Anda di halaman 1dari 36

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI POSYANDU

ANAKKU SAYANG DI KELURAHAN KOTALAMA KOTA


MALANG

TUGAS AKHIR
Disusun Oleh :
Lidya Arifadi
161221010

PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA


SEKOLAH TINGGI INFORMATIKA DAN KOMPUTER INDONESIA
MALANG
2020
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.............................................................................................................i

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1

1.1 Latar Belakang................................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah...........................................................................................2

1.3 Tujuan Penelitian............................................................................................2

1.4 Batasan Masalah.............................................................................................2

1.5 Manfaat Penelitian..........................................................................................3

1.6 Metodologi Penelitian.....................................................................................3

1.6.1 Tempat Dan Waktu Penelitian............................................................3

1.6.2 Bahan Dan Alat Penelitian..................................................................4

1.6.3 Pengumpulan Data..............................................................................4

1.6.4 Analisa Data........................................................................................5

1.6.5 Prosedur Penelitian.............................................................................5

1.7 Metodologi Penelitian.....................................................................................6

BAB II LANDASAN TEORI.................................................................................8

2.1 Kajian penelitian sejenis.................................................................................8

2.2 Sistem Informasi.............................................................................................9

2.3 Posyandu.......................................................................................................10

2.4 PHP...............................................................................................................11

2.5 CodeIgniter...................................................................................................11

2.6 XAMPP........................................................................................................12

2.7 Database (Basis Data)..................................................................................12

2.7.1 Komponen Database........................................................................13

i
2.8 MySQL.........................................................................................................13

2.9 Entity Relational Diagram (ERD)................................................................14

2.9.1 Kardinalitas Relasi............................................................................14

2.10 Data Flow Diagram (DFD)...........................................................................15

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN......................................................18

3.1 Profil Studi Kasus.........................................................................................18

3.2 Analisa Masalah...........................................................................................19

3.3 Pemecahan Masalah.....................................................................................20

3.4 Perancangan..................................................................................................20

3.4.1 Pemodelan Proses.............................................................................20

3.4.2 Entity Relational Diagram (ERD)....................................................24

3.4.3 Database...........................................................................................24

3.4.4 Pemodelan Interface.........................................................................25

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................28

ii
DAFTAR GAMBAR

iii
DAFTAR TABEL

iv
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kegiatan Posyandu dijalankan oleh masyarakat yang dipilih secara swadaya,

dimana anggota yang terpilih menjadi anggota posyandu akan dilatih menjadi

seorang kader kesehatan di bawah bantuan Puskesmas setempat. Hal ini

merupakan wujud peran masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Sejalan juga

dengan pernyataan bahwa Posyandu sebagai salah satu fasilitas kesehatan yang

dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat (Depkes, 2007). Berbicara

mengenai fasilitas kesehatan atau sarana prasarana yang ada di Posyandu,

menimbulkan asumsi bahwa hal tersebut sangat menunjang keberhasilan dan

kelancaran pelaksanaan Posyandu. Sarana yang tidak mencukupi tentu akan

menjadi faktor penghambat dalam kelancaran kegiatan Posyandu. Begitu pula

sebaliknya, apabila sarana terpenuhi maka akan menjadi daya tarik untuk menarik

minat masyarakat sekitar yang khususnya memiliki balita untuk berkunjung ke

Posyandu (Mukrimah dan Hamsinah, 2014).

Posyandu memiliki lima program yaitu Kesehatan Ibu dan Anak (KIA),

Keluarga Berencana (KB), gizi, imunisasi serta penanggulangan diare (Mubarak

dan Chayatin, 2009). Posyandu Anakku Sayang merupakan suatu unit layanan

kesehatan di bawah naungan Dinas Kesehatan Kota Malang yang berada di

wilayah RT 07 RW 07 Kelurahan Kotalama Kota Malang. Posyandu bertugas

untuk melakukan kegiatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat berupa

pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Kader melayani pelayanan antara lain
anak, ibu hamil (bumil), dan WUS/PUS (Wanita Usia Subur/Pasangan Usia

Subur).

Kader Posyandu sering mengalami kesulitan dalam proses pencarian data

karena data ditulis tangan sehingga menyulitkan pembacaan data yang dicari

kecuali oleh petugas yang mencatat data tersebut. Banyaknya jumlah register juga

menyebabkan sulitnya proses pengolahan dan pengaksesan kembali karena

banyaknya data yang sama harus dicatatkan berulang-ulang ke dalam register

yang berbeda sehingga mengakibatkan redudansi data. Karena sulitnya proses

pengolahan data, maka Kader Posyandu terkadang melakukan kesalahan dalam

pembuatan laporan kegiatan Posyandu Anakku Sayang seehingga laporan yang

dihasilkan tidak tepat dan akurat. Oleh sebab itu, Kader Posyandu Anakku Sayang

merasa cara tersebut dianggap tidak efisien baik dari segi tenaga maupun waktu.

Berdasarkan uraian permasalahan di atas, maka dibutuhkanlah sebuah

sistem demi mempermudah proses pencatatan posyandu. Perancangan sistem

informasi posyandu anakku sayang dipandang mampu untuk menyelesaikan

permasalahan perihal pencatatan datasecara manual yang dihadapi saat ini.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana mengembangkan Sistem Informasi Posyandu Anakku Sayang di

Kelurahan Kotalama Kota Malang ?

Berdasarkan latar belakang diatas maka masalah yang bisa diselesaikan

adalah membuat sistem informasi yang berguna untuk membantu ........ yang

gunanya untuk membantu/mempermudah kader posyandu dalam urusan

adminstrasi dan pendataan pasien.

2
1.3 Tujuan Penelitian

Mengembangkan Sistem Informasi Posyandu Anakku Sayang di Kelurahan

Kotalama Kota Malang.

1.4 Batasan Masalah

Adapun batasan masalah yang ada pada laporan ini :

1. Pembuatan sistem informasi di posyandu menggunakan bahasa

pemrograman PHP.

2. Pendaftaran hanya di peruntukkan untuk warga Kelurahan Kotalama

Kota Malang.

3. Data yang dilibatkan untuk dikelola meliputi data penimbangan,

imunisasi, warga, balita dan kader.

4. Website ini dikhususkan untuk kader posyandu.

1.5 Manfaat Penelitian

Menyediakan sistem informasi posyandu anakku sayang untuk

mempermudah pencarian dan pengolahan data.

Manfaat dari penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Membantu/mepermudah kader posyandu untuk mengolah data pasien.

2. Mempermuda/membantu kader posyandu dalam administrasi data

pasien.

1.6 Metodologi Penelitian

Berikut ini metodologi penelitian yang akan digunakan dalam penyusunan

tugas akhir:

1.6.1 Tempat Dan Waktu Penelitian


Tempat dan waktu untuk mengerjakan penelitian ini adalah sebagai berikut:

3
Tempat : STIKI Malang

Waktu : 6 bulan ( Maret – Agustus 2020)

Jadwal : Terdapat pada Tabel 1.1

Tabel 1.1 Jadwal Penelitian

Tahapan Maret April Mei Juni Juli Agustus

Analisa Kebutuhan

Perancangan Sistem

Implementasi

Pengujian Sistem

Penyusunan Laporan

1.6.2 Bahan Dan Alat Penelitian


Dalam penelitian ini, alat dan bahan yang penulis pakai untuk membuat

penelitian dan menyusun laporan sebagai berikut:

 Perangkat keras

Pada penelitian ini, perangkat keras yang digunakan adalah laptop

pribadi dengan spesifikasi sebagai berikut:

 Sistem operasi : Windows 10 Pro

 Prosesor : AMD E1-1500

 Memori : 6 GB RAM

 Penyimpanan : 500 GB

 Kartu grafis : AMD Radeon HD 7310

 Perangkat Lunak

Pada penelitian ini, perangkat lunak yang digunakan sebagai berikut:

 Software : XAMPP, Visual Studio Code

4
 Browser : Google Chrome

 Bahasa Pemrograman : PHP

 Desain Diagram : Power Designer, PHP

1.6.3 Pengumpulan Data


Pengumpulan data dilakukan dengan kegiatan studi lapangan dan studi

pustaka.

a. Wawancara

Mengumpulkan data melalui tanya jawab dan diskusi dengan kader

Posyandu Anakku Sayang.

b. Studi Pustaka

Mengumpulkan data dan informasi melalui berbagai referensi yang

berkaitan dengan penelitian ini.

1.6.4 Analisa Data


Setelah mendapatkan informasi dari wawancara, maka akan dimulai analisa

sistem menggunakan metode Analisa Sebab Akibat berdasarkan data yang telah

ditentukan. Kemudian tahap perencanaan sistem yang sesuai dengan analisa agar

sistem berjalan sesuai yang di inginkan dan bermanfaat.

1.6.5 Prosedur Penelitian

5
Gambar 1.1 Alur pada prosedur penelitian

Berikut merupakan penjelasan dari setiap tahap prosedur penelitian

1. Tahap pengumpulan data adalah tahap yang dilakukan untuk

mengumpulkan data atau informasi yang diperoleh dari hasil wawancara

maupun observasi pada posyandu anakku sayang.

2. Pada tahap selanjutnya dilakukan analisa terhadap apa yang telah

dilakukan pada tahap sebelumnya, hasil dari tahap ini berupa kebutuhan

sistem dari setiap user yang akan dirancang pada tahap selanjutnya.

3. Pada tahap perancangan sistem mulai dibuat desain antarmuka meliputi

desain tampilan sistem tiap user dan alur dari setiap sistem. Selain desain

antarmuka, desain basis data juga dirancang pada tahap ini, hasil output

6
dari desain basis data berupa database yang dapat mendukung kebutuhan

sistem.

4. Tahap implementasi yaitu pembuatan sistem informasi berdasarkan dari

kebutuhan sistem, desain antarmuka dan desain basis data. Tahap

implementasi dilakukan dengan cara pengkodingan.

5. Tahap pengujian merupakan tahap terakhir sebelum sistem informasi

digunakan. Pada tahap ini sistem informasi yang telah dibuat di uji

apakah memenuhi setiap kebutuhan sistem, jika tidak maka dilakukan

perbaikan dan implementasi dari apa yang telah diperbaiki.

1.7 Metodologi Penelitian

Di dalam penulisan Tugas Akhir ini, sistematika penulisan diatur dengan

aturan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAAN

Pada bab ini membahas tentang latar belakang, rumusan masalah,

tujuan, batasan masalah, manfaat, metodologi dan sistematika

penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini menjelaskan mengenai penelitian pendukung yang pernah

dilakukan.

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

Bab ini berisi tentang uraian pemecahan masalah, desain dan

perancangan aplikasi.

BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM

7
Bab ini berisi tentang implementasi dari apa yang telah di analisa dan di

rancang pada kegiatan sebelumnya serta pembahasan aplikasi.

BAB V PENUTUP

Bab ini berisi tentang kesimpulan terhadap apa yang telah dicapai dan

saran untuk kepentingan pengembangan selanjutnya.

8
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Kajian penelitian sejenis

Pada penelitian yang disusun oleh Mulyani dan Purnama (2015) yang

berjudul “Pembangunan Sistem Informasi Data Balita pada Posyandu Desa Ploso

Kecamatan Punung Kabupaten Pacitan”, kendala yang dihadapi dalam penelitian

ini adalah petugas mengalami kesulitan dalam proses pencarian data

perkembangan balita yang ditulis secara terpisah-pisah, yang bisa menghasilkan

laporan yang tidak dapat dipercaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk

menghasilkan Sistem Informasi Data Bayi pada Posyandu Desa Ploso Kecamatan

Punung Kabupaten Pacitan. Batasan masalah yang ada pada penelitian ini adalah

aplikasi yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual

Basic .Net dan menggunakan Microsoft Access untuk penyimpanan database.

Hasil yang di dapat dari penelitian ini adalah sistem sudah bisa menyelesaikan

permasalahan pengolahan data balita dan mempercepat proses pembuatan laporan.

Namun penelitian ini juga mempunyai kelemahan, seperti sistem informasi ini

hanya dirancang untuk single user, yang berarti hanya bisa digunakan oleh satu

akun.

Pada penelitian yang disusun oleh Supriyanto dan Hartono (2017) yang

berjudul “Penerapan Sistem Informasi Posyandu Bagi Kader di Kecamatan

Semarang Selatan”, kendala yang dialami di penelitian ini adalah pencatatan,

pengolahan, dan pelaporan Posyandu masih berbentuk manual, khususnya untuk


KIA dan KB. Sehingga menyebabkan petugas atau kader semakin tidak fokus dan

bisa menyebabkan salahnya memasukkan suatu data. Tujuan dari penelitian ini

adalah untuk mempermudah pekerjaan para kader dalam memasukkan data yang

banyak dan mengontrol data yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian

ini adalah kaji tindak partisipatif. Metode ini mencakup dihasilkannya

pengetahuan baru dalam rangka pemecahan masalah atau perbaikan terhadap

pemecahan masalah dalam kehidupan.

Pada penelitian yang disusun oleh Pratama (2016) yang berjudul “Penerapan

Sistem Informasi Posyandu Mawar Kelurahan Simpang Empat”, kendala yang

dialami di penelitian ini adalah pencatatan yang masih dilakukan secara manual

yang mengakibatkan kader merasa kesulitan dalam memonitoring seluruh peserta.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyediakan suatu Sistem Informasi yang

memudahkan para kader dalam memonitoring kegiatan Posyandu. Metode yang

digunakan dalam penelitian ini adalah preeksperimental (One Group pretest-

posttest) yaitu dengan membandingkan hasil pengukuran sebelum dan sesudah

dilakukan uji coba sistem informasi. Kelemahan dari sistem ini adalah data yang

sudah dihasilkan masih dalam pengelolaan offline. Hasil yang diperoleh dari

penelitian ini adalah sistem sudah mampu membantu kader dalam pendataan data-

data kegiatan Posyandu. Selain itu, sistem juga sudah mampu menampilkan

laporan yang sama dengan yang ada di buku SIP.

2.2 Sistem Informasi

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang

mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi

10
organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi

untuk dapat menyediakan kepada pihak luar dengan laporan-laporan yang

diperlukan (Sutabri, 2005:42). Sistem informasi sendiri berguna atau bermanfaat

untuk memudahkan suatu masalah/pekerjaan di suatu perusahaan. Sistem

informasi juga berfungsi untuk menjamin ketersediaan kualitas dan keterampilan

dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.

2.3 Posyandu

Posyandu adalah singkatan dari Pos Pelayanan Terpadu yang merupakan

suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat

dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan

pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga berencana

(Sembiring, 2004:1).

2.3.1 Strata Posyandu

Posyandu dikelompokkan menjadi 4 tingkatan, yakni tingkat Pratama,

Madya, Purnama, dan Mandiri (Sembiring, 2004 : 6).

1. Posyandu Pratama, yaitu posyandu yangbelum mantap,kegiatanbelum rutin,

dankader terbatas.

2. Posyandu Madya, yaitu posyandu yangkegiatannyalebih teraturdan jumlah

kader 5 orang.

3. Posyandu Purnama,yaitu posyandu yang kegiatannya sudah teratur,cakupan

program/kegiatan baik, jumlah kader 5 orang, mempunyai program tambahan.

11
4. Posyandu Mandiri, yaitu posyandu yang memiliki kegiatan secara teratur dan

mantap,cakupan program/kegiatan baik, memiliki gedung tersendiri, dan memiliki

Dana Sehat dan JPKM yang mantap.

2.4 PHP

PHP atau Hypertext Preprocessor merupakan bahasa pemrograman yang

digunakan sebagai bahasa script server-side dalam pengembangan web yang

disisipkan pada dokumen HTML (Muslihudin, 2014), PHP dikembangan pada

tahun 1995 oleh Rasmus Lerdorf. Dengan adanya PHP, website bisa dibuat

menjadi lebih dinamis dan lebih ringkas.

2.5 CodeIgniter

CodeIgniter adalah sebuah framework PHP yang dapat membantu dan

mempercepat developer dalam pengembangan aplikasi web berbasis PHP

dibandingkan dengan menulis semua kode program dari awal atau bisa disebut

PHP Native (Hakim, 2010:8). CodeIgniter menggunakan model arsitektur MVC

(Model-View-Controller) yang diperkenalkan oleh Smalltalk (Tryge Reenskaug).

MVC sendiri dapat mengurangi kerumitan pada desain arsitektur dan

memingkatkan eksibilitas dan penggunaan kembali (Khotimah, 2016).

12
Gambar 2.1 Model Arsitektur MVC (Model – View – Controller)

2.6 XAMPP

XAMPP merupakan tool yang menyediakan paket perangkat lunak ke dalam

satu buah paket. Dengan menginstall XAMPP maka tidak perlu lagi melakukan

instalasi dan konfigurasi web server Apache, PHP dan MySQL secara manual

(Cahyanti, 2012). Selain itu, XAMPP mempunyai akronim sebagai berikut:

1. X yang mempunyai arti crossplatform atau bisa berjalan di berbagai

sistem operasi.

2. A yang mempunyai artiApache, yaitu perusahaan yang

mengembangkan aplikasi XAMPP.

3. M yang mempunyai arti MariaDB, database yang bisa digunakan

melalui XAMPP. Sebelum MariaDB, M mempunyai arti MySQL.

4. P yang mempunyai arti PHP dan berfungsi sebagai pengolahan server

pada sebuah web.

5. P yang terakhir adalah Perl, merupakan bahas pemrograman yang

cukup tua

dan digunakan untuk mengembangkan berbagai program aplikasi.

2.7 Database (Basis Data)

Basis data terdiri atas dua kata, yaitu Basis dan Data. Basis bisa dapat

diartikan sebagai gudang atau tempat berkumpul. Sedangkan Data adalah

representati yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, siswal, pembeli,

pelanggan), barang, hewan, peristiwa, dan sebagainya, yang diwujudkan dalam

13
bentuk berbagai data seperti angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, dan

kombinasi dari beberapa data (Fatansyah, 2012).

2.7.1 Komponen Database


Komponen – komponen yang terdapat pada sebuah database antara lain

sebagai berikut :

1. Tabel

Digunakan untuk menyimpan data yang telah diolah dan mempunyai suatu

tema tertentu.

2. Record

Merupakan data lengkap dalam jumlah tunggal yang tersimpan dalam

bentuk baris horizontal pada tabel, satu tabel bisa berisi beberapa record

sekaligus.

3. Field

Tempat dimana data tau informasi dalam kelompok sejenis dimasukkan dan

di inputkan. Jadi fungsi database adalah sebagai sarana yang digunakan untuk

melayani berbagai aplikasi sehingga mudah diakses.

2.8 MySQL

MySQL merupakan sebuah program open source yang berfungsi untuk

membuat database dan mengakses database (Nugroho, 2004). Selain itu MySQL

telah digunakan hampir oleh semua programmer database, terutama dalam

pembuatan website. MySQL menggunakan bahasa query standar yang dimiliki

oleh SQL, bahasa ini mempunyai sifat terstruktur dan telah distandarkan untuk

14
semua program pengakses database seperti Oracle, Postgre SQL, SQL Server, dan

lain-lain.

2.9 Entity Relational Diagram (ERD)

Entity Relationship Diagram (ERD) adalah model jaringan data yang

menekankan pada struktur-struktur dan relationship data (Ladjamudin, 2005) .

Dalam pembentukan ERD terdapat 3 komponen akan dibentuk yaitu:

Tabel 2.1 Simbol Entity Relational Diagram (ERD)

Nama Simbol Keterangan


Orang, tempat, atau
Entitas benda memiliki nama
tunggal

Property dari entitas


Attribut harus digunakan oleh
minimal 1 proses bisnis
dipecah dalam detail

Menunjukan hubungan
Relationship antar 2 entitas,
dideskripsikan dengan
kata kerja.

2.9.1 Kardinalitas Relasi


Kardinalitas relasi menggambarkan banyaknya jumlah maksimum entitas

dapat ber-relasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain (Wijaya, 2009).

Berikut merupakan macam-macam kardinalitas relasi:

1. One to One (Satu ke Satu)

15
Kardinalitas relasi one to one menggambarkan bahwa setiap entitas di

himpunan entitas A berpasangan dengan maksimal 1 entitas di himpunan

entitas B.

2. One to Many (Satu ke Banyak)

Kardinalitas relasi one to many menggambarkan bahwa setiap entitas di

himpunan entitas A berpasangan dengan banyak entitas di himpunan entitas

B.

3. Many to One (Banyak ke Satu)

Kardinalitas relasi many to one menggambarkan bahwa setiap entitas di

himpunan entitas A berpasangan dengan maksimal 1 entitas di himpunan

entitas B.

4. Many to Many

Kardinalitas relasi many to many menggambarkan bahwa setiap entitas di

himpunan entitas A berpasangan dengan maksimal banyak entitas di

himpunan entitas B.

2.10 Data Flow Diagram (DFD)

DFD merupakan sebuah alat untuk menggambarkan aliran data sampai

sebuah sistem selesai dan proses yang dilakukan dalam suatu sistem tersebut.

DFD adalah diagram yang menggunakan notasi – notasi untuk menggambarkan

suatu arus dari data sistem. [ CITATION Tri17 \l 1033 ]. Data Flow Diagram

adalah suatu network yang menggambarkan suatu system automat atau

komputerisasi, manualisasi, atau gabungan dari keduanya, yang penggambaranya

16
disusun dalam bentuk kumpulan komponen sistem yang saling berhubungan

sesuai aturan mainya.

Ada beberapa simbol digunakan pada DFD untuk mewakili :

1. Kesatuan Luar (External Entity)

Kesatuan luar (external entity) merupakan kesatuan (entity) di lingkungan

luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi, atau sistem lain yang berada pada

lingkungan luarnya yang memberikan input atau menerima output dari sistem.

2. Arus Data (Data Flow)

Arus Data (data flow) di DFD diberi simbol suatu panah. Arus data ini

mengalir di antara proses, simpan data dan kesatuan luar. Arus data ini

menunjukan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil

dari proses sistem.

3. Proses (Process)

Proses (process) menunjukan pada bagian yang mengubah input menjadi

output, yaitu menunjukan bagaimana satu atau lebih input diubah menjadi

beberapa output. Setiap proses mempunyai nama, nama dari proses ini

menunjukan apa yang dikerjakan proses.

4. Simpanan Data (Data Store)

Data Store merupakan simpanan dari data yang dapat berupa suatu file atau

database pada sistem komputer.

Beberapa bentuk symbol yang digunakan dalam DFD yang dapat dilihat pada

tabel 2.3

Tabel 2.2 Simbol Data Flow Diagram (DFD)


Simbol Nama Keterangan

17
Gambar lingkaran menunjukkan
proses transformasi data atau dapat
Proses Data mewakili suatu pekerjaan atau
proses.

Menunjukkan sumber atau tujuan


aliran dari atau ke sistem.
Entity

Menunjukkan tempat dalam


menyimpan data.
Penyimpanan Data

Gambar anak panah menunjukkan


aliran suatu berkas elemen data.
Aliran Data

18
BAB III

ANALISA DAN PERANCANGAN

3.1 Profil Studi Kasus

Posyandu Anakku Sayang merupakan suatu unit layanan kesehatan di

bawah naungan Dinas Kesehatan Kota Malang yang berada di wilayah RT 07 RW

07 Kelurahan Kotalama Kota Malang. Tujuan dari posyandu ini adalah untuk

meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan

kegiatan kesehatan, KB, dan gizi anak serta kegiatan lainnya yang menunjang

untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera. Adapun beberapa kegiatan dan

jadwal yang dilakukan oleh Posyandu Anakku Sayang, yaitu:

1. Kegiatan posyandu dilaksanakan setiap 1 bulan sekali pada hari rabu

pertama.

2. Pemberian vitamin 1 tahun tiap 2x pada bulan Agustus dan Februari.

3. Pemberian obat cacing.

4. Laporan

5. Pelatihan kader di dinas kesehatan kelurahan.


Gambar 3.1 Struktur Posyandu Anakku Sayang

3.2 Analisa Masalah

Setelah penulis melakukan wawancara dan survei di posyandu anakku

sayang, hasil analisa mendapatkan bahwa posyandu anakku sayang masih

menggunakan sistem manual yaitu tulis tangan untuk semua pendataan warga.

Seperti data penimbangan bayi, data ibu hamil, data imunisasi dan data-data yang

lain. Hal ini bisa membuat keakuratan data bisa salah dan mempengaruhi proses

pelaporan. Permasalah di atas bisa di lihat di tabel sebab akibat di bawah ini

Tabel 3.1 Tabel Analisa Sebab Akibat

Permasalahan Solusi Manfaat


Pendataan data-data Dibuatnya sistem Memudahkan dan
posyandu masih informasi untuk mempercepat para kader
dilakukan secara manual mempermudah dan petugas posyandu
yang bisa menyebabkan pendataan posyandu anakku sayang dalam
salahnya data atau pada anakku sayang. pendataan.
saat pelaporan.

20
Pendataan baru untuk Membuat sistem Mempermudah kader
warga ibu hamil ataupun informasi untuk untuk memasukkan data
bayi yang baru lahir memasukkan data warga baru, sehingga
dilakukan secara manual baru untuk ibu hamil diharapkan tidak
sehingga kadang dan bayi yang baru bertabrakan dengan data
membuat kader lahir. warga yang lain.
kebingungan.

Data-data penimbangan Dibuatnya sistem Kader bisa lebih mudah


dan imunisasi masih untuk mempermudah data-data penimbangan dan
dicatat secara manual, hal pendataan data imunisasi pada tiap balita.
ini bisa berakibat penimbangan dan
kesalahan dalam imunisasi pada saat
memasukkan rekap data pelaksanaan
pada saat pelaporan. posyandu.

3.3 Pemecahan Masalah

Berdasarkan analisa masalah tersebut, agar mempermudah para kader dan

petugas posyandu dalam melakukan pendataan posyandu maka dibuatlah Sistem

Informasi Posyandu Anakku Sayang berbasis website yang menjadi solusi dari

permasalahan di atas.

Dengan adanya sistem informasi ini diharapkan para kader dan petugas

posyandu anakku sayang bisa dengan mudah melakukan pendataan dan pelaporan

agar dapat mencegah kesalahan dalam pendataan dan pelaporan.

3.4 Perancangan

Perancangan merupakan gambaran umum dari sistem informasi yang akan

dibangun mulai dari perancangan DFD, database, user interfaces dan use case

diagram. Hal ini bertujuan agar sistem yang akan dibangun tidak keluar dari

lingkup yang telah di buat.

3.4.1 Pemodelan Proses

21
A. DFD Level 0

Gambar 3.3 DFD Level 0


Pada DFD level 0 pada gambar 3.3, bisa dilihat sistem mempunyai 2 user
yaitu kader posyandu dan puskesmas.
B. DFD Level 1

Gambar 3.4 DFD Level 1

Gambar diatas merupakan permodelan proses pada DFD level 1. Di dalam

sistem ini kader menginputkan data berupa kader, ibu, anak dan imunisasi. Lalu

data tersebut diolah lagi di data layanan anak, layanan bumil (ibu hamil) dan

layanan wus/pus (wanita usia subur/pasangan usia subur). Setelah diolah, laporan-

laporan akan dikirim ke puskesmas.

C. DFD Level 2 Proses 1

22
Gambar 3.5 DFD Level 2 Proses 1

Dalam sistem ini kader posyandu melakukan pendataan untuk petugas, posyandu,

ibu, anak dan imunisasi. Pendataan petugas dilakukan untuk mendata kader-kader

yang bertugas saat itu. Pendataan ibu dilakukan untuk mendata ibu yang akan

dilayani. Pendataan anak dilakukan untuk mendata anak-anak yang akan

mendapatkan layanan. Sedangkan untuk pendataan imunisasi dilakukan untuk

mendata imunisasi apa saja yang sudah diberikan.

D. DFD Level 2 Proses 2

23
Gambar 3.6 DFD Level 2 Proses 2

Dalam sistem ini data ibu akan dibagi menjadi 2, yaitu data laporan layanan ibu

hamil (bumil) dan laporan layanan WUS/PUS (Wanita Usia Subur/Pasangan Usia

Subur). Sedangkan untuk data anak, akan masuk ke dalam data laporan layanan

anak. Di dalam laporan tersebut akan dijelaskan apa saja yang sudah diberikan

seperti penimbangan dan imunisasi yang telah diberikan.

E. DFD Level 2 Proses 3

Gambar 3.7 DFD Level 2 Proses 3

24
Dalam sistem ini, data-data layanan akan dimasukkan untuk dilaporkan kepada

puskesmas.

3.4.2 Entity Relational Diagram (ERD)


ERD adalah penggambaran mengenai relasi atau hubungan antar entitas
beserta derajat hubungan atau kardinalitasnya. Berikut adalah ERD pada sistem
informasi posyandu anakku sayang:

Gambar 3.8 ERD Sistem Informasi Posyandu Anakku Sayang

3.4.3 Database
Ibu
Bumil
kms_ibu int <pk>
bumil_kms int <pk> kader_id int <fk>
kader_id int <fk1> nama_ibu varchar(50)
kms_ibu int <fk2> alamat_ibu varchar(100)
layanan_bumil tgl_daftar date suami_ibu varchar(50)
id_imunisasi int <pk,fk1> daftar_usia_kehamilan varchar(10) ibu_tgl_lahir date
bumil_kms int <pk,fk2> hamil_ke varchar(5) ibu_umur int
tgl_pelayanan date tgl_persalinan date ibu_telpon varchar(13)
berat_badan varchar(10) status_ibu varchar(10)
usia_kehamilan varchar(10)
lila varchar(10)
Kader
kader_id int <pk>
kader_nama varchar(50) layanan_wuspus
kader_tlp numeric(15,0)
imunisasi id_imunisasi int <pk,fk1>
kms_ibu int <pk,fk2>
id_imunisasi int <pk>
tgl_pelayanan date
nama_imunisasi varchar(50)
lila varchar(10)
jumlah int
kontrasepsi_lama varchar(20)
kontrasepsi_baru varchar(20)
Anak
kms_anak int <pk>
kms_ibu int <fk2>
layanan_anak kader_id int <fk1>
kms_anak int <pk,fk1> nama_anak varchar(50)
id_imunisasi int <pk,fk2> anak_tgl_lahir date
umur_anak varchar(10) anak_bb_lahir varchar(10)
tgl_pelayanan date anak_kelamin varchar(12)
berat_badan_anak varchar(10) anak_tmp_lahir varchar(20)
tinggi_badan_anak varchar(10)
hasil_timbang varchar(10)

Gambar 3.9 Rancangan Database

25
3.4.4 Pemodelan Interface
Pada tahap pemodelan interface ini, peneliti menggambarkan desain

antarmuka pada sistem informasi les privat, adapaun desain antar muka yang di

buat sebagai berikut :

A. Halaman Login

Pada halaman login terdapat beberapa item berupa header, fungsi intput

utama untuk login terdiri dari nama dan password user dan yang terakhir

terdapat logo posyandu. Untuk menggambarkan secara lebih jelas halaman

login dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar 3.10

Gambar 3.10 Halaman Login

B. Halaman Utama

26
Gambar 3.11 Tampilan Depan

C. Halaman Tambah Data

Gambar 3.12 Tampilan Tambah Data

D. Halaman Edit/Hapus Data

27
Gambar 3.13 Tampilan Edit/Hapus Data

28
E. Tampilan Menu Laporan

Gambar 3.14 Tampilan Melihat Laporan


F. Tampilan Laporan

Gambar 3.15 Tampilan Laporan

29
DAFTAR PUSTAKA
Aju Suoriyanto, B.H. (2017). “Penerapan Sistem Informasi Posyandu Bagi Kader

di Kecamatan Semarang Selatan” Rekayasa, Vol 15, No 2, Hlm 65 – 71.

Depkes RI, (2007). “Kesehatan Masyarakat”. Jakarta : Sinar Harapan.

Fathansyah. (2012). “Basis Data”. Bandung : Informatika Bandung.

Ladjamudin, Albahra. (2005). “Analisis dan Desain Sistem Informasi”.

Yogyakarta : Graha Ilmu.

Mubarak, W.I., Chayatin, N. (2009). “Ilmu Kesehatan Masyarakat: Teori dan

Aplikasi”. Jakarta : Salemba Medika.

Muhammad Muslihudin, A. L (2014). “Perancangan Sistem Aplikasi Penerimaan

Mahasiswa Baru di STMIK Pringsewu Menggunakan PH dan MySQL”.

Jurnal TAM (Teknologi Acceptance Model, Vol 3, No. 1, Hlm 32 – 39.

Mukrimah, H, St. (2014). “Faktor-faktor Pendorong Kinerja Kader dalam

Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak di Posyandu Wilayah Kerja

Puskesmas Camba Kab. Maros, Makassar”. Jurnal Ilmiah Kesehatan

Diagnosis, Vol 5, No 3.

Nugroho, B. (2004), PHP & MySQL Dengan Editor Dreamweaver MX.

Yogyakarta : Penerbit Andi.

Pratama, S. (2016). “Penerapan Sistem Informasi Posyandu Mawar Kelurahan

Simpang Empat” Technologia, Vol 7, No 4, Hlm. 237 – 244.


Sembiring, N. (2004). “Posyandu Sebagai Saran Peran Serta Masyarakat Dalam

Usaha Peningkatan Kesehatan Masyarakat”.

https://library.usu.ac.id/download/fkm/biostatistik-nasap.pdf.

Trisyanto. (2017). Analisa & Perancangan Sistem Basis Data. Surabaya: CV.

GARUDA MAS SEJAHTERA.

Mulyani, W , Purnama, B.E . (2015). “Pembangunan Sistem Informasi Data

Balita pada Posyandu Desa Ploso Kecamatan Punung Kabupaten Pacitan”

Journal Speed – Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi, Vol 7, No 2,

Hlm 15 - 19.

31