Anda di halaman 1dari 20

Mata Kuliah : Manajemen Operasi (MNJ402)

Pengajar : Sari Amelia, S.Si., M.M.


 Konsep manajemen proyek
 Work breakdown structure (WBS)
 Model jaringan
Mahasiswa mampu memahami, menganalisis, dan merancang manajemen proyek.
Pekerjaan satu waktu yang memiliki titik awal dan akhir yang terdefinisi serta tujuan,
lingkup, dan anggaran yang jelas.

Contoh
1. Pengembangan produk atau layanan baru
2. Perancangan kendaraan transportasi yang baru
3. Pengembangan sistem informasi yang baru atau modifikasi
4. Konstruksi bangunan atau fasilitas
5. Implementasi prosedur atau proses bisnis yang baru
Perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian aktivitas proyek untuk mencapai
target kinerja, biaya, dan waktu sesuai lingkup pekerjaan yang diberikan dengan
sumber daya yang efisien dan efektif.

Manajemen proyek berbeda dengan manajemen proses dalam hal variasi. Tiap
proyek biasanya unik dan spesifik sedangkan di dalam manajemen proses variasi
tersebut diupayakan untuk dihilangkan.
Hirarki dari pekerjaan-pekerjaan di dalam proyek yang dikategorikan ke dalam
task dan subtask beserta paket pekerjaan. Dalam WBS, penyelesaian satu kategori
pekerjaan yang lebih detail (subtask) menyebabkan penyelesaian pekerjaan yang
lebih umum (task). Penyelesaian seluruh detail pekerjaan menjadikan seluruh
proyek selesai.
Level PROGRAM

1 Proyek 1 Proyek 2

2 Task 1.1 Task 1.2

3 Subtask 1.1.1 Subtask 1.1.2

Work Package Work Package


4
1.1.1.1 1.1.1.2
1. Metode Jalur Kritis (CPM)
Dikembangkan oleh Du Pont tahun 1950. CPM berdasarkan asumsi bahwa waktu
aktivitas proyek dapat diestimasi secara akurat dan tidak bervariasi. Digunakan
untuk penjadwalan.
2. Program Evaluation and Review Technique (PERT)
Dikembangkan untuk proyek misil Polaris Angkatan Amerika. PERT diguakan untuk
menangani ketidakpastian estimasi waktu.
Jalur kritis merupakan jalur terlama di mana aktivitas-aktivitas di dalamnya perlu
diantisipasi agar tidak menyebabkan penundaan penyelesaian proyek secara
keseluruhan.

Prosedur dalam jalur kritis:


1. Identifikasi tiap aktivitas yang akan diselesaikan dan diestimasi berapa lama
waktu yang diperlukan
2. Tentukan urutan yang diperlukan dan gambarkan dalam suatu diagram jaringan
3. Tentukan jalur kritis
4. Tentukan jadwal early start/finish dan late start/finish
Aktivitas Sebelum Sesudah Durasi
(Hari) Aktivitas di Tiap Titik
A - B, C 3
B A E 4
C A B, D 3
D C E 2
E B, D - 2

Tabel Aktivitas diterjemahkan dalam bentuk diagram jaringan menggunakan format


aktivitas di tiap titik (activity on node).
Diagram jaringan aktivitas
Total
Durasi

EF = ES + Durasi
ES = EF
jaringan sebelumnya

Penentuan early start (ES) dan early finish (EF)


LF = LS
Aktivitas Sesudahnya
LS = LF – Durasi

Penentuan late start (LS) dan late finish (LF).


Bukan Jalur Kritis
S = LF – EF
S = LS - ES

Waktu lebih (slack) adalah 0 hari untuk aktivitas A, B, D, dan E serta 2 hari
untuk aktivitas D
Jalur Kritis: A – C – B – E dengan slack 0 hari dan merupakan jalur terpanjang.
 Resume individual
Ketua kelas mengirimkan email resume dalam format .zip
Dikumpulkan hari Senin pagi
 Presentasi dan makalah kelompok
Pokok bahasan presentasi dan makalah berupa studi kasus yang berkaitan
dengan materi pertemuan 1 beserta pokok bahasan yang relevan
Makalah dikumpulkan dalam bentuk hardcopy dengan halaman
sampul depan bening dan halaman belakang oranye serta
dipresentasikan pada pertemuan ke-2

Studi kasus pertemuan 3


Mempelajari dan menganalisis manajemen proyek busway jalur Ciledug – Tendean.
Jelaskan mengenai proyek tersebut, baik dari sisi siklus proyek, WBS, dan jalur kritis.
- end of slide -