Anda di halaman 1dari 14

Halaman

PRAKTIKUM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI


EDISI 2

DAFTAR ISI

KASUS 1 SISTEM PERKULIAHAN ……………………………………………………… 1

KASUS 2 SIKLUS PENJUALAN …………………………………………………………….. 2


KASUS 3 SIKLUS PENDAPATAN …………………………………………………………. 4


KASUS 4 SIKLUS PENJUALAN ……………………………………………………………… 4


KASUS 5 SIKLUS PENJUALAN ……………………………………………………………… 6


KASUS 6 SIKLUS PEMBELIAN ……………………………………………………………… 7


KASUS 7 SIKLUS PENGGAJIAN …………………………………………………………….. 7


KASUS 8 SIKLUS PENGGAJIAN …………………………………………………………….. 8


KASUS 9 SIKLUS ASET TETAP ……………………………………………………………... 10


KASUS 10 SIKLUS ASET TETAP ……………………………………………………………… 11


KASUS 11 SIKLUS KONVERSI ………………………………………………………………. 11




KASUS 1 – SISTEM PENJUALAN

Suatu sistem pendidikan mensyaratkan setiap mahasiswa mengisi formulir registrasi
secara online. Sistem pengecekan subsistem piutang dilakukan untuk meyakinkan
bahwa tidak ada biaya yang terutang. Selanjutnya, untuk setiap sesi perkuliahan,
terdapat sistem pengecekan transkrip mahasiswa untuk memastikan bahwa mahasiswa
yang bersangkutan telah menyelesaikan persyaratan kuliah. Kemudian, sistem
melakukan pengecekan atas ketersediaan kelas dan jika ada kemungkinan ruang untuk
menambah jumlah mahasiswa Bidik Misi ke daftar kelas.
Laporan yang kembali ke mahasiswa menunjukkan hasil pemrosesan registrasi:
jika mahasiswa memiliki tunggakan biaya akan ada pengiriman tagihan yang berarti
registrasi mahasiswa yang bersangkutan ditolak. Jika persyaratan perkuliahan tidak
terpenuhi, mahasiswa akan mendapatkan informasi bahwa rencana perkuliahan yang
akan diambilnya tersebut tidak dapat teregistrasi. Jika kelasnya penuh, mahasiswa akan
mendapatkan pemberitahuan bahwa “perkuliahan ditutup-course closed.”
Jika mahasiswa tersebut dapat diterima dalam kelas perkuliahan, selanjutnya jadwal
dan ruang perkuliahan ditunjukkan di samping nomor perkuliahan. Total biaya
perkuliahan yang dibebankan kepada mahasiswa dihitung dan ditunjukkan dalam
laporan. Jumlah biaya tersebut kemudian dientri ke dalam subsistem piutang. Ketika
registrasi selesai dilakukan, laporan pendaftaran mata kuliah dipersiapkan untuk
petunjuk lebih lanjut.

Diminta:
1. Persiapkan diagram konteks untuk sistem perkuliahan yang ada di instansi
pendidikan tersebut.
2. Kembangkan sebuah Data Flow Diagram (DFD) untuk mendokumentasikan sistem
perkuliahan di instansi pendidikan tersebut.
3. Persiapkan bagan alir (flowchart) dokumen untuk mendokumentasikan sistem
perkuliahan di instansi pendidikan tersebut.
4. Analisislah kelemahan sistem pengendalian dari sistem perkuliahan di instansi
pendidikan tersebut. Berikanlah saran sebagai upaya perbaikan dari kelemahan
sistem pengendalian internal tersebut.
Halaman 2

KASUS 2 – SIKLUS PENJUALAN


Perusahaan Jimm dan Klin merupakan industri manufaktur yang menghasilkan sabun
dan detergen. Umumnya produk yang dihasilkan perusahaan mampu menguasai pasar
karena sebagian konsumen menggunakan produk dari perusahaan ini. Ada beragam
varian sabun mandi dan detergen yang diproduksi, mulai dari kemasan cair hingga
kemasan padat.
Perusahaan memiliki pabrik yang berada di kawasan industri Surabaya dengan
ratusan tenaga kerja. Terdapat dua tipe tenaga kerja yang dipekerjakan, yakni tenaga
kerja tetap dan tenaga kerja kontrak. Seluruh tenaga kerja memiliki kewajiban
membayar premi asuransi dan pajak penghasilan yang dipotong dari gaji yang diterima
setiap bulannya.
Sistem penjualan produk berbasis B2B (Business to Business) dilakukan
perusahaan menggunakan sistem konsinyasi ke setiap pusat perbelanjaan yang
melakukan kerjasama dengan pihaknya. Sementara untuk sistem penilaian persediaan
dari produknya, perusahaan menggunakan sistem just-in-time (JIT).
Alur produksi di perusahaan dimulai dari penyediaan bahan baku hingga
menghasilkan produk jadi. Ada 3 jenis biaya yang berperan dalam siklus produksi ini,
yakni biaya tetap, biaya variabel, dan biaya overhead pabrik. Untuk siklus penjualannya,
perusahaan menggunakan estimasi dari penjualan tahun lalu yang dihitung dengan
menggunakan anggaran penjualan di setiap tahunnya.

Perusahaan Jimm dan Klin selain melakukan penjualan secara tunai juga melakukan
penjualan secara kredit, seperti yang dijelaskan berikut ini.

1. Penjualan
Staf administrasi bagian penjualan mempersiapkan faktur penjualan dengan dua
salinan tambahan. Salinan pertama dan faktur aslinya akan diteruskan ke kasir. Staf
administrasi bagian penjualan menyimpan salinan kedua di dalam buku penjualan.
Ketika penjualan tersebut adalah penjualan tunai, pelanggan akan memberikan uang
ke staf administrasi bagian penjualan, yang kemudian akan meneruskan uangnya ke
kasir beserta salinan faktur penjualan tersebut.
Kasir menyetujui penjualan kredit berdasarkan informasi pengajuan kredit yang
telah disetujui dan tentunya setelah staf administrasi bagian penjualan membuat
faktur penjualan dengan 2 salinan tambahan. Setelah menerima kas atau
menyetujui faktur penjualan tersebut, kasir akan memvalidasi faktur penjualan yang
asli dan memberikannya ke pelanggan. Di akhir hari kerja tersebut, kasir akan
merekapitulasi penjualan dan uang yang diterima, serta meneruskan uang dan
salinan pertama faktur penjualan ke staf administrasi bagian penjualan.
Staf administrasi bagian penjualan akan membuat laporan uang yang diterima
berdasarkan faktur penjualan tunai dan mempersiapkan ringkasan penjualan
harian. Faktur penjualan kredit akan dimasukkan ke dalam buku pembantu piutang
untuk kemudian dikirimkan ke staf administrasi bagian pengendalian persediaan di
departemen penjualan, agar staf administrasi bagian pengendalian persediaan dapat
mengentri informasi ke kartu-kartu pengendalian persediaan untuk kemudian
mengentri ke dalam dokumen faktur yang ada berdasarkan nomornya. Staf
administrasi bagian penjualan mengentri ringkasan penjualan harian ke jurnal kas
dan jurnal penjualan, serta mengentri ringkasan penjualan harian tersebut ke dalam
dokumen yang ada berdasarkan tanggal.
Uang dari penjualan tunai tersebut selanjutnya disetorkan ke dalam rekening
bank yang dimiliki perusahaan untuk menyimpan dana perusahaan.

2. Penyimpanan di Bank
Bank akan memvalidasi slip penyimpanan dan mengembalikan salinan pertama ke
departemen akuntansi, tempat staf administrasi bagian piutang akan mengentri ke
dalam dokumen berdasarkan tanggal. Laporan bulanan dari bank akan
direkonsiliasi dengan tepat oleh supervisor departemen akuntansi dan akan
disimpan di dalam dokumen berdasarkan tanggal.
Halaman 3

3. Pembayaran atas Rekening


Setiap pagi, staf administrasi bagian surat-menyurat di departemen penjualan akan
membuka surat-surat. Staf administrasi tersebut menyiapkan berita pengiriman
uang (remittance advice) yang menunjukkan nama pelanggan dan jumlah yang telah
dibayar. Cek-cek beserta berita pengiriman uang kemudian akan diteruskan ke
supervisor departemen penjualan, yang akan meninjau setiap cek dan meneruskan
baik cek maupun berita pengiriman uang ke supervisor departemen akuntansi.
Supervisor departemen akuntansi yang juga berfungsi sebagai manajer bagian
kredit akan meninjau seluruh cek untuk pembayaran rekening yang telah jatuh
tempo untuk selanjutnya meneruskan cek serta berita pengiriman uang tersebut ke
staf administrasi bagian piutang yang akan mengelola berita-berita pengiriman uang
tersebut secara alfabetis. Berita-berita pengiriman uang akan dientri langsung ke
kartu-kartu piutang. Cek-cek akan disahkan dengan stempel dan dihitung totalnya.
Nilai tersebut akan dimasukkan ke dalam dokumen sesuai urutan kronologisnya.
Setelah menerima kas dari penjualan tunai hari sebelumnya, staf administrasi
bagian piutang mempersiapkan slip penyimpanan harian dengan dua salinan
tambahan. Salinan kedua slip tersebut akan disimpan dalam dokumen berdasarkan
tanggal, sementara salinan pertama beserta slip aslinya akan disertakan ke proses
penyimpanan di bank.

Diminta:
Anda mengetahui bahwa terdapat beberapa kelemahan dalam sistem yang telah ada
tersebut dan yakin bahwa bagan alir (flowchart) dokumen dapat berguna untuk
mengevaluasi pengendalian internal klien dalam rangka mempersiapkan pemeriksaan
atas laporan keuangan yang akan Anda lakukan nanti.

1. Lengkapi bagan alir (flowchart) dalam Gambar 1.1 untuk penjualan dan penerimaan
tunai di Jimm dan Klin dengan cara memberi nama yang sesuai pada simbol-simbol
didalamnya dan menunjukkan arah aliran informasinya. Diagram tersebut lengkap
bersama dengan simbol dan arus dokumennya.
2. Dengan menggunakan petunjuk untuk mempersiapkan bagan alir (flowchart) di
Gambar 1.2 dan simbol-simbol bagan alir (flowchart) dalam Tabel 1.1, buatlah kritik
atas bagan alir (flowchart) yang diperlihatkan dalam Gambar 1.1. buatlah daftar hal-
hal yang diabaikan bagan alir (flowchart) tersebut berdasarkan petunjuk bagan alir
(flowchart) atau pergunakanlah simbol-simbol yang tepat.














3. Identifikasikanlah kelemahan dari sistem pengendalian internal di perusahaan
tersebut. Berikanlah saran sebagai upaya perbaikan dari kelemahan sistem
pengendalian internal tersebut.




Halaman 4


Halaman 5
























































Halaman 6









































KASUS 3 – SIKLUS PENDAPATAN

Dari siklus pendapatan di kasus pertama yang telah diuraikan sebelumnya, terjadi retur
penjualan karena produk yang dikirim tidak sesuai dengan pesanan dari masing-masing
pihak yang melakukan konsinyasi, sehingga perusahaan harus melakukan pengiriman
kembali sesuai dengan produk yang dipesan.

Diminta:
1. Buatlah diagram konteks.
2. Buatlah Data Flow Diagram (DFD).
3. Buatlah bagan alir (flowchart) dari suatu transaksi di perusahaan Jimm dan Klin.
4. Identifikasilah sistem pengendalian internal perusahaan tersebut
5. Apabila terdapat kelemahan, berikanlah saran sebagai upaya perbaikan dari
kelemahan sistem pengendalian internal tersebut.



Halaman 7

KASUS 4 – SIKLUS PENJUALAN


Perkembangan perusahaan terjadi sangat pesat di perusahaan Jimm dan Klin. Pada
tahun 2017 perusahaan mengembangkan industrinya dalam bidang makanan. Produk
makanan yang pertama kali diproduksi adalah makanan cepat saji dalam bentuk mie
instan. Diversifikasi produk ini menjadi suatu tantangan baru bagi perusahaan dalam
menghadapi persaingan pasar bebas. Dalam pemasarannya, perusahaan Jimm dan Klin
akan menggunakan tenaga penjualan. Di bawah ini akan digambarkan sistem
Pemrosesan Pesanan Penjualan yang terjadi di perusahaan.

Sistem Pemrosesan Pesanan Penjualan


Seorang tenaga penjualan akan mencatat pesanan penjualan dan memberikan pesanan
tersebut ke staf administrasi bagian penjualan yang menggunakan komputer untuk
membuat serta mencetak 7 (tujuh) bagian pesanan penjualan (salinan untuk
pengeluaran persediaan, salinan untuk slip pengepakan, salinan untuk faktur, salinan
untuk buku besar, dan tiga salinan untuk file). Salinan untuk pengeluaran persediaan,
slip pengepakan dan untuk file dari pesanan penjualan tersebut akan dikirim langsung
ke gudang. Faktur, salinan untuk buku besar dan satu salinan untuk file akan dikirim ke
bagian akuntansi. Salinan untuk file yang terakhir akan disimpan dalam file pesanan
terbuka pesanan di bagian penjualan.
Ketika bagian gudang menerima salinan untuk pengeluaran persediaan, slip
pengepakan dan salinan untuk arsip, maka barang terkait akan diambil. Gudang akan
memperbarui file komputer buku pembantu persediaan dan mencetak voucher jurnal.
Voucher jurnal kemudian dikirimkan ke bagian akuntansi. Salinan untuk pengeluaran
persediaan, slip pengepakan, dan barangnya akan dikirimkan ke bagian pengiriman.
Satu salinan dari pesanan penjualan akan disimpan di bagian gudang.
Ketika bagian pengiriman menerima barang, salinan pengeluaran persediaan
dan slip pengepakan dari gudang, staf administrasi menggunakan komputer untuk
memperbarui file daftar pengiriman dan membuat serta mencetak 2 salinan bill of
lading. Staf adminsitrasi tersebut kemudian akan mengisi bagian manual dari bill of
lading tersebut. Dua salinan dari bill of lading, slip pengepakan, dan barang tersebut
akan diberikan ke kurir. Salinan pengeluaran persediaan kemudian akan dikirimkan ke
bagian akuntansi sebagai bukti pengiriman.
Bagian akuntansi menerima faktur, salinan untuk buku besar, dan salinan untuk
file dari pesanan penjualan tersebut. Setelah menerima berbagai dokumen ini, file
komputer jurnal penjualan akan diperbarui dan voucher jurnal akan dicetak. Faktur,
salinan untuk buku besar dan salinan untuk file kemudian dimasukkan ke dalam file
sementara hingga bagian akuntansi menerima salinan pengeluaran persediaan dari
bagian pengiriman. Ketika salinan pengeluaran persediaan telah diterima, bagian
penagihan menambahkan harga ke dalam file komputer penetapan harga dan menagih
pelanggan. Salinan untuk file kemudian disimpan di bagian akuntansi dan salinan
pengeluaran persediaan akan dikirimkan ke bagian penjualan, tempat salinan tersebut
disimpan dalam file pesanan terbuka. Salinan untuk buku besar dari pesanan penjualan
itu kemudian digunakan untuk memperbarui buku pembantu piutang melalui
komputer. Kemudian ikhtisar piutang usaha akan dicetak. Salinan untuk buku besar
akan disimpan. Voucher jurnal persediaan dan penjualan bersama dengan ikhtisar
piutang usaha kemudian akan digunakan untuk memperbarui akun pengendali buku
besar melalui komputer serta kemudian akan disimpan.

Sistem Penerimaan Kas


Sekretaris bagian umum akan menerima cek dan slip pemberitahuan pembayaran
melalui surat dan membuat 2 slip setoran. Sekretaris tersebut bertanggung jawab
membawa satu salinan dari slip setoran itu bersama dengan cek pelanggan ke bank.
Salinan kedua dari slip setoran dan pemberitahuan pengiriman yang dikirimkan ke
bagian akuntansi untuk menunjukkan bahwa cek tersebut telah diterima dan disetor ke
bank.
Halaman 8

Bagian akuntansi menerima slip setoran dan slip pemberitahuan pembayaran


dan kemudian menggunakan komputer untuk memperbarui jurnal penerimaan kas
serta mencetak voucher jurnal. Buku pembantu piutang usaha juga diperbarui melalui
komputer dari ringkasan piutang usaha akan dicetak. Slip pemberitahuan pembayaran
dan slip setoran kemudian akan disimpan di bagian akuntansi. Ikhtisar akun dan
voucher jurnal penerimaan kas digunakan untuk memperbarui file komputer buku besar
serta kemudian disimpan. Terakhir, bank akan mengembalikan dengan slip setoran ke
bagian akuntansi sebagai bukti setoran, yang akan direkonsiliasi dengan slip setoran
yang telah disimpan. Kedua slip tersebut akan disimpan.

Diminta:
1. Buatlah diagram arus data (data flow diagram) dari sistem saat ini.
2. Buatlah bagan alir (flowchart) dokumen dari sistem yang ada saat ini.
3. Analisislah kelemahan pengendalian internal dalam sistem ini. Sesuaikan jawaban
Anda dengan enam kategori aktivitas pengendalian fisik yang disebutkan dalam SAS
78.
4. Berikan saran-saran untuk memperbaiki kelemahan pengendalian internal di
perusahaan tersebut.

KASUS 5 – SIKLUS PENJUALAN


Sistem Pemrosesan Pesanan Penjualan


Seorang tenaga penjualan akan mencatat pesanan penjualan dan memberikan pesanan
tersebut ke staf administrasi bagian penjualan yang menggunakan komputer untuk
membuat serta mencetak 7 (tujuh) bagian pesanan penjualan (salinan untuk
pengeluaran persediaan, salinan untuk slip pengepakan, salinan untuk faktur, salinan
untuk buku besar dan tiga salinan untuk file). Salinan untuk pengeluaran persediaan,
slip pengepakan dan untuk file dari pesanan penjualan tersebut akan dikirim langsung
ke gudang. Faktur, salinan untuk buku besar dan satu salinan untuk file akan dikirim ke
bagian akuntansi. Salinan untuk file yang terakhir akan disimpan dalam file pesanan
terbuka pesanan di bagian penjualan.
Ketika bagian gudang menerima salinan untuk pengeluaran persediaan, slip
pengepakan dan salinan untuk arsip, maka barang terkait akan diambil. Gudang akan
memperbarui file komputer buku pembantu persediaan dan mencetak voucher jurnal.
Voucher jurnal kemudian dikirimkan ke bagian akuntansi. Salinan untuk pengeluaran
persediaan, slip pengepakan, dan barangnya akan dikirimkan ke bagian pengiriman.
Satu salinan dari pesanan penjualan akan disimpan di bagian gudang.
Ketika bagian pengiriman menerima barang, salinan pengeluaran persediaan
dan slip pengepakan dari gudang, staf administrasi menggunakan komputer untuk
memperbarui file daftar pengiriman dan membuat serta mencetak 2 salinan bill of
lading. Staf adminsitrasi tersebut kemudian akan mengisi bagian manual dari bill of
lading tersebut. Dua salinan dari bill of lading, slip pengepakan, dan barang tersebut
akan diberikan ke kurir. Salinan pengeluaran persediaan kemudian akan dikirimkan ke
bagian akuntansi sebagai bukti pengiriman.
Bagian akuntansi menerima faktur, salinan untuk buku besar, dan salinan untuk
file dari pesanan penjualan tersebut. Setelah menerima berbagai dokumen ini, file
komputer jurnal penjualan akan diperbarui dan voucher jurnal akan dicetak. Faktur,
salinan untuk buku besar dan salinan untuk file kemudian dimasukkan ke dalam file
sementara hingga bagian akuntansi menerima salinan pengeluaran persediaan dari
bagian pengiriman. Ketika salinan pengeluaran persediaan telah diterima, bagian
penagihan menambahkan harga ke dalam file komputer penetapan harga dan menagih
pelanggan. Salinan untuk file kemudian disimpan di bagian akuntansi dan salinan
pengeluaran persediaan akan dikirimkan ke bagian penjualan, tempat salinan tersebut
disimpan dalam file pesanan terbuka. Salinan untuk buku besar dari pesanan penjualan
itu kemudian digunakan untuk memperbarui buku pembantu piutang melalui
komputer. Kemudian ikhtisar piutang usaha akan dicetak. Salinan untuk buku besar
akan disimpan. Voucher jurnal persediaan dan penjualan bersama dengan ikhtisar
Halaman 9

piutang usaha kemudian akan digunakan untuk memperbarui akun pengendali buku
besar melalui komputer serta kemudian akan disimpan.

Diminta:
1. Buatlah diagram arus data (data flow diagram) dari sistem pemesanan penjualan.
2. Buatlah bagan alir (flowchart) dokumen dari sistem yang ada saat ini.
3. Analisislah kelemahan pengendalian internal dalam sistem ini. Sesuaikan jawaban
Anda dengan enam kategori aktivitas pengendalian fisik yang disebutkan dalam SAS
78.
4. Berikan saran-saran untuk memperbaiki kelemahan pengendalian internal di
perusahaan tersebut.

KASUS 6 – SIKLUS PEMBELIAN


Sejak berdirinya perusahaan 2 tahun yang lalu, perusahaan Jimm dan Klin dapat
dikatakan cukup sukses. Sebagai perusahaan manufaktur, Jimm dan Klin membeli
produk dari pasar-pasar di Asia dan menjualnya kembali ke toko-toko ritel lokal. Dalam
rangka memenuhi permintaan yang meningkat atas sabun dan detergen di Surabaya,
Jimm dan Klin memperluas operasi lokalnya. Inti dari perluasan tersebut adalah
dikenalkannya sistem informasi baru untuk menangani pembelian yang meningkat
tajam.
Anda telah melakukan sejumlah pembicaraan dengan beberapa supervisor
departemen yang terkait dengan sistem pembayaran/perolehan (acquisition). Berikut
adalah ringkasan diskusi Anda.
Daftar permintaan pembelian dikirim dari sistem persediaan ke Nita, seorang
staf administrasi dari departemen pembelian (purchasing department). Nita
mempersiapkan pesanan pembelian berdasarkan informasi dari dokumen
pemasok/penyedia barang dan persediaan, serta mengirimkannya ke pemasok yang
bersangkutan. Pemasok akan memberikan tanda terima pemasok kepada Nita sebagai
umpan balik (feedback) yang menunjukkan adanya penerimaan pesanan pembelian.
Ketika departemen penerimaan menerima barang-barang dari pemasok, sistem
persediaan akan memberitahukan Elei dengan cara mengirimkan sebuah laporan
penerimaan. Elei juga menerima faktur penjualan dari berbagai pemasok. Dia
mencocokkan faktur penjualan dengan pemberitahuan pesanan pembelian dan laporan
penerimaan, serta memperbarui dokumen utama (master file) dari bagian utang usaha.
Elei selanjutnya mengirim pengesahan pembayaran ke departemen akuntansi. Di
departemen tersebut, Andeloo Nonu mempersiapkan dan mengirimkan sebuah cek ke
pemasok. Ketika cek tersebut diterbitkan, sistem secara otomatis memperbarui
dokumen utama (master file) dari utang usaha dan buku besar.

Diminta:
1. Buatlah diagram konteks.
2. Buatlah Data Flow Diagram (DFD) untuk sistem pembayaran/perolehan (acqusition)
Jimm dan Klin.
3. Buatlah bagan alir (flowchart) untuk siklus pembelian tersebut.
4. Analisislah sistem pengendalian internal untuk transaksi siklus pembelian tersebut.
Apabila terdapat kelemahan, berikanlah saran sebagai upaya perbaikan dari
kelemahan sistem pengendalian internal tersebut.

KASUS 7 – SIKLUS PENGGAJIAN


Sebagai auditor internal Jimm dan Klin, Anda telah diminta supervisor Anda untuk
mendokumentasikan sistem pemrosesan penggajian di perusahaan saat ini.
Berdasarkan dokumentasi Anda, Jimm dan Klin berharap dapat mengembangkan
rencana perbaikan sistem informasi saat ini, untuk mengeliminasi penundaan yang
seharusnya tidak terjadi dalam pemrosesan cek penggajian. Penjelasan terbaik Anda
atas sistem tersebut berasal dari pembicaraan dengan kepala staf administrasi bagian
penggajian, sebagai berikut.
Halaman 10

Sistem pemrosesan penggajian di Jimm dan Klin cukup sederhana. Perusahaan


memiliki tenaga kerja tetap dan tenaga kerja kontrak. Data waktu kerja dicatat di setiap
departemen dengan menggunakan kartu waktu kerja dan jam kerja. Akan tetapi, proses
ini cukup menjengkelkan ketika pegawai harus mencetak kartunya di malam hari dan
kami harus mencatat informasi waktu kerja mereka secara manual. Pada akhir periode,
staf administrasi bagian penggajian kami, akan memasukkan data dari kartu waktu kerja
ke dokumen penggajian untuk memulai proses tersebut. Staf administrasi kami bekerja
cukup bagus—walaupun saya harus melakukan perbaikan sendiri saat mereka salah
memasukkan data.
Sebelum dokumen penggajian diproses untuk periode yang bersangkutan,
departemen sumber daya manusia mengirimkan kepada kami data perubahan jumlah
pegawai, adanya kenaikan tingkat gaji dan informasi mengenai pegawai baru. Staf
administrasi kami akan memasukkan informasi ini ke dokumen penggajian, agar segera
dapat diproses. Biasanya kesalahan muncul karena departemen sumber daya manusia
mencatat tingkat gaji yang salah atau ada seorang pegawai yang telah mundur dari
perusahaan dan departemen tersebut lupa menghapus catatannya.
Data tersebut selanjutnya akan diproses dan cek penggajian untuk setiap
pegawai akan dibuat. Beberapa laporan penting juga dihasilkan untuk pihak
manajemen walaupun saya tidak begitu tahu apa yang mereka lakukan dengan laporan
tersebut. Sebagai tambahan, pemerintah mensyaratkan adanya laporan pemotongan
pajak secara teratur yang sesuai dengan peraturan pajak terkini untuk tujuan
perpajakan. Perusahaan juga memberikan jaminan asuransi pada semua pegawainya
yang mana pegawai setiap bulannya. Saat ini, sistem menghasilkan laporan-laporan
tersebut secara otomatis, hal ini merupakan kondisi yang baik.

Diminta:
1. Persiapkan diagram konteks untuk sistem pemrosesan penggajian yang ada saat ini
di Jimm dan Klin.
2. Kembangkan sebuah DFD untuk mendokumentasikan sistem pemrosesan
penggajian di Jimm dan Klin.
3. Susunlah flowchart untuk sistem penggajian di atas.
4. Identifikasi sistem pengendalian internal untuk siklus penggajian ini.
5. Apabila terdapat kelemahan, berikanlah saran sebagai upaya perbaikan dari
kelemahan sistem pengendalian internal tersebut.

KASUS 8 – SIKLUS PENGGAJIAN


Perkembangan perusahaan Jimm dan Klin sangat pesat, perusahaan mencoba untuk
mengembangkan produk dalam bentuk shampo dan kondisioner. Beragam shampo
dikeluarkan, ada shampo anti ketombe, shampo perawatan untuk rambut kering, ada
shampo volume nourishment, dan kondisioner. Perusahaan mempekerjakan lebih dari
1.000 pekerja dalam 3 giliran (shift) dan sebagian besar pegawai lembur jika diperlukan.
Gambar 8.1 menggambarkan prosedur yang dijalankan untuk memproses penggajian.
Informasi tambahan mengenai prosedur penggajian tersebut:
a. Departemen Manajemen Sumber Daya Manusia menetapkan tingkat upah seluruh
pegawai. Proses tersebut dimulai ketika sebuah formulir yang mengotorisasi
tambahan pegawai baru ke file induk penggajian dikirimkan ke koordinator
penggajian untuk pemeriksaan dan persetujuan. Setelah informasi mengenai
pegawai baru dimasukkan ke dalam sistem, komputer secara otomatis menghitung
tingkat lemburan dan perbedaan giliran (shift) untuk pegawai tersebut.
b. Sebuah Kantor Akuntan Publik lokal melengkapi Jimm dan Klin dengan pembaruan
pajak gaji bulanan yang digunakan untuk memodifikasi tingkat pajak.
c. Para pegawai mencatatkan kehadiran dengan cara menempelkan tangan pada mesin
kehadiran (finger print) setiap datang dan pulang kerja. Setiap Senin pagi, data
finger print akan di-print. Manajer departemen penggajian mencetak data finger
untuk memastikan bahwa jam kerja ditotal tepat, sistem secara otomatis
Halaman 11

menentukan apakah lembur telah dikerjakan atau perbedaan giliran (shift)


diperlukan.
d. Manajer departemen penggajian melakukan seluruh aktivitas lain yang digambarkan
dalam Gambar 8.1.
e. Sistem secara otomatis menentukan serangkaian nomor berurutan untuk masing-
masing cek penggajian. Cek-cek tersebut disimpan dalam sebuah kotak dekat
printer untuk mempermudah akses. Setelah cek-cek dicetak, manajer departemen
penggajian menggunakan sebuah mesin penandatanganan otomatis untuk
menandatangani cek. Stempel penandatanganan disimpan dan terkunci di dalam
lemari besi. Setelah cek ditandatangani, manajer penggajian mendistribusikan cek
gaji ke seluruh pegawai giliran (shift) pertama. Cek gaji untuk 2 giliran (shift)
lainnya diberikan ke supervisor giliran (shift) untuk didistribusikan olehnya.
f. File induk penggajian dicadangkan secara mingguan, setelah pemrosesan penggajian
diselesaikan.




























Gambar 8.1 Prosedur yang Dijalankan untuk Memproses Penggajian

Diminta:
1. Identifikasi dan jelaskan setidaknya 3 (tiga) kelemahan dalam proses penggajian
Jimm dan Klin. Berikan saran perbaikan.
2. Identifikasi dan jelaskan setidaknya 2 (dua) area berbeda dalam sistem pemrosesan
penggajian Jimm dan Klin di mana pengendaliannya memuaskan.

KASUS 9 – SIKLUS ASET TETAP


Subsistem aset tetap Jim dan Klin terdiri atas 2 fungsi utama. Kedua fungsi tersebut,
fungsi akuisisi aset dan fungsi pemeliharaan atau penghapusan merupakan tanggung
jawab manajer produksi. Proses akuisisi aset tetap sama untuk semua mesin pada
siklus produksi yang ada di perusahaan, namun setiap proses produksi sabun dan
detergen memiliki otonomi untuk memilih pemasok. Pembelian tanah dan gedung
Halaman 12

hanya dilakukan oleh Dicky dan ditangani secara kasus per kasus. Dalam buku petunjuk
manajer tertulis, “Para manajer boleh membeli aset tetap menurut kebijakan mereka
untuk memastikan kelancaran operasional.” Tidak ada analisis investasi modal yang
dilakukan oleh kantor. Ketika seorang manajer sudah memutuskan bahwa pembelian
perlu dilakukan, perusahaan tersebut mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Manajer memilih pemasok dan kemudian menegosiasikan syarat kontrak/pesanan
pembelian yang dapat mencakup tukar tambah, tanggal pengiriman, pendanaan
yang dapat diaplikasikan, jaminan, dan layanan servis.
2. Setelah kontrak disepakati, manajer mengirimkan kontrak/pesanan pembelian
kepada pemasok. Pemasok memroses pesanan pembelian dan manajer membuat
persetujuan untuk mengambil aset tersebut atau pemasok yang akan
mengirimkannya. Manajer menerima satu salinan pesanan pembelian dan faktur
dari pemasok.
3. Pemasok mengirimkan satu salinan tambahan dari pesanan pembelian dan faktur
kepada manajer, untuk kemudian menyimpannya dalam catatan aset tetap
perusahaan.
4. Manajer kemudian mengirimkan satu formulir yang berisi rincian transaksi beserta
salinan pesanan pembelian, faktur pembelian, dan kebutuhan modal ke departemen
utang dagang di perusahaan.
5. Perusahaan kemudian mentransfer pembayaran yang diperlukan melalui proses
pengeluaran kas, baik untuk proses akuisisi aset tetap maupun proses pemeliharaan
mesin produksi.
6. Pembayaran kepada para pemasok dilakukan melalui proses pengeluaran kas.

Petunjuk di dalam buku pegangan memberikan informasi kepada para manajer terkait
umur ekonomis dari beberapa aset tetap, tetapi tidak dipandang sebagai suatu
keharusan. Tidak ada otorisasi formal untuk membeli atau menghapus aset. Ketika
seorang manajer memutuskan bahwa suatu aset harus dihapus, kebijakan umum
perusahaan adalah menjualnya dengan cara tukar tambah dengan aset baru, atau
menghibahkannya. Para manajer diberi wewenang untuk menghapus aset tetap. Para
asisten manajer produksi bertanggung jawab untuk memastikan semua mesin produksi
melalui proses pemeriksanaan dan pemeliharaan rutin sesuai dengan umur ekonomis
dari masing-masing mesin.

Diminta:
1. Buatlah sebuah Data Flow Diagram (DFD) untuk masing-masing sistem tersebut.
2. Buatlah bagan alir (flowchart) dokumen untuk masing-masing sistem tersebut.
3. Analisislah kelemahan pengendalian internal dalam setiap sistem yang ada.
Sesuaikan jawaban Anda dengan enam kategori aktivitas pengendalian fisik yang
disebutkan dalam SAS 78.
4. Berikan saran sebagai upaya perbaikan dari kelemahan sistem pengendalian
internal tersebut.

KASUS 10 – SIKLUS ASET TETAP


Subsistem Aset Tetap di Jimm dan Klin


Jimm dan Klin adalah perusahaan manufaktur terbesar yang ada di Surabaya yang
memproduksi sabun dan detergen. Pada tahun 2012, Jimm dan Klin meningkatkan
jumlah produksi dari tahun sebelumnya sebesar 140% menjadi 2,3 juta unit produk;
sebagian besar berasal dari promosi pengiriman produk konsinyasi yang inovatif dan
agresif, seperti pelanggan yang menerima brosur produk spesial setiap minggunya.
Pelanggan dapat menelepon untuk memesan sabun dan detergen yang dijamin akan
dikirim oleh Jimm dan Klin dalam waktu 2 jam.
Pada tanggal 7 Januari, tim produksi menyatakan bahwa salah satu mesin yang
ada sudah tidak memenuhi standar produksi. Mesin keluaran tahun 1995 tersebut telah
melampaui jam produksi dan telah digunakan lebih lama dari umur ekonomisnya. Ia
menghubungi teman sekamarnya waktu masih kuliah dulu, di Perusahaan Tritium,
Halaman 13

untuk membeli empat mesin produksi. Perusahaan mengontrak Tritium untuk membeli
dua mesin produksi baru dengan harga satuan $26.500 dan dua mesin bekas, masing-
masing keluaran tahun 2002 dengan harga $19,800 dan keluaran tahun 2004 seharga
$22,300. Semua mesin dikirim pada tanggal 1 Februari. Mesin yang lama ditukar
tambah seharga $4,000 dengan mesin yang baru tersebut. Perusahaan mengirimkan
pesanan pembelian untuk mesin tersebut ke Perusahaan Tritium pada tanggal 9 Januari.
Perusahaan Tritium kemudian mengirimkan salinan faktur tersebut ke Jimm dan Klin.
Mesin tersebut dikirim pada tanggal yang sudah disepakati dengan satu salinan faktur.
Jimm dan Klin memperbarui utang dagang dan kemudian menyusun laporan ringkasan
transaksi yang dikirimkan ke sistem pengeluaran kas.
Perusahaan menggunakan metode penyusutan garis lurus untuk menghitung
umur ekonomis dari masing-masing mesin produksi tersebut. Perusahaan
menggunakan kebijakan berbeda untuk mesin baru dan mesin lama. Untuk mesin baru
jika masih dalam proses asuransi atau garansi, perusahaan dalam proses perbaikannya
akan menggunakan biaya asuransi tersebut. Sementara untuk mesin lama dalam proses
perbaikannya perusahaan akan mengeluarkan pembayaran ke pihak penyedia layanan
servis dengan melakukan transfer melalui rekening bank.

Diminta:
1. Buatlah diagram arus data (data flow diagram—DFD) untuk masing-masing sistem
tersebut.
2. Buatlah baan alir (flowchart) dokumen untuk masing-masing sistem tersebut.

KASUS 11 – SIKLUS KONVERSI


Perusahaan Jimm dan Klin merupakan industri yang bergerak dalam industri
manufaktur yang memproduksi sabun dan detergen. Untuk sabun yang dihasilkan
adalah macam-macam sabun mandi baik sabun cair maupun sabun padat dengan jenis
yang sangat beragam dan banyak variannya. Begitu juga untuk produk detergennya,
mereka mengeluarkan detergen bubuk dan cair.
Pada awal tahun, para produsen sabun dan detergen memberi Jimm dan Klin
pesanan yang didasarkan pada prediksi anggaran penjualan. Akan tetapi, pesanan ini
dijamin hanya untuk bulan pertama, setelah itu tiap produsen sabun dan detergen dapat
merevisi pesanan per bulan. Sistem Jimm dan Klin saat ini mensyaratkan pesanan
bahan baku dimasukkan ke para pemasok setiap triwulan. Sementara pesanan tersebut
memberikan gambaran umum apa yang diharapkan, pesanan dari para produsen mobil
dapat naik atau turun secara dramatis setelah bulan pertama tersebut.
Berdasarkan proses produksi batch saat ini dalam siklus konversinya, pesanan
yang telah disepakati sebelumnya (blanket order) dikirimkan secara langsung ke tahap
produksi, perencanaan, dan pengendalian. Dalam tahap ini, bahan baku dan kebutuhan
operasi akan ditetapkan. Di tahap inilah dokumen produksi yang dibutuhkan (daftar
kebutuhan bahan baku, lembar urutan kerja) dibuat dan digabungkan dengan laporan
status persediaan dari bagian pengendalian persediaan dan spesifikasi teknis yang
dibutuhkan dari bagian teknik untuk membuat permintaan pembelian. Saat ini tahap
penjadwalan produksi masuk dalam tanggung jawab tempat kerja. Di tempat kerja,
supervisor yang bertugas akan membuat perintah kerja, lembar perpindahan dan
permintaan bahan baku. Berbagai dokumen ini dikirimkan ke bagian akuntansi biaya
dan juga digunakan untuk membuat file perintah kerja terbuka. Tempat kerja tersebut
juga menahan beberapa salinan dari berbagai dokumen ini agar dapat digunakan untuk
memulai aktivitas produksi. Dengan sistem saat ini, ketika produksi dimulai, bahan
baku yang berlebih akan langsung dibuang. Pusat kerja juga membuat berbagai
dokumen pencatatan waktu kerja yang dibutuhkan (kartu waktu untuk gaji dan jam
kerja) serta mengirimkan informasi ini ke bagian akuntansi biaya juga. Setelah siklus
produksi selesai, jadwal produksi dan lembar perpindahan akan digunakan untuk
menutup file perintah kerja terbuka, dengan satu salinan perintah kerja akan dikirim ke
gudang barang jadi sementara lainnya dikirm ke bagian pengendalian persediaan.
Halaman 14

Pada tahap awal produksi, salinan dari permintaan bahan baku dikirimkan ke
bagian penyimpanan persediaan agar bahan baku yang dibutuhkan dapat dikeluarkan
ke tempat kerja. Sebuah salinan permintaan bahan baku disimpan dalam file di bagian
penyimpanan persediaan.
Bagian pengendalian persediaan dilibatkan dalam seluruh proses produksi
batch. Bagian ini menerbitkan dokumen status persediaan ke fungsi produksi
perencanaan dan pengendalian agar kebutuhan bahan baku diterima dari bagian
penyimpanan persediaan hingga file persediaan dapat diperbarui. Ketika berbagai file
tersebut diperbarui, maka permintaan bahan baku dikirimkan ke bagian akuntansi
biaya, sementara file yang diperbarui digunakan juga untuk membuat voucher jurnal
yang dikirimkan ke bagian buku besar. Satu salinan dari permintaan bahan baku,
permintaan pembelian dan dokumen perintah kerja akan disimpan dalam file di bagian
pengedalian persediaan.
Ketika bagian akuntansi biaya telah menerima semua informasi yang
dibutuhkan dari berbagai bagian lainnya, file barang dalam proses akan diperbarui.
Semua dokumen tempat kerja (kartu perpindahan, kartu waktu, permintaan bahan
baku, kelebihan bahan baku, dan retur bahan baku), bersama dengan sebuah salinan
perintah kerja, disimpan di bagian akuntansi biaya. Pada akhir tahap ini, bagian
akuntansi biaya membuat voucher jurnal dan mengirimkannya ke bagian buku besar.
Voucher jurnal ini bersama dengan yang dikirimkan oleh bagian pengendalian
persediaan digunakan untuk memperbarui buku besar. Kedua voucher jurnal tersebut
disimpan dalam file di bagian buku besar.

Diminta:
1. Buatlah diagram arus data (data flow diagram) untuk sistem saat ini.
2. Buatlah bagan alir (flowchart) dokumen untuk sistem yang ada sekarang ini.
3. Analisislah berbagai kelemahan pengendalian internal dalam sistem ini. Sesuaikan
jawaban Anda dengan enam kategori aktivitas pengendalian fisik yang disebutkan
dalam SAS 78.
4. Buatlah bagan alir sistem untuk sistem berbasis komputer yang didesain ulang yang
bisa menyelesaikan kelemahan pengendalian yang Anda identifikasi.


Referensi:
1. Romney, dan Steiberg. 2015. Accounting Information System: An Overview. Edisi 13.
USA: Pearson Education.
2. Gelinas, Uric J., dan Richard B. Dull. 2008. Accounting Information System. Edisi 7.
USA: Thomson South-Western.
3. Hall, James A. 2013. Accounting Information System. Edisi 8. USA: South-Western
Cengage Learning.

Anda mungkin juga menyukai