Anda di halaman 1dari 25

KLINIK SANITASI

Disiapkan Koordinator Unit Disahkan Oleh Kepala UPTD


No. Kode : Diperiksa MR
Sanitasi Puskesmas Biau
Terbitan :I
SPO No. Revisi :

UPTD Puskesmas Tanggal mulai berlaku : Alwin, AMKL Hadija Abdurahman, S.ST. M.Kes
Biau Halaman : NIP. 19811209 200604 1 006 NIP. 19680315 198912 2 001

1. Definisi Klinik sanitasi merupakan suatu wahana masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan lingkungan untuk pemberantasan
penyakit dengan bimbingan, penyuluhan dan bantuan teknis dari petugas kesehatan

2. Tujuan 1. Keterpaduan lintas sektor dan lintas program


2. Untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemampuan ber PHBS
3. Untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemampuan dalam mencegah dan menanggulangi penyakit berbasis lingkungan
4. Untuk menurunkan penyakit berbasis lingkungan

3. Ruang lingkup Penyakit yang berhubungan dengan air, penyakit yang penularannya berkaitan dengan perumahan dan lingkungan, penyakit yang
penyebabnya dari makanan

4. Kebijakan Pelayanan klinik sanitasi yang dilakukan harus mengikuti langkah-langkah yang tertuang dalam instruksi kerja

5. Referensi Buku pedoman pelaksanaan Klinik Sanitasi (Ditjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan)
DITJEN PPM dan PL Tahun 2003

6. Alat dan Bahan 1. Meja 4. Buku register


2. Kursi 5. Buku panduan klinik sanitasi
3. Pulpen

7. Langkah-langkah A. Dalam Gedung


1. Petugas menerima kartu rujukan status dari petugas poliklinik
2. Petugas mempelajari kartu rujukan tentang diagnosis oleh dokter umum
3. Petugas menyalin dan mencatat nama penderita atau keluarganya, karakteristik penderita yang meliputi umur, jenis kelamin
pekerjaan, alamat dan diagnosis penyakitnya kedalam buku register
4. Petugas melakukan wawancara/konseling dengan penderita/keluarga penderita
5. Membantu menyimpulkan permasalahan lingkungan/perilaku yang berkaitan dengan kejadian penyakit
6. Petugas memberikan saran tindak lanjut sesuai permasalahan
7. Bila diperlukan, petugas membuat kesepakatan dengan penderita atau keluarganya tentang jadwal kunjungan rumah

B. Luar Gedung
1. Mempelajari hasil wawancara/konseling di dalam gedung (puskesmas)
2. Menyiapkan dan membawa formulir kunjungan lapangan, media penyuluhan dan alat sesuai dengan jenis penyakitnya
3. Memberitahu/menginformasikan kedatangan kepada perangkat kelurahan dan petugas kesehatan/bidan desa
4. Melakukan pemeriksaan/pengamatan lingkungan, pengamatan perilaku serta konseling
5. Membantu menyimpulkan hasil kunjungan lapangan
6. Memberikan saran tindak lanjut kepada keluarga penderita
7. Apabila permasalahan yang ditemukan menyangkut kelompok keluarga/kampung, informasikan hasilnya kepada petugas
kesehatan yang ada di kelurahan dan perangkat kelurahan

8. Bagan alir A. Dalam Gedung B. Luar Gedung


Menerima kartu rujukan dari Mempelajari hasil wawancara/konseling di
petugas Poliklinik dalam gedung (puskesmas)

Menyiapkan dan membawa formulir kunjungan


Mempelajari diagnosis dari dr.
lapangan, media penyuluhan dan alat sesuai
Umum
dengan jenis penyakitnya

Memberitahu/menginformasikan kedatangan
Mencatat identitas dan diagnosis
kepada perangkat kelurahan dan petugas
pasien ke buku register
kesehatan/bidan desa

Melakukan pemeriksaan/pengamatan
Melakukan wawancara/konseling
lingkungan, pengamatan perilaku serta
dengan penderita/keluarga penderita
konseling

Menyimpulkan permasalahan
Membantu menyimpulkan hasil kunjungan
lingkungan/perilaku yang berkaitan
lapangan
dengan kejadian penyakit

Memberikan saran dan tindak lanjut Memberikan saran tindak lanjut kepada
sesuai permasalahan keluarga penderita

informasikan hasilnya kepada petugas


Membuat kesepakatan tentang
kesehatan yang ada di kelurahan dan perangkat
kunjungan rumah
kelurahan

9. Hal-hal yang perlu Riwayat penyakit pasien


diperhatikan

10. Dokumen terkait Blanko laporan

11. Formulir yang Kartu status klien/pasien


dipergunakan

12. Distribusi
PENGAWASAN KESEHATAN LINGKUNGAN
TEMPAT PENGOLAHAN MAKANAN (TPM)
Disiapkan Koordinator Unit Disahkan Oleh Kepala UPTD
No. Kode : Diperiksa MR
Sanitasi Puskesmas Biau
Terbitan :I
SPO No. Revisi :

UPTD Puskesmas Tanggal mulai berlaku : SANDI.A.Md.Kep Hadija Abdurahman, S.ST. M.Kes
Biau Halaman : NIP. 19860813 201001 NIP. 19680315 198912 2 001

1. Definisi Penyehatan makanan merupakan upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang, tempat dan peralatan serta proses
pengelolahan makan yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan bagi konsumen

Pengelolaan makanan adalah serangkaian kegiatan dalam menangani makanan yang dimulai dari pengadaan bahan sampai
dengan penyajian makanan

2. Tujuan Terselenggaranya upaya untuk meningkatkan pengendalian faktor risiko penularan penyakit pada tempat pengelolaan makanan

3. Ruang lingkup Rumah makan, warung makan, industi makanan, kantin, makanan jajanan

4. Kebijakan Pengawasan kesehatan lingkungan TPM yang dilakukan harus mengikuti langkah-langkah yang tertuang dalam instruksi kerja

5. Referensi

6. Alat dan Bahan 1. Pulpen


2. Blanko inspeksi TPM

7. Langkah-langkah 1. Petugas melapor kepada Kepala Puskesmas untuk pemeriksaan TPM


2. Petugas membuat surat pemberitahuan dan melapor kepada pemerintah kelurahan untuk pemeriksan TPM
3. Petugas menyiapkan alat tulis dan blanko inspeksi TPM
4. Petugas memberikan penjelasan maksud dan tujuan pengawasan TPM kepada penanggung jawab/pemilik TPM
5. Petugas melakukan pemeriksaan berdasarkan format inspeksi TPM
6. Petugas mencatat hasil survey
7. Petugas memberikan bimbingan/saran perbaikan
8. Petugas kembali ke Puskesmas

8. Bagan alir
Melapor kepada Kepala Puskesmas untuk
pemeriksaan TPM

Membuat surat pemberitahuan dan melapor


kepada pemerintah kelurahan untuk
pemeriksan TPM

Menyiapkan alat tulis dan blanko inspeksi


TPM

Memberikan penjelasan maksud dan tujuan


pengawasan TPM kepada penanggung
jawab/pemilik TPM

Melakukan pemeriksaan berdasarkan format


inspeksi TPM

Mencatat hasil survey

Memberikan bimbingan/saran perbaikan

Kembali ke Puskesmas

9. Hal-hal yang perlu Sarana sanitasi seperti, air bersih, jamban, SPAL, TPS, tempat pengelolaan makanan dan tempat penyimpanan makanan
diperhatikan

10. Dokumen terkait Blanko laporan

11. Formulir yang Blanko inspeksi TPM


dipergunakan

12. Distribusi
PENYULUHAN KESEHATAN DI POSBINDU

No. Kode :
Terbitan :
SPO No. Revisi :
Tanggal mulai berlaku :
Halaman :
Ditetapkan Kepala : Nama
UPTD Puskesmas Biau Nip
1. Definisi Kegiatan penambahan pengetahuan yang diperuntukan pada lansia melalui penyebaran

Untuk mencapai tujuan hidup sehat dengan cara mempengaruhi prilaku masyarakat ba
2. Tujuan
kelompok

3. Ruang Lingkup Masyarakat

4. Kebijakan Surat Keputusan kepala puskesmas NO:

5. Referensi Kemenkes RI. 2010 Pedoman pembinaan Kesehatan Lanjut Usia

1.Petugas melapor kepada kepala puskesmas untuk melaksanakan kegiatan penyuluh


2.Persiapan
* Menyusun materi penyuluhan lansia
* Menentukan Jadwal Kegiatan penyuluhan lansia
3.Pelaksanaan
* Penyampaian materi penyuluhan diskusi dan tanya jawab
4.Evaluasi.
* Mengumpulkan Kuesioner / Umpan balik
6. Bagan alir
Melapor kepada Kepala
Puskesmas untuk melaksanakan
kegiatan penyuluhan Kesehatan

Persiapan Materi Penyuluhan

Menentukan Jadwal Kegiatan


Pelaksanaan

Evaluasi

7. Dokumen terkait Materi Penyuluhan


DI POSBINDU

Hadija Abdurahman, S.ST. M.Kes


NIP. 19680315 198912 2 001
pada lansia melalui penyebaran pesan

engaruhi prilaku masyarakat baik itu secara individu atau pun

elaksanakan kegiatan penyuluhan

awab
SPO KOORDINASI PENDAFTARAN DENGAN UNIT PENUNJANG
TERKAIT
No. Kode :
Terbitan :
SPO No. Revisi :
Tanggal mulai berlaku :
Halaman :
Mengetahui/menyetujui
PEMERINTAH Kepala UPTD Puskesmas Biau
KABUPATEN
BUOL

Hadija Abdurahman, S.ST


NIP. 19680315 198912 2 001
1. Definisi Koordinasi antara unit loket / pendaftaran dengan semua poli atau unit yang memberikan pelayanan klinis pada
pasien yang berkunjung di Puskesmas Biau
2. Tujuan agar pelayanan puskesmas dari pendaftaran sampai pasien pulang berjalan lancar

4. Kebijakan Surat Keputusan kepala puskesmas NO: Tentang Layanan klinis

5. Referensi

6,Alat Dan Bahan 1.ATK


2.Nomor antrian pendaftaran
3.Lembar resep
4.buku Family folder
5. Prosedur 1.Petugas loket menyelesaikan proses pendaaftaran
2.Petugas loket menyerahkan blangko resep dan buku FF pada pasien
3.Pasien dipersilahkan menuju asisten poli
4.Diasisten poli,buku FF diisi dengan hasil pemeriksaann tanda-tanda vital yakni,TB,BB dan TD
5.Petugas asisten poli akan mengatur distribusi pasien sesuai poli yang dituju
6.Pasien yang memerlukan tindakan medis segera,akan dipersilahkan masuk lebih dahulu ke ruang tindakan,setelah
mendapatkan penjelasan ,pasien/keluarga pasien akan dipersilahkan menandatangani persetujuan/inform content,bila
kondisi pasien tidak dapat ditangani di Puskesmas,pasien akan segera dirujuk
7.setelah pemiksaan,pasien yang akan dirujuk ,atau pasien yang memerlukan surat keterangan berbadan sehat,atau
pasien yang memerlukan keterangan sakit,akan dipersilahkan keruang administrasi /ruang pengetikan
8.Pasien yang selesai mendapatkan pelayanan klinis (baik dari poli umum,poli gii,KIA dan ruang tindakan )
dipersilahkan ke apotik untuk mengambil obat sesuai resep dokter
9.Pasien yang telah mendapatkan resep obat,selanjutnya pasien pulang
10.Buku FF pasien yang telah selesai mendapat pelayanan ,akan dikembalikan ke loket untuk diarsipkan kembali
6.Bagan alur
Petugas Loket menyelesaikan proses pendaftaran

Petugas Loket menyerahkan blangko resep dan buku


FF pada pasien

Pasien dipersilahkan menuju asisten Poli

Di Asisten Poli Buku FF di isi dengan hasil


pemeriksaan tanda-tanda Vital yakni , TD, BB, dan
TB

Petugas Asisten poli akan mengatur Distribusi


pasien sesuai poli yang di tuju

Pasien yang memerlukan tindakan medis segera,


akan dipersilahkan masuk lebih dahulu ke ruang
tindakan, setelah mendapatkan penjelasan,
pasien/keluarga pasien akan dipersilahkan
menandatangani persetujuan/inform consent bila
kondisi pasien tidak dapat di tangani di puskesmas,
pasien akan segera di rujuk.
Pasien yang memerlukan tindakan medis segera,
akan dipersilahkan masuk lebih dahulu ke ruang
tindakan, setelah mendapatkan penjelasan,
pasien/keluarga pasien akan dipersilahkan
menandatangani persetujuan/inform consent bila
kondisi pasien tidak dapat di tangani di puskesmas,
pasien akan segera di rujuk.

Setelah pemeriksaan, pasien yang akan dirujuk atau


pasien yang memerlukan surat keterngan berbadan
sehat, atau pasien yang memerlukan keterangan
sakit, akan dipersilahkan ke ruang
Administrasi/ruang pengetikan

Psien yang telah selesai mendapatkan pelayanan


klinis(Baik dari poli umum, poli gigi, KIA dan ruang
tindakan) di persilahkan ke Apotik untuk mengambil
obat sesuai resep dokter

Pasien yang telah mendapat obat , selanjutnya pasien


pulang

Buku FF pasien yang telah selesai mendapat


pelayanan, akan dikembalikan ke Loket untuk di
Arsipkan kembali.

7. Unit Terkait 1. Loket Pendaftaran


2. Poli umum
3. Poli Gigi
4. Poli Kia
5. Ruang Tindakan
PENJARINGAN KESEHATAN ANAK SEKOLAH

No. Kode :
Terbitan :
SPO No. Revisi :
Tanggal mulai berlaku :
Halaman :
Mengetahui/menyetujui
PEMERINTAH Kepala UPTD Puskesmas Biau
KABUPATEN BUOL

Hadija Abdurahman, S.ST


NIP. 19680315 198912 2 001
1. Definisi Penjaringan kesehatan merupakan salah satu bentuk dari pelayanan kesehatan yang bertujuan
untuk mendeteksi dini siswa yang memiliki masalah kesehatan agar segera mendapatkan penenganan
penanganan sedini mungkin
2. Tujuan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik secara optimal

3. Kebijakan Surat Keputusan kepala puskesmas NO: tentang penjaringan kesehatan anak sekolah

4. Referensi Buku pedoman penjaringan anak sekolah tahun 2015

5,Alat Dan Bahan 1.Timbanag4.kuisioner penjaringan


2.tensimeter
3.Mikrotois
6.Langkah langkah 1.pemeriksaan keadaan umum(tinggi badan dan berat badan)
2.pengukuran TD dan denyut nadi
3.penilaian ststus gizi
4.pemeriksaan gigi dan mulut
5.pemeriksaan indera(MATA DAN TELINGA)
6.deteksi dini penyimpangan mental emosional

7.Unit terkait Sekolah


SPO PENYAMPAIAN INFORMASI

No. Kode :
Terbitan :
SPO No. Revisi :
Tanggal mulai berlaku :
Halaman :
Mengetahui/menyetujui
Kepala UPTD Puskesmas Biau

PEMERINTAH KABUPATEN
BUOL

Hadija Abdurahman, S.ST


NIP. 19680315 198912 2 001
Penyampaian informasi adalah suatu sistem untuk menyampaikan seluruh informasi pelaksanaan pelayanan yang ada di
1. Pengertian UPTD Puskesmas Biau

Pelanggan dapat memperoleh informasi tentang sarana pelayanan,antara lain tarif,jenis pelayanan,rjukan dan informasi lain
2. Tujuan
yang dibutuhkan

3. Kebijakan Surat Keputusan kepala puskesmas NO:………….tentang penyampaian informasi

4. Ruang lingkup pasien rawat jalan UPTD Puskesmas Biau


5. Referensi Kemenkes RI. 2010 Pedoman pembinaan Kesehatan Lanjut Usia
5.Alat dan bahan Speaker
6,Alat Dan Bahan 1.papan informasi
6. Prosedur / langkah-langkah 1.Petugas menyapa pasien
2.petugas mengidentifikasi kebutuhan informasi pasien
3.petugas menjelaskan informasi yang dibutuhkan pasien
6.Distribusi Petugas pendaftaran
7.Distribusi Petugas pendaftaran

8. Dokumen terkait Loket puskesmas Biau


ALUR PELAYANAN PASIEN

No. Kode :
Terbitan :
SOP No. Revisi :
Tanggal mulai berlaku :
Halaman :
Tanda tangan

Hadija Abdurahman, S.ST


UPTD PUSKESMAS
BIAU NIP. 19680315 198912 2 001

Suatu alur pelayanan pasien yang akan berobat dibagian rawat jalan yang datang atas
1. Definisi
kehendak sendiri maupun rujukan dari luar

1. Bagi puskesmas sebagai acuan atau pedoman petugas dan memberikan pelayanan
2. Tujuan pendaftaran bagi pasien yang berobat agar dapat terlaksana dengan baik,teratur,dan
sesuai dengan standar operasional pelayanan puskesmas.
2. Bagi pasien : Agar pasien/pendamping pasien mendapatkan pelayanan yang baik ,cepat
dan terarah sesuai dengan kondisi pasien dan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada
dipuskesmas Biau.
3. Kebijakan Keputusan kepala UPTD Puskesmas Biau No…………………………….tentang alur pelayanan
pasien

4. Referensi
5. Prosedur a. Alat
- Buku family folder
- Nomor antrian
b. Bahan
- Blangko Resep
petugas pendaftaran meminta pasien yang datang untuk mengambil nomor antrian dan
6.Langkah-langkah 1.
meminta pasien untuk menunggu diruang tunggu
2. petugas menyerahkan lembar resep dan family folder pada pasien
3. petugas mempersilahkan pasien kemeja asisten poli umum

4. petugas mencatat identitas pasien diformulir yang sesuai dengan kartu jaminannya
petugas memeriksa tanda -tanda vital meliputi;pengukuran tekanan darah dan
5.
penimbangan berat badan
6. Petugas mendistr]ibusikan pasien ke poli yang dituju:
- Poli umum - Poli Gigi

- Poli MTBS - Poli KIA


- poli KIA/KB - Poli KB
Pasien akan mendapat rujukan Laboratorium puskesmas bila diperlukan (pemeriksaan
7.
kolestrol total,asam urat, serta gula darah sementara)
Pasien yang telah selesai mendapat pelayanan dipersilahkan ke apotik untuk mengambil
8.
obat sesuai resep dokter
Petugas memberikan obat pada pasien dan menjelaskan aturan minum obat,dan cara
9.
penyimpanan obat

10. Pasien pulang

7. Bagan Alir
petugas pendaftaran meminta pasien yang datang untuk
mengambil nomor antrian dan meminta pasien untuk
menunggu diruang tunggu

Petugas menyerahkan lembar resep dan family folder


pada pasien

Petugas mempersilahkan pasien kemeja asistenpoli


umum
Petugas mencatat identitas pasien diformulir yang sesuai
dengan kartu jaminannya

Petugas memeriksa tanda-tanda vital meliputi;


pengukuran tekanan darah dan penimbangan berat badan

Petugas mendistribusi pasien ke Poli yang dituji: Poli


umum, poli MTBS, poli Kia/KB, Poli Gigi.

Pasien akan mendapat rujukan Laboratorium puskesmas


bila (pemeriksaan Kolestrol total, asam urat, serta gula
darah sementara)

Pasien yang telah selesai mendapat pelayanan dipersilahkan


ke apotik untuk mengambil obat sesuai resep dokter

Petugas memberikan obat pada pasien dan menjelaskan


aturan minum obat, dan cara penyimpanan obat

Pasien Pulang

8. Unit terkait Asisten poli umum


PEMBINAAN DOKTER KECIL

No. Kode :
Terbitan :
SPO No. Revisi :
Tanggal mulai berlaku :
Halaman :
Mengetahui/menyetujui
Kepala UPTD Puskesmas Biau
PEMERINTAH
KABUPATEN BUOL

Hadija Abdurahman, S.ST


NIP. 19680315 198912 2 001

1. Definisi Pembinaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan secara efisien dan efektif guna mencapai hasil yang baik

2. Tujuan Meningkatkan kualitas pelayanandan cakupan program kesehatan di sekolah

3. Kebijakan surat keputusan kepala puskesmas No………tentang pembinaan dokter kecil

5. Referensi Buku pedoman pelatihan dokter kecil

6,Alat Dan Bahan 1.Timbanag4.kuisioner penjaringan


6.Langkah langkah 1.petugas uks mengadakan koordinasi lintas sektoral
2.petugas uks menentukan jadwal pembinaan
3.petugas uks memberikan jadwal pembinaan uks
4.petugas uks melakukan pembinaan
5.petugas uks melakukan evaluasi hasil pembinaan

7.Unit terkait Sekolah


SPO CARA RUJUKAN PASIEN

No. Kode :
Terbitan :
SPO No. Revisi :
Tanggal mulai berlaku :
Halaman :
Pemerintah Kabupaten
Buol
1. Definisi Pasien yang

2. Tujuan Meningkatkan kualitas pelayanandan cakupan program kesehatan di sekolah

3. Ruang Lingkup Anak sekolah

4. Kebijakan Koordinasi lintas sektor


Surat dari dinas kesehatan
5. Referensi Buku pedoman pelatihan dokter kecil

6,Alat Dan Bahan 1.Timbanagn4.kuisioner penjaringan


6.Langkah langkah 1.petugas uks mengadakan koordinasi lintas sektoral
2.petugas uks menentukan jadwal pembinaan
3.petugas uks memberikan jadwal pembinaan uks
4.petugas uks melakukan pembinaan
5.petugas uks melakukan evaluasi hasil pembinaan

7.Unit terkait Sekolah


SIEN

Hadija Abdurahman, S.ST. M.Kes


NIP. 19680315 198912 2 001

sehatan di sekolah
PELATIHAN DOKTER KECIL

No. Kode :
Terbitan :
SPO No. Revisi :
Tanggal mulai berlaku :
Halaman :

PEMERINTAH
KABUPATEN BUOL

1. Definisi Dokter kecil adalah siswa yang telah memenuhi kriterian dan telah dilatih u
sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri se
dan lingkungannya.
2. Tujuan 1.meningkatkan partisipasi siswa dalam program UKS
2.agar siswa dapat menjadi penggerak hidup sehat di sekolah rumah dan l
3.Agar siswa dapat menolong dirinya sendiri,sesama siswa dan orang lain
3. Ruang Lingkup Anak sekolah

4. Kebijakan Surat kebijakan kepala puskesmas no…….

5. Referensi materi dokter kecil

6.Langkah langkah 1.petugas kesehatan mengucapkan salam dan memperkenalkan diri


2.petugas kesehatan menjelaskan materi yang ingin diberikan kepada dok
adapun materi pelatihan dokter kecil yaitu :1.kesehatan lingkungan
2.kebersihan dan kesehatan pero
3.pengetahuan gizi dasar
4.pemantaun pertumbuhan anak
5.kesehatan gigi dan mulut
6.pencegahan penyakit menular
7.imunisasi
8.kesehatan mata
9.pemeriksaan kesehatan siswa SD
10.NAPZA
3.Setiap selesai memberikan materi diberi umpan balik berupa pertanyaan
siswa dalam menyimak materi penyuluhan
ECIL

rian dan telah dilatih untuk ikut melaksanakan


ehatan terhadap diri sendiri ,teman,keluarga

S
di sekolah rumah dan lingkungannya
a siswa dan orang lain untuk hidup sehat

perkenalkan diri
diberikan kepada dokter kecil
atan lingkungan
an dan kesehatan perorangan.
huan gizi dasar
un pertumbuhan anak sekolah dengan KMS
gigi dan mulut
an penyakit menular
i
an kesehatan siswa SD/MI

lik berupa pertanyaan untuk mengevaluasi kemampuan


PENDIDIKAN/PENYULUHAN PADA PASIEN

No. Kode :
No. Revisi :
SPO
Tanggal mulai berlaku :
Halaman :
Mengetahui/menyetujui
Kepala UPTD Puskesmas Biau

PEMERINTAH KABUPATEN
BUOL

Hadija Abdurahman, S.ST


NIP. 19680315 198912 2 001
Pendidikan /penyuluhan pada pasien adalah tindakan memberikan pengertian kepada pasien /keluarga yang berhubungan
1. Pengertian
dengan keluhan atau penyakitnya untuk mempercepat proses penyembuhan.

Memberikan pengertian kepada pasien/keluarga agar memahami masalah penyakitnya dengan harapan membantu percepatan
2. Tujuan
penyembuhan dan menghindari perilaku/pola hidup yang keliru.

3. Kebijakan Surat Keputusan kepala puskesmas NO:………….tentang pendidikan /penyuluhan pada pasien

4. Ruang lingkup pasien rawat jalan UPTD Puskesmas Biau


5. Referensi Kemenkes RI. 2010 Pedoman pembinaan Kesehatan Lanjut Usia
5.Referensi edukasi pada pasien dan keluarga pasien.hhtp:/WWW.rshs.or.id/sekilas-jci/pfe
6,Alat Dan Bahan 1.papan informasi
6. Prosedur / langkah-langkah 1.Petugas memberikan penyuluhan kepada pasien /keluarga tentang:
a.informasi penyakit yang diderita pasien
b.penggunaan obat secara aman dan efektif untuk semua obat yang dikonsumsi pasien
c.penggunaan peralatan medis secara aman dan efektif
d.makanan yang dianjurkan dan makanan yang tidak boleh dikonsumsi
e.aspek etika dalam pengobatan
f.PHBS
2.petugas selesai melakukan penyuluhan dan mencatat kegiatan penyuluhan pada pasien

1.poli umum
2.poli KIA/KB
7.Distribusi
3.poli MTBS
4.poli Gigi

8. Dokumen terkait _
SPO ALTERNATIF PASIEN YANG MEMERLUKAN RUJUKAN TETAPI
TIDAK MUNGKIN DILAKUKAN
No. Kode :
Terbitan :
SPO No. Revisi :
Tanggal mulai ber:
Halaman :
PEMERINTAH
KABUPATEN
BUOL

1. Definisi 1.Alrternatif adalah cara atau pilihan lai]n yang dilakukan


2.Rujukan adalah pelimpahan wewenang dan tanggung jawab atas kasus penyakit ata
diselenggarakan secara timbal balik,baik secara vertikal dalam arti satu strata sarana
lainnya maupun secara horisontal dalam arti antar strata sarana pelayanan kesehatan
sebagai acuan dalam menentukan alternatif penanganan pasien yang memerlukan rur
2. Tujuan
dilakukan
4. Kebijakan Surat Keputusan kepala puskesmas NO:

5. Referensi

6,Alat Dan Bahan 1.Buku family folder


2.ATK

5. Prosedur 1.Dokter melakukan pemeriksaan kepada pasien


2.Dari hasil pemeriksaan pasien masuk kriteria yang harus dirujuk
dakan
4.Dokter atau perawat mmberikan alternatif pelayanan plihan rumah sakit pelayanan ru
5.Jika pasien menolak untuk dirujuk maka keluarga pasien harus menandatangani pen

6.unit terkait 1.Poli umum


5.Ruang tindakan
AN RUJUKAN TETAPI
AN

Mengetahui/menyetujui
Kepala UPTD Puskesmas Biau

Hadija Abdurahman, S.ST


NIP. 19680315 198912 2 001

wab atas kasus penyakit atau masalah yang


alam arti satu strata sarana pelayanan kesehatan
arana pelayanan kesehatan yang sama.
asien yang memerlukan rurjukan tetapi tidak mungkin

an rumah sakit pelayanan rujukan yang bisa dipilih pasien


harus menandatangani penolakan rujukan