Anda di halaman 1dari 5

NAMA : TASRI MULIADI MN

NIM : BS11118010

JURUSAN : TEKNIK SIPIL

KLIPPING STRUKTUR BAJA DAN DETAIL SAMBUNGAN


Sebelum kita mempelajari lebih jauh apa dan bagaimana yang di maksud detai sambungan pada
struktur baja terlebih dahulu kita mempelajari apa yang di maksud struktur baja itu sendiri.

A. Struktur Baja
Konstruksi baja adalah struktur yang terbuat dari kombinasi terorganisir dari baja
struktural yang diatur dan dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan arsitektur dan
teknis.

Jenis struktur ini banyak digunakan dalam proyek konstruksi berskala menengah dan
besar (pre-engineered building), karena selain ringan, juga cepat dalam proses
pemasangannya.

Struktur baja meliputi sub-struktur atau bagian dalam sebuah bangunan yang terbuat dari
baja struktural. 

Baja struktural adalah bahan konstruksi baja yang dibuat dengan bentuk dan komposisi
kimia tertentu sesuai dengan spesifikasi pada proyek tersebut.

Bahan utama dari baja struktural adalah besi dan karbon.Sedangkan bahan mangan,
logam campuran, dan beberapa zat kimia tertentu juga ditambahkan pada besi dan karbon
untuk menambah kekuatan dan ketahanan.

Baja struktural dibuat dari canai panas maupun canai dingin, atau dibuat dengan
pengelasan antara plat datar atau plat tekuk, tergantung pada spesifikasi yang berlaku
pada setiap proyek.

Baja struktural memiliki beberapa bentuk, ukuran dan alat ukur. Bentuk umumnya
termasuk seperti berikut ini.
1. Beam :  Baja dengan bentuk penampang I.
2. HSS-shape : Bagian struktural berongga dengan bentuk meliputi persegi, persegi panjang,
lingkaran (pipa) dan penampang elips.
3. Struktural talang : Balok berbentuk C atau baja dengan bentuk penampang C.
4. Angle : baja dengan bentuk penampang L (siku).
5. Plate : lembaran logam dengan ketebalan mulai dari 4 mm

Ada juga betuk lain yang merupakan pengembangan dari bentuk struktur utama baja yang di
modifikasi atau diproduksi khusus untuk keperluan atau kebutuhan tertentu.

1. Z-shape :  Salah satu baja dengan pinggiran yang berlawanan dengan pinggiran yang lain.
2. Tee : baja dengan bentuk penampang T.
3. Profil rel : bentuk-bentuk pegangan, umumnya untuk tangga seperti : Strap rail, Flanged rail,
Baulk rail, Barlow rail, Flat bottomed rail, Double-headed rail, Bullhead rail, Tangential
turnouts, Grooved rail.
4. Bar : potongan metal, dengan bentuk potongan adalah persegi panjang namun tidak lebar
hingga berbentuk.
5. Rod : batangan metal panjang dengan penampang bulat atau kotak
6. Balok web terbuka

B. Jenis Struktur Utama Baja


1. Truss structures: Bar or truss members
2. Frame structures: Beams and columns
3. Grids structures: latticed structure or dome
4. Arch
5. Prestressed structures
6. Beam bridge
7. Truss bridge: truss members
8. Arch bridge
9. Cable stayed bridge
10. Suspension bridge
C. Jenis Struktur Utama Baja
1. Truss structures: Bar or truss members
2. Frame structures: Beams and columns
3. Grids structures: latticed structure or dome
4. Arch
5. Prestressed structures
6. Beam bridge
7. Truss bridge: truss members
8. Arch bridge
9. Cable stayed bridge
10. Suspension bridge
D. Kelebihan Struktur Baja
1. Ramah Lingkungan
Penggunaan material baja ringan ini lebih ramah lingkungan ketimbang material kayu
yang sering diganggu rayap sehingga memerlukan perawatan dan bahkan penggantian
menyeluruh pada jangka waktu tertentu.
2. Pemasangan Cepat
Akurasi ukuran komponen baja mempercepat proses pemasangan dan memungkinkan
pemantauan menggunakan manajemen dengan perangkat lunak untuk menyelesaikan
pemasangan dengan lebih cepat.
3. Kesehatan Dan Keselamatan
Struktur baja di produksi di pabrik dan dipasang dengan cepat di lokasi konstruksi oleh
tenaga terampil menjadikan struktur baja tetap aman. 
Survei di bidang industri secara konsisten menunjukkan bahwa struktur baja adalah solusi
paling aman.
Tidak menyebabkan pencemaran debu atau kebisingan dalam proses pemasangan struktur
baja, hal ini karena pembuatannya yang dilakukan di pabrik. 
4. Fleksibilitas
Aplikasi terbaru, kondisi pembebanan, ekspansi secara vertikal mudah untuk dilakukan di
masa yang akan datang dan dapat diubah sesuai keinginan pemilik yang tidak dapat
dilakukan oleh sistem perangkaan yang lainnya.
E. Kekurangan Struktur Baja
1. Presisi
Masalah yang paling umum ialah tidak adanya presisi pada garis level pasangan dinding
bata atau balok beton yang menjadi tempat dudukan kuda-kuda rangka atap baja ringan
tersebut. 
Dengan demikian, diperlukan revisi berupa penambalan, pengganjalan, ataupun
pembobolan dan pemangkasan di bagian-bagian yang tidak level.
2. Dilakukan Tenaga Ahli
Pada kasus lain, sering dijumpai pemuntiran pada bagian rangka atau profil baja tertentu
akibat kecerobohan pemasangan. 
Dan, yang sangat fatal adalah kelalaian dalam peletakan posisi profil baja yang berfungsi
sebagai reng. Hal itu mengakibatkan kurang rapinya pemasangan genteng pada tahap
selanjutnya.
3. Biaya
Masalah biaya menjadi kekurangan yang lain. Mahalnya harga pemasangan rangka atap
baja ringan ini yang berlipat kali dibandingkan dengan rangka atap dari material kayu
membuat golongan menengah-bawah belum dapat menikmati kenyamanan temuan
arsitektur yang inovatif ini.

Setelah kita mempelajari banyak hal tentang struktur baja baik dari segi kekurangan dan
kelebihannya, sekarang kita lanjut apa sih yang dimaksud detail sambungan struktur baja
itu sendiri.

Jadi, penyambungan merupakan salah satu proses penting karena kekuatan sambungan
sangat memengaruhi kekuatan, kekokohan, dan keamanan struktur baja. Oleh karena itu,
gambar rencana struktur baja harus memuat rincian setiap sambungan dengan jelas.

Secara umum dapat diterapkan tiga alternatif sambungan pada struktur baja, yakni pengelasan,
penyambungan dengan paku keling, dan penyambungan dengan baut.

A. Penyambung Dengan Las

Pengelasan (welding) adalah teknik penyambungan pelat/batang baja menggunakan


energi panas. Dua atau lebih baja pada titik pertemuan dipanaskan hingga mencapai titik
lebur dan terjadi peleburan bahan serta tercipta sambungan menerus. Proses pengelasan
dilakukan dengan menggunakan atau tanpa tekanan maupun bahan tambahan.

Kelebihan sambungan las, antara lain lebih kaku dan berkelanjutan, lebih ekonomis, dan
juga lebih aplikatif dan mudah dimodifikasi. Namun, kekuatan sambungan las tergantung
mutu las yang dipengaruhi oleh keterampilan tukang las. Selain itu, konstruksi
pengelasan bersifat permanen (tidak mudah dibongkar-pasang).

B. Penyambung Dengan Paku Keling

Paku keling (rivet) adalah paku dari batang baja (kandungan karbon sedang) dengan
kepala pada salah satu ujungnya. Penyambungan dilakukan dengan memasukkan paku
keling ke lubang yang dibuat pada batang/pelat baja. Sambil menekan bagian kepala,
ujung lain ditekan/dipukul (manual atau dengan mesin) hingga terbentuk kepala baru
sebagai penutup. Pengelingan dapat dilakukan dengan atau tanpa proses pemanasan.
Tujuan pemanasan agar setelah dingin didapat gaya jepit yang mengikat baja lebih kuat.

Sistem sambungan paku keling tidak menimbulkan perubahan struktur dan cocok untuk
pembebanan dinamis. Sambungan bersifat permanen sehingga tidak mudah untuk
dibongkar-pasang. Jika terpaksa dibongkar dilakukan dengan memotong kepala paku.
Risiko kerusakan yang ditimbulkan adalah kemungkinan terjadinya keropos pada bekas
pengeboran lubang.

C. Penyambung Dengan Baut

Baut (bolt) adalah batang berulir dengan kepala pada salah satu ujungnya; dilengkapi
dengan mur/pengunci (nut) yang nantinya dipasang pada ujung lain. Secara umum baut
dalam struktur baja meliputi baut baja mutu tinggi seperti baut pass dan baut baja lunak
seperti baut hitam. Terdapat beragam tipe dan ukuran diameter pada baut.     

Kelebihan sambungan baut adalah kemudahan dalam pemasangan serta cocok digunakan
untuk mengikat konstruksi statis maupun dinamis. Selain itu sambungan baut bersifat
non-permanen sehingga dapat dibongkar-pasang dengan mudah.