi peserta program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam
pengolahan lingkungan hidup (PROPER) dari kementrian lingkungan
hidup dan kehutanan Republik Indonesia. Dengan keikutsertaan
tersebut, pengelohan lingkungan hidup PT Charoen Pokphand
Indonesia Tbk telah mengikuti standar PROPER, antara lain pengujian
limbah cair dilakukan setiap bulan dalam pengolahan limbah bahan
berbahaya dan beracun (B3) di lakukan oleh pihak ketiga yang
kompeten.
Peluang Ancaman
 Kebijakan lingkungan hidup
merupakan peluang bagi CPI untuk
meningkatkan fasilitas dan lingkungan
produksi

2.1.6 Kebijakan Pasar Modal


PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk memberikan kebijakan
pasar modal yaitu dengan cara pembagian dividen tunai pada setiap
saham yang dibayarkan. Pembagian dividen ini memiliki kebijakan
sebesar maksimal 40% dari laba tahun berjalan setelah pajak setiap
tahunnya yang dilaksanakan oleh Direksi Perusahaan dengan tidak
mengabaikan kondisi kesehatan keuangan, peraturan perundang-
undangan yang berlaku di bidang pasar modal, dan tanpa mengurangi
hak dari pemegang saham untuk menentukan nilai sesuai dengan
ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.
Peluang Ancaman
 Kebijakan pasar modal merupakan
peluang bagi CPI untuk meningkatkan
kinerja perusahaan, karena dengan
pembagian dividen ini berarti kinerja
perusahaan bagus.

2.2. Analisis Faktor Ekonomi PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk


2.2.1. Pertumbuhan Ekonomi/GNP
Indonesia merupakan negara dengan perekonomian terbesar di
Asia Tenggara dan akan terus memiliki pertumbuhan GDP yang kuat
dalam beberapa tahun mendatang, dengan potensi menjadi salah satu
dari top 10 perekonomian di dunia pada tahun 2030. Selain itu, juga
memiliki populasi terbesar keempat di dunia dengan segmen
berpendapatan menengah yang tumbuh cepat dimana terjadi perubahan
pola makan dari sumber protein nabati menjadi sumber protein hewani.
Perubahan ini menjadikan industri peternakan memiliki ruang untuk
tumbuh berkesinambungan. Gaya hidup yang aktif telah menciptakan
preferensi akan makanan olahan yang cepat saji, sehingga prospek
industri peternakan masih sangat menjanjikan di masa mendatang.
Menggarisbawahi lebih lanjut akan faktor positip bagi ekonomi dan
pasar adalah reputasi PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk sebagai
pemimpin industri dan kepemilikan atas beberapa merek terpercaya di
seluruh rantai produksi dari peternakan hingga makanan. Posisi kuat ini
memastikan Perseroan untuk terus menikmati pertumbuhan yang
berkelanjutan.
Peluang Ancaman
 Pertumbuhan GNP merupakan peluang
bagi CPI Secara jangka panjang.PT
Charoen Pokphand Indonesia Tbk akan
terus mendapatkan keuntungan dari
beberapa faktor yang telah menjadi
landasan pertumbuhan ekonomi dalam
beberapa tahun ke belakang: pasar
yang kuat dan sehat; fundamental yang
kuat; dan merek yang terpercaya.

2.2.2. Suku Bunga


Laporan keuangan CPIN per akhir Juni 2014, suku bunga fasilitas
pinjaman CPIN selama ini berkisar 9,39%-9,94% dalam rupiah, dan
bunga pinjaman dollar AS antara 1,95%-1,97%. William berharap,
bunga pinjaman baru CPIN bisa lebih rendah sehingga mengurangi
beban.
Peluang Ancaman
 Suku bunga merupakan ancaman
bagi CPI, karena dapat
meningkatkan beban bagi
perusahaan

2.2.3. Fluktuasi
Beberapa faktor eksternal terus memberikan dampak kepada
marjin laba kotor. Faktor paling berpengaruh tersebut adalah fuktuasi
harga jagung yang merupakan bahan baku utama pakan ternak. Selama
tahun berjalan, harga jagung sangat dipengaruhi oleh masa tanam
jagung dan masa panen jagung. Di saat bersamaan, larangan impor
jagung oleh pemerintah yang dilakukan mulai tahun 2016 membuat
fuktuasi harga jagung lokal semakin tinggi. Konsisten dengan strategi
jangka panjang untuk mengendalikan biaya, Perseroan menggunakan
kelebihan dalam keahlian memproduksi pakan ternak. Dengan
menggunakan penyesuaian formula atas penggunaan bahan baku,
namun tetap menjaga kualitas, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk
berhasil meminimalkan dampak dari beban produksi. Bersama dengan
pengendalian biaya produksi, kenaikan harga jual DOC dan ayam
pedaging serta kestabilan permintaan seluruh produk, Perseroan
mencatat kenaikan laba bersih sebesar 81,99% menjadi Rp4,55 triliun.
Peluang Ancaman
 fluktuasi merupakan ancaman bagi
CPI, karena dapat menurunkan
ekonomi perusahaan

2.2.4. Suplai Tenaga Kerja


PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk memberikan kesempatan
yang sama bagi semua orang tanpa memperhatikan gender, suku,
agama, ras dalam program rekrutmen karyawan. Pertimbangan
didasarkan murni pada kemampuan dan profesionalitas dari calon
karyawan.
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk melakukan pelatihan dan
pengembangan yang berkesinambungan setiap tahun untuk
meningkatkan kinerja para karyawan, seperti pelatihan manajerial dan
pelatihan teknis baik di dalam kantor maupun di luar kantor. Hal ini
dimaksudkan agar para karyawan dapat secara konsisten memberikan
kontribusi yang optimal kepada PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk
terutama dari segi kualitas. Perseroan memiliki modul keluh kesah
sebagai sarana karyawan untuk melakukan pengaduan masalah
ketenagakerjaan. Karyawan dapat menyampaikan pengaduan kepada
pihakpihak tertentu untuk dapat diselesaikan dalam jangka waktu 5 hari
atau jangka waktu lain yang disepakati. Pihak-pihak tertentu tersebut
memiliki urutan yaitu atasan langsung, atasan dari atasan langsung,
Departemen Personalia setempat dan terakhir adalah Kepala Divisi.
Apabila aduan tersebut masih belum terselesaikan, PT Charoen
Pokphand Indonesia Tbk akan menempuh mekanisme yang diatur
dalam perundangundangan ketenagakerjaan.
Peluang Ancaman
 Suplai tenaga keruja merupakan
peluang bagi CPI untuk memperkuat
jalannya proses produksi

2.2.5. Nilai Tukar


Presiden Direktur CPIN Tjiu Thomas Effendy mengungkapkan,
pelemahan nilai tukar rupiah berdampak pada impor bahan baku dan
beban pinjaman emiten dalam bentuk dolar AS. Sebelumnya, CPIN
mengimpor jagung untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. Namun,
kali ini berbeda. Lewat program pemerintah untuk meningkatkan
produksi jagung, maka porsi impor bahan baku berkurang dan yang
diimpor sekarang adalah kedelai dan bahan baku kecil-kecil, jadi
(dampak pelemahan rupiah) tidak signifikan.
Peluang Ancaman
 Nilai tukar merupakan peluang bagi  Nilai tukar merupakan ancaman
CPI untuk mengembangkan anak bagi CPI, karena dapat
perusahaanya dalam budidaya jagung mempengaruhi impor bahan baku
yang dapat menggantikan jagung yang mana akan mengurangi
impor untuk bahan baku pakan pembelian bahan baku ternak
ternak. (jagung)

2.2.6. Pendapatan Perkapita


Konsumsi daging ayam per kapita pada tahun lalu baru berkisar
12,8 kg per kapita per tahun. Jumlah itu dibandingkan dengan Malaysia
sekitar 40 kg per kapita per tahun. Salah satu permasalahan konsumsi
ialah distribusi unggas, karena Indonesia memiliki 17.000 pulau. Tak
heran konsumsi daging ayam di pedesaan berkisar 4-5 kg per kapita per
tahun, sedangkan di Jakarta sudah mencapai 26 kg per kapita per tahun.
Peluang Ancaman
 Pendapatan perkapita merupakan
ancaman bagi CPI, karena dapat
mempengaruhi penurunan konsumsi
daging ayam

2.3. Analisis Faktor Sosial Budaya PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk


2.3.1. Demografi
Secara fundamental, pertumbuhan PT Charoen Pokphand
Indonesia Tbk yang berkelanjutan berhubungan erat dengan populasi
dan demografi Indonesia. Dengan lebih dari 267 juta penduduk,
Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar keempat dengan
karakteristik yang unik. Indonesia sedang menuju ke negara dengan
pendapatan masyarakat yang lebih tinggi sehingga merubah pola
konsumsi yang sebelumnya lebih banyak sumber protein nabati
menjadi mayoritas sumber protein hewani. Akhirnya, Indonesia
memiliki populasi anak muda yang memiliki aktivitas lebih banyak
sehingga membutuhkan makanan olahan yang mudah didapat, bergizi
dan nikmat.
Peluang Ancaman
 Demografi merupakan peluang bagi
CPI untuk meningkatkan nilai
industri dan memberikan Perseroan
sebuah peluang pertumbuhan
berkelanjutan.

2.3.2. Distribusi Pendapatan


Distribusi pendapatan memiliki pengertian penyebaran
pendapatan pada suatu wilayah geografis. Distribusi ini juga bisa
memiliki makna penyaluran pendapatan melalui penyelesaian pekerjaan
dalam pengadaan barang, jasa dan bidang niaga. Penyesuaian 2018
PSAK 46 – Pajak. Penghasilan, berlaku efektif 1 Januari 2019 dengan
penerapan dini diperkenankan. Penyesuaian ini menegaskan mengenai
konsekuensi pajak penghasilan atas dividen (sebagaimana didefinisikan
dalam PSAK 71: Instrumen Keuangan) timbul ketika entitas mengakui
liabilitas untuk membayar dividen. Konsekuensi pajak penghasilan
tersebut lebih terkait secara langsung dengan transaksi atau peristiwa
masa lalu yang menghasilkan laba yang dapat didistribusikan daripada
dengan distribusi kepada pemilik. Oleh karena itu, entitas mengakui
konsekuensi pajak penghasilan tersebut dalam laba rugi, penghasilan
komprehensif lain atau ekuitas sesuai dengan pengakuan awal entitas
atas transaksi atau peristiwa masa lalu tersebut.
Peluang Ancaman
 Distribusi pendapatan merupakan
peluang bagi CPI untuk penyaluran
pendapatan melalui penyelesaian
pekerjaan dalam pengadaan barang,
jasa dan bidang niaga.

2.3.3. Mobilitas Sosial


Pada Charoen Pokphan Indonesia terdapat jenjang karir yang
dibagi dari level 1 hingga level 7 yaitu, level 1 (Dirut,komisaris), level
2 (controller, FAM,dll), level 3 (biasanya SPV), level 4 (staff biasa),
level 5 (biasanya untuk lulusan SMA), level 6-7 biasanya untuk buruh
pabrik. Untuk mobilitas social bisa dilihat tergantung lamanya kerja.
Jika kerja selama kurang lebih 3-4 tahun bisa mendudukin posisi svp.
Jika kurang lebih 8 tahun bisa menduduki di tingkat manager.
Peluang Ancaman
 Mobilitas sosial merupakan peluang
bagi CPI untuk memposisikan tenaga
kerja sesuai pengalaman dan
kemampuannya, meningkatkan
loyalitas karyawan

2.3.4. Gaya Hidup


Berdasarkan pada laporan dari Foreign Agricultural Service yang
mana merupakan badan riset dari agrarian mengatakan bahwa
Berdasarkan sumber : (GAIN Report #ID2014, 2002) , tingkat
konsumsi ayam di Indonesia yang kecil dibandingkan pada negara-
negara lainnya di Asia Tenggara maka dapatlah menjadi sumber utama
bahwa itu merupakan peluang untuk meningkatkan konsumsi ayam di
Indonesia masih terbuka lebar.
Peluang Ancaman
 Gaya hidup merupakan peluang
bagi CPI untuk meningkatkan
konsumsi ayam di Indonesia masih
terbuka lebar dengan produk
olahan ayam instan seperti chicken
nugget yang disukai masyarakat
Indonesia.

2.4. Analisis Faktor Teknologi PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk


2.4.1 Program Pemerintah di Bidang Teknologi
Ditinjau dari segi peternakan ayam ras yang semakin berkurang,
usaha ini berkaitan erat dengan perkembangan teknologi. Hal ini
dibuktikan dengan penemuan alat yang mampu menetaskan telur ayam
dalam waktu yang sangat singkat. Penerapan teknologi ini didukung
oleh program pemerintah untuk meningkatkan nilai gizi masyarakat
dalam hal kebutuhan protein hewani.

Noted : datanya kurang lengkap + emg chicken nugget olahan pakenya


ayam petelur?
Peluang Ancaman
 Program pemerintah di bidang
teknologi merupakan peluang bagi
CPI untuk

2.4.2 Temuan-temuan Baru


Pada tahun 2018, PT CHAROEN POKPHAND INDONESIA Tbk
telah menerapkan hasil temuan – temuan terbaru atau pun strategi baru
yang diharapkan dapat membawa kinerja PT CHAROEN POKPHAND
INDONESIA Tbk kepada tingkat yang lebih tinggi di masa yang akan
datang, yaitu sebagai berikut:
 Menerapkan bio-security untuk mempertahankan kualitas produk
sehingga terus menumbuhkan kepercayaan para peternak akan
produk PT CHAROEN POKPHAND INDONESIA Tbk.
 Meningkatkan kapasitas produksi pakan ternak dengan mendirikan
pabrik pakan ternak baru dan memaksimalkan kapasitas produksi
yang sudah ada dengan efsiensi proses produksi melalui otomatisasi
 Mendirikan pusat-pusat distribusi untuk semakin dekat baik ke
pemasok dan konsumen untuk menurunkan biaya transportasi.
Dengan demikian penemuan baru atau pun strategi baru PT
CHAROEN POKPHAND INDONESIA Tbk dapat menjadi peluang
untuk meningkatkan kinerja PT CHAROEN POKPHAND
INDONESIA Tbk.
Peluang Ancaman
 Temuan baru merupakan peluang
bagi CPI untuk meningkatkan
kinerja perusahaan, mempertahankan
kualitas, memaksimalkan kapasitas
produksi, menurunkan biaya
transportasi

2.4.3 Kecepatan Transfer Teknologi


Teknologi kemasan terus berkembang dan terus berinovasi,
sehingga CPI memutuskan untuk membuka pabrik baru untuk
memproduksi kemasan fleksibel agar dapat lebih mudah mengontrol
kualitas produksi kemasan makanan mereka. CPI tidak mengikuti tren
pencetakan gravure yang biasanya digunakan di industri makanan.
Perusahaan ini memilih untuk membeli mesin flexo BOBST 20SEVEN
CI dengan smartGPS dan BOBSTCL 850D Laminator untuk membantu
mencapai tujuan diatas.
Charoen Pokphand Indonesia juga telah membeli BOBST CL
850D Laminator, mesin ini memiliki desain ergonomis dan fitur
otomatisasi yang canggih, menjadikan pekerjaan siap-pakai, pergantian
yang sangat cepat, dan efisiensi operasional yang optimal. CL 850D
dapat beroperasi pada kecepatan produksi tinggi – hingga 450 meter
per menit – menggunakan spektrum luas substrat fleksibel, dengan sifat
fisik dan ketebalan yang berbeda, untuk menghasilkan laminasi
berkualitas tinggi dengan waste minimal.
Peluang Ancaman
 Kecepatan transfer teknologi
merupakan peluang untuk CPI dalam
merealisasikan visi-nya yaitu
menghasilkan kemasan yang lebih
baik dan ramah lingkungan.
2.5. Analisis Faktor Legalitas PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk
Legalitas yang dimaksud adalah berupa izin yang sah secara hukum
terhadap segala kegiatan usaha yang dijalankan beserta semua elemen yang
terlibat di dalamnya. Izin dapat ditafsirkan sebagai dispensasi dari larangan,
jadi jika tidak punya izin maka kegiatannya tidak legal.
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (”Perseroan”) didirikan di
Indonesia dengan nama PT Charoen Pokphand Indonesia Animal Feedmill Co.
Limited, berdasarkan akta pendirian yang dimuat dalam Akta No. 6 tanggal 7
Januari 1972, yang dibuat dihadapan Drs. Gde Ngurah Rai, SH, Notaris di
Jakarta, sebagaimana telah diubah dengan telah diubah, terakhir dengan Akta
Notaris Fathiah Helmi, SH No. 71 tanggal 23 Mei 2019. Akta tersebut telah
disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. AHU-0032182.AH.01.02.TAHUN 2019 tanggal
21 Juni 2019. Selain itu perusahaan ini juga memiliki NPWP : 01.000.172.5-
092.000, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Surat Izin Usaha Industri
(SIUI), Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP), dan Tanda Daftar
Perusahaan (TDP)
Peluang Ancaman
 Kecepatan transfer teknologi
merupakan peluang untuk CPI dalam
mengembangkan usahanya baik dari
segi pengembangan produk maupun
perluasan pasar

2.6. Analisis Lingkungan Industri M.Porter :


Analisa lima kekuatan porter merupakan alat yang digunakan untuk menentukan
intensitas persaingan industri dan tingkat keuntungannya. Lima model kekuatan
diciptakan oleh M. Porter pada tahun 1979 untuk memahami bagaimana lima kekuatan
persaingan utama mempengaruhi suatu industri. Berikut adalah Analisis 5 kekuatan
porter pada PT.Charoen Pokphand Indonesia Tbk.
2.6.1. Potensi dan Ancaman Masuknya Pendatang Baru
Pada dasarnya pendatang baru dalam bisnis pakan ternak saat ini akan
mengalami kesulitan yang cukup besar untuk mengambil pangsa pasar dari
PT.Charoen Pokphand Indonesia Tbk karena tingkat untuk menekan biaya
produksi seperti PT.Charoen Pokphand Indonesia Tbk cukup tinggi karena
didukung oleh pengalaman dalam pengembangan produk pakan ternak dan
juga telah menjangkau proses distribusi ke seluruh nusantara. PT. Cheil
Samsung Indonesia merupakan pendatang baru yang terkait dengan bisnis
pakan ternak karena perusahaan tersebut memiliki dana yang lebih besar untuk
pengembangan pakan ternak yang ada.
Peluang Ancaman
 Konsumen dengan mudah bisa
berpindah ke produk dari pendatang
baru.

2.6.2. Pesaing dalam Industri


Pada dasarnya dalam setiap bisnis pasti terdapat persaingan, setiap
perusahaan pasti ingin mencapai posisi yang paling tinggi dibandingkan
dengan pesaingnya dalam bidang yang sama. Sifat persaingan yang terjadi
diantara para pebisnis tersebut berbeda – beda, dari persaingan yang halus
sampai pada tingkat persaingan yang saling menjatuhkan tergantung pada
seberapa agresif perusahaan – perusahaan melakukan tindakan–tindakan yang
mengancam perolehan laba pesaingnya, serta seberapa diperhatikannya etika
dalam berbisnis oleh perusahaan – perusahaan yang bersaing dalam industri
sejenis. Pesaing utama PT.Charoen Pokphand Indonesia.Tbk sekarang ini
adalah produk pakan ternak dari produksi PT Japfa Comfeed Tbk, PT Sierad
Produce Tbk, PT Malindo Feedmill Tbk. Kompetisi di industri ini ketat dengan
hadirnya banyak kompetitor, namun daya saing PT Charoen Pokpand lebih
kuat dibandingkan kompetitornya. Hal ini dapat dilihat dari PT Charoen
Pokhpand menjadi pemimpin pasar di industri peternakan ayam. Produk
Charoen Pokhpand terdiri dari tiga jenis yaitu pakan ternak, DOC, dan
makanan olahan. Dalam industri pakan ternak dan DOC, Charoen Pokhpand
merupakan market leader. Dalam industri peternakan ayam cukup besar di
bidang pakan ternak dan yaitu sebesar 35%. Kemudian diikuti Japfa Comfeed
22%, Cheil Jeddang 7%, Malindo Feedmill 6%, Sierad Produce 4%, dan
sisanya merupakan pakan ternak produksi persahaan-perusahaan lain. Dalam
industri DOC, market share Charoen Pokhpand sebesar 34% diikuti Japfaa
Comfeed 26%, Malindo Feedmill 9%, 6%. Dalam rangka mempertahankan
tingkat penjualannya, para pelaku bisnis tersebut terus menerus melakukan
promosi dan melakukan pengembangan produk, serta tetap mempertahankan
mutu dan kualitas produknya.
Peluang Ancaman
 Meningkatkan perkembangkan  Persaingan cukup ketat yang
dalam teknologi dan informasi mememungkinan pesaing akan
agar permintaan terus bertambah menggunakan saluran yang sama
dalam memasarkan dan
meningkatkan ketertarikan
pelanggan.

2.6.3. Ketersediaan Jasa Subtitusi


Produk substitusi untuk pakan ternak hingga saat ini tidak ada yang signifikan
yang dapat menggantikan produk pakan. Komponen dasar pembuatan pakan
ternak saat ini sudah merupakan komposisi yang terbaik, seperti jagung,
kacang-kacangan, dll dan hingga saat ini belum ditemukan pakan ternak yang
lebih baik lagi sehingga PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk tidak memiliki
produk substitusi untuk menggantikan produknya.

Peluang Ancaman
 PT Charoen Pokphand Indonesia
Tbk memiliki peluang untuk
mengenakan harga yang lebih tinggi,
karena tidak ada produk substitusi
yang tersedia.

2.6.4. Kekuatan Tawar Menawar Pemasok


PT Charoend Pokphand Indonesia Tbk mengutamakan kualitas dan mutu pakan
ternak yang terbaik. Agar para konsumennya tidak beralih ke produk
perusahaan lain, maka kualitas dan motu produk harus terjaga. Oleh karena itu,
penawaran pakan ternak yang berkualitas rendah dapat memberikan dampak
negatif bagi perusahaan sehingga dapat mempengaruhi tingkat penjualan
perusahaan, yang pada akhirnya perusahaan tidak dapat bersaing dengan baik
didalam pasar industri yang ada. Para supplier terbaiklah yang akhirnya akan
dipilih oleh PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk sebagai bahan baku
pembuatan pakan ternak dan pembuatan proyek-proyek perusahaan seperti
supplier untuk proyek pembuatan kandang hewan, supplier jaringan, dll.
Kekuatan perusahaan cukup kuat dibandingkan yang dimiliki oleh para
suppliernya, oleh karena itu para supplier bergantung pada perusahaan.

Peluang Ancaman
 Memiliki kualitas dan mutu pakan  Penawaran pakan ternak yang
ternak yang terbaik, sehingga berkualitas rendah menjadi
konsumen tidak beralih ke produk ancaman bagi perusahaan karenan
perusahaan lain.
tidak dapat bersaing dengan baik
didalam pasar industri yang ada.

2.6.5. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli


PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk mendistribusikan dan memasarkan pakan
ternak kepada para pelanggannya melalui perusahaan secara langsung oleh
perusahaan melalui penjualan di kantor pusat. Para pembeli datang ke kantor
pusat untuk memesan pakan ternak yang dibutuhkan. Kebutuhan pelanggan
cukup kuat dibandingkan pada perusahaan, karena para pelanggan dapat
memilih pakan ternak yang ditawatkan oleh pesaing perusahaan juga.
Peluang Ancaman
 Adanya produk yang ditawatkan
oleh pesaing perusahaan dapat
menjadi ancaman bagi
perusahaan, karena pelanggan
dapat beralih ke produk lain.

Faktor Analisis Peluang Ancaman


Kebijakan Ekspor  meningkatkan pendapatan
pertahunnya.
Kebijakan Impor  memperkuat anak usaha
yang bergerak di bidang
pembibitan jagung milik
CPIN.
Politik/Kebijaka
Kebijakan Investasi  pertumbuhan perusahaan
n Pemerintah
yang berkelanjutan
Kebijakan Pajak  memperkuat ekonomi
perusahaan.
Kebijakan  meningkatkan fasilitas dan
Lingkungan hidup lingkungan produksi.
Kebijakan Pasar  meningkatkan kinerja
modal perusahaan.
Ekonomi Pertumbuhan  mendapatkan keuntungan.
Ekonomi/GNP
Suku Bunga  meningkatkan beban
perusahaan.
Fluktuasi  menurunnya
ekonomi perusahaan
Suplai Tenaga Kerja  memperkuat jalannya
proses produksi
Nilai Tukar  mengurangi
pembelian bahan
baku pakan ternak.
Pendapatan Per Kapita  menurunya konsumi
daging ayam.
Demografi  meningkatkan nilai industri
dan memberikan Perseroan
sebuah peluang
pertumbuhan berkelanjutan.
Distribusi Pendapatan  penyaluran pendapatan mela
lui penyelesaian pekerjaan
dalam pengadaan barang,

Sosial Budaya jasa dan bidang niaga.


Mobilitas Sosial  memposisikan tenaga kerja
sesuai pengalaman dan
kemampuannya
 meningkatkan loyalitas
karyawan
Gaya Hidup  meningkatkan konsumsi
ayam di Indonesia masih
terbuka lebar.
Program Pemerintah  meningkatkan produktivitas
di Bidang Teknologi  meningkatkan nilai gizi
masyarakat dalam hal
kebutuhan protein hewani.
Temuan-temuan Baru  meningkatkan kinerja
perusahaan
 mempertahankan kualitas
Teknologi  memaksimalkan kapasitas
produksi
 menurunkan biaya
transportasi
Kecepatan Transfer  mengontrol kualitas
Teknologi produksi
 menghasilkan kemasan
yang lebih baik dan ramah
lingkungan.
 mengembangkan usahanya
baik dari segi
Legalitas
pengembangan produk
maupun perluasan pasar

Lingkungan Masuknya pendatang  Konsumen dengan


baru mudah bisa
berpindah ke produk
dari pendatang baru.
Pesaing dalam industi  Meningkatkan  Persaingan cukup
perkembangka ketat yang
n dalam mememungkinan
teknologi dan pesaing akan
informasi agar menggunakan
permintaan saluran yang sama
terus dalam memasarkan
bertambah dan meningkatkan
ketertarikan
pelanggan.
Produk substitusi  PT Charoen
Pokphand
Indonesia Tbk
memiliki
peluang untuk
mengenakan
harga yang
lebih tinggi,
karena tidak
ada produk
substitusi
yang tersedia.
Kekuatan tawar-  Memiliki  Penawaran pakan
menawar pemasok kualitas dan ternak yang
mutu pakan berkualitas rendah
ternak yang menjadi ancaman
terbaik, bagi perusahaan
sehingga karenan tidak dapat
konsumen bersaing dengan
tidak beralih baik didalam pasar
ke produk industri yang ada.
perusahaan
lain.
Kekuatan tawar-  Adanya produk
menawar pembeli yang ditawatkan
oleh pesaing
perusahaan dapat
menjadi ancaman
bagi perusahaan,
karena pelanggan
dapat beralih ke
produk lain.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulam
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Analisis
Lingkungan Eksternal PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk memiliki
peluang dan ancamannya masing-masing. Dimana dengan adanya beberapa
peluang, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk dapat mengembangkan dan
meningkatkan usahanya. Selain itu, adanya ancaman untuk PT Charoen
Pokphand Indonesia Tbk bisa menjadikan perusahaan untuk melakukan
strategi yang kompetitif.
DAFTAR PUSTAKA

https://m.tribunnews.com/bisnis/2020/03/14/charoen-pokphand-indonesia-
terus- genjot-ekspor-melalui-produk-unggulannya?page=3

https://investasi.kontan.co.id/news/charoen-pokphan-yakin-kinerja-
tak- tergerogoti-andai-rupiah-jebol-rp-15000dollar-as

https://investasi.kontan.co.id/news/charoen-pokphand-indonesia-
menyiapkan- belanja-modal-rp-26-triliun

http://www.printgraphicmagz.com/2020/03/06/charoen-pokphand-
indonesia- tingkatkan-produksi-kemasan-makanan-dengan-support-dari-
bobst/

https://cp.co.id/?p=47

https://investasi.kontan.co.id/news/emiten-poultry-cpin-jpfa-dan-main-
bakal- dapat-diskon-pph-simak-rekomendasi-analis?page=1

https://www.kaskus.co.id/thread/5375bf8aab07e767698b45b8/ask-
ptcharoen- pokhpand-indonesia/

https://investasi.kontan.co.id/news/cpin-mendapat-pinjaman-us-350-juta

https://market.bisnis.com/read/20180524/192/799124/charoen-
pokphand- indonesia-cpin-bidik-laba-bersih-tembus-rp3-triliun-

https://www.idnfinancials.com/id/cpin/pt-charoen-pokphand-indonesia-
tbk

https://www.google.com/url?
sa=t&source=web&rct=j&url=https://cp.co.id/wp-
content/uploads/2019/07/Annual-Report-CPIN
2018.pdf&ved=2ahUKEwip3oX8053sAhWXeX0KHaUTAd4QFjAAegQIAR
AB &usg=AOvVaw1Cdzz9QCaEsVQ7ad9xH-9U

http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab5/2007-2-00414-MNSI-Bab
%205.pdf