Anda di halaman 1dari 20

RESUME

Oleh :

MUFLIHATUL ABADIYAH
NIM 858662314

UPBJJ UNIVERSITAS TERBUKA SURABAYA


POKJAR GRESIK
PGSD.BI – 3A
Tahun Akademik: 2020.2

Resume Modul 1, 2, dan 3 Pendidikan Seni di SD


MODUL 1
WAWASAN SENI

 Kegiatan Belajar 1
Hakekat Seni
Modul 1, 2, dan 3
Seni berasalPendidikan
dari istilah “sani” Seni di Sekolah
dalam bahasa Sansekerta Dasar
yang berarti pemujaan,
pelayanan, donasi. Dalam perkembangannya muncul berbagai pengertian seni, yaitu :
(a) seni sebagai karya seni (work of art), pengertian seni sebagai benda / karya seni adalah
bahwa seni atau keindahan adalah sesuatu yang menghasilkan kesenangan, tetapi berbeda
dengan sekedar rasa gembira karena mempunyai unsur transendental atau spiritual
(pendapat Joganatha). (b) seni sebagai kemahiran (skill), pemahaman seni sebagai
kemahiran dimaknai seni merupakan sebuah kemampuan dalam membuat sesuatu dalam
hubungannya dengan upaya pencapai suatu tujuan yang ditentukan oleh rasio / logika atau
gagasan tertentu (pendapat Aristoteles).(c) seni sebagai kegiatan manusia (human
activity), seni sebagai kegiatan manusia oleh Leo Tolstoy dikatakan bahwa seni
merupakan kegatan sadar manusia dengan perantara tanda – tanda lahiriah tertentu untuk
menyampaikan perasaan – perasaan yang telah dihayatinya kepada orang lain, sehingga
mereka kejangkitan perasaan yang sama dan juga mengalaminya.
Seni adalah ekspresi jiwa manusia yang tertuang dalam berbagai bentuk karya seni.
Didalam seni terdapat simbol – simbol kehidupan yang memiliki makna mendalam
tentang hakekat hidup. Tari dengan ekspresi gerak, musik dengan bunyi dan suara
manusia, teater dengan ungkapan ekspresi gerak dan vokal, seni rupa dengan berbagai
media visual, semuanya memiliki gaya dan aliran yang beragam, merupakan ungkapan
ekspresi yang didalamnya sarat dengan simbol.
Secara teori, seni dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu seni murni dan seni
terapan. Seni murni adalah penciptaan seni yang hanya mempertimbangkan fungsi atau
bentuknya, sedangkan seni terapan adalah penciptaan seni yang dirancang untuk
kepentingan tertentu diluar fungsi sebenarnya.
Menurut Kihajar Dewantoro, seni merupakan segala perbuatan manusia yang timbul
dari hidup perasaannya dan bersifat indah, sehingga dapat menggerakkan jiwa perasaan
manusia. Akhdiat K. Miharja yang mnyebutkan bahwa seni adalah kegiatan rohani

Resume Modul 1, 2, dan 3 Pendidikan Seni di SD


manusia yang merefleksi realitas (kenyataan) dalam suatu karya yang berkat bentuk dan
isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani si
penerimanya.

 Kegiatan Belajar 2
Fungsi dan Kedudukan Seni dalam Kehidupan Masyarakat

A. Fungsi Dalam Masyarakat Tradisonal


Secara umum, seni sering diartikan sebagai hiburan. Konotasi inilah yang
harus kta perjelas tidak hanya sebagai media hiburan. Seni dalam pemahaman yang
lebbih kompeks. Dapat diartikan sebagai sarana legitimasi, ketika seni itu berada
didalam istana (kraton). Soedarsono mengungkapkan bahwa fungsi seni ada tiga,
yaitu: 1) untuk kepentingan acara spiritual, 2) sebagai hiburan pribadi, dan 3) sebagai
penyajian estetis atau tontonan. Secara umum fungsi kesenian di dunia ini ada
delapan, yaitu:
1. Pemujaan / Ritual
Fungsi seni untuk pemujaan berlangsung pada masa ketika peradaban manusia
masih sangat terbelakang. Kehidupan kesenian waktu itu belum mengenal adanya
instrumen musik, busana, dan gerak, tata panggung dan lain-lainnya, seperti
kesenian pada masa kini. Kecenderungan seni ritual pada masa lalu lebih
menekankan pada misi daripada fisik atau bentuk. Tidak mengherankan kalau
bentuk seni ritual untuk pemujaan masih sangat sederhana, baik dari aspek musik
iringan, busana (kostum) serta rias, gerak, maupun penggunaan dekorasi sebagai
setting pertunjukan.
2. Tuntunan
Fungsi tuntunan lebih menyentuh pada misi yang secara verbal diungkapkan.
Pelaku seni dalam hal ini lebih dituntut untuk menyampaikan pesan moral yang
akan dicapai. Seorang dalang sebagai contoh, harus mampu memernkan semua
tokoh yang ada didalam kotak wayangnya.
3. Tontonan / Hiburan
Fungsi seni sebagai tontonan atau hiburan tidak banyak membutuhkan
persyaratan. Seni untuk hiburan tidak terikat pada misi tertentu. Seni yang

Resume Modul 1, 2, dan 3 Pendidikan Seni di SD


menghibur adalah seni yang mampu memberi kesenangan pada seseorang /
kelompok orang yang berada di sekitar pertunjukan.

B. Fungsi Seni Dalam Masyarakat Modern


Fungsi seni dalam masyarakat modern, yakni :
1. Ekspresi / Aktualisasi Diri
Kecenderungan fungsi pertunjukan untuk ekspresi atau aktualisasi diri ini
merupakan perwujudan dari semboyan seni untuk seni atau I’art pour I’art. Tidak
ada orang yang dapat mengganggu gugat ekspresi seni dalam penampilannya.
Kebebasan disini lebih menekankan pada pencapaian tujuan tertentu yang
diperjuangkan. Contoh seni instalasi, happening art, dan sejenisnya.
2. Pendidikan
Seni sebagai media pendidikan merupakan elemen mendasar yang perlu
dipahami. Hal ini karena esensi seni sebenarnya tidak dapat lepas dari muatan
edukatif. Dengan lain perkataan apa yang dituangkan kedalam berbagai cabang
seni merupakan sarana untuk mewujudkan tujuan untuk membentuk budi pekerti
seseorang.
3. Industri
Fungsi seni sebagai industri lebih mengalah pada tujuan aatau kepentingan
tertentu untk mendukung suatu produk tertentu. Seni untuk industri adalah sesuatu
yang mampu memberi daya tarik pada produk yang ditawarkan.
4. Seni Terapi
Seni untuk terapi di gunakan secara khusus untuk memberi ketenangan batin
seseorang yang sedang menderita secara psikis dengan berolah seni seseorang
yang memiliki permasalahan atau tertekan jiwanya, akan terobati.
5. Komersial/Instant
Seni ntuk kategori sebagai alat mendatangkan keuntungan (entertainment) ini
bisa di buat menurut keperluan dan keinginan si penanggap. apapun bentuk dan
wujud kesnian itu asal mampu memenuhi keinginan pembeli tidak yang masalah,
walaupun kadang-kadang harus menimpa pada norna estestis yang berlaku. Seni
untuk fungsi ini terjsdi karena permintaan yang paling banyak. Dunia pariwisata
membuka peluang untuk pengemasan jenis-jenis pertunjukan kemasan.

Resume Modul 1, 2, dan 3 Pendidikan Seni di SD


 Kegiatan Belajar 3
Jenis – Jenis Seni

Seni dapat dibedakan menjadi 3 kelompok :


a. Seni Pertunjukkan : dapat dikatakan seni sesaat artinya hasil seni disajikan dan
dihayati oleh penonton pada saat bersamaan dan akan selesai stelah pertunjukkan
berakhir.
b. Seni Rupa : merupakan seni yg awet Karena hasil karya seni rupa dapat disajikan
dihadapan penonton dan di hayati sepanjang masa.
c. Seni Sastra : seperti prosa dan puisi

Pada saat ini seni yang dianut di negeri ini adalah “seni rupa dengan gramatikal
barat” dikatakan demikian karena materi, tehnik dan mahzab yang dianutnya adalah
mahzab barat yang naturlis-perspektif-momenopname (NPM): “ gambar yang diambil
hanya dari satu arah, satu tempat, satu waktu, seperti memotret sebuah objek pada satu
titik waktu, dibekukan/dihentikan sehingga mejadi still picture dalam sebuah bingkai.
Secara garis besar seni rupa memiliki 3 cabang yakni:
a. Seni lukis,seni patung,seni kriya (seni murni)
b. Seni terapan meliputi semua desain.
c. Gambar termasuk seni lukis

Jenis dan Ruang Lingkup Seni :


Dalam seni, bentuk penghargaan terhadap seni tersebut dapat dikelompokan menjadi :
1. Apresiasi : upaya untuk pengenalan terhadap objek seni kepada masyarakat luas.
2. Apresiasi secara pasif : dilakukan ketika seseorang menyaksikan pertunjukkan atau
melihat pameran tanpa ada tindakan untuk mengkritik atau menilai pertunjukkan
maupun pameran yang dilihat.
3. Apresiasi secara aktif : melibatkan agresian dalam kegiatan tertentu. Misalnya
seorang ikut menari.
Secara garis besar wawasan seni berhubungan dengan 3 hal :
a. seni dengan alam : mengisyaratkan manusia untuk selalu ingat pada alam sebagai
sumber penciptaan seni.

Resume Modul 1, 2, dan 3 Pendidikan Seni di SD


b. seni dengan ekspresi : seni dan ekspresi tidak dapat dipisahkan, keduanya saling
mendukung. Seni di dalamnya adalah ekspresi sebaliknya dalam membicrakan
ekspresi tidak akan lepas dari cabang seni tertentu.
c. seni dengan lingkungan : memberi pesan kepada anak untuk selalu dekat dengan
lingkungan sekitarnya.

A. Tari
1. Tari tunggal :koreografi yang di buat atau dirancang untuk di bawakan oleh seorang
penari.dipentaskan lebih dari 1 orang penari. Contoh : tari golek,ponggawa.
2. Tari pasangan ( beksan ) :tarian berpasangan dalam bentuk tari ini bisa memiliki
tema bermacam-macam. Contoh : tari srikandi mustokoweni.
3. Tari kelompok :ini dirancang secara khusus memang untk dibawakan oleh lebih dari
2 orang penari. Contoh : tari kelompok bedaya.

B. Seni Drama
1. Pengertian Dramaturgi
Dramaturgi adalah ajaran tentang masalah, hukum dan konversi drama. Kata
DRAMA berasal dari kata yunani draomai yang berarti berbuat, berlaku, bertindak, dsb.
Ada beberapa orang yang juga berpendapat drama adalah sebagai lakon orang yang
menyedihkan, mengerikan, sehingga dapat diartikan sebagai sandiwara tragedi.
Formula dramaturi menganut 4 prinsip M, yaitu :
 Mengkhayalkan : untuk pertama kali manusia atau pengarang mengkhayalkan
kisah yg bersumber dari inspirasi.
 Menuliskan : pengarang menyusun kisah yg sama dg ide yg sama ke dalam tulisan.
 Memainkan : pelaku memainkan kisah yg sama untuk ketiga kalinya.
 Menyaksikan : penonton menyaksikan kisah di atas panggung.

2. Sejarah Teater Indonesia


Sebelum abad 20 pertunjukan drama tidak ada naskah, hanya mengandalkan
kisah-kisah turun temurun dari ayah ke anak. Pada masa pujangga barulah muncul
naskah drama asli yg digunakan oleh pementasan amatir. Pada masa jepang sensor
sendenbu sangat keras sekali karena mengharuskan penampilan drama
menggunakan naskah. Hal inilah yang menyebabkan para profesional belajar
membaca naskah dalam pementasan.

Resume Modul 1, 2, dan 3 Pendidikan Seni di SD


3. Istilah Drama
Teater
Sebagian orang mengartikan sebagai gedung pertunjukkan ada pula yg
mengartikan sebagai panggung. Secara etimologi berarti gedung pertunjukkan.
Dalam arti luas berarti segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak
( wayang orang, ketoprak, ludruk, lenong ). Dalam arti sempit berarti kisah hidup
atau kehidupan manusia yg diceritakan di atas pentas dan di saksikan oleh orang
banyak.
Drama/ Sandiwara/ Toneel
Istilah sandiwara diketemukam oleh KGPA Mangunegoro VII sebagai
pengganti istilah toneel yang dipakai orang belanda. Secara khusus drama adalah
kualitas komunikasi , situasi, dan akting.

C. Musik
 Musik adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama,
lagu, dan keharmonisan terutama dari suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat
menghasilkan irama Walaupunmusik adalah sejenis fenomena intuisi, untuk mencipta,
memperbaiki dan mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni.
Apresiasi musik dapat di definisikan sebagai dicapainya kemampuan untuk
mendengarkan musik dengan penuh pengertian.
a. Unsur Seni Musik :
1. Composer (Pabrik Musik)
2. Pemain (Para Pekerja Pabrik )
3. Pendengar (Konsumen Musik)
b. Unsur Mekanis :
1. Medium : Segala musik dipergelarkan melalui unsure mekanik atau unsur fisik
2. Publikasi : Langkah penting dalam seluruh kegiatan produksi musik

Resume Modul 1, 2, dan 3 Pendidikan Seni di SD


MODUL 2
PENGETAHUN DASAR SENI

 Kegiatan Belajar 1
Unsur-Unsur Musik

A. Bunyi Dan Elemen-Elemennya


Musik merupakan bagian dari dunia bunyi, suatu seni yang di dasarkan pada
pengorganisasian bunyi menuru waktu. Kita membedakan musik dari bunyi-bunyi
lain dengan mengenali empat komponen bunyi yang musikal: pitch, dinamik, warna
suara, dan durasi.
1. Pitch
Pitch adalah tinggi rendah relatif yang terdengar dari suatu bunyi. Dalam
kehidupan sehari-hari, tanpa adanya perbedaan pitch ini, kata-kata yang kita
ucapkan sperti sura robot, dan tidak akan ada musik seperti yang kita kenal
sekarang ini. Pitch suatu bunyi ditentukan oleh frekuensi dari getarannya.
Semakin cepat frekuensinya, semakin tinggi pitch. Sebaliknya semakin lambat
frekuensi, makin rendah pitch. Getaran frekuensi diukur dalam cycle per detik.
2. Dinamika
Tingkat kekerasan dan kelembutan dalam musik dinamakan dinamika, salah
satu aspek bunyi. Kekerasan berhubungan dngan amplitudo getaran yang
dihasilkan bunyi. Ketika beberapa instrumen dimainkan lebih keras atau lebih
lembut, atau ada perubahan pada instrumen –instrumen yang dimainkan, akan
dihasilkan perubahan dinamik. Perubahan ini dapat dibuat secara mendadak atau
bertahap.
3. Warna Suara
Perubahan-perubahan pada dinamik seperti perbahan pada warna suara
menciptakan keberagaman dan kekontrasan. Ketika sebuah melodi dimainkan
oleh suatu instrumen kemudian dimainkan oleh instrumen lain, melodi tersbut
mempunyai efek ekspresi yang berbeda karena setiap instrumen mempunyai
warna suara sendiri.

Resume Modul 1, 2, dan 3 Pendidikan Seni di SD


4. Ritme
Ritme merupakan unsur dasar dalam kehidupan. Kita melihat perputaran siang
dan malam, di dalam tubuh, kita merasakan rime selagi kita bernafas, detak
jantung, dan bunyi hak sepatu ketika berjalan.
Ritme pada dasarnya adalah suatu pola pengulangan tekanan dan pelepasan.
Dalam pengertian yang luas, ritme merupakan aliran yang teratur dalam musik
melalui waktu. Waktu dalam musik adalah sebagai mana berlalunya waktu dalam
beragam variasi. Hal ini juga tampak sebagaimana berlalunya kecepatan dan
intensitasnya.
Adanya ritme dalam musik akan menyangkut segala elemen lainnya, baik
pitch, warna suara dan dinamika. Aspek-aspek yang membantu ritme adalah beat,
metrum, dan aksen/sinkop berikut penjelasan dari ketiganya.
a. Ketukan (beat)
Beat  (dibaca:bit) merupakan denyutan (pulsa) rata dan berulang yang
membagi musik dalam unit waktu yag sama. Dalam musik, ketuk muncul
antara tiap    detik. Kadang-kadang  terdengar begitu kuat dan mudah untk
mengikutinya,tetapi juga agak sukar di ikuti membuat perasaan seolah
mengambang atau tanpa tujuan.
Beat musik diwujudkan/diperdengarkan dengan cara yang berbeda-
beda.  Kadang beat diketukkan secara  jelas dengan bass drum seperti
marching band. Kadang-kadang beat tidak begitu nyata terdengar, misalnya
pada alunan melodipermainan biola.
Beat merupakan latar belakang dimana komposer menjadikannya
sebagai pedoman dalam menempatkan nada-nada dengan berbagai panjang
pendeknya. Bet merupakan unit dasar waktu dimana semua nada dapat
diukur. Nada-nada dapat saja berakhir dalam sebagian, seluruh atau lebih dari
satu beat.
b. Birama
Dalam musik, kita mengetahuo pola pengulangan ketukan
yangbertekanan kuat dimana satu atau lebih atau yang satu lebih ringan dari
ketukan yang lainnya. Pengelompokan yang teratur dinamakan birama.

Resume Modul 1, 2, dan 3 Pendidikan Seni di SD


Ada beberapa pola birama yang didasarkan pada jumlah ketukan dalam
sebuah birama. Jika sebuah birama mempunyai 2 beat, disebut duple meter.
Kita menghitung  1-2,1-2,1-2, dan seterusnya.
Pola 3 beat pada birama dinamakan triple meter. Hitungannya 1-2-3,1-
2-3, dan seterusnya.irama waltz mempunyai birama triple.
Pola birama dasar lainnya adalah quadruple meter, yang mempunyai 4
ketukan pada setiap biramanya. Yang mempunyai 4 ketukan pada setiap
biram-nya. Biasanya downbeat muncul juga pada ketukan ketiga  hanya saja
dia lebih ringan dari pada ketukan pertama. Hitungannya 1-2-3-4, 1-2-3-4,
dan seterusnya. Irama mars, jazz, dan rock biasanya mempunyai  birama
quadruple. Sextuple meter mempunyai 6 ketukan pada setiap birama seperti
1-2-3-4-5-6. Dengan demikian sextuple meter merupakan kombonasi dari
duple meter dan triple meter. Melodi dalam sextuple  meter sering membuat
rasa aliran yang halus.
Quintuple meter, memiliki 5 ketukan pada setiap birama dan septuple
meter dengan 7 ketukan pada setiap biramanya. Setiap metrum tersebut
menggabungkan duple meter dan triple meter.
c. Aksen dan Sinkop (syncope)
Sebuah nada yang bertekanan, pada umumnya dimainkan lebih keras
dari pada nada-nada lainnya, yaitu dengan mendapatkan akses yang dinamis.
Dalam hal ini suatu aksen akan muncul jika sebuah nada off-beat (yang tidak
seharusnya bertekanan) mendapatkan tekanan, yaitu ketika tekanan muncul
diantara dua ketukan.
Sinkopasi juga mucul jika sebuah ketukan ringan mendapatkan teanan
seperti 1-2-3-4, 1-2-3-4.
d. Tempo
Kecepatan dalam lagu, kecepatan in dinamakan tempo, suatu konsep
dasar dalam musik. Tempo cpat berhubungan dengan perasaan energik,
semgat, dan kegembiraan. Tempo lambat pada suasana tenang.tan da tempo
biasanya diletakkan pada sisi kiri dari partitur lagu. Seperti juga dinamik,
istilah dalam tempo menggunakan bahasa itali.
Largo sangat lambat, melebar
Grave sangat lambat, khidmat
Adagio lambat

Resume Modul 1, 2, dan 3 Pendidikan Seni di SD


Andante agak lambat
Moderato sedang
Allgreto cepat sedang
Allegro cepat
Vivace dengan hidup
Presto sangat cepat
Prestissimo secepat mungkin
5. Melodi
Melodi adalah serangkaian nada-nada tunggal yang dikenali sebagai suatu
kesatuan dan menyeluruh. Melodi yang bergerak dalam interval-interval yang
kecil dinamakan melodi melangkah, sedang yang bergerak interval besar
dinamakan melodi melompat. Yang dimaksud satu langkah adalah jarak antara
dua nada yang berdekatan dalam urutan tangga nada do-re-mi, dan setrusnya.
Misalnya nada do melangkah ke nada re, nada la melangkah ke nada sol. Jarak
yang lebih besar dari pada satu langkah dinamakan lompatan.
6. Harmoni
7. Notasi Musik

 Kegiatan Belajar 2
Unsur Dasar dan Elemen Komposisi Tari

A. Unsur - Unsur Dasar Tari


1. Gerak
Gerak didalam tarian bukanlah gerak seperti dalam kehidupan sehari-hari.
Gerak tari adalah gerak yang telah mengalami perubahan atau proses stilasi dari
gerak wantah (asli) ke gerak murni dan gerak maknawi. Gerak wantah yang telah
mengalami stilasi itu akhirnya dapat dilihat dan dinikmati karena menjadi gerakan
yang memiliki nilai estetik (gerak murni dan gerak gerak maknawi). Gerak
wantah contohnya mencangkul, membatik dll.
2. Unsur Tenaga
Penggunakaan tenaga dalam gerak tari meliputi :

Resume Modul 1, 2, dan 3 Pendidikan Seni di SD


a. intensitas berkaitan dengan kuantitas tenaga dalam tarian yang menghasilkan
tingkat ketegangan gerak.
b. Aksen/tekanan muncul ketika gerakan dilakukan secara tiba-tiba dan kontras
c. Kualitas berkaitan dengan cara penggunakaan atau penyaluran tenaga.

3. Unsur Ruang
Unsur ruang yang dimaksudkan sebagai unsur tari terbagi dua yakni ruang
yang diciptakan oleh penari dan ruang pentas atau ruang tempat penari melakukan
gerak.
Ruang yang diciptakan penari adalah ruang yang dibatasi oleh imajinasi penari
berupa jarak yang terjauh yang dapat dijangkau oleh tangan dan kakinya dalam posisi
tidak pindah tempat.
Ruang pentas adalah arena yang digunakan oleh penari yang biasa disebut
dengan panggung, lapangan atau halaman terbuka.
4. Unsur Waktu
Dalam unsur waktu juga menentukan dalam membangun gerak tari. Dalam
unsur waktu ada 2 faktor yang sangat penting yaitu ritme dan tempo. Ritme dalam
gerak tari menunjukkan ukuran waktu dari setiap perubahan detail gerak, ritme lebih
mengarah pada ukuran cepat atau lambat setiap gerakan yang dapat dicapai

B. Elemen Komposisi Tari


Dalam penyusunan karya tari perlu kiranya dibekali dengan beberapa teori
untuk membimbing sebagai penata tari pemula. Adapun elemen-elemen komposisi
tersebut: Gerak,Desain atas, musik, tema, dramatik, desain lantai, dinamika, tata rias
dan busana, properti, komposisi kelompok, tata panggung, tata lampu dan tata suara.
1. Gerak
Gerak dalam tari merupakan komponen itama, karena gerak adalah medium
untuk mengekspresikan sebuah tarian.
2. Tema
Tema adalah ide-ide pokok/ ide sentral. (Masitoh, 2005: 47). Dalam
mengembangkan tema dapat dipilih dari berbagai topik yang dipandang relevan.
Ada beberapa karakteristik tema antara lain:
a. Memberikan pengalaman langsung tentang objek bagi pemain.
b. Menciptakan kegiatan/kreasi sehingga pemain menggunakan

Resume Modul 1, 2, dan 3 Pendidikan Seni di SD


c. semua pemikirannya.
d. Membangun kegiatan yang berkaitan dengan minat
3. Desain Atas
Desain atas merupakan desain yang dilihat oleh penonton, yang tampak
terlukis pada ruang yang berada di atas lantai. Desain atas ini dapat pula dikatakan
atau lebih tepatnya dengan istilah pose dalam tari karena dilakukan di tempat.
Oleh karenanya desain atas akan lebih jelas nampak apabila dilihat dari satu arah
penonton atau dari depan.
4. Desain Lantai
Desain lantai adalah garis-gasir dilantai yang dilalui oleh seorang penari di
atas panggung atau garis dilantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok.
Dalam pembuatan desain lantai garis menjadi bagian yang sangat penting dan
menentukan dalam pengaturan /penempatan penari di atas panggung.
5. Desain Musik
Musik adalah salah satu elemen komposisi yang sangat penting dalam suatu
penggarapan tari. Musik merupakan teman yang tidak dapat dipisahkan satu
dengan yang lainnya, karena antara musik dan tari merupakan dua perpaduan yang
harmonis. Sebagai elemen dasar dari musik adalah nada, ritme, dan melodi. Ritme
adalah degupan dari musik dengan aksen yang diulang-ulang secara teratur.
Tempo adalah cepat lambatnya irama. Melodi adalah susunan dari beberapa nada
untuk membentuk satu gending. Di dalam tari musik dibedakan menjadi dua yaitu
musik internal dan musik eksternal.
a. Musik Internal. Musik internal yaitu musik yang bersal dari diri penari,
misalnya tepuk tangan, hentakan kaki, nepuk dada, suara, tepuk paha, Contoh
dalam tari Saman dari Aceh, tari Kecak dari Bali.
b. Musik Eksternal. Musik eksternal yaitu musik yang berasal dari luar diri
penari atau suara yang dihasilkan oleh alat. Untuk musik eksternal ini bisa dari
musik diatonis atau pentatonis. Musik diatonis adalah alat musik yang
menggunakan elektronik. Sedangkan musik pentatonis adalah musik gamelan
atau disebut juga musik tradisional.
Adapun fungsi musik dalam dalam tari, yaitu : 1) sebagai iringan tari, 2)
sebagai pemberi suasana pada garapan tari, dan 3) sebagai ilustrasi
6. Desain Dramatik
7. Desain Kelompok

Resume Modul 1, 2, dan 3 Pendidikan Seni di SD


Komposisi kelompok adalah komposisis yang dilakukan oleh sejumlah penari
atau lebih dari satu orang penari.. Komposisi kelompok dibedakan menjadi 2 yaitu
kelompok kecil dan kelompok besar.
a. Kelompok kecil. Kelompok kecil terdiri dari 2 –4 penari
b. Kelompok besar 5 –10 orang bahkan bisa lebih.
c. Kolosal 50 lebih
d. Tari masal melibatkan orang lain di luar penari
Elemen-elemen komposisi kelompok yaitu Serempak, berimbang,
berturutan, bergantian, selang-seling, terpecah.
8. Dinamika
Pengertian dinamika adalah kekuatan dalam yang menyebabkan gerak menjadi
hidup dan menarik dikatakan pula dinamika adalah kekuatan, kualitas,kekuatan
menarik , kekuatan /mendorong, dinamika dapat dikatakan /diibaratkan sebagai
jiwa emosionil dari gerak.Pencapaian dinamika ini berkaitandengan penggunaan
tenaga,ruang , dan waktu.
9. Desain Kostum
10. Tata Rias
11. Tata Panggung
Penggunaan properti yang bervariasi juga bisa membantu memunculkan
dinamika karena dengan berbagai macam properti membantu seorang koreografer
mewujudkan berbagai macam gerak.
12. Tata Cahaya

 Kegiatan Belajar 3
Unsur dan Prinsip Seni Rupa

A. Unsur-unsur Seni Rupa


Seni rupa dibangun oleh sejumlah unsure yang membentuk kesatuan yang
padu sehingga karyanya dapat dinikmati secara utuh. Antara lain :
1. Garis
Menurut jenisnya, garis dapat dibedakan menjadi garis lurus, lengkung,
panjang, pendek, horizontal, vertikal, diagonal, berombak, putus-putus, patah-

Resume Modul 1, 2, dan 3 Pendidikan Seni di SD


patah, spiral dan Iain-Iain. Garis dapat juga memberikan kesan watak tertentu
sehingga dapat digunakan sebagai perlambangan, seperti:
 Garis tegak melambangkan keagungan, kestabilan;
 Garis miring mengingatkan pada kegoncangan, tidak stabil, gerak;
 Garis tegas, kuat, terpatah-patah mengesankan kekuatan;
 Garis halus, melengkung-lengkung berirama mengesankan kelembutan,
kewanitaan.
Sedangkan menurut wujudnya garis dapat dibedakan menjadi:
 Garis nyata, merupakan garis yang dihasilkan dari coretan atau goresan
lengkung.
 Garis semu, merupakan garis yang muncul karena adanya kesan balans pada
bidang, warna atau ruang
2. Warna
Kesan yang timbul oleh pantulan cahaya pada mata disebut warna. Warna
dapat di kelompokkan menjadi tiga, yaitu:
 Warna Primer : yaitu warna yang tidak berasal dari warna apapun, meliputi
warna merah, kuning, dan biru.
 Warna Sekunder : merupakan campuran dari warna primer. Contoh :
Merah + kuning : jingga , biru + kuning : hijau , merah + biru : ungu
 Warna tertier merupakan hasil campuran antara warna primer dan warna
sekunder. Contoh: kuning + hijau : kuning kehijau-hijauan , biru + ungu :
ungu kebiruan
Selain jenis-jenis warna di atas terdapat pula warna netral, yaitu warna putih
dan hitam.
3. Tekstur
Tekstur adalah sifat dan keadaan suatu permukaan bidang atau permukaan
benda pada sebuah karya seni rupa. Setiap benda mempunyai sifat permukaan
yang berbeda. Tekstur dibedakan menjadi tekstur nyata dan tekstur semu. Tekstur
nyata adalah nilai raba yang sama antara penglihatan dan rabaan. Sedangkan
tekstur semu adalah kesan yang berbeda antara penglihatan dan perabaan.
4. Ruang

Resume Modul 1, 2, dan 3 Pendidikan Seni di SD


Ruang dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: Ruang dalam bentuk nyata,
misalnya ruangan pada kamar, ruangan pada patung. Ruang dalam bentuk
khayalan (ilusi), misalnya ruangan yang terkesan dari sebuah lukisan.
5. Bidang
Bidang merupakan pengembangan garis yang membatasi suatu bentuk
sehingga membentuk bidang yang melingkupi dari beberapa sisi. Bidang
mempunyai sisi panjang dan lebar, serta memiliki ukuran.

B. Prinsip Seni Rupa


Terdapat beberapa prinsip dalam menyusun komposisi suatu bentuk karya seni
rupa, yaitu:
1. Kesatuan (unity)
Kesatuan adalah pertautan bagian-bagian dalam sebuah karya seni rupa.
Kesatuan merupakan prinsip yang utama di mana unsur-unsur seni rupa saling
menunjang satu sama lain dalam membentuk komposisi yang bagus dan serasi.
Untuk menyusun satu kesatuan setiap unsur tidak harus sama dan seragam, tetapi
unsur-unsur dapat berbeda atau bervariasi sehingga menjadi susunan yang
memiliki kesatuan.
2. Keseimbangan (balance)
Keseimbangan adalah kesan yang didapat dari suatu susunan yang diatur
sedemikian rupa sehingga terdapat daya tarik yang sama pada tiap-tiap sisi
susunan.
3. Irama (rhytm)
Irama adalah pengulangan satu atau beberapa unsur secara teratur dan terus-
menerus. Susunan atau perulangan dari unsur-unsur rupa yang diatur, berupa
susunan garis, susunan bentuk atau susunan variasi warna. Perulangan unsur yang
bentuk dan peletakannya sama akan terasa statis, sedangkan susunan yang
diletakkan bervariasi pada ukuran, warna, tekstur, dan jarak akan mendapatkan
susunan dengan irama yang harmonis.
4. Penekanan (kontras)
Penekanan adalah kesan yang diperoleh karena adanya dua unsur yang
berlawanan.Perbedaan yang mencolok pada warna, bentuk, dan ukuran akan
memberikan kesan yang tidak monoton.
5. Proporsi

Resume Modul 1, 2, dan 3 Pendidikan Seni di SD


Proporsi atau kesebandingan yaitu membandingkan bagian-bagian satu dengan
bagian lainnya secara keseluruhan. Misalnya membandingkan ukuran tubuh
dengan kepala, ukuran objek dengan ukuran latar, dan kesesuaian ukuran objek
satu dengan objek lainnya yang dekat maupun yang jauh letaknya.
6. Keselarasan (harmony)
Keselarasan adalah hubungan kedekatan unsur-unsur yang berbeda baik
bentuk maupun warna untuk menciptakan keselarasan.

MODUL 3
KEMAMPUAN DASAR DAN KARAKTERISTIK SENI ANAK SD

 Kegiatan Belajar 1
Kemampuan Dasar Anak Sekolah Dasar

A. Kemampuan Intelektuan Anak


Menurut peaget (woolfolk and Nicolich, 1984:51) ada empat faktor yang
mempengaruhi perkembangan manusia, yaitu :
1. Kematangan, merupakan faktor paling dasar dalam perkembangan berfikir
manusia.
2. Aktivitas, aktivitas berfikir seperti observasi, oksplorasi, evalusi dan problem
solving
3. Transmisi sosial, pengalaman belajar dari orang lain.
4. Equilibration, faktor keseimbangan yang selalu diupayakan dalam berfikir.

B. Kondisi Emosional Anak


Emosi berbeda dengan perasaan (feeling) yang bersifat tenang dan tertutup.
Emosi menggambarkan suasana batin yang lebih dinamis, bergejolak dan terbuka.

C. Kondisi Sosial Anak


Pada masa Sekolah Dasar, anak Bserangsur-angsur mulai menyadari bahwa
mereka merupakan bagian yang tak terpisahkan dari lingkungannya. Mereka mulai
menaruh perhatian pada orang lain disekitarnya. Mereka mulai mencari teman akrab
dan sudah mampu bekerja sama dengan mereka, mengikuti aturan – aturan kelompok.

Resume Modul 1, 2, dan 3 Pendidikan Seni di SD


Dalam hal ini guru bisa memberikan pembelajaran secara berkelompok agar anak
didiknya dapat bersosialisasi dengan baik.

D. Kondisi Perseptual Anak


Perseptual mengandung pengertian kombinasi antara kognitif dan efektif.
Secara intelektual, pada masa Sekolah Dasar anak sudah mampu mencerna informasi
yang berasal dari luar dirinya apabilah dihubungkan dengan hal-hal yang sudah
diketahuinya.

E. Karakteristik Fisik Anak


Masa Sekolah Dasar adalah masa dimana anak berada dalam proses
pertumbuhan fisik yang sangat pesat. Pada masa ini anak menyukai kegiatan yang
bersifat fisik. Kegiatan – kegiatan fisik ini dapat diarahkan pada permainan –
permainan kelompok yang dampaknya sangat baik bagi perkembangan sosial mereka.

F. Karakteristik Estetik Anak


Perasaan estetik merupakan suatu hal yang sifatnya alamiah yang dibawa anak
sejak lahir, ini berarti secara alamiah sesungguhnya seseorang itu sudah mampu
menangkap, mengalami atau merasakan keindahan yang ada disekitarnya.

G. Kondisi Kreatif Anak


Bakat kreatifitas anak sudah dibawa anak sejak dari lahir. Jika anak dapat
difasilitasi dengan beragam teknologi pada zaman sekarang ono karena bakat setiap
anak berbeda – beda.

 Kegiatan Belajar 2
Karakteristik Seni Anak Sekolah Dasar

A. Karakteristik Suara Anak Usia SD


Media musik yang paling dekat dengan kita adalah suara dan tubuh kita,
bernyanyi dan bertepuk tangan itulah yang dimaksudkan. Suara yang dihasilkan
manusia memiliki suara yang berbeda-beda sesuai dengan alat produksinya. Salah

Resume Modul 1, 2, dan 3 Pendidikan Seni di SD


satu unsur yang membedakannya adalah ukuran alat produksi suara, sehingga bisa
dikelompokkan maka ada karakteristik suara manusia yang dibedakan dari usia.
Menurut Andersen karakteristik suara anak dapat dikelompokkan menjadi 4
kelompok, berdasarkan karakteristik dan kemammpuannya:
1) Usia 4 – 5 tahun suaranya tersengar tipis, kecil dan ringan
2) Usia 6 – 7 tahun pada umumnya memiliki suara yang tinggi dan ringan, namun ada
juga yang bersuara rendah
3) Usia 8 – 9 tahun pada umumnya anak mulai dapat bernyanyi dengan nada yang
tepat
4) Usia 10 -12 tahun pada umumnya belum mengalami perubahan suara , suara
mereka masih terdengar jernih dan ringan

B. Karakteristik Musik Anak


Musik anak harus sesuai dengan perkembangan fisik yang mampu menjadikan
dirinya sebagai media pengungkapan perasaan, pikiran, isi hati anak. Karakter musik
anak seyogyanya dapat ditemukan tidak hanya pada semua aspek musik tetapi juga
seperti; aspek bunyi, nada, ritme, tempo dan dinamik serta ekspresi dan bentuk musik.
Selain itu seyogyanya musik anak seyogyanya mampu memberikan kesempatan bagi
perkembangan kreativitas berfikir dan seni (rasa keindahan) anak serta dunia anak.
Berikut ini karakteristik yang sebaiknya muncul dalam musik anak adalah:
1) Musik sesuai dengan minat dan menyatukan dengan kehidupan anak sehari-hari.
2) Ritme musik dan pola melodinya pendek sehingga mudah diingat
3) Nyanyian atau lagu tersebut juga harus mengandung unsur musik lainnya.
4) Melalui musik anak diberi kesempatan pula untuk bergerak melalui musik.

C. Karakteristik Gerak Anak


Karakteristik gerak fisik anak usia sekolah dasar dapat dikatakan bersifat
sederhana, gerakannya biasanya bermakna dan bertema dimana tiap gerakan
mengandung arti atau tema tertentu. Anak juga mampu menirukan gerak binatang
melalui pengamatannya.

D. Karakteristik Seni Rupa Anak


Ada 4 aspek yang dapat digunakan untuk mengamati karya seni rupa anak,
yakni;

Resume Modul 1, 2, dan 3 Pendidikan Seni di SD


1) Aspek tipologi seni rupa anak
2) Aspek karakteristik seni rupa anak
3) Aspek periodisasi seni rupa anak
4) Aspek relevansi karakteristik seni rupa anak
Ada tiga tipe tipologi seni rupa anak; yakni tipe visual, tipe haptik dan tipe
campuran keduanya. Pada tipe visual, kemampuan daya tangkap indrawi sangat
menonjol sehingga anak mampu merekam objek aslinya termasuk proporsi,
perspektif, perbandingan serta detailnya. Pada tipe haptik, pengungkapan suasana hati
atau emosi sangat menonjol ketika mereka menuangkan objek kedalam karya seni
rupanya.

E. Periodisasi Seni Rupa Anak


Ada beberapa klasifikasi periodisasi seni rupa anak diantaranya yang
disodorkan oleh :
 Lansing mengelompokkan menjadi:
1. Masa Coreng Moreng (2-4 tahun)
2. Figuratif (3-12 tahun) yang terdiri dari;
a) permulaan figuratif (3-7 tahun),
b) pertengahan figuratif (9-10 tahun),
c) akfir figuratif (9-12 tahun)
3. Artistik (12 tahun keatas).

 Lowenfeld dan Brittain yang mengklarifikasikan menjadi :


1. masa coreng moreng (2-4 tahun)
2. naturalisme / pseudo naturalistic (12-14 tahun)
3. masa dewasa (14-17 tahun).

Resume Modul 1, 2, dan 3 Pendidikan Seni di SD