Anda di halaman 1dari 2

Tugas II

1. Ada beberapa macam strategi yang biasa digunakan untuk menyelesaikan konflik kelompok, berikan
contoh strategi yang digunakan dalam penyelesaian konflik yang saat ini terjadi di Negara Republik
Indonesia!
2. Ada beberapa karakteristik teori modern yang dapat membedakan dengan model-model lain, Jelaskan
karakteristik teori modern tersebut, serta jelaskan pula organisasi Pemerintah Republik Indonesia
sesuai atau tidak dengan karakteristik teori modern?
3. Ada 6 (enam) prinsip model T-Form!,menurut pandangan anda kondisi di Pemerintah Republik
Indonesia sudah sesuai atau tidak dengan prinsip model T-Form?, jelaskan!

Jawaban :
1. Strategi yang biasa digunakan untuk menyelesaikan konflik kelompok :
 Menghindar
Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu
penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan
ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang
berkonfrontasi untuk menenangkan diri.namun pendekatan ini menurut saya kurang baik,kenapa ?
kalau kita menghindari konflik yang terjadi bukankah nantinya malah akan menimbulkan konflik
yang lebih besar. Lebih baik menerima konflik tersebut lalu meluruskan permasalahannya lalu
diskusikan agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar.
 Mengakomodasi
Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya
apabila isu tersebut penting bagi orang lain. Hal ini memungkinkan timbulnya kerjasama dengan
memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan. Perawat yang menjadi bagian
dalam konflik dapat mengakomodasikan pihak lain dengan menempatkan kebutuhan pihak lain di
tempat yang pertama.
 Kompetisi
Gunakan metode ini jika anda percaya bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian
yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai
anda. Metode ini mungkin bisa memicu konflik tetapi bisa jadi merupakan metode yang penting
untuk alasan-alasan keamanan.
 Kompromi atau Negosiasi
Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling
memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat
menguntungkan semua pihak.
 Memecahkan Masalah atau Kolaborasi
Pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama
dalam penyelesain masalahnya.

Strategi yang digunakan dalam penyelesaian konflik yang saat ini terjadi di Negara Republik
Indonesia contohnya demo yang belum lama ini dilakukan tentang ketenagakerjaan, strategi yang
baik adalah menghindar dari demo tersebut dan mengikuti jalannya pemerintahan, namun bagi
yang tidak setuju adalah melakukan kompromi serta negosiasi antara pendemo dan pemerintah
khususnya DPR.

2. Teori modern adalah multidisiplin dengan sumbangan dari berbagai disiplin ilmu
pengetahuan.Teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan dan
saling ketergantungan, yang di dalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu sistem
tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan sistem
terbuka.Interaksi dinamis antar proses, bagian dan fungsi dalam suatu organisasi, maupun dengan
organisasi lain dan dengan lingkungan.Suatu organisasi merupakan suatu proses yang tersusun
para individu saling mempengaruhi untuk berbagai tujuan. Dalam Pendekatan Modern
menyatakan bahwa yang dimiliki saat ini bukan teori mengenai organisasi tetapi way of thinking
atau cara berfikir mengenai organisasi, cara melihat dan menganalisis secara lebih tepat dan
mendalam, yang dilakukan melalui keteraturan atau regularitas perilaku organisasi, yang hanya
berlaku untuk suatu lingkungan atau kondisi tertentu.

3. (enam) prinsip model T-Form :


1. Tingkat (hirarki) organisasi rendah dan kalau perlu di bawah top eksekutif satu tingkat saja.
2. Komunikasi antara top eksekutif dengan bawahannya tidak lagi melalui orang dengan orang
tetapi diganti melalui IT (Informational Technology).
3. Setiap pejabat tidak terikat lagi pada suatu tempat untuk rapat dan berdiskusi tetapi dimanapun
mereka berada tidak lagi menjadi halangan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan
mengenai masalah organisasi.
4. Struktur T. Form ini perlu dilengkapi dengan tenaga-tenaga ahli sebagai pemikir organisasi atau
staf fungsional.
5. Sebagai tenaga pelaksana perlu dibentuk kelompok-kelompok kerja dibawah seorang ketua
kelompok yang membidangi tugas divisi masing-masing.
6. Peranan middle manager tidak diperlukan lagi karena kedudukan mereka sebagai perantara
saluran komunikasi dari atas ke bawah dan sebaliknya sudah diganti dengan IT.

Menurut saya kondisi di Pemerintah Republik Indonesia sudah sesuai dengan prinsip model T-Form
karena organisasi negara atau swasta yang ada di Indonesia bertujuan untuk mempercepat pelayanan
kepada masyarakat atau pelanggan. Oleh karena itu pada saat ini banyak lembaga pemerintah atau
perusahaan menggunakan T-Form in sehingga efisiensi dapat dicapai dan mampu bersaing di era global
ini.

Anda mungkin juga menyukai