Anda di halaman 1dari 2

Judul Butanol production from organosolv treated spent mushroom

substrate integrated with in situ biodiesel extraction


Jurnal Elsevier
Volume & Halaman Volume 96, 656-661
Tahun 2016
Penulis Zhu Youshuang
Reviewer Khunafa Amilul Fahmi (171910401028)
Tanggal 19 April 2016
Downdload https://doi.org/10.1016/j.renene.2016.04.048

Tujuan Penelitian Mengubah subtract jamur dari sisa produksi industry jamur
menjadi bioethanol dengan strategi in situ
Subject Penelitian Jamur peternakan local jining Cina
Metode Penelitian Jamur berumur 3 tahun dikeringkan 60C dlam oven,5g jmur
diambil diolah pada 35C ,6jam + 100 ml etanol air, dimasukkan
kedalam labu 100ml yang bebrisi fosfat 50 mM ph 5,0 pada suhu
50C selama 72 jam, diatmbahkan Cellulast 1.5 dan Novoyzm
188,dan didapti aktivitas akhir 20fpu dan 80 cpu, gula pereduksi
diukur dengan kerts filter wahtsman, kemudian dilakukan reaksi
dalam buffer 0,07M ph 5,5 di inkubasi pada suhu 50C dalam
kurun waktu 1 jam, setelah itu ditambahkan p-nitrophenyl-b-D-
glucopyranoside (Sigma N2132) dan diukur dengan
spektrofotometer.
Hidrosilat yang didapat kemudian dipisahkan dengan rotary
evaporator, pada penguapan 60C dan kemuadian disimpan pada
suhu 18C, Fermentasi dilakukan dalam botol ulir 125ml berisi
100 ml media p2 ([(buffer: KH 2 PO 4, 50 g / L; K 2 HPO 4, 50
g / L; ammoniumacetate, 220 g / L), (di seterilkan pada suhu 121
C slama 15 menit ,dan didinginkan pada suhu 35C dibwah
atmotsfer nitrogen (anaerob) kemudian ditambahkan
Clostiridium Ace ATCC 824. dalam kondisi ringan (35 C, tanpa
katalis asam) dapat efektif fi secara efisien meningkatkan hasil
gula (9,7% Vs 41,7%) SMS dengan mengurangi kandungan
lignin (20,2% Vs 10,5%). Hasil fermentasi batch menggunakan
broth enzimatik SMS yang diberi perlakuan organosolv
menunjukkan bahwa penambahan ekstraktan biodiesel dapat
meningkatkan produksi butanol (14,65 g / L) dibandingkan
dengan batch kontrol (12,03 g / L). Apalagi tidak ada signi fi
Toksisitas tidak bisa biodiesel diamati pada pertumbuhan pelarut
Clostridium acetobutylicum. Pada sistem fermentasi fed-batch
dengan pemberian gula, jumlah maksimum butanol diperoleh
sebesar 30,21 g / L.
Hasil Penelitian n bahwa penyisihan butanol in situ menggunakan biodiesel dari
SMS hidrolisat enzimatik memiliki potensi besar untuk produksi
butanol komersial.