Anda di halaman 1dari 3

Bahaya Zat Adiktif pada Bahan Makanan

Zat aditif adalah zat yang ditambahkan ke dalam makanan atau pun minuman
yang bertujuan memberikan rasa, warna yang menarik, dan supaya makanan atau pun
minuman tersebut dapat bertahan lama. Zat aditif ini sama sekali tidak mengandung nilai
gizi kepada yang mengkonsumsinya. Dalam jumlah yang tidak terlalu berlebihan zat
aditif ini tidak berbahaya, akan tetapi jikalau telah melebihi dari standar yang normal
maka sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Misalnya dalam jangka panjang akan
menyebabkan kanker, gangguan fungsi ginjal, hati, menurunnya fungsi otak yang
berakibat makin melemahnya daya ingat seseorang, dan efek-efek negatif lain yang dapat
mengganggu kesehatan. Beberapa contoh zat aditif adalah MSG ( Monosodium
Glutamate ) yang bertujuan untuk memberi rasa terhadap makanan, Rodamin-B yang
berfungsi untuk memberikan warna yang menarik pada kecap, Formalin yang diberikan
agar makanan menjadi tahan lama, dan masih banyak lagi zat-zat aditif lainnya. Khusus
Rodamin-B, zat pewarna ini biasanya untuk keperluan tekstil/ batik agar lebih menarik
warnanya namun pada kenyataanya beberapa produsen kecap dan pembuat terasi juga
memanfaatkan zat ini. Begitu pula dengan Formalin yang biasanya dipergunakan untuk
mengawetkan mayat, ternyata juga dipakai untuk mengawetkan tahu, bakso, ikan basah
dan kering, dan makanan lainnya yang belum sempat diperiksa oleh Balai POM
( Pengawasan Obat dan Makanan ) Depkes RI Rodamin-B dan Formalin sedikit pun
tidak boleh ada dalam makanan atau pun minuman.
Perilaku materialistik dari beberapa produsen makanan dan minuman yang tidak
memperhatikan aturan yang ada dan hanya mengejar keuntungan, tentunya sangat
merugikan masyarakat utamanya yang belum tahu akan dampak terhadap kesehatan dari
penggunaan zat aditif ini. Ditambah lagi penerapan aturan yang belum tegas terhadap
produsen pengguna zat aditif yang berlebihan dan yang dilarang. Kondisi seperti ini
membuat tidak jera dari pengguna zat berbahaya ini. Sehingga dimana-mana dapat kita
temukan makanan dan minuman yang diperjual belikan tidak memperhatikan Hygiene
dan Sanitasi Makanan.
Anak-anak kita yang menjadi generasi penerus untuk masa-masa yang akan
datang, jikalau mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung zat aditif
seperti ini maka dapat kita bayangkan akan bermunculan generasi yang tidak berkualitas.
Generasi penyakitan yang nantinya tidak dapat diandalkan sebagai pelaku-pelaku
pembangun bangsa dan negara ini.
Dimana-mana dapat kita temui penjual makanan dan minuman untuk anak-anak
sekolah yang sama sekali jauh dari kabersihan. Penampilan dari makanan dan minuman
itu sendiri begitu mencolok sehingga menarik bagi anak-anak untuk membelinya, justru
inilah yang perlu diwaspadai jangan sampai terlalu banyak zat pewarna dan zat pemanis
yang dipergunakan. Seperti penjual es warna, minuman berwarna yang dikemas dalam
botol aqua kecil yang tidak terdaftar di Balai POM Depkes RI, dan yang lainnya. Sudah
banyak informasi, baik cetak mau pun elektronik bahwa di beberapa sekolah beberapa
anak sering keracuna makanan mau pun minuman di sekolahnya. Yang direpotkan
tentunya kembali kepada pihak sekolah dan orang tua anak-anak tersebut.
Jadi sekolah sebagai lembaga yang sangat dekat dengan anak-anak sekolah haruslah
mengetahui apa itu zat aditif dan melarang anak-anak untuk berbelanja makanan dan
minuman yang tidak menggunakan prinsip Hygiene dan Sanitasi makanan serta
makanan-makanan kemasan yang tidak terdaftar di Balai POM Depkes RI. Untuk
keperluan jajanan anak-anak, akan lebih baik jika pihak sekolah sendiri yang
mengelolanya. Peran orang tua juga sangat penting dalam memberikan informasi dan
larangan kepada anak-anaknya untuk tidak berbelanja di sembarang tempat. Dengan
demikian hal-hal yang kita khawatirkan bersama yaitu generasi penyakitan dapat dicegah
sedini mungkin. Seba yang kita harapakan tentunya generasi yang handal dan kuat, sehat
lahir batin. Lebih baik mencegah daripada mengobati.
ika kamu mengonsumsi zat aditif buatan pada makanan dalam jumlah berlebih dan dalam
jangka waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan antara lain :
Nama zat pengawet dan Penyakit yang ditimbulkan
1.Formalin :
Kanker paru-paru, gangguan pada alat pencernaan, penyakit
jantung dan merusak sistem saraf.
2.Boraks :
Mual, muntah, diare, penyakit kulit, kerusakan ginjal, serta
gangguan pada otak dan hati.
3.Natamysin :
Mual, muntah, tidak nafsu makan, diare dan perlukaan kulit.
4.Kalium Asetat :
Kerusakan fungsi ginjal.
5.Nitrit dan Nitrat :
Keracunan, mempengaruhi kemampuan sel darah membawa
oksigen ke berbagai organ tubuh, sulit bernapas, sakit kepala,
anemia, radang ginjal, dan muntah-muntah.
6.Kalsium Benzoate :
Memicu terjadinya serangan asma.
7.Sulfur Dioksida :
Perlukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi
genetik, kanker dan alergi.
9.Kalsium dan Natrium propionate :
Penggunaaan melebihi angka maksimum tersebut bisa
menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.
10.Natrium metasulfat :
Alergi pada kulit
Nama Zat Pewarna dan Penyakit yang ditimbulkan :
1.Rhodamin B (pewarna tekstil)
Kanker dan menimbulkan keracunan pada paru-paru,
tenggorokan, hidung, dan usus
2.Tartazine
Meningkatkan kemungkinan hyperaktif pada masa kanak-kanak.
3.Sunset Yellow
Menyebabkan kerusakan kromosom
4. Ponceau 4R
Anemia dan kepekatan pada hemoglobin.
5.Carmoisine (merah)
Menyebabkan kanker hati dan menimbulkan alergi.
6.Quinoline Yellow
Hypertrophy, hyperplasia, carcinomas kelenjar tiroid
Nama Zat Pemanis dan Penyakit yang ditimbulkan
1.Siklamat :
Kanker (Karsinogenik)
2.Sakarin :
Infeksi dan Kanker kandung kemih
3.Aspartan :
Gangguan saraf dan tumor otak
4.Semua pemanis buatan :
Mutagenik