Anda di halaman 1dari 14

NASKAH TUGAS TUTON

UNIVERSITAS TERBUKA
SEMESTER: 2020.2
MUHAMMAD DIDIK WIJAYA
040537937

Fakultas : Ekonomi
Program Studi : Manajemen
Kode/Nama MK : EKMA4570/Penganggaran
Tugas : 1
Penulis Soal/Institusi : Nenah Sunarsih, S.E. M.Si/UT
Penelaah Soal//Institusi : Anfas, S.T., M.M./UT
TIU : Mahasiswa diharapkan mampu:
1. Menjelaskan pentingnya penyusunan perencanaan bisnis dan
memberi contoh kasus.
2. Menjelaskan faktor yang harus dipertimbangkan dalam Menyusun
rencana bisnis dan memberi contoh.
3. Menjelaskan dan memberi contoh mengenai strategi kemudian
mengaitkan dengan teori
4. Menjelaskan tahapan penyusunan strategi
5. Menjelaskan dan memberi contoh mengenai trendwatching dan
envisioning

No Soal Skor
1. Perencanaan bisnis menjadi hal yang krusial dilakukan untuk mencapai kegiatan-
kegiatan perusahaan baik dalam jangka pendek atau jangka panjang.
a. Menurut Anda apa pentingnya penyusunan perencanaan bisnis? Berikan contoh
kasusnya. 20
b. Faktor-faktor apa yang harus dipertimbangkan dalam menyusun rencana bisnis?
Berikan contohnya.
20
2. Perumusan strategi diperlukan untuk mencapai target perusahaan yang telah
ditentukan.
a. Apa yang Anda ketahui mengenai strategi? Berikan contohnya dan kaitkan dengan
teori. 20
b. Coba Anda jelaskan bagaimana tahapan penyusunan strategi.

20
3. Beberapa cara dilakukan dalam menyusun strategi perusahaan.
Apa yang Anda ketahui mengenai trendwatching dan envisioning? Berikan 20
contohnya.
Skor Total 100
*) coret yang tidak perlu

Jawaban

1. a. Berikut ini beberapa alasan mengapa Anda harus menyusun perencanaan bisnis yang baik:

 Trend Masyarakat yang Berubah

Semakin berkembangnya zaman, trend masyarakat pun ikut berkembang. Pada era 70
hingga 80-an musik disco menjadi musik kegemaran masyarakat dan motif vintage
menjadi motif yang sering digunakan. Berbeda dengan abad ke-21 dimana fashion dan
musik Korea menjadi kegemaran masyarakat. Agar produk atau jasa Anda terus
berinovasi, Anda perlu membuat perencanaan yang up to date dan sesuai dengan
kebutuhan masyarakat. Rencana bisnis akan membantu Anda mempelajari lebih banyak
tentang industri, pasar, dan kompetitor perusahaan Anda.

 Menghindari Kesalahan Fatal

Kesalahan merupakan hal yang wajar terjadi dalam menjalankan bisnis. Tapi tidak
dengan kesalahan besar. Anda tentu tidak mau menderita kerugian besar, bukan?
Sebelum mengalami penyesalaan, sebaiknya Anda membuat perencanaan yang mendetail
dengan pertimbangan yang jelas. Membuat perencanaan yang detail akan menghindarkan
Anda dari risiko kerugian dan kegagalan usaha.

 Meningkatkan Modal Anda

Rencana bisnis sangat diperlukan ketika Anda ingin menarik investor. Investor yang
cerdas tidak akan berinvestasi pada perusahaan yang tidak memiliki rencana bisnis karena
akan berujung pada penggunaan modal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Oleh
karena itu, Anda harus membuat perencanaan bisnis yang kreatif, jelas, dan menarik.
Investor yang tertarik dengan rencana bisnis Anda akan dengan senang hati berinvestasi
pada perusahaan Anda.

 Mengontrol Usaha Anda dan Menentukan Prioritas Anda

Rencana bisnis akan membantu Anda dalam menentukan apa yang tidak dapat dan dapat
dilakukan sehingga Anda dapat menentukan prioritas dalam pelaksanaan bisnis. Dengan
membuat rencana bisnis, Anda dapat mengontrol jalannya bisnis sesuai dengan tujuan.

b. Melakukan perencanaan usaha adalah salah satu hal yang harus dilakukan apabila Anda ingin
memulai dan berkecimpung dalam dunia bisnis. Dengan perencanaan yang matang dan
semaksimal mungkin, tentu saja bisnis yang nantinya akan dijalani bisa menghasilkan profit
yang tinggi. Dalam membuat rencana bisnis yang baik dan efektif, pastikanlah semua faktor
dalam berbisnis dipertimbangkan dan diperhatikan dengan baik. Beberapa hal penting yang harus
dipertimbangkan dalam membuat perencanaan bisnis diantaranya yaitu:
 Modal.

Modal merupakan hal yang tak bisa dipisahkan dalam dunia bisnis. Rasanya tidak mungkin
suatu bisnis bisa berjalan tanpa adanya modal yang mumpuni. Untuk berkecimpung dalam
dunia bisnis, dibutuhkan modal yang memadai dan menunjang agar perjalanan bisnis dapat
berlangsung dengan baik. Modal dalam berbisnis itu sendiri terdiri dari beberapa hal, yaitu
modal kemampuan, modal biaya, modal tenaga, kreatifitas dan kerja keras. Persiapan dalam
memenuhi kebutuhan seluruh aspek modal harus dilakukan dari jauh-jauh hari sehingga
bisnis bisa segera dimulai. Dengan adanya gambaran modal yang Anda miliki, barulah
perencanaan bisnis bisa diatur dengan baik.

 Jenis usaha.

Jenis usaha akan sangat menentukan detail perencanaan bisnis yang dibuat dan diaplikasikan
nanti. Dengan menentukan jenis usaha yang akan Anda kelola, maka Anda akan mengetahui
seperti apa kebutuhan operasional yang harus dipenuhi, seperti apa resiko usaha yang akan
dihadapi dan bagaimana cara mengembangkan usaha supaya berjalan dengan baik. Setiap
jenis usaha yang Anda pilih memiliki perhitungan dan modal perencanaan yang berbeda satu
sama lain sehingga pastikanlah jenis usaha yang Anda pilih adalah jenis bisnis yang tepat
dan sesuai dengan keinginan Anda saat ini.

 Lokasi.

Menentukan lokasi usaha yang Anda jalani sangatlah penting dan harus diperhitungkan
dengan baik. Sebab, lokasi usaha yang tepat dan strategis dapat meningkatkan daya saing
dan potensi usaha yang akan dikelola nanti. Apabila lokasi usaha yang Anda pilih adalah
lokasi yang ideal dan juga prospektif, otomatis hasil usaha yang akan Anda peroleh akan
terasa manis. Begitu pula sebaliknya, lokasi usaha yang tidak dipertimbangkan dengan baik
membuat perjalanan bisnis menjadi kurang efektif.

 Strategi pemasaran.

Melakukan pemasaran dan promosi dalam berbisnis merupakan salah satu faktor penting
yang wajib direncanakan dengan baik. Apabila strategi pemasaran telah dirancang
sedemikian rupa dengan berbagai bentuk pertimbangan yang matang, tentu saja perjalanan
usaha akan mudah berkembang dan menghasilkan profit yang menjanjikan. Semakin efektif
strategi yang akan direncanakan, maka semakin besar pula keuntungan yang didapatkan.

 Manajemen keuangan dan operasional.

Merencanakan pengelolaan operasional dan keuangan dalam berbisnis adalah hal yang amat
penting dan wajib dilakukan dengan sebaik mungkin. Dengan terbentuknya manajemen
pengelolaan keuangan dan operasional usaha yang baik, maka perputaran modal akan
semakin efektif. Selain itu, berbagai resiko usaha pun bisa diperhitungkan dengan baik
berkat adanya perencanaan manajemen usaha yang kompetitif.

Itulah beberapa hal dan faktor yang amat penting bagi Anda ketika akan menyusun
suatu rencana bisnis. Dengan memperhatikan aspek modal, jenis usaha, lokasi, strategi
pemasaran hingga manajemen pengelolaan usaha yang baik, maka pembentukan rencana usaha
akan semakin matang untuk dijalani. Apabila perencanaan usaha telah disusun sedemikian rupa
dengan berbagai pertimbangan yang maksimal satu sama lain, otomatis bisnis yang Anda
inginkan bisa segera dimulai dan dapat berjalan sesuai target dan estimasi bisnis yang ingin Anda
raih.

2. a. Strategi merupakan pengerahan dan pengarahan seluruh sumber daya perusahaan dalam
upaya mencapai target (jangka pendek dan jangka Panjang) yang sudah ditentukan, atau Strategi
adalah pola pengerahan dan pengarahan seluruh sumber daya perusahaan untuk perwujudan visi
melalui misi perusahaan. Dengan pola tertentu, perusahaan mengerahkan dan mengarahkan
seluruh sumber daya ke perwujudan visi perusahaan. Strategi dirumuskan untuk menggalang
berbagai sumber daya perusahaan dan mengarahkannya kepada pencapaian visi perusahaan.
Dengan strategi yang tepat, seluruh sumber daya perusahaan dikerahkan menjadi kekuatan untuk
diarahkan kepada pencapaian visi perusahaan sehingga menjanjikan ketercapaian visi. Dalam
lingkungan bisnis kompetitif, strategi memainkan peran penting dan menentukan dalam
mempertahankan kelangsungan hidup dan pertumbuhan perusahaan. Oleh karena itu, manajemen
strategic merupakan proses yang berkelanjutan, jika strategi yang telah dipilih tersebut
diimplementasikan, maka diperlukan modifikasi atas strategi tersebut, disesuaikan dengan
perubahan lingkungan dan atau kondisi perusahaan. Lingkungan bisnis kompetitif dan turbulen
menuntut perusahaan untuk melakukan pemantauan secara berkelanjutan terhadap ketetapan
strategi yang dipilih untuk mewujudkan visi perusahaan.

b. Dalam system manajemen strategic, perumusan strategi merupakan tahap pertama yang harus
dilalui dalam membangun masa depan perusahaan. Tahap pertama ini sangat menentukan
kelangsungan hidup dan kemampuan perusahaan untuk bertumbuh dimasa depan. Dalam system
manajemen strategic, system perumusan strategi memiliki fungsi penting karena dengan system
ini perusahaan mampu melakukan :
a. Trendwatching Adalah pengamatan atas tren perubahan lingkungan makro, lingkungan
industry, dan lingkungan persaingan. Sistem perumusan strategi dapat diibaratkan sebagai
change sensing radar yaitu untuk memantau secara terus menerus tren perubahan yang terjadi
dilingkungan makro, lingkungan industry, dan lingkungan persaingan. System ini
memungkinkan perusahaan untuk melakukan perencanaan masa depannya bedasarkan falsafah:
creating future from the future.
b. SWOT analysis Dari hasil pengamatan tren perubahan lingkungan tersebut kemudian
dilakukan SWOT analysis, dimana pengidentifikasian peluang dan ancaman yang terdapat dalam
tren perubahan tersebut serta kekuatan dan kelemahan perusahaan dalam menghadapi peluang
dan ancaman tersebut. Hasil SWOT analysis inilah yang kemudian digunakan sebagai basis
untuk envisioning – pemilihan dalam bisnis apa (misi) perusahaan akan berperan sebagai
institusi pencipta kekayaan, visi perusahaan, keyakinan dasar, dan nilai dasar. Disamping itu,
hasil SWOT analysis kemudian digunakan untuk memilih strategi.
c. Envisioning Dalam envisioning ini dilakukan rekonfirmasi (penegasan kembali) atau
redefinisi (perlunya perubahan atau perumusahan kembali) misi, visi, tujuan, keyakinan dasar,
dan nilai dasar perusahaan yang masih efektif untuk memasuki lingkungan yang teridentifikasi
dalam trendwatching. Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif dan turbulen, hasil pengamatan
terhadap tren perubahan lingkungan sangat menentukan apakah misi dan visi masih sesuai
dengan tren perubahan tersebut. Jika sudah tidak sesuai, maka diperlukan perumusan kembali
misi dan visi perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Kesesuaian
misi dan visi perusahaan dengan tren perubahan lingkungan bisnis yang digambarkan dimasa
depan menjanjikan kelangsungan hidup dan pertumbuhan perusahaan.
d. Pemilihan strategi Strategi digunakan untuk mengerahkan dan mengarahkan seluruh sumber
daya perusahaan untuk mewujudan visi melalui misi perusahaan. Ketepatan pemilihan strategi
akan menjadi penentu efektivitas dan efisiensi pemanfaatan seluruh sumber daya perusahaan
dalam perwujudan visi perusahaan. Dalam lingkungan bisnis kompetitif dan turbulen, strategi
untuk mewujudkan misi dan mencapai visi perusahaan juga harus disesuaikan, bahkan diubah,
jikalau hasil pengamatan terhadap tren perubahan lingkungan menuntut hal tersebut. Hasil
pengamatan tren perubahan itu akan berdampak terhadap peluang dan ancaman yang dihadapi 3
perusahaan serta kekuatan dan kelemahan internal perusahaan untuk menghadapi peluang dan
ancaman tersebut. Strategi yang tepat menjanjikan efektivitas dan efisiensi pengerahan dan
pengarahan seluruh sumber daya perusahaan kepada pencapaian tujuan dan visi perusahaan.

3. Apa yang Anda ketahui mengenai trendwatching dan envisioning? Berikan contohnya.
TRENDWATCHING
Sebagaimana dikemukakan oleh filsuf plato diatas, trendwaching inilah yang merupakan bagian
terpenting dari keseluruhan SPPM. Pada langkah pertamalah hampir setiap orang menghentikan
perjalanannya dalam menuju masa depan. Mengapa demikian? Trendwatching menuntut
kemampuan personal mengindetifikasi tren perubahan kemasa depan. Bagi personel yang sudah
terbiasa menyusun anggaran tahunan dan menggunakan anggaran tahunan sebagai basis
pengelolaannya, trendwatching juga menimbulkan kesulitan luar biasa untuk mengubah orientasi
perencanaan mereka yang semula berorientasi kedalam menjadi berorientasi ke luar. Itulah
sebabnya ada kata bijak yang lain menyatakan demikian : The world is fullof starters but few
finishers. Trendwatching merupakan pengamatan terhadap tren perubahan lingkungan makro,
lingkungan industri, dan lingkungan persaingan mengidentifikasi peluang yang dapat di raih dan
ancaman yang harus dihadapi perusahaan dalam setiap lingkungan tersebut. Hasil indenfikasi
peluang dan ancaman inilah yang dipakai sebagai basis untuk melakukan envisioning (penetapan
misi, visi, tujuan, keyakinan dasar, dan nilai dasar perusahaan). Dasar pemikiran yang harus
dibangun dalam penetapan bisns adalah sebagai berikut : Berdasarkan hasil pengamatan atas tren
perubahan lingkungan makro, lingkungan industry, dan ligkungan persaingan, kemudian
dilakukan identifikasi peluang yang dapat diraih dan ncaman yang harus dihadapi perusahaan.
Berdasarkan identifikasi tren tersebut, maka dipilih misi, visi, tjan, keyakinan dasar dan nilai
dasar perusahaan. 5 Berdasarkan dasar pemikiran sebagaimana dicantumkan diatas, keterkaitan
antara misi, visi, tujuan, keyakinan dasar, dan nilai dasar perusahaan dengan tren peubahan
lingkungan makro, lingkungan industri, dan lingkungan persaingan telah dibangun.
Pembangunan keterkaitan tersebut menghasilkan manfaat berikut ini : 1. Persahan mempunyai
peluang untuk memertajam atau bahkan mengubah sama sekali misinya, jika dari hasil
trendwatching dan SWOT analysis penajaman atau perubahan misi tersebut memang diperlukan.
KOndisi demikian sangat diperlukan bagi perusahaan yang menghadapi lingkungan kompentitif
dan turbulen. 2. Perusahaan memiliki kemampuan untuk melakukan penyesuaian atau bahkan
pengubahabn secara radikal arah kemasa depan (visi dan tujuan) sejalan dengan tren perubahan
lingkungan makro, lingkungan industry, dan lingkungan persaingan, peluang dan ancaman yang
terdapat dalam lingkungan tersebut, serta kekuatan dan kelemahan perusahaan yang
diidentifikasi. 3. Perusahaan memiliki kesempatan untuk menyesuaikan keyakinan dasar dan
nilai dasar yang sesai dengan tuntutan lngkungan makro, lingkungan industry, dan lingkungan
persaingan. Trendwatching menghasilkan keluaran berupa : (1) identifikasi tren perubahan
lingkungan makro, industry, dan persaingan, dan (2) penafsiran dampak hasil analisis lingkungan
makro, industry, dan persaingan dengan rerangka Balanced Scorecard. Identifikasi Tren
Perubahan Lingkungan Makro, Industri, dan Persaingan Berikut ini diuraikan informasi yang
harus dicari dari tiga lingkungan yang berdampak terhadap value menurut persepsi customer,
sehingga berdasarkan informasi tersebut perusahaan mampu merumuskan strategi untuk
merespon perubahan persepsi customer tersebut. 1. Analisis lingkungan makro Lingkungan
makro terdiri atas empat kekuatan pokok: politik dan hukum, ekonomi, teknologi, dan social.
Tujuan manajemen strategic adalah memungkinkan perusahaan beroperasi secara efektif dalam
keterbatasan atau ancaman, dan memanfaatkan peluang yang terbuka dalam lingkungan tersebut.
Untuk mencapai tujuan tersebut, manajemen harus terhadap value yang dihasilkan perusahaan
bagi customer. Dalam mengamati tren perubahan lingkungan makro, manjemen perlu
menghindari kecenderungan untuk memperkirakan dampak tren perubahaan tersebut terhadap
perusahaan atau industri. a. Kekuatan politik dan hukum Peraturan perundangan yang
dikeluarkan pemerintah, seperti peraturan perpajakan, peraturan lingkungan hidup, persyaratan
keselamatan kerja, peraturan tenaga kerja, dapat berdampak besar terhadap bisnis perusahaan. Di
lain pihak, deregulasi (pencabutan peratuarn perundangan) bisnis juga dapat menjadi ancaman
sekaligus memberikan peluang bisnis bagi peusahaan. b. Kekuatan ekonomi Kekuatan ekonomi
juga mempunyai pengaruh terhadap perusahaan. Produk Nasional Bruto (PNB), tingkat bunga,
tingkat inflasi, nilai kurs rupiah terhadap $US atau Euro dapat berdampak terhadap kegiatan
bisnis perusahaan. 6 c. Kekuatan teknologi Kekuatan teknologi mencakup improvement dalam
bidang ilmu yang menjadi basis teknologi dan inovasi teknologi baru yang memberikan peluang
dan hambatan atau ancaman bagi bisnis perusahaan. Perusahaan teknologi berdampak terhadap
operasi dan produk/jasa yang dihasilkan perusahaan. Perubahan teknologi seringkali menyapu
bersih bisnis tertentu dan bahkan seluruh industri. Sebagai contoh, pergeseran dari vacuum tubes
ke transistor, dari lokomotif uap ke lokomotif diesel dan listrik, dan pena dengan tinta cair ke
pena tinta padat, dari mesin ketik mekanik ke mesin ketik elektronik, dan kemudian ke word
processor berbasis computer. Perubahan teknologi dapat terjadi diluar industri yang akhirnya
terkena dampak perubahan tersebut. Sebagai contoh, perkembangan industri semikonduktor,
yang semula tampak tidak berkaitan dengan bisnis pembuatan jam, namun ternyata memberikan
peluang untuk membuat jam digital yang sangat akurat dengan biaya yang rendah. Perusahaan-
perusahaan jam di Jepang dan Amerika Serikat yang memiliki peluang ini memanfaatkan
kemajuan teknologi semikonduktor untuk memasarkan jam digital dan memperolrh laba besar
dari bisnis ini. Sementara itu, perusahaan jam Timex di U.S.A. yang mengabaikan
perkembangan teknologi tersebut, mengalami ketertinggalan dalam memperoleh kesempatan
meraihnlaba dari bisnis jam digital tersebut. d. Kekuatan Sosial Kekuatan social mencakup
tradisi, nilai, tren social, psikologi konsumen, dan harapan masyarakat terhadap bisnis. Tradisi
membatasi praktik-praktik social untuk jangka waktu yang panjang. 2. Analisis lingkungan
industry Dalam merumuskan strategi, manajemen perlu menganalisis tren perubahan yang terjadi
dalam industri tempat beroperasinya perusahaan, yang mungkin dapat dipengaruhi namun tidak
dapat dikendalikan oleh perusahaan. Menurut Porter ada lima kekuatan yang mempengaruhi
industry: 1. Ancaman perusahaan baru yang memasuki industri. 2. Kekuatan pemasok 3.
Kekuatan pembeli 4. Dampak produk substitusi 5. Persaingan dalam industri Perusahaan dapat
menduduki posisi kompetitif dalam industrinya dengan cara meminimumkan dampak kelima
kekuatan tersebut. Ancaman yang timbul dari masuknya perusahaan baru ke dalam industri, yang
meningkatkan persaingan, dapat diminimukan dengan kemampuan perusahaan dalam
membangun hambatan bagi perusahaan yang akan masuk ke dalam industri. Hambatan yang
menghalangi masuknya perusahaan baru ke industri terdiri atas faktor-faktor berikut ini: biaya
awal (star-up-cost) yang tinggi, skala dan lingkup ekonomi, dampak kurva pengalaman,
diferensiasi, atau kombinasi berbagai factor tersebut. Pemasok dan pembeli memberikan tekanan
kepada industri dan perusahaan tertentu sesuai dengan ukuran, frekuensi dan volume order, laba,
dan sebagainya. Berdasarkan customer value mindset, continuous improvement mindset, dan
opportunity mindset perusahaan justru harus membangun hubungan ketergantungan dengan
beberapa pemasok utama, dan memfokuskan improvement tidak hanya terhadap proses yang
digunakan perusahaan untuk menghasilkan value bagi customer, namun juga proses yang
digunakan oleh pemasok untuk menghasilkan produk dan jasa yang menjadi masukan
perusahaan. 7 Dengan semakin meningkatnya ragam produk dan menurunnya kesetian terhadao
merek, produk substitusi menjadi lebih penting dalam analisis terhadap industri. Konsumen
sekarang mencari variasi melalui proproduk-produk substitusi. Dalam industri tertentu,
persaingan antar tipe produk kemungkinan lebih penting dibandingkan dengan antar produk itu
sendiri. Persaingan menjadi meningkat di industri tertentu, karena bidang persaingan menjadi
meluas dari pasar local ke nasional, dan bahkan pasar internasioanal. Persaingan terjadi jika dua
pesaing mempunyai tujuan yang bertentangan. Salah satu perusahaan yang bersaing dapat
mencoba mengubah aturan permainan, mempengaruhi keseimbangan kekuatan, atau
mengantisipasi arah perubahan pada kesempatan pertama. Biasanya perang harga dipaki untuk
mengubah keseimbangan kekuatan, namun strategi ini tidak menguntungkan siapa pun, karena
laba peruahaan yang bersaing dengan cepat akan menurun. Dalam lingkungan yang di dalamnya
customer memegang kendali bisnis, perusahaan sebaliknya menggunakan customer value
mindset, continuous improvement mindset, dan opportunity mindset salam menghadapi
persaingan. Berdasarkan mindset ini, persaingan difokuskan kepada kualitas, bukan hanya harga,
dan dikombinasikan dengan kemampuan untuk menurunkan total biaya yang dibebankan kepada
customer. Ketika mindset tersebut memberikan cara untuk melakuan persaingan dengan peluang
untuk menang menjadi nyata. Perusahaan yang mampu menyerahkan produk/jasa dengan value
terbaik bagi customer dan senantiasa melakukan improvement terhadap value tersebut akan
menduduki posisi terdepan dalam persaingan. 3. Analisis lingkungan persaingan Dengan
meningkatnya persaingan, perusahaan yang terancam oleh persaingan menjadi lebih berorientasi
kepada pesaing, dan mulai menerapkan analisa pesaing secara sistematis dan formal. Dalam
pasar yang telah dipilih oleh perusahaan, pesaing utama adalah perusahaan yang menjual produk
atau jasa ke customer yang sama. Jika perusahaan mengarahkan usahanya ke pasar di segmen
pasar baru, perusahaan yang menjadi pemimpin dalam pasar tersebut atau perusahaan yang
lemah dapat menjadi pesaing utama, tergantung dari strategi yang dipilih perusahaan. fokus
strategi ke pesaing, terutama dalam pasar yang persingannya tinggi, dapat menyebabkan
perusahaan mengabaikan kemungkinana masuknya perusahaan baru yang akan mengubah basi
persaingan. Fokus kepada pesaing juga mengurangi orientasi perusahaan ke customer. Setelah
menentukan pesaing utama, personel harus memahami tujuan setiap pesaing, strategi yang
meraka tempuh, tindakan pesaing yang diperkirakan akan dilakukan, dan strategi yang mungkin
memicu timbulnya pembalasan. Untuk merebut pangsa pasar tanpa tindakan pembalasan dari
pesaing, personel harus memahami lebih baik kelemahan pesaing daripada pemaham yang
dimiliki pesaing itu sendiri. Customer value mindset dan continuous improvement mindset
memiliki dua manfaat. Pertama, orientasi ke customer akan mengarahkan fokus perusahaan ke
daya saing jangka panjang melalui pemuasan kebutuhan customer. Perusahaan yang baru masuk
ke dalam persaingan dapat menantang pemimpin pasar karena perusahaan tersebut membawa
perspektif baru dalam memuaskan customer. Kedua, fokus ke customer memudahkan
penyusunan berbagai taktik tersembunyi yang tidak mudah diidentifikasi pesaing, untuk secara
berkelanjutan melakukan improvement terhadap value yang diserahkan kepada customer.
Sebagai akibat improvement berkelanjutan yang dilakukan perusahaan, harapan customer secara
bertahap akan meningkat melebihi yang diinginkan customer, sehingga perusahaan dapat
menyediakan value terbaik bagi customer yang sulit untuk ditandingi pesaing. Perusahaan perlu
menganalisis manajer puncak perusahaan pesaing, kepentigan, aktivitas, kepribadian, dan pola
pengambilan keputusan mereka. Perusahaan harus 8 memahami sasaran stratrgik (stratejic
objective), pengembangan produk, dan tindakan yang mungkin dilakukan pesaing dalam
penentuan harga, promosi, dan distribusi. Sumber imformasi umum, informasi dari dalam
industri, kabr burung dikumpulkan secara sistematis dan interpretasikan oleh analis yang terlatih
untuk itu. Dengan demikian, perusahann memerlukan pendektan menyeluruh untuk memadukan
analisis pesaing dengan analisis customer untuk menetukan cara yang diperlukan dalam
melakukan improvement terhadap value yang disediakan bagi customer. Penafsiran Dampak
Hasil Analisis Lingkungan Makro, Industri, dan Pesaing dengan Rerangka Balanced Scorecard
Rerangka Blance Scorecard dapat digunakan untuk menafsirkan dampak hasik analisis
lingkungan makro, lingkungan industri, dan lingkungan persaingan ke empat perspektif:
keuangan, customer, proses, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Melalu keempat perspektif
tersebut, manajemen menafsirkan analisis lingkungan makro, lingkungan industri, dan lingkunga
persaingan dengan memeperkirakan dampak setiap perubahan di ketiga lingkungan tersebut
terhadap kekurangan, customer, proses, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Contoh rerangka
yang digunakan untuk menafsirkan hasil analisis lingkungan makro adalah sebgai berikut : 1.
Manajemen memfokuskan tren perubahan kekuatan politik dan hukum, ekonomi, teknologi, dan
social terhadap value yang diharapkan dan dipersepsikan oleh customer dan pasar (perspektif
customer) 2. Bagaimana dampak perubahan customer value terhadapa proses yang digunakan
untuk menghasilkan value tersebut (perspektif proses)? 3. Bagaimana dampak perubahan
customer value dan proses tersebut terhadap strategic capabilities personel – core capabilities
personel yang menjadi andalan perusahaan unggul dalam persaingan (perspektif pembelajaran
dan pertumbuhan)? 4. Bagaimana dampak keuangan dari perubahan customer value, proses, serta
kapabilitas dan komitmen personel tersebut (perspektif keuangan)? Contoh lain rerangka yang
digunakan untuk penafsiran hasil analisis lingkungan makro adalah sebagai berikut : 1.
Manajeman memfokuskan tren perubahan kekuatan teknologi terhadap proses yang digunakan
untuk menghasilkan value bagi customer (perspektif proses). 2. Bagaimana dampak perubahan
proses yang digunakan untuk menghasilkan value tersebut terhadap customer (perspektif
customer)? 3. Bagaimana dampak perubahan customer value dan proses tersebut terhadap
kapabilitas dan komitmen personel (perspektif pembelajaran dan pertumbuhan)? 4. Bagaimana
dampak keuangan dari perubahan customer value, proses, serta kapabilitas dan komitmen
personel tersebut (perspektif keuangan)?

ENVISIONING
Pemilihan strategi hanya dapat dilakukan jika perusahaan telah dapat menjawab pertanyaan
mendasar : “Dalam bisnis apa perusahaan beroperasi?”. Jawaban atas pertanyaan 12 tersebut ini
merupakan misi perusahaan ,dan misi inilah yang memicu pertanyaanpertanyaan berikutnya : (1)
“Kea rah mana perjalanan perusahaan ke masa depan ditujukan (visi)?” (2) “Tujuan apa yang
hendak diwujudkan perusahaan di masa depan ?” (3) “Keyakinan dasar (core beliefs) apa yang
memacu semangat personel perusahaan menuju ke masa depan ?” dan (4) “Nilai-nilai dasar (core
values) apa yang memandu personel perusahaan dalam melakukan perjalanan menuju ke masa
depan ?” Keluaran Proses Envisioningctive,serta personel yang berdaya Proses envisioning
menghasilkan keluaran berikut ini : (1) misi, (2) visi, (3) tujuan, (4) keyakinan dasar, dan (5)
nilai dasar. Misi adalah jalan pilihan untuk menuju kemasa depan . menjelaskan alas an
keberadaan suatu perusahaan (the reason for being). Visi adalah gambaran masa depan
perusahaan yang hendak diwujudkan . tujuan adalah kondisi masa depan perusahaan yang
hendak diwujudkan , yang merupakan hasil penjabaran visi perusahaan. Keyakinan dasar adalah
keyakinan atas keberadaan misi ,visi dan cara yang ditempuh untuk mewujudkan visi. Nilai dasar
adalah nila-nilai yang dijunjung tinggi personel, dan yang memnadu personel dalam memilih
berbagai alternative yang diperlukan untuk menuju masa depan. Proses Envisioning Proses
envisioning didasarkan pada hasil SWOT analysis. Identifikasi peluang dan ancaman diperoleh
dari proses trendwatching, sedangkan identifikasi kekuatan dan ancaman diperoleh dari analisis
internal perusahaan. Balanced Scorecard dapat digunakan sebagai rerangka untuk merumuskan
misi perusahaan . contoh, misi sebuah perusahaan secara umum dirumuskan sebagai berikut :
Menciptakan kekayaan melalui pemuasan kebutuhan customer, proses yang produktif dan cost
effetive,serta personel yang berdaya. Jika dianalisis rumusan misi umum tersebut, perspektif
yang dicakup terdiri atas:
PERSPEKTIF KATA ATAU FRASA DALAM RUMUSAN
MISI
KEUANGAN Menciptakan kekayaan
CUSTOMER Pemuasan kebutuhan customer
PROSES Proses yang produktif dan cost effectif
PEMBELAJARAN DAN PERTUMBUHAN Personel yang berdaya

Rumusan visi secara umum tersebut dapat dimodifikasi untuk menyesuaikan dengan keunggulan
kompetitif yang ingin diwujudkan perusahaan tertentu. Perumusan keyakinan dasar perusahaan
perwujudan misi melalui misi perusahaan memerlukn perjalanan jangka panjang kesuatu
keadaan yang belum pernah dialami. Tanpa semangat besar, perjalanan jangka panjang tersebut
akan terhenti dan gagal untuk mencapai visi yang diinginkan. Semangat besar hanya dimiliki
personel perusahaanjika mereka memiliki keyakinan dasar yang kuat terhadap kebenaran visi
dan misi perusahaan.

Gambar. Hubungan antara Visi, Tujuan dan Sasaran


Perumusan nilai dasar perusahaan Nilai dasar digunakan perusahaan untuk memandu personel
dalam memutuskan pilihan. Dengan demikian, nilai dasar memberikan batasan terhadap langkah-
langkah yang dapat ditempuh dalam mewujudkan visi perusahaan, karena tidak semua langkah
atau cara dapat diterima berdasarkan sistem nilai yang dipilih perusahaan. Penentuan tujuan
perusahaan Manajemen strategic lebih jauh membedakan antara tujuan dan sasaran. Tujuan
adalah pernyataan luas tentang apa yang akan diwujudkan perusahaan. Tujuan menunjukkan arah
menyeluruh yang akan dituju perusahaan, seperti menungkatkan pendapatanpenjualan atau laba,
melindungi pangsa pasar, mendiversifikasi, atau menigkatkan kualitas. Tujuan merupakan 14
VISI Tujuan (Goal) Sasaran Strategik (Strategic Objective) penjabaran visi perusahaan. Sasaran
adalah target jangka panjang yang secara spesifik diharapkan perusahaan untuk dicapai dalam
jangka waktu tertentu. Tanpa sasaran untuk mengoperasionalkan tujuan, manajer dan karyawan
hanya memiliki panduan umum yang kabur untuk pengambilan keputusan , meskipun sasaran
sendiri bukan merupakan akhir suatu perjalanan. Sasaran hanya merupakan tonggak pencapaian
(milestone) yang harus dilalui dalam mencapai visi perusahaan. oleh karena itu, setiap tujuan
perlu ditentukan paling tidak satu sasaran yang dukuantifikasikan dan diukur, serta jangka waktu
yang dibutuhkan untuk mewujudkannya.

SUMBER :
- Sodikin, Slamet Sugiri dan Arief Yulianto Susilo. 2019. BMP EKMA4570.
Penganggaran. Tangerang : Universitas Terbuka.

Anda mungkin juga menyukai