Anda di halaman 1dari 5

NAMA : ANDI MAULINA

NIM : A031181329
MATA KULIAH : TEORI AKUNTANSI

Ringkasan Materi Kuliah (RMK)


LIABILITAS DAN EKUITAS PEMILIK

Perusahaan memiliki aset karena pemilik atau pihak lain telah memasok dana untuk
mengakuisisi aset. Aset yang dimiliki oleh perusahaan dapat berasal dari dana perusahaan itu
sendiri maupun berasal dari pihak-pihak lain yang memberikan kepercayaan kepada
perusahaan tersebut. Total aset adalah subjek klaim dari beberapa pihak. Ada dua macam
klaim, yaitu dari kreditur (liabilitas) dan dari pemilik (ekuitas pemilik). Hak pemilik dan
kreditur itu berbeda. Liabilitas merupakan kewajiban saat ini oleh suatu entitas, sedangkan
ekuitas pemilik adalah kepentingan residu atau klaim, namun bukan kewajiban untuk transfer
aset.

Terdapat dua teori yang dikemukakan untuk membantu memahami teori akuntansi,
yaitu Teori Hak Milik atau proprietary dan Teori Entitas. Teori proprietary memusatkan
perhatiannya pada pemilik (proprietor), sehingga semua konsep, prosedur, dan aturan-aturan
akuntansi semuanya dilihat dari sudut pandang pemilik. Teori proprietary cocok untuk
diterapkan pada perusahaan yang masih sangat sederhana, di mana perusahaan tersebut
dikelola langsung oleh pemiliknya, yaitu perusahaan perseorangan, seperti toko kelontong,
warung, restoran kecil, dan lain-lain. Teori proprietary dapat digambarkan dengan persamaan
P=A-L yang di mana kepemilikan (ekuitas pemilik) adalah sama dengan aset dikurangi
dengan kewajiban/liabilitas. Setiap perubahan jumlah dari aset dan utang perusahaan, akan
langsung dapat meningkatkan atau menurunkan modal pemilik (akan langsung berpengaruh
pada modal pemilik).

Berbeda halnya dengan teori entitas yang melibatkan bisnis sebagai entitas terpisah dari
pemilik dan akuntansi mencatat transaksi dari entitas tersebut. Teori entitas muncul untuk
mengatasi kelemahan dari teori proprietary. Teori ini melampaui asumsi entitas akuntansi
mengenai pemisahan urusan bisnis dan pribadi. Martin menguraikan dua asumsi yang terkait
dengan gagasan entitas akuntansi, yaitu:
1. Pemisahan. Untuk tujuan akuntansi, perusahaan adalah terpisah dari pemilik.
2. Sudut Pandang. Prosedur akuntansi dilakukan dari sudit pandang entitas.
NAMA : ANDI MAULINA
NIM : A031181329
MATA KULIAH : TEORI AKUNTANSI

Meskipun teori entitas secara khusus cocok untuk akuntansi perusahaan, para
pendukungnya percaya bahwa teori ini juga dapat diterapkan pada bisnis perseorangan,
persekutuandan, bahkan yang bukan merupakan organisasi nirlaba, menyediakan:
1. Akun dan transaksi diklasifikasikan dan dianalisis dari sudut pandang entitas
sebagai unit operasi.
2. Prinsip dan prosedur akuntansi tidak diformulasikan hanya pada kepentingan
pemilik saja.

Konsep laba merupakan aliran masuk aset yang disebabkan adanya transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan. Pendapatan bersih merupakan hak perusahaan. Pemegang saham
mempunyai kontrak klaim total aset residu (haknya diberikan setelah hak kreditor
diselesaikan)

IASB Kerangka Definisi ayat 49 (b) mendefinisikan liabilitas sebagai kewajiban


dimasa kini atas perusahaan yang timbul dari peristiwa masa lalu, dimana ketika jatuh tempo
dapat mengakibatkan arus keluar atas sumber daya dari perusahaan yang mempunyai suatu
manfaat ekonomis. Definisi tersebut mengandung dua komponen arti, yaitu kewajiban
sekarang membutuhkan penyelesaian di masa mendatang dan hasil dari transaksi masa
lampau atau kejadian masa lalu lainnya.

Kewajiban pada saat ini merupakan kemungkinan adanya aliran keluar manfaat
ekonomik dimasa yang akan datang untuk melakukan pengeluaran di masa yang akan datang.
Penyelesaian kewajiban yang ada sekarang dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya
dengan pembayaran kas, penyerahan aktiva lain, pemberian jasa, penggantian kewajiban
tersebut dengan kewajiban lain, konversi kewajiban menjadi ekuitas. Transaksi dimasa lalu
tidak termasuk dari transaksi yang direncanakan. Kewajiban timbul dari transaksi atau
peristiwa masa lalu misalnya, pembelian barang atau penggunaan jasa menyebabkan
timbulnya hutang usaha (kecuali jika dibayar dimuka) dan penerimaan pinjaman tersebut.

Saat definisi kewajiban terpenuhi, akuntan membutuhkan dasar pengakuan yang


merupakan proses formal untuk melakukan pencatatan dalam elemen-elemen laporan
keuangan. Akuntan memerlukan aturan untuk menentukan apakah itu harus diakui atau tidak.
Jenis aturan yang telah diterapkan di masa lalu mirip dengan yang diterapkan untuk
pengakuan aset, yaitu:
NAMA : ANDI MAULINA
NIM : A031181329
MATA KULIAH : TEORI AKUNTANSI

1. Ketergantungan pada hukum. Menggunakan hukum kesesuian yaitu suatu


kejadian atau transaksi antar pihak yang menyebabkan adanya kewajiban dimasa
yang akan datang.
2. Penentuan substansi ekonomi dari kejadian ekonominya. Transaksi kedua belah
pihak memiliki nilai ekonomis.
3. Kemampuan untuk mengukur nilai dari kewajiban. Adanya kemampuan untuk
dapat diukur nilai kewajibannya. Nilai kewajiban akan didasarkan pada nilai yang
diharapkan saat ini dari arus kas masa depan, bukan nilai nominal.
4. Penggunaan prinsip konservatisme. Secara historis, akuntan telah mengambil
pendekatan konservatif untuk pengakuan aktiva dan kewajiban.

Kerangka IASB memberikan panduan dalam kaitannya dengan pengakuan neraca dan
unsur-unsur laporan laba rugi. Ayat 82 menyatakan bahwa item yang memenuhi definisi
elemen harus diakui jika besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa depan berkenaan
dengan item yang akan mengalir ke atau dari entitas dan item ini biaya atau nilai yang dapat
diukur dengan keandalan. Ayat 91 memberikan pedoman khusus tambahan bahwa kewajiban
diakui di neraca apabila besar kemungkinan bahwa suatu arus keluar sumber daya yang
memiliki manfaat ekonomi hasil dari penyelesaian kewajiban kini dan jumlah di mana
penyelesaian akan berlangsung dapat diukur dengan andal.

Berdasarkan IFRS, metode pengukuran yang paling umum digunakan untuk


kewajiban adalah biaya historis. Pada transaksi sewa guna usaha kewajiban diakui pada awal
berdasarkan nilai wajar sewa atau nilai kini dari pembayaran sewa minimum jika lebih
rendah. Pada tahun-tahun berikutnya, kewajiban diukur berdasarkan metode biaya
diamortisasi, yaitu biaya dari kewajiban pada awal disesuaikan dengan dasar tahunan untuk
mencerminkan estimasi nilai saat ini. Amortisasi sesuai dengan penyelesaian dengan
utangnya. Pengalokasian biaya sesuai dengan tahun yang menikmati. Utang tersebut harus
dapat diukur secara reliable.

Ekuitas tidak melibatkan kewajiban penyerahan aset pada pemilik dana, pemegang
saham mempunyai klaim terhadap perusahaan apabila dilikuidasi. Ekuitas adalah asset bersih
entitas dalam perusahaan setelah dikurangi semua kewajibannya. Oleh karena itu, ekuitas
pemilik bukan utang untuk mentransfer aset, namun sebagai klaim sisa.
NAMA : ANDI MAULINA
NIM : A031181329
MATA KULIAH : TEORI AKUNTANSI

Pemilik ekuitas adalah ketiga dari konsep-konsep dasar akuntansi yang dirumuskan
dalam persamaan akuntansi. Modal merupakan aset bersih dari entitas. Dengan demikian,
pemilik ekuitas merangkap sebagai pemilik “klaim terhadap aktiva bersih entitas”, entitas
yang tidak memiliki kewajiban lancar membayar. Ini mewakili kepentingan pemilik “atau
modaldalam perusahaan.

Baik liabilitis maupun pemilik ekuitas sama-sama menggambarkan klaim terhadap


entitas. Semua yang menuntut entitas menanggung risiko kerugian, tetapi karena kreditor
berhak melakukan klaim lebih awal, risikonya tidak sebanyak pemilik. Kunci perbedaan hak
tersebut terletak pada kreditor memiliki hak penyelesaian, sedangkan pemilik memiliki hak
untuk berpartisipasi dalam profit.

Terpenting adalah kebutuhan pemeliharaan modal yang menuntut bahwa perusahaan


mempertahankan utuh awal mereka basis modal. Kerangka mengakui bahwa baik atau tidak
perusahaan mempertahankan modal yang utuh merupakan fungsi tidak hanya dari definisi
ekuitas sebagai suatu kepentingan sisa dalam suatu entitas, tetapi juga konsep modal. Modal
dapat dikonseptualisasikan sebagai uang ditemukan atau ditemukan daya beli (modal
keuangan) atau sebagai kapasitas produktif dari entitas (modal fisik).

Tantangan yang dihadapi oleh penyusun standar dapat dijelaskan dalam tiga topik
utama, yaitu:
1. Perbedaan antar klasifikasi item-item utang dengan ekuitas.
Modal dikeluarkan untuk membentuk bagian dari investor dan pinjaman dari
kreditur merupakan kewajiban. Utang mempunyai tingkat resiko yang rendah
karena besarnya sudah dipastikan, sedangkan modal mempunyai tingkat resiko
yang tinggi karena belum pasti, besarnya imbalan tercantum pada kinerja
perusahaan. Selain itu, modal mempunyai hak suara, hak diberikan setelah
pelunasan utang sedangkan hutang tidak ada hak suara, utang harus dilunasi dulu
sebelum memberi hak kepada pemilik.
2. Penghilangan liabilitas
Jika kita berhutang lima kali angsuran sudah dilunasi dua kali kemudian
perusahaan mengalami likuiditas maka utang-utang perusahaan dianggap lunas
dengan adanya perjanjian muncul utang baru. Utang convertible berarti utang bisa
hilang jika ada perjanjian hutang akan berubah menjadi modal.
NAMA : ANDI MAULINA
NIM : A031181329
MATA KULIAH : TEORI AKUNTANSI

3. Saham bagi karyawan


Saham bagi karyawan adalah hak yang diberikan kepada pegawainya dalam
bentuk saham. Saham tersebut merupakan bagian dari kepemilikan saham dari
perusahaan.

Anda mungkin juga menyukai