Anda di halaman 1dari 4

MATERI KOMITMEN MUTU

OLEH WIDODO WURYANTO, S.IP, M.Si


LEARNING JOURNAL

Program pelatihan : Pelatihan Dasar CPNS


Angkatan : XI
Nama Mata Pelajaran : Komitmen Mutu
Nama Peserta : Lia Lidiana
No. Daftar Hadir :5
Lembaga Penyelenggara Pelatihan : PPSDM KEMENDAGRI Reg. YOGYAKARTA

A. PIKIRAN POKOK
Standar penjaminan mutu pada setiap organisasi tentulah tidak sama mengingat visi dan arah
yang akan dituju berbeda tetapi ada beberapa nilai yang harus ada pada komitmen mutu
seperti :
1. Efektif (tepat sasaran) yaitu tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan baik
menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja.
2. Efisien (tepat guna) yaitu tingkat ketepatan realisasi penggunaan sumber daya dan
bagaimana pekerjaan dilaksanakan sehingga tidak terjadi pemborosan sumber daya,
penyalahgunaan alokasi, penyimpangan prosedur, dan mekanisme yang keluar alur.
3. Inovatif yaitu perubahan yang diciptakan untuk mencapai keadaan yang lebih baik di
masa yang akan datang.
4. Berorientasi mutu yaitu setiap kegiatan atau program yang dilakukan diarahkan untuk
pencapaian standar mutu.
Standar mutu layanan meiliki aturan yang baku yang wajib ditaati oleh pemberi dan
penerima layanan, mencakup: sistem dan prodedur layanan; sikap dan perilaku layanan;
waktu penyelesaian layanan; serta biaya, fasilitas dan mutu layanan.

Standar pelayanan menjadi acuan pada pelaksana pelayanan publik yang disusun dan
ditetapkan oleh unit pelayanan publik serta sudah dipublikasikan kepada masyarakat, baik
melalui media cetak, maupun media elektronik.
Komponen standar mutu layanan meliputi:
1. Dasar hukum,
2. Persyaratan teknis dan administratif,
3. Sistem, mekanisme, prosedur layanan
4. Jangka waktu penyelesaian
5. Biaya/tarif
6. Jaminan pelayanan dan keamanan
7. Produk layanan sesuai ketentuan
8. Sarana, prasarana dan fasilitas
9. Kompetensi dan jumlah pelaksana
10. Pengawasan internal
11. Penanganan pengaduan, saran/masukan
12. Evaluasi kinerja pelaksana

Pelayanan yang diharapkan untuk masa depan yang memiliki sifat: better, faster, newer,
cheaper, dan mare simple. Sedangkan Karekteristik Nilai Dasar Orientasi Mutu antara lain:
1. Nilai dasar orientasi mutu layanan publik adalah komitmen bagi kepuasan masyarakat.
Hal ini dapat dirumuskan dalam slogan-slogan khusus untuk meyakinkan publik terkait
bagaimana layanan yang akan mereka dapatkan dari institusi yang sedang dikunjungi.
2. Pemberian layanan yang cepat, tepat, dan dengan senyuman ramah. Hal ini
dimaksudkan untuk memberkan kenyamanan dan kepuasan bagi masyarakat yang
dilayani, sehingga mereka tidak merasa kapok.
3. Pemberian layanan yang menyentuh hati, tanpa cacat, tanpa kesalahan, dan tidak ada
pemborosan, sehingga walaupun fasilitas seadanya, masyarakat yang dilayani tetap
dapat merasakan kenyamanan dan kepuasan.
4. Pemberian layanan yang dapat memberi perlindungan kepada publik, terutama ketika
terjadi perubahan, baik berkaitan dengan pergeseran tuntutan kebutuhan
customers/clients, perkembangan teknologi, maupun sebagai konsekuensi dari lahirnya
kebijakan baru.
5. Pendekatan ilmiah dan inovatif dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.
Karakteristik keenam, upaya perbaikan secara berkelanjutan melalui berbagai cara,
antara lain: pendidikan, pelatihan, pengembangan ide kreatif, kolaborasi, dan
benchmark.
Pelayanan yang memuaskan adalah pelayanan yang bermutu. Sedangkan pelayanan yang
bermutu adalah pelayanan yang meliputi pelayanan yang efektif, pelayanan yang efisien,
dan pelayanan yang selalu berinovasi.

Namun pada saat ini masih saja pejabat yang korupsi, pegawai yang program kerjanya tidak
dituntaskan, target kinerja yang tidak tercapai, perilaku yang tidak jujur, pegawai yang
mangkir, pegawai yang datang terlambat namun pulang lebih awal, serta peristiwa lain yang
tidak sesuai harapan.
Inovasi sangat diperlukan karena:
1. Adanya tekanan-tekanan untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang semakin kritis dan
untuk mengatasi perubahan dan kompleksitas lingkungan global yang semakin
meningkat.
2. Kebutuhan untuk melaksanakan dan menyediakan pelayanan publik yang lebih
berkualitas dengan sumberdaya yang semakin berkurang dan kapasitas operasional yang
semakin tebatas.
3. Kebutuhan untuk membuat lembaga-lembaga pemerintah semakin akuntabel, responsif,
dan efektif dengan membangun administrasi negara yang lebih berorientasi kepada
kepentingan masyarakat.
4. Kepentingan pemerintah untuk mengembangkan cara-cara yang lebih baik guna
menjawab tuntutan masyarakat untuk lebih berpartisipasi dlam pengambilan keputusan.

Prinsip inovasi administrasi publik:


1. Peningkatan efisiensi
2. Perbaikan efektifitas
3. Perbaikan kualitas pelayanan
4. Tidak ada konflik kepentingan
5. Berorientasi pada kepentingan umum
6. Dilakukan secara terbuka
7. Memahami nilai-nilai kepatutan
8. Dapat dipertanggungjawabkan hasilnya tidak untuk kepentingan diri sendiri

B. PENERAPAN DENGAN GAGASAN PRIBADI TENTANG PENERAPANNYA UNTUK


PENGEMBANGAN PERAN/PERILAKU PESERTA DI TEMPAT KERJA.

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia
dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Adapun peran-peran guru yang harus dilakoni dan ditingkatkan antara lain:
1. Guru Sebagai Pendidik
Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta
didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, sebagai guru saya harus memiliki standar
kualitas tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin.
2. Guru Sebagai Pengajar
Kegiatan belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai factor, seperti motivasi,
kematangan, hubungan peserta didik dengan guru, kemampuan verbal, tingkat
kebebasan, rasa aman dan keterampilan guru dalam berkomunikasi. Jika factor-faktor
di atas dipenuhi, maka melalui pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik.
Guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil
dalam memecahkan masalah. Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang
guru dalam pembelajaran, yaitu : Membuat ilustrasi, Mendefinisikan, Menganalisis,
Mensintesis, Bertanya, Merespon, Mendengarkan, Menciptakan kepercayaan,
Memberikan pandangan yang bervariasi, Menyediakan media untuk mengkaji materi
standar, Menyesuaikan metode pembelajaran, Memberikan nada perasaan. Agar
pembelajaran memiliki kekuatan yang maksimal, guru-guru harus senantiasa berusaha
untuk mempertahankan dan meningkatkan semangat yang telah dimilikinya ketika
mempelajari materi standar.
3. Guru Sebagai Pembimbing
Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkan
pengetahuan dan pengalamannya bertanggungjawab atas kelancaran perjalanan itu.
Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan
mental, emosional, kreatifitas, moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks.

Sebagai pembimbing perjalanan, guru memerlukan kompetensi yang tinggi untuk


melaksanakan empat hal berikut :

a. Pertama, guru harus merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi yang


hendak dicapai.
b. Kedua, guru harus melihat keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, dan
yang paling penting bahwa peserta didik melaksanakan kegiatan belajar itu tidak
hanya secara jasmaniah, tetapi mereka harus terlibat secara psikologis.
c. Ketiga, guru harus memaknai kegiatan belajar.
d. Keempat, guru harus melaksanakan penilaian.

Anda mungkin juga menyukai